
Malam ini Sasa memasak masakan spesial untuk anak dan suaminya, ia merasa sangat bahagia karena malam ini ia bisa berkumpul dengan anak dan juga menantunya. Untuk itu ia sengaja memasak makanan spesial, untuk mereka semua nikmati. Apalagi masakan Sasako ini selalu saja lezat, dan akan cocok di lidah orang yang akan memakannya.
Melihat Sasa dan Ramon yang sangat baik padanya, membuat Sabrina menjadi malu. Karena papanya selalu saja mengomel pada Rasya jika ia di rumah. Akan tetapi suaminya itu selalu saja tersenyum dan tertawa menanggapinya, membuat perasaan Sabrina semakin tidak enak saja.
"Ayo menantu Mami, makan yang banyak supaya kau kuat," ucap Sasa sambil tertawa.
"Kuat? Kuat untuk apa?" tanya Sabrina yang memang tidak mengerti.
Melihat respon menantunya yang belum tahu apa-apa, membuat Sasako menjadi curiga. Jangan-jangan menantunya ini belum buka pabrik, dan jika benar. Oh ya ampun kasihan sekali nasib gagang sapu milik putranya, karena gagang sapu itu pastilah merasa frustasi karena belum bercocok tanam.
"Ya ampun sayang, jangan bilang kalau kau belum buka pabrik?" tanya Sasa.
"Pabrik?" tanya Sabrina, jujur saja ia masih belum paham masalah seperti itu.
__ADS_1
Tidak ingin pembicaraan mereka berlanjut, akhirnya Rasya mencoba untuk menengahi. Itu ia lakukan agar ia tidak ketahuan jika mereka memang belum pernah melakukan ritual aye-aye, selama menikah.
"Sayang, sudah jangan dengarkan Mami. Kau tidak akan paham bahasa planet Mamiku," ucap Rasya, Sabrina pun hanya mengangguk saja. Karena ia memang selalu gagal paham jika bicara dengan Sasa. Sejak siang sampai sore tadi, bahkan ada beberapa kata yang masih belum bisa Sabrina terjemahkan.
"Jangan ajari menantuku hal yang aneh-aneh, mentalnya tak sama denganmu sayang," sambung Ramon.
Namun, bukannya tersinggung Sasa malah tertawa mendengar ucapan suaminya. Yang menurutnya adalah pria paling tampan dan paling lucu sedunia.
"Papi, tadi Sasa ketemu sama sapi di supermarket," ucap Sasa, sebaiknya ia menceritakan perihal tentang Sofia yang ia temui di supermarket siang tadi.
"Aihhhh, bukan atuh. Sapi yang dulu pacaran sama Papi," jawab Sasa sambil menyuapkan nasi yang sudah ditaburi suaminya wkwkwk (kalian pasti paham kan 😅)
"Hei Sasako, yang benar saja kalau bicara. Sejak kapan aku pacaran dengan sapi. Seperti tidak ada perempuan saja, kenapa harus dengan sapi. Kenapa tidak kau katakan saja, jika suamimu ini pernah pacaran dengan kuda!"
__ADS_1
Sasa malah semakin tertawa melihat suaminya yang sewot, sedangkan Rasya dan Sabrina masih menyimak apa yang mereka bicarakan. Jika Sabrina mengetahui apa yang sebenarnya dikatakan oleh Sasa, lain halnya dengan Ramon dan Rasya yang masih menyimak. Siapa sebenarnya yang di maksud oleh Sasako ini.
"Ya bukan atuh ganteng, mana mungkin suami Sasa yang gantengnya tanpa batas pacaran sama kuda. Itu loh sayang, sapi yang dulu pernah nimpuk Sasa sampe Sasa masuk rumah sakit, yang sama Papi dimasukin ke hotel prodeo." terang Sasa.
Mendengar jika yang dimaksud oleh Sasa adalah Sofia mantan kekasihnya, Ramon menjadi khawatir. Khawatir jika perempuan itu akan melukai Sasa lagi, seperti dulu. Karena setahu Ramon, jika Sofia adalah seorang yang sangat pendendam. Bagaimana jika ia melukai Sasa seperti dulu, tidak! Ramon tidak akan membiarkannya terjadi. Ramon akan selalu menjaga Sasa.
Dan untuk Rasya, ia menjadi penasaran siapa sebenarnya yang Maminya temui, apakah ia orang jahat? Rasya berpikir seperti itu karena melihat ekspresi Ramon yang terlihat khawatir. Jika begitu ia juga pasti akan lebih menjaga istri dan Maminya.
*
*
*
__ADS_1
Besok senin jangan lupa vote ya 😘😘😘