Mertua Vs Menantu

Mertua Vs Menantu
Bab 44


__ADS_3

Pagi ini tak seperti biasanya, Rasya merasakan kepalanya sangat pusing dan juga tubuhnya terasa meriang. Ia enggan bangun dari tidurnya karena kepalanya terasa sangat berat. Dan tubuhnya pun terasa sangat lemas, dan tidak bertenaga.


Sabrina baru saja selesai membantu Siena membuat sarapan, kemudian kembali ke kamarnya untuk memberitahukan suaminya, kalau sarapan sudah siap. Namun, saat masuk ke dalam kamarnya ia melihat Rasya masih bergulung dengan selimut. Merasa aneh dengan gelagat suaminya, Sabrina pun mendekati Rasya. Sabrina membuka sedikit selimut yang menutupi wajah tampan suaminya. Ia pun kemudian meletakkan punggung tangannya di kening Rasya. Tapi ia tak merasakan apapun, suhunya normal.


"Rasya, kau tidak akan bekerja hari ini?" tanya Sabrina perlahan.


Rasya membuka matanya dan melihat istrinya yang cantik tengah menatapnya dengan khawatir, ia pun tersenyum dan mencoba bangun walaupun kepalanya terasa sangat berat.


"Sepertinya hari ini aku tidak akan pergi bekerja, kepalaku terasa sakit sekali. Tubuhku juga terasa lemas," jawab Rasya jujur, karena memang itu yang ia rasakan.


Sabrina berpikir mungkin suaminya ini memang kelelahan, karena akhir-akhir ini, ia memang sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Jadi, ia pun mengerti dengan keadaan suaminya dan kemudian membelai wajahnya.


"Kalau begitu istirahat saja, mau aku bawakan sarapan kemari?"


"Tidak usah, aku mau tidur saja. Tapi boleh minta tolong buatkan aku susu hangat,"


"Tentu, tunggu sebentar," Sabrina pun kemudian pergi keluar kamar untuk membuatkan susu hangat untuk suaminya.


Bagas yang tidak melihat penampakan dari menantunya pun bertanya pada putrinya. "Sabrina dimana suami Abonmu itu?' tanya Bagas sambil meminum kopi hitam kesukaannya.


"Dia tidak enak badan, jadi hari ini tidak ke kantor," jawab Sabrina sambil menuangkan susu untuk Rasya.


"Abon itu sakit? Dia sakit betulan atau hanya pura-pura saja!"

__ADS_1


"Bagas jangan mulai! Rasya pasti sedang sakit karena ia memang sibuk akhir-akhir ini. Sabrina nanti panggilkan dokter untuk memeriksanya," ucap Siena.


"Baik Mah,"


Sabrina pun kembali ke kamarnya untuk memberikan susu hangat untuk suaminya.


"Dasar Abon aneh, Kenapa dia lebih suka minum susu sapi dari pada susu murni," ucap Bagas tergelak, saat melihat Sabrina membawakan satu gelas susu untuk suaminya.


"Dasar gila," Siena hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya, yang tak pernah berubah seperti dulu. Dan sialnya, ia sangat mencintai suaminya yang tampan dan gagah tapi gila.


*


*


*


"Kau sudah bangun, ayo sarapan," ucap Inaya.


"Baiklah, terima kasih,"


"Oh ya apa hari ini kau tidak bekerja?" tanya Inaya.


"Aku ini pengantin baru, pengantin baru tidak boleh bekerja karena pasti kelelahan,"

__ADS_1


Inaya mencibir ke arah suaminya itu, " Memangnya kau kelelahan karena apa?" tanya Inaya sambil meminum kopi panasnya.


"Aku sedang malas bekerja, mataku perih karena terus-menerus melihat layar dan juga berkas-berkas. Lebih baik sekarang aku melihat pemandangan yang indah dan menyejukkan mata," jawab Deo sambil tersenyum jahil.


"Iya pemandangan di apartemen ini, memang bagus. Aku juga sangat suka," ucap Inaya, yang memang belum mengerti tentang ucapan dari suaminya ini.


"Aku juga sangat suka, tapi bukan pemandangan dari apartemen ini yang aku suka. Tapi aku suka bukan pemandangan yang ada di depan mataku ini, terasa sangat menyejukkan mata dan pikiran," ucap Deo sambil memandang ke arah bagian depan Inaya, yang tercetak jelas kacamata pelindung yang membungkus pabrik susu murni milik Inaya.


Inaya baru menyadari jika suaminya yang ternyata mesum ini, sedang melihat kearah buah mangganya, yang memang terlihat jelas dibalik kemeja putih milik Deo.


"Oh ya ampun, dasar makhluk mesuuuuuuummmmm!" teriak Inaya sambil menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Hei jangan di tutup, aku mau lihat!"


"Aaaaaarrggghhhh ..."


*


*


*


Sambil nunggu novel ini up, mampir dulu di karya temen aku ya 🤗😘😘

__ADS_1



__ADS_2