
"Dasar laki-laki mesum, dia bilang takut gatal jika bersentuhan denganku. Tapi kini matanya yang gatal, karena ingin terus melihat buah mangga milikku. Aaaaaarrggghhhh ... dasar menyebalkan. Dimana bajuku!" teriak Inaya frustasi karena tingkah Deo yang ternyata mesum.
Awalnya Inaya mengira, jika Deo bisa dipercaya karena ketidak tertarikannya pada dirinya. Akan tetapi ternyata, Deo sama saja dengan pria lain yang mata keranjang. Kenapa dia sangat menyebalkan dan tak tahu malu, ingin melihat balon helium miliknya.
Kini ia mengurung diri di kamar Deo dan menguncinya dari dalam, membuat Deo semakin ingin membuat Inaya mendes@h di bawah kungkungannya. Tapi itu tidak mungkin, karena baru dilihat balonnya saja ia sudah histeris merasa ketakutan. Bagaimana nanti jika Deo berhasil menggarap dan meminum susu langsung dari pabriknya. Mungkin duyung itu akan pingsan pikirnya.
Sedangkan, di rumahnya David dan Danisa sedang tertawa karena bahagia. Tidak sia-sia mereka selalu mengikuti kegiatan anaknya diam-diam. Ternyata kecurigaannya benar-benar terjadi, dimana Deo yang tiba-tiba menerima perjodohan itu. Sedang merencanakan sesuatu bersama dengan Inaya.
Mereka berdua melakukan kesepakatan pernikahan dan akan melakukan pernikahan kontrak. Namun, David sama sekali tidak setuju dengan pemikiran putranya itu. Hal ini, ia sampaikan juga pada Sintia. Dan benar saja, Sintia pun terkejut mendengar apa yang dikatakan olah David dan juga Danisa. Hingga akhirnya mereka bertiga pun merencanakan semua ini demi anak dan menantunya. Dan yang pasti demi kebaikan pernikahan, yang tak boleh di permainkan.
Akhirnya mereka menyusun rencana, agar mereka berdua bisa menjalani pernikahan layaknya pada umumnya. Dan, David yang sangat paham pada putranya itu sangat tahu, jika iman Deo yang sangat cetek dan hanya sebesar kotoran kuku. Tak akan mungkin bisa tahan, melihat Inaya yang cantik dan juga sangat seksi.
Dan barang-barang yang telah disiapkan Inaya, kini barang itu masih tersimpan rapi di rumah David. Karena, saat orang suruhannya Deo yang ditugaskan untuk membawa pakaian Inaya, telah David bayar dua kali lipat untuk membawa pakaian itu ke rumahnya. Tentu saja ia harus tutup mulut dan tidak membocorkan masalah ini pada Deo dan juga Inaya.
"Bersulang!"
Ketiga orang itu sedang merayakan keberhasilan mereka untuk mengerjai anak-anaknya. Mereka adalah Sintia, David dan juga Danisa karena rencana ini tak diketahui oleh Ivan. Yang tidak akan setuju jika anaknya akan di ehem-ehem oleh suaminya. Jika Inaya tidak mau, maka Deo tak boleh memaksa, itulah yang ada dalam pikiran asistent yang workaholic itu. Ia sangat menyayangi putrinya dan tidak rela jika ada orang yang menyakitinya.
"Aku bahagia rencana kita berhasil," ucap Sintia, kini mereka bertiga sedang berada di restoran yang sudah dipesan oleh David. Mereka sengaja mengadakan janji temu untuk membahas masalah ini.
"Aku juga sangat bahagia, bisa-bisanya mereka berdua ingin membodohi kita," ucap Danisa mencebikkan bibirnya. Sejujurnya ia merasa kesal pada putra satu-satunya itu. Kenapa ia berpikir tak akan menyentuh Inaya, apa ia akan membujang seumur hidupnya. Dan tidak memberikannya keturunan, sangat menyebalkan sekali putranya itu.
"Aku sudah bilang, pasti ada toge dibalik gorengan. Tidak mungkin mereka tiba-tiba setuju, kalau mereka tidak merencanakan sesuatu," sambung David, Sintia pun menganggukan kepalanya setuju dengan yang apa yang dipikirkan oleh besannya ini. Jika Inaya yang ia kenal keras kepala, tak mungkin bisa dengan begitu saja menyetujui pernikahannya dengan Deo
__ADS_1
Dimana putrinya itu sangat tidak menyukai Deo sebagai calon suaminya waktu itu.
"Iya kau benar, lalu bagaimana rencana kita selanjutnya?" tanya Sintia.
"Untuk saat ini kirimkan dulu, barang-barang Inaya. Akan tetapi jangan sampai mereka tidur dengan pisah kamar. Aku ingin mereka bersikap layaknya suami istri. Jangan seperti pernikahan kontrak yang sering aku baca di novel-novel.
"Untuk hal itu, serahkan saja padaku. Anak nakal itu akan sangat mudah diancam olehku. Jadi kau tenang saja, sayang,"
"Baiklah, kalau begitu untuk kedepannya kita lihat bagaimana perkembangan hubungan mereka," ucap Sintia, David dan Danisa pun setuju untuk memantau dulu hubungan anaknya. Jika semuanya di luar kendali, maka mereka akan turun tangan untuk menjaga agar hubungan mereka tetap terjaga.
*
*
*
Hal itu sangat berlebihan menurut Bagas, tapi sangat wajar menurut Sasa. Karena bagaimanapun juga Rasya adalah segalanya untuk makhluk micin ini, ia tak akan membiarkan anaknya sakit walaupun itu hanya demam saja.
"Ya ampun anak Mami kenapa bisa sakit sih?" tanya Sasa pada Rasya, dokter pun menjelaskan jika Rasya memang kelelahan bekerja, dan harus banyak-banyak istirahat. Dan ia juga harus istirahat total untuk beberapa hari ke depan. Setelah memeriksa Rasya, dokter itu pun berpamitan untuk pergi.
"Aku hanya lelah Mih," jawab Rasya masih di balik selimutnya, ia merasa menggigil padahal tubuhnya tidak demam sama sekali, tapi ia merasakan tubuhnya ini sangat tidak nyaman.
"Makanya tenaganya juga jangan terlalu diporsir atuh, kamu juga harus banyak istirahat. Masalahnya sekarang kamu itu sudah punya istri, di kantor capek di rumah juga capek," ucap Sasa.
__ADS_1
"Capek kenapa aku di rumah?" tanya Rasya, karena sepulang dari kantor ia tak pernah melakukan apa-apa. Kecuali mengecek pekerjaannya dan juga mengecek lahan istrinya.
"Ya capek ngerjain istri kamu atuh, masa ngerjain istri tetangga,"
Jawaban yang keluar dari mulut Sasako memanglah selalu ajaib, hingga Siena dan Sabrina saling pandang dan menghembuskan napas saat mendengarnya.
"Dari mana Mami tahu? Padahal aku tidak pernah mengatakannya,"
"Hei Abon, Mami ini orang yang sangat berpengalaman masalah bercocok tanam sama tebar-tebar benih. Kamu pikir kamu bisa tumbuh segede anak Kingkong ini dari mana. Itu semuanya berkat kerja keras Mami sama Papi yang siang malam, bercocok tanam!"
"Aku pikir Mami mengintipku,"
"Enak aja, ngapain ngintip kamu. Mending langsung praktek aja sama Papi kamu,"
"Mam ..."
***
Kencengin like dan komentarnya dong 😌😌 biar up nya juga kenceng
****
Mampir juga di karya temen aku yukk 😘 😘 😘
__ADS_1