
Sementara istana sedang panik karena keadaan Putri Clea yang tidak menjawab di dalam perpustakaan . Sang Putri sendiri sedang berjalan santai sambil menyenandungkan lagu di sepanjang lorong . Lorong rahasia ini tidak gelap sama sekali karena lampu kristal kecil di sepanjang dindingnya, ia berjalan dengan hati senang sampai pada ujung lorong ia menekan lampu kristal yang cahayanya agak redup dari lainnya .
Cklek
Bunyi kuncinya terbuka, terlihat sebuah celah kecil di dinding . Clea menyelipkan tangannya di celah itu lalu menarik pelan agar terbuka lalu keluar dari balik rak buku pojok itu . Dia kembali ke perpustakaan lagi, sebelum ia sempat menghela nafas lega sayup-sayup tertangkap di pendengarannya suara ribut-ribut di luar pintu perpustakaan .
' Apa yang terjadi ?? ' pikirku . Clea mendekat untuk mendengarkan perkataan mereka .
" kalian cepat bangunlah dan dobrak pintu perpustakaan itu " teriak Ratu Carissa
' dobrak, dobrak apa ??? kenapa ibu bisa ada di sini ?? dan kenapa ia terlihat marah ?? apa aku sudah ketahuan ?? SIAL .... !!! ' pikirnya tidak karuan ketika mendengar suara dari pintu .
Clea melotot terkejut ketika mendengar suara beberapa prajurit yang menyahut , belum sempat tenang terdengar langkah kaki beberapa prajurit yang mendekat ke arah pintu dan tiba-tiba
Brraakk..
Hantaman yang keras datang ke arah pintu, ia terkejut bukan main hingga terjengkang ke belakang dengan pantat yang mendarat dengan sangat keras .
Brugh
Suara itu juga di dengar oleh orang-orang di luar, sehingga Ratu Carissa bergegas ke arah pintu menggedornya sambil berteriak
" Sayang, Clea apa kau mendengarku ?? " teriak Ratu cemas
" Putri, Putri apa kau didalam ?? buka pintunya Putri !! " di susul oleh suara Deenna
Clea yang masih meringis kesakitan, membeku seperti tersadar akan sesuatu . ' Tunggu.... kenapa suara mereka seperti sedang khawatir bukan marah, pukul berapa sekarang ??? ' pikirnya lalu menengok ke belakang melihat melihat jam dinding besar di atas perapian .
' SIAL..!!!! pantas saja mereka khawatir, ini sudah lewat makan malam dan aku sudah pergi sangat lama pasti para pelayan khawatir dan memberi tahu ibuku ' pikirnya . Dia segera bangkit untuk membuka pintu, tapi segera sadar ketika tanganku menyentuh jubah yang digunakannya .
' Akh, jubah Curtis aku lupa mengembalikannya ' teriak frustasi batinnya . Clea pun segera berbelok berlari ke arah tangga ke lantai 3 .
Sedangkan di luar pintu Ratu Carissa masih belum juga menyahuti panggilannya, ia menjadi semakin khawatir ketika terdengar bunyi dugh-dugh yang keras di sebabkan oleh Clea yang sedang berlarian di tangga .
" Dobrak lagi " perintah Ratu Carissa tidak sabar, ia sangat cemas akan keadaan Putri satu-satunya ini .
Clea yang sedang di lantai 3 mendengar suara pintu yang di dobrak lagi, menjadi semakin panik tidak karuan .
" Akh... harus sembunyikan di mana ini ?? " gumamnya cemas, ia pun memutuskan untuk menaruhnya di laci meja belajar kecil yang di gunakannya dahulu . Menguncinya dengan benar lalu menyembunyikan kunci itu di celah buku-buku di rak belakangnya . Lalu ia kembali berlari turun kebawah untuk membuka pintunya .
Di luar masih terlihat para prajurit yang sedang mencoba mendobrak pintu, ketika Raja Damien datang berlari ke arah sini bersama Felix yang bergegas mengikuti di belakangnya . Raja Damien yang baru saja selesai dari pertemuan darurat, di beritahu oleh Felix pesan yang dititipkan oleh Yang Mulia Ratu tentang Putri Clea segera berlari cepat kemari . Ratu Carissa yang melihat Raja Damien datang segera menghampiri
" Yang Mulia, Clea tidak menyahut ketika di panggil " ujar Ratu Carissa cemas
Raja Damien yang mendengar ucapan Ratu segera menjadi cemas dan ketika ia menoleh melihat beberapa prajurit istana sedang mendobrak pintu tapi tak kunjung terbuka segera menjadi marah hingga wajahnya gelap .
