
" Yang Mulia Putri silahkan ... " katanya menuntunku ke arah kudanya
Aku berjalan beberapa langkah lalu tiba-tiba berhenti, mataku melirik gumpalan lemak yang tersungkur kesakitan karena tangannya tertembus panah . Meski begitu ia tetap bersujud dengan gemetar ketakutan akan nasibnya nanti, aku berbalik berjalan kearahnya .
Kapten Felix bingung, ia akan memanggil " Yang Mu.. " tapi terputus karena lambaian tanganku yang mengisyaratkannya untuk diam sebentar .
Setelahnya Kapten Felix diam, ia menunggu . Aku berjalan ke arah gumpalan lemak lalu berdiri didepannya, gumpalan lemak semakin ketakutan ketika aku berdiri diam di depannya . Gumpalan lemak yang bersujud melirik ekspresi yang datar dan dingin, ia berfikir jika hidupnya akan berakhir saat ini juga .
Gumpalan lemak ingin memohon ampun tapi mulutnya tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun . Itu hanya terbuka dan menutup seperti ikan yang berjuang bernafas di daratan, ia sangat ketakutan hingga mengompol di celana . Tidak ada yang tahu, hanya Clea di depannya yang mengernyit jijik .
Clea tanpa ampun menginjak tangan gumpalan lemak yang terluka dengan darahnya yang mengalir deras, teriakan menyakitkan kembali terdengar di jalan itu .
" Aaaaaaaaaaaahhhhh ......... "
Gumpalan lemak melolong kesakitan tapi tidak ada yang menolongnya, ia juga tidak berani menarik tangannya karena takut Yang Mulia Putri akan lebih marah dan bergegas menyuruh pengawalnya membunuhnya .
Jadi gumpalan lemak hanya bisa menerimanya, karena rasa sakit yang ekstrim ia tidak kuasa menangis, wajahnya yang jelek penuh air mata dan ingus, wajahnya pucat pasi, ia juga mengompol karena ketakutan, secara keseluruhan penampilannya memalukan . Kesombongan dan sikap angkuh sebelumnya sudah hilang sepenuhnya, wajahnya penuh ekspresi ketakutan dan permohonan ampun yang tidak bisa di katakan .
Tapi Clea justru tersenyum, lalu dengan ekspresi polos berkata " Ah ...!!! Aku menginjak tanganmu ?? aku tidak tahu, aku tidak melihatnya, ini bukan salahku, kau sendiri yang meletakkan tanganmu di jalan jadi terinjak olehku "
Semua orang di sana, semakin menundukkan kepalanya . Para rakyat biasa kini gemetar ketakutan, mereka takut nasib yang di terima oleh gumpalan lemak akan menimpa mereka juga .
Para prajurit yang mengepung area itu tidak bergerak, bahkan ekspresinya tidak berubah . Mereka dengan teguh akan menjalankan apa yang di perintahkan dan tidak akan ikut campur pada masalah tanpa di minta .
Clea lalu tersenyum semakin cerah, " ah ... benar juga, bahkan jika aku sengaja lalu apa ?? kau tidak bisa melakukan apapun ... " katanya dengan senyuman yang mengerikan .
Gumpalan lemak semakin ketakutan, ia tidak bersuara lagi . Clea berbalik pada Kapten Felix yang masih menunggu dengan sabar di belakang, lalu aku berjalan ke arah kuda milik kapten Felix . Salah seorang prajurit bergegas membungkuk untuk menjadi bangku untuk memudahkanku naik ke atas kuda . Aku ingin mengatakan bahwa ' aku bisa naik sendiri ', tapi mengingat Kapten Felix di samping tidak mengatakan apapun jadi aku tetap diam .
Jadi aku naik kuda dengan bantuan bangku prajurit yang berlutut dan melompat ke atas kuda dengan mudah .
" Harap Yang Mulia Putri memaklumi kekasaran hamba " katanya lalu ikut melompat ke atas kuda dan duduk di belakangku .
Lalu para prajurit khusus tadi segera menaiki kudanya satu persatu, meninggalkan tiga orang untuk mengurus masalah di sini bersama prajurit ibukota yang sudah mengepung area .
