Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 20


__ADS_3

Albert terdiam lalu menunduk menatap gadis cantik di pelukannya, mata cantik itu sedang tertutup menyembunyikan bola mata biru secerah berlian yang terkena sinar matahari . Bulu matanya yang hitam panjang dan lentik menjulur kebawah menyembunyikan ekspresi apapun, wajah putih dan halus itu dirias dengan terampil sehingga menyembunyikan kelelahan yang ada di wajahnya .


Albert menurunkan pandangannya, sorot matanya menjadi dingin memikirkan bahwa miliknya memikirkan hal lain sepanjang malam