" Minggir kalian !!! " teriak Raja Damien menggelegar
Para prajurit yang di depan pintu segera menyingkir ketakutan, para pelayan pun gemetar ketakutan di samping, Ratu Carissa yang masih di sampingnya juga terperanjat terkejut melihat kemarahan pasangannya .
__ADS_1
Apalagi Clea yang sedang berlarian di tangga, ketika ia mendengar teriakkan menggelegar penuh kemarahan Raja Damien dia sangat terkejut ketakutan hingga salah menginjakkan kakinya dan berteriak terguling-guling di tangga . ' Akh... sialan!!! apa inikah yang di namakan karma datang secara langsung ' pikir ku mengumpat sambil meringis kesakitan .
Semua orang di luar yang masih terkejut ketakutan akan kemarahan Raja Damien, masih menundukkan kepalanya ketika terdengar suara teriakan keras dari Putri di iringi oleh suara gedebak- debug yang keras dari arah dalam . Ratu Carissa yang mendengar teriakkan Putrinya segera memekik terkejut " Clea !!! "
" Felix !! "
Raja Damien segera bergegas ke arah pintu dengan Felix segera mengikuti di belakangnya seolah mengerti . Tanpa sepatah katapun mereka langsung mendobrak keras pintu itu bersamaan .
Bbbrrraaaakkkk.........!!!!!
Alangkah terkejutnya semua orang yang melihat ketika pintunya terbuka sang Putri sedang tersungkur di samping tangga kesakitan . Raja Damien segera panik melihat keadaan putrinya, berlari kedepan membantu Clea yang sedang merangkak bangkit berdiri sambil meringis kesakitan memegang dahinya .
Clea POV
Aku masih meringkuk kesakitan ketika dengan bunyi ' brak ' yang keras pintu perpustakaan berhasil terbuka . Terdengar suara banyak orang yang memekik terkejut ketika melihatku di lantai . Aku mencoba merangkak bangun sambil memegangi dahiku yang memar ' Akh... sepertinya dahiku benjol terbentur pegangan tangga ' pikirku . Aku hanya terguling tidak lebih dari 10 tangga tapi badanku rasanya sangat sakit sungguh tubuh yang lemah, aku gemetar mencoba bangkit berdiri ketika sebuah lengan kuat menopangku agar tidak jatuh . Aku mendongak dengan sebelah tangan masih memegangi dahiku untuk melihat wajah Raja Damien yang sangat khawatir . Aku terkejut mencoba mendorongnya sedikit ketika terlintas di pikiranku bahwa tubuhku pasti beraroma daging babi restoran tadi karena aku makan sangat banyak, tetapi nyatanya tenagaku tidak menggerakkan sedikitpun tubuh Raja Damien . Aku merasakan tubuhnya kaku seperti terkejut ketika aku mencoba mendorongnya pergi tapi lengannya tidak bergeming dari menompangku, mungkin ia salah paham bahwa aku masih marah padanya batinku dan ketika aku mencoba ingin menjelaskan pada Raja Damien terdengar suara kecemasan yang berdatangan .
" Clea, putriku .... " teriak khawatir Ratu Carissa mendekati, aku segera menoleh untuk memeluknya mencoba menghindari Raja Damien yang teliti itu . Aku meliriknya yang terlihat sedih, tapi sekarang bukanlah saat untuk menghiburnya . Deenna di samping terlihat cemas dan ketakutan melihat keadaanku yang berantakan sehingga ia hampir menangis .
" Putri, apa yang terjadi ?? apa anda tidak apa-apa ?? " tanyanya tergesa-gesa
" Tidak apa-apa, aku hanya ceroboh dan terjatuh di tangga " ujarku pelan
" Terjatuh ?? apa kau terluka ?? " ujar Ratu cemas lalu memeriksa ku yang ada di pelukannya, dan ketika ia menyingkirkan tanganku yang menutupi dahiku ia segera memekik " ya tuhan !!! dahimu berdarah sayang !!! "
Raja Damien yang sedih segera tersadar lalu memeriksa luka lecet di dahiku , tapi aku justru terus menghindarinya bersembunyi di pelukan Ratu Carissa . Raja Damien pun menghela nafas sedih lalu memerintahkan .
" Ayo kembali dulu ke istana, dan kalian panggilah dokter kerajaan untuk memeriksa Putri " perintah Raja Damien
" Akh... ", sepertinya sebelah kakiku juga terkilir batinku
" Ada apa sayang ?? " ujar Ratu cemas lagi
" Kaki kiriku seperti terkilir " ucapku pelan
" Kalau begitu biar ayah menggendongmu " ujar Raja Damien mendekat, aku cemas ketika melihatnya akan membungkuk untuk menggendongku, aku segera meremas lengan Ratu Carissa memohon sambil memelas .
" aku... aku sedang tidak ingin di gendong ayah ...." cicitku pelan .