Kapten Felix meraih kendali kuda lalu menghentaknya keras, kuda berlari cepat meninggalkan tempat itu di ikuti dengan beberapa kuda di belakang . Kami melaju cepat di jalanan, sepanjang jalan sudah ada prajurit ibukota yang berjejer rapi membiarkan jalanan kosong .
" Berapa banyak prajurit yang di kerahkan ayah untuk mencariku ?? " tanyaku tanpa sadar
" Yang Mulia Putri menghilang begitu saja, jadi Yang Mulia Raja langsung memerintahkan untuk mengepung ibukota " jawab Kapten Felix dengan tenang
__ADS_1
Clea tersedak mendengarnya, ia tanpa sadar bergumam pelan " Apa aku akan selamat saat kembali nanti ?? "
Kapten Felix yang mempunyai pendengaran yang bagus, dengan jelas mendengar gumaman pelan Putri Clea di antara deru laju kuda di sekitar .
Kapten Felix bingung tapi menjawab tanpa ragu,
" Yang Mulia Raja dan Permaisuri sangat menyayangi Yang Mulia Putri, tentu saja anda akan baik-baik saja " katanya sungguh-sungguh
Clea tersenyum canggung di depan, fakta ini bagaimana mungkin ia tidak tahu . ' tapi bukan ini yang dia maksud !!!? ' batin Clea masam
......................
Karena Putri Clea yang tiba-tiba menghilang dari kamarnya, sempat terjadi kehebohan di kantor keamanan ibukota . Yang Mulia Raja Damien marah dan Ratu Clarissa panik serta khawatir, Raja Damien memutuskan untuk mengepung ibukota terlebih dahulu . Gerbang ibukota di tutup, para prajurit berkeliaran mencari di setiap sisi kota bahkan Kapten Felix di terjunkan secara langsung . Sedangkan di dalam ruang perjamuan, suasana menjadi serius .
Para tamu di pulangkan lebih awal setelah menerima proses pemeriksaan yang mendalam, para penjaga yang menjaga juga di periksa satu persatu dengan ketat hingga muncullah tiga orang yang bersaksi .
Seorang penjaga yang bertugas berpatroli di sekitar bangunan kamar istirahat anggota kerajaan, sedangkan yang lainnya ialah penjaga yang menjaga pintu masuk, serta yang terakhir ialah pelayan kecil yang malang entah milik keluarga mana dia .
Ketiga orang itu berlutut di atas lantai ketakutan, kedua penjaga itu menunduk dalam-dalam sedangkan gadis pelayan kecil sudah menangis ketakutan sambil bersujud . Mereka saat ini sedang di depan Yang Mulia Raja Damien yang marah, tak ada seorangpun yang berani bersuara . Hanya Ratu Clarissa yang terus menerus gelisah dalam duduknya, ia meremas saputangan sutra hingga kusut dan tidak berbentuk .
" Ceritakan satu persatu !! "
" Ham ... hamba adalah seorang penjaga yang sedang bertugas patroli di sekitar bangunan barat, saat itu hamba sedang berpatroli di taman . Hamba mendengar sebuah suara gemerisik semak, hamba yang curiga segera menghampirinya . Saat itu tiba-tiba saja muncul seorang gadis kecil di taman tersebut padahal sebelumnya tidak ada . Hamba yang curiga bertanya padanya ' siapa dia ? ', gadis kecil itu menjawab bahwa ia adalah putri dari bangsawan Cassiopeia yang sedang tersesat dan terpisah dari pelayannya saat akan pergi mengunjungi Yang Mulia Putri . Saat itu hamba percaya, karena pakaian yang di kenakannya walaupun sederhana itu terbuat dari kain sutra yang mahal, juga wajahnya sangat cantik, terawat, dan rambutnya pirang seperti anggota keluarga bangsawan cassiopeia, juga tempramen ... maksud hamba sikap dan cara bicara nona muda itu serupa dengan anak-anak bangsawan lain " jelasnya secara mendetail lalu menarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan .
" Setelah itu hamba memutuskan untuk mengantarkan nona muda itu menemukan anggota keluarganya bangsawan Cassiopeia di ruang perjamuan, gadis kecil itu langsung menyetujui tanpa ragu . Jadi hamba semakin percaya pada kata-katanya , lalu kami berjalan bersama dan saat sudah dekat dengan pintu masuk ruang perjamuan . Kami bertemu dengan pelayan kecil itu ( matanya melirik pelayan kecil yang menangis di samping ) , nona muda itu langsung menghampiri pelayan kecil itu lalu mengatakan jika ia pelayannya yang terpisah darinya . Hamba masih curiga tapi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, lagipula pelayan kecil itu tidak membantah jadi hamba pergi .... " katanya semakin pelan di akhir kalimat
Pelayan kecil yang menangis itu semakin ketakutan ketika namanya di sebut-sebut, ia segera mengadah lalu menggeleng cepat-cepat . Wajahnya yang penuh air mata sangat panik ketika ia segera membantah tanpa di suruh bicara .
" TIDAK !! TIDAK ... YANG MULIA RAJA, INI SALAH PAHAM ...!!! Hamba ... " teriaknya panik, ia melupakan etikanya sebagai pelayan dan kata-katanya terputus karena di marahi oleh Kapten Kate yang berdiri di sisi Yang Mulia Raja Damien
" LANCANG !!! BERANINYA KAU BERBICARA SEBELUM YANG MULIA RAJA MENYURUHMU ... !!!! " hardik Kapten Kate marah
Wajah pelayan kecil itu sangat pucat pasi, ia menyadari kesalahannya . Lalu ' bugh ', ia bersujud membenturkan kepalanya ke lantai marmer yang keras . Dahinya memerah tapi ia tak berniat mengangkat kepalanya, ia hanya berharap nyawa kecilnya ini tidak menyeret banyak nyawa di keluarganya .
" Katakan perlahan ..!!! " perintah Raja Damien datar
Gadis itu membuka mulutnya, menceritakan sambil sesekali tergagap dan tersendat-sendat di setiap kalimat tertentu .
" Sa ... saat itu hamba hanya lewat, la ... lalu tiba-tiba seorang nona muda menghampiri dan marah pada hamba .. ham, hamba sangat bingung dan ingin menjelaskan tapi ... tapi nona muda itu tidak membiarkan hamba berbicara, ia terus memarahi hamba yang tidak tahu maksudnya ... sungguh hamba tidak tahu apa-apa Yang Mulia Raja !!! " teriaknya di akhir kalimat
__ADS_1
" Jangan bicara omong kosong, lanjutkan ceritanya cepat !!! " teriak Kapten Kate tidak sabar
" Lalu ... lalu setelah penjaga pergi, nona muda itu menyeret hamba berjalan menuju pintu utama, lalu saat sampai di lorong ... nona muda mengatakan ia salah mengenali orang dan memberikan hamba ini .... ( mempersembahkan sekantung uang dengan kedua tangannya ), hamba tidak berani menerimanya tapi ... tapi nona muda itu bersikeras lalu segera pergi " katanya mengakhiri cerita sambil tangannya tetap mempersembahkan kantung uang yang terlihat lusuh di atas kepalanya
Seorang prajurit di sisi mengambil kantung uang itu lalu menyerahkannya pada Kapten Kate, Kapten Kate membuka kantung itu dan melihat berbagai pecahan koin di dalamnya . Jumlahnya tidak banyak tapi juga tidak sedikit, jumlah ini tentu saja tidak akan di miliki oleh seorang pelayan kecil biasa .
" Yang Mulia Raja, isinya hanya beberapa pecahan koin yang tidak seberapa " kata Kapten Kate menyerah kantung itu pada Raja Damien
Raja Damien tidak mengambil kantung lusuh itu, ia hanya meliriknya sekilas dan melihat berbagai pecahan koin di dalamnya . Raja Damien mengernyitkan dahi, ia tahu ada banyak batang emas, koin emas, permata, berlian, mutiara dan perhiasan berharga lainnya di istana putrinya . Tapi koin perak, tembaga dan perunggu, darimana datangnya uang itu ??
" Deenna ... " panggil Raja Damien pelan
Deenna bergegas bangkit berdiri dari sisi kanan, ia lalu berjalan maju ketengah aula diiringi dengan tatapan khawatir dari Alice, Chacha, dan Blance . Tapi Deenna tetap tenang karena ia adalah pelayan pribadi Putri Clea, ia memberi salam lalu berlutut di depan ketiga orang itu . Pelayan pribadi keluarga kerajaan mempunyai status yang cukup tinggi daripada prajurit biasa, bahkan Kapten Kate akan bersikap sopan padanya .
" Katakan darimana asal koin perak, perunggu, dan tembaga ini !! " kata Yang Mulia Raja dingin
" Menjawab Yang Mulia Raja, pelayan ini lalai ... hamba tidak tahu darimana kedua jenis koin itu berasal . Pelayan ini hanya tahu, beberapa waktu yang lalu Tuan Putri menginginkan uang untuk memberi bonus pada pelayan . Dan saat itu hamba hanya memberikan koin emas, karena memang hanya koin emas yang ada di istana . Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu, pelayan ini lalai meminta hukuman " jawab Deenna perlahan
Deenna sungguh bingung, ia rasanya tidak seberapa tahu dengan apapun yang ada pada tuan Putri saat ini, Putri Clea nyatanya bisa menyembunyikan apapun saat ini darinya . Apa ini fase memasuki dewasa yang di bicarakan orang-orang ??
Raja Damien diam, ia mengerutkan dahi dengan ekspresi tidak puas pada Deenna sedangkan Ratu Carissa menghela nafas . Bukannya mereka berdua tidak tahu seberapa pintar putri mereka, hanya saja putri yang selalu di anggap perlu di lindungi itu benar-benar menipu banyak orang .
" Kembalilah dulu Deenna, kita akan membicarakannya lagi di istana " kata Ratu Carissa pelan
Deenna tak bisa melakukan apapun lagi, ia bangkit kembali ke tempatnya di sisi kanan . Alice meremas tangannya cemas, air mata sudah mengalir deras di wajahnya sejak tadi .
" Yang terakhir, bicaralah ... " perintah Raja Damien
Prajurit penjaga pintu masuk menelan ludah, lalu ia bercerita kembali " saat hamba sedang menjaga pintu masuk dan berdebat dengan tamu-tamu tidak di undang tapi tetap ingin masuk, seorang nona muda berjalan sendirian menghampiri kami . Hamba pikir karena nona muda bisa masuk maka ia adalah salah satu keluarga tamu yang di undang jadi hamba bertanya dengan sopan apa yang diinginkannya . Dia berkata pelayannya tengah mengambil sesuatu di kereta dan belum kembali, lalu hamba pikir itu mungkin pelayannya ada di antara kerumunan yang memaksa masuk . Hamba menawarkan untuk membantu mencari pelayannya, tapi nona muda itu menolak ia berkata ingin pulang saja . Jadi hamba beralih menawarkan mengantarkan nona muda kembali ke kereta kudanya, nona muda itu setuju . Kami keluar lalu menuju ke arah sebuah gerbong yang mewah, nona muda itu berkata tak perlu mengantar lagi dan menyuruh hamba pergi ... " cerita penjaga pintu tersebut
Diantara dua lainnya, kata-katanya lah yang paling stabil . Raja Damien diam lalu bertanya " apa kau melihatnya memasuki gerbong kereta ?? "
" Hamba tidak melihatnya, hamba hanya mengantarnya sampai dekat kereta mewah itu saja " jawab penjaga itu
" Apa kau melihat lambang keluarga mana yang ada di kereta kuda itu ?? " tanya Raja Damien lagi
" Tidak ada lambang, tapi kereta kuda itu sangat bagus dan terlihat mencolok di antara jejeran gerbong " jawabnya dari pertanyaan Raja Damien
Raja Damien terdiam, pikirannya menafsirkan segala kemungkinan .. .. Ratu Carissa yang melihat Raja Damien diam dan sangat tenang saat ini menjadi sedikit kesal, apa ia tidak menghawatirkan keadaan Putrinya ??
__ADS_1