
Deo merasa tidak asing dengan nama itu, karena sepertinya ia pernah mendengar nama seseorang yang dipanggil oleh calon mertuanya itu. Tak lama setelah itu, muncullah seorang gadis cantik yang sangat ia kenal. Ia adalah seorang gadis yang galak dan juga jutek serta jarang tersenyum.
Oh ya ampun, ternyata gadis yang dimaksud adalah Inaya asistent dari rivalnya, Rasya. Putri dari asistentnya Ramon, yaitu asistent Ivan. Astaga, kenapa bisa kebetulan seperti ini. Apa yang harus ia lakukan, jika ia menolak perjodohan ini, pasti Maminya Danisa akan sedih dan juga merasa malu.
Dan bukan hanya Deo saja yang terkejut, karena Inaya pun terkejut saat melihat pria yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah Deo. Sungguh diluar dugaan, jika mereka yang saling tidak menyukai akan dijodohkan oleh orang tua mereka. apa yang akan terjadi jika mereka menikah nanti.
"Ini Inaya anak aku, ayo semuanya duduk dulu," ucap Sintia dengan sangat ramah pada Deo dan yang lainnya. Mereka semua pun akhirnya duduk dan berbincang.
Deo dan Inaya saling pandang, mereka masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Benarkah jika mereka akan dijodohkan, sepertinya ini bukanlah ide yang baik. Mungkin nanti mereka akan membicarakan masalah ini dengan orang tua mereka. Akan tetapi tidak di sini, nanti saja jika hanya ada dirinya dan juga orang tuanya saja.
__ADS_1
Jika yang Sintia dan juga Danisa yang sangat antusias begitu pun dengan David yang tak tahu apa-apa. Akan tetapi berbeda dengan Ivan, yang sangat tahu jika putrinya dan juga pemuda dihadapannya ini sangatlah tidak akur. Ia sangat tahu bagaimana mereka saling tidak menyukai, mungkin ia akan bicara nanti pada istrinya jika mereka hanya berdua saja.
Setelah mereka puas mengobrol, lebih tepatnya hanya Sintia, Danisa dan juga David. Kini mereka melanjutkannya dengan acara makan malam.
"Deo, kenapa kau tidak ajak Inaya mengobrol dan berkenalan," ucap Danisa pada putranya itu.
"Apa! Jadi kalian sudah saling mengenal? Ya ampun, kenapa kau tidak bilang," ucap Danisa.
"Mami tidak bertanya padaku,"
__ADS_1
"Inaya, jadi kau dan Deo sudah saling mengenal?" tanya Sintia pada putrinya. Inaya pun mengangguk mengiyakan.
"Sebenarnya tidak terlalu mengenalnya, hanya saja aku tahu siapa Deo," jawab Inaya dan kemudian langsung mengambil air minum yang ada dihadapannya. Ia merasa tenggorokannya langsung kering saat mengucapkan nama Deo.
"Woahhh bagus sekali jika kalian saling mengenal, jadi untuk acara pertunangan dan pernikahan kita tak perlu menunggu lama," ucapan Danisa membuat Ketiga orang itu terkena serangan ginjal dadakan. Dimana Inaya dan Deo yang sebenarnya tidak menyetujui perjodohan ini, begitu pun dengan Ivan yang tak suka pada Doraemon yang menyebalkan ini.
Ivan bahkan berpikir jika ia akan bernasib sama dengan Bagas yang harus memiliki menantu yang tak ia sukai, dan harus adu mulut jika bertemu. Astaga, jangan sampai itu terjadi karena Ivan tak mau menjadi mertua jahat. Akan tetapi jika menantunya adalah adalah jelmaan dari Doraemon yang cerewet dan menyebalkan, Ivan bahkan tidak bisa menjamin dirinya untuk tidak menjadi mertua seperti asistent pelit itu.
'Apa nasibku akan seperti asistent pelit itu,' batin Ivan.
__ADS_1