Raja Damien membeku, sekilas terlihat sekali raut wajahnya sedih tapi mencoba menyembunyikannya . Para pelayan dan prajurit di situ segera menundukkan kepalanya seolah tidak mendengar apa-apa, Ratu Carissa juga terkejut bingung lalu segera sadar untuk menengahi suasana ini .
" Kalau begitu, Kapten Felix kemarilah . Gendong Putri dengan hati-hati jangan melukainya " perintah Ratu Carissa .
Felix lalu datang dan berlutut membelakangiku, aku meraih memeluk lehernya dari belakang . " Permisi atas kelancanganku Yang Mulia Putri " ujarnya pelan lalu memegang pahaku menggendongku di punggungnya .
Kami pun berjalan menuju istana tempat tinggalku, terlihat di belakang Ratu Carissa menghibur Raja Damien yang sedih . ' Ayah, aku akan membujukmu nanti ' pikirku . Mungkin Felix menyadari aroma daging babi panggang padaku tapi tidak mengatakan apa-apa jadi aku berinisiatif berbisik di telinganya .
" Kapten Felix, apa kau mencium aroma daging padaku ?? jangan katakan pada ayah ya... aku tadi menyelinap di dapur . Ini rahasia okay " bisikku
" Baik " gumam Felix pelan setelah terdiam sejenak
__ADS_1
Kami berjalan sangat pelan, hingga akhirnya aku sampai di istana ku . Felix mengantarkanku hingga ke dalam kamar tidur dengan di ikuti oleh Raja Damien, Ratu Carissa, Deenna dan Alice, sedangkan yang lainnya menunggu di luar ruangan . Felix menurunkan ku di dekat ranjang lalu kembali ke belakang Raja Damien segera Deenna dan Alice datang membantuku naik ke atas tempat tidur untuk istirahat sambil menunggu dokter Gallant datang . Ratu dantang dan diduk di samping ku sambil mengelus rambutku pelan, agar tidak mengenai luka di pelipisku .
" Kenapa kau tidak menjawab ketika aku memanggilmu tadi ?? " tanya Ratu lembut mencoba agar aku tidak marah
" Aku membaca buku di lantai 3, lalu ketiduran dan terbangun terkejut ketika ada suara benturan keras, lalu aku berlari dan terjatuh di tangga " ceritaku asal-asalan .
" Ah ini salah ibu yang mengejutkanmu " kata Ratu Carissa menyesal
" Tidak ibu, akulah yang tidak tahu waktu kembali terlambat " kataku menenangkan
Pintu terbuka, dokter Gallant muncul di balik pintu . Ini pertama kalinya beliau di panggil lagi untuk alasan aku sakit, sejak terakhir kali aku pindah ke tubuh ini dan berpura-pura hilang ingatan, aku tidak pernah jatuh sakit . Dokter Gallant hanya melakukan kunjungan pemeriksaan kesehatan setiap seminggu sekali . Kali ini ia juga datang tergesa-gesa mendengar aku sakit . Aku tersenyum menenangkannya ketika ia datang mendekat .
" Apa ada cedera serius ?? " tanya Raja Damien terlihat khawatir ketika dokter Gallan, aku hanya meliriknya sedikit dari tempat tidur.
" Tidak ada yang serius, luka memar dan lecet di pelipis akan hilang tidak berbekas jika diterapkan salep obat secara teratur, sedangkan cedera di pergelangan kakinya perlu di kompres air dingin lalu akan membaik besok pagi " jelas dokter Gallant lalu berjalan pergi bersama Alice untuk mengambil salepnya .
Setelah itu Ratu Carissa dan Raja Damien menyampaikan beberapa patah kata menyuruhku istirahat dan berlalu pergi kembali ke istana utama . Deenna, Blance, dan Chacha membantuku berganti pakaian dan membersihkan diri . Deenna menawarkan aku makan malam, tapi aku menolaknya dengan alasan tidak nafsu makan . Chacha sedang mengompres kakiku yang bengkak ketika Alice kembali sambil membawa salep obat, lalu ia mengoleskan salep obat itu ke dahiku dengan sangat hati-hati . Aku sedikit meringis perih, tapi segera membaik tidak merasakan sakit lagi . Aku tertidur setelah meminum susuku, malam ini para pelayan bergantian berjaga untuk mengompres kakiku yang bengkak . Aku sedikit menyesal membuat mereka khawatir padaku, tapi aku juga tak bisa berkata jujur pada mereka .
Pagi harinya aku bangun dengan sangat lambat, pelajaran harian di batalkan karena aku sakit jadi aku bisa santai saja hari ini . Aku bangun merasakan pergelangan kakiku yang sudah tidak bengkak lagi hanya sedikit nyeri biasa, aku tersenyum mengucapkan terimakasih kasih pada para pelayanku . Mereka dengan senang hati menjagaku, ketika sedang bersiap-siap untuk turun makan siang Alice datang menyampaikan surat dari Albert yang berisi menanyakan kondisiku lalu tesisip sedikit makna alasan pertengkaranku dengan Yang Mulia Raja, ' Hah.... coba lihatlah rubah kecil ini, bahkan sudah mulai menunjukkan cakarnya di istana ' pikirku . Aku menyuruh Chacha membawakan alat tulis untuk membalas surat dari Albert seraya berfikir bahwa keluarga Albelart mempunyai seorang mata-mata atau informan di dalam istanaku ' sepertinya aku harus lebih berhati-hati ' batinku , aku menuliskan bahwa kondisiku baik-baik saja hanya sedikit memar karena ceroboh sehingga terjatuh di tangga lalu mulai mengeluh tentang ayahku Raja Damien yang menyuruhku untuk belajar militer lalu menyuruh Alice untuk mengantarkan balasannya .
' Akan kucoba memutar perkataanku dengan Raja Damien, sehingga ia dan keluarganya waspada mengira Raja Damien lah yang menginginkan ku menjadi pewarisnya bukan aku yang meminta . Sepertinya informannya seorang pelayan biasa yang berkerja di dapur, karena hanya pelayan dapur saja yang menyajikan makanan saat kejadian itu ' fikirku
Aku berjalan turun dengan di papah oleh Deenna padahal aku sudah bilang jika kakiku sudah sembuh, tapi ia tetap memaksa untuk membantuku berjalan . Aku duduk di meja makanku, memakan hidangan dengan lahap karena tak sempat sarapan tadi pagi . Ketika aku sedang sibuk dengan makanan ku, Blance belari mendekat lalu berbisik pelan jika Yang Mulia Raja Damien datang berkunjung ' Ah, aku masih belum berfikir bagaimana membujuknya agar aku bisa belajar militer ' batinku .
Aku meletakkan sendokku dan bangkit untuk menyambut kedatangan ayahku itu, aku menyiapkan senyum terbaikku untuk membujuknya dan ketika pemberitahuan Yang Mulia Raja Damien datang aku segera berlari menghampirinya para pelayan segera mengikuti dengan cemas karena kakiku baru saja sembuh, Raja Damien sedikit terkejut dengan aku yang berlari ke arahnya sambil tersenyum memeluknya . Ia bingung dengan tingkahku yang terlihat seperti sedang tidak marah padanya .
" Ayah..... " teriak ku
" Kenapa kau berlarian, bagaimana jika melukai kakimu lagi ?? " ujar Raja Damien cemas dengan menompang tubuhku agar tidak jatuh
" Aku sudah sembuh ayah jangan cemas, aku sedang makan jadi ayo kita makan kue bersama " ajakku menyeret Raja Damien ke arah meja makan . Para pelayan yang melihat Raja Damien datang, segera menyiapkan alat-alat makan tambahan .
Kami menyelesaikan makan siang yang tertunda tadi, setelahnya para pelayan mulai membereskan piringnya lalu pergi menyajikan teh lalu pergi meninggalkan kami berdua . Raja Damien berdehem memulai obrolan .
" Apa kau sudah tidak marah lagi pada ayah ?? " tanyanya hati-hati
" Tidak ayah, akulah yang kekanakan kemarin . Maafkan aku " kataku sambil tersenyum
" Ayah juga meminta maaf karena membentakmu kemarin, kau pasti sedih " ujarnya menyesal melirik luka dahiku yang kemerahan
" Tidak apa-apa ayah, aku sudah melupakannya . Tapi jika soal permintaanku yang kemarin aku tetap tidak mengubahnya " kataku sambil tersenyum
" Hah... " Raja Damien menghela nafas lalu terdiam sejenak " Apa kau tahu tentang resiko keputusanmu ?? " tanyanya kemudian
" Aku tahu . Para bangsawan akan menentangnya karena tidak pernah ada seorang pewaris wanita di kekaisaran Benedicte . Mungkin kerajaan luar juga meremehkan aku, juga ada juga yang ingin memanfaatkan keadaan ini . Tapi Yang Mulia, aku tidak bodoh " kataku tegas
Raja Damien menatap melihatku yang sudah membulatkan keputusanku, ia berfikir ' Bagaimana pun aku masih hidup dan akan memberikan segalanya untuk putriku dan kerajaan ini ' pikirnya . Lalu ia tersenyum mengangguk .
" Kalau begitu mari kita percaya pada keputusanmu " katanya final
__ADS_1
Aku tersenyum mendengarnya menyetujui permintaanku, ' Baiklah permainan sudah di mulai sekarang ' pikirku