Merubah Neraka Menjadi Surga

Merubah Neraka Menjadi Surga
54. Akhir kisah


__ADS_3

Masing-masing mata dari mereka tertuju fokus memandangi kedua mempelai yang tampak begitu serasi dan tengah malu-malu bersenda gurau di pelaminan.


"Lewat mereka, aku meyakini bahwa sekeras apapun usaha seorang insan dalam mendapatkan pasangan idamannya, akan kalah oleh kehendak Tuhan" tukas Radit seakan menyindir dirinya sendiri.


"Dan janji Tuhan pasti. Pasangan baik hanya untuk yang baik-baik. Siapa sangka Jesika sang mempelai perempuan yang dulunya temperamental kini berperilaku lemah lembut setelah mengenal Bayu," pendapat Dokter Angga membuat para temannya mengangguk.


"Dengan perantara Kak Bayu juga tampilan Jesika sekarang semakin menawan lewat hijab yang insyaAllah istiqamah Ia kenakan, selaras dengan perbaikan diri yang terus Ia usahakan. Semoga keyakinan mereka membina rumah tangga setelah melalui ta'aruf berbuah keberkahan dan menjadi keluarga bahagia di dunia hingga ke surga-Nya."


"Aamiin" harapan yang Dara ungkapkan, lekas di tanggapi dengan pengharapan yang sama dari kawan karibnya melalui do'a.


"Nah, pasangan di hadapan kita itu adalah salah satu contoh nyata bahwasanya perkara hati adalah misteri Illahi." pungkas Lusi.


Sepersekian menit berikutnya, ingatan masing-masing dari mereka melalang buana kepada peristiwa beberapa bulan belakang.


Saat itu, Dara, Lusi, Radit dan Dokter Angga sedang berkumpul di sanggar seni milik Dara. Mereka melakukan rapat bulanan seperti biasanya soal perkembangan sanggar seni yang berdiri demi misi kemanusiaan itu.


Meskipun Radit dan Dokter Angga mati-matian menata hati mereka untuk tetap bersikap profesional di tengah kondisi hati keduanya yang di patah dan di remuk-kan oleh penolakan lamaran dari Dara, rapat berjalan lancar.


Selang beberapa lama setelah rapat, mereka yang tengah bersantai di kantin sanggar, mendapati sekretaris Dara mengantar seorang tamu untuk Dara.


Terkesiap seluruh mereka yang disana saat mengetahui bahwa tamu Dara tersebut adalah orang yang mereka kenal namun dengan tampilan yang mengundang decak kagum.


Ia adalah Jesika. Jika Jesika yang dulu gemar mengenakan pakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya, kali ini Jesika di hadapan mereka kebalikannya.


Jesika terlihat semakin memancar aura kecantikannya meski seluruh tubuh dari ujung kepala hingga kakinya di tutup dengan pakaian muslimah syar'i.


Meninggalkan para teman sekaligus mitra Dara dalam masing-masing rasa heran di benak mereka atas perubahan penampilan Jesika, kini Jesika dan Dara sedang serius berbincang berdua.


"insyaAllah jika memang kamu yakin akan keputusanmu itu, aku akan mendukungnya. Bahkan jika kamu tidak keberatan, teman-teman ku di seberang sana juga akan ikut membantu kelancaran semuanya. Bukan bermaksud apa-apa, aku hanya ingin hubungan pertemanan yang telah terjalin di antara kita berdua semakin panjang dan kuat jalinannya dengan kamu juga berteman akrab dengan temanku yang lainnya." Dara memegang halus punggung tangan Jesika lalu mengembangkan senyum tulus.


"Malu rasanya jika teringat bagaimana bodohnya sikapku dahulu terhadapmu. Sementara sekarang, kamu adalah teman yang aku jadikan sandaran berkeluh kesah. Dan, soal mereka, dengan senang hati aku ingin mereka juga menjadi bagian terbaik dari fase-fase kehidupanku."

__ADS_1


Selepas bicara demikian, Jesika dan Dara saling berangkulan.


Detik berikutnya, keseluruhan dari mereka duduk di satu meja yang sama. Bertukar pikiran, pengalaman, dan pengetahuan seputar ta'aruf.


Begitu pula hari-hari berikutnya, mereka acap kali berkumpul. Bukan lagi membahas perihal ta'aruf melainkan persiapan menyiapkan pernikahan antara Jesika dan Bayu. Dan kini mereka telah sukses menggelarnya.


... ***...


Di tengah jeda acara resepsi, kedua pengantin bergabung dengan tim sukses perhelatan acara mereka. Yang tak lain adalah Dara dan para sahabatnya. Asyik bercengkrama satu sama lain, Bayu buka suara.


"Terimakasih, atas dukungan dan bantuan dari kalian, kami yang sudah menjadi suami istri ini dapat menikmati acara pernikahan sesuai harapan."


"Masih saja kaku ya suami kamu ini Jes, katanya menganggap kita sahabat tapi kok ya masih pakai terimakasih ala formal segala. Santai suaminya Jesika, kalau memang ingin berterima kasih, gak perlu lewat ucapan sih. Ada cara lainnya" tutur Lusi sambil mengangkat kedua alisnya.


"Bagaimana?" Bayu bertanya.


"Jadilah suami yang amanah dengan perannya dan bahagiakan sahabat kami, Jesika." tegas Lusi.


Jawaban Bayu membuat mereka semuanya mengembangkan senyum.


"Kalian, ayo luangkan waktu untuk ikut ke pengajian yang kami ikuti. Mana tahu selain dapat tambahan ilmu dan pengetahuan seputar Islam, bisa dapat rekomendasi jodoh juga" ajakan Bayu terhadap Radit dan Dokter Angga.


"Boleh juga. Ayo. Gimana Bung?" Radit menyenggol Dokter Angga yang tidak bereaksi apa-apa atas saran Bayu.


"Jika memang jodoh, tidak akan kemana. Bukankah Allah maha kuasa? yakin saja sang Maha pencipta punya jalan sendiri dalam mempersatukan umatnya dalam bingkai rumah tangga," Bayu melirik Dokter Angga.


"Ya?" Dokter Angga gelagapan menanggapi bahasa Bayu yang seakan tahu isi pikiran dan perasaan yang Ia rasakan.


"Ikhlaskan keputusan Dara. Aku sudah beberapa kali membahas mengenai pernikahan dengannya. Namun, memang kedua putrinya, Azkia dan Alsava adalah satu-satunya prioritas dalam hidupnya saat ini. Dara ingin menghabiskan banyak waktu dan menciptakan bahagia bersama kedua putrinya itu dulu. Sehingga belum berkeinginan untuk menikah lagi."


Bayu kembali menyampaikan kalimat yang memang tepat sasarannya dalam menanggapi apa yang tengah kedua teman laki-lakinya rasa.

__ADS_1


"Terpenting, mari semangat dan istiqamah meningkatkan kualitas iman dan kepribadian kita sembari mengusahakan dirinya yang kita puja dalam bait do'a," Radit serius ikut menimpali pernyataan Bayu sebelumnya.


"Dalam do'a tersebut, sertakan pula harapan agar yang maha kuasa memberikan kalian kelapangan hati untuk menerima takdir yang di tentukan soal jodoh kalian. Ingatlah, Dara boleh jadi pujaan, namun jodoh tetap di tangan Tuhan." Bayu menepuk pundak Dokter Angga dan Radit bergantian.


"Assalamu'alaikum, hai para Om ganteng" seru Azkia diikuti senyum sumringah Alsava kepada para teman akrab Bundanya.


Dara dan Jesika yang baru saja kembali dari ruang pengantin bersama putri-putri Dara telah kembali duduk di kursi mereka semula. Di susul pula dengan kehadiran Lusi bersama suami dan anaknya yang telah tiba.


"Bayu, baiklah. Kamu atur saja jadwalnya. insyaAllah aku dan Radit akan mencoba bergabung,"


Setelah beberapa saat bergantian menatap Dara lalu kedua putrinya, Dokter Angga yakin memberi respon demikian kepada Bayu.


"Alhamdulillah" Bayu dan Radit menanggapi bersamaan.


"Eh ada apa ini? sepertinya kami ketinggalan informasi ya?" Jesika mencecar tanya.


"Istri, bukan apa-apa. Ini soal para lelaki," Bayu mengulas senyum kepada Jesika.


Meski sedikit manyun, Jesika pada akhirnya mengangguk dan tersenyum sebagai tanda bersedia tidak mencari tahu isi perbincangan antara suami dan teman laki-lakinya. Begitu pula dengan Dara dan Lusi.


Selanjutnya, mereka yang di pertemukan Tuhan melalui keadaan senang pun lewat kondisi sulit, yang kini saling bahu membahu dan mendukung dalam hubungan pertemanan, kembali bercengkrama berbahagia bersama.


Dalam kebersamaan mereka, ada hati yang lirih bicara,


"Terima kasih Tuhan. Telah memberikan aku teman-teman yang selalu siap sedia mendukungku bahkan dalam kondisi terburuk ku sekalipun. Sehingga, neraka yang pernah aku rasa, kini berasa surga. Aku tidak minta apa-apa selain, jangan beri mereka penderitaan yang sama seperti yang pernah aku rasa dalam mahligai rumah tangga dan mohon jaga hubungan kami ini menjadi ikatan persaudaraan yang saling mengingatkan akan kebaikan."


... END...


Para pembaca yang Budiman, berakhir lah sudah kisah perjalanan Dara dalam merubah Neraka Menjadi Surga. Semoga apa yang kita baca ini ada hikmah dan pembelajaran di dalamnya. Terima kasih sangat atas segala bentuk supportnya kepada penulis selama ini. Semoga tiada jemu membaca karya penulis yang masih banyak kekurangan ini. Bahagia selalu untuk kita semua🤲🤗 Ikuti penulis ya, untuk update karya lainnya 🙏


❤️MNMS

__ADS_1


__ADS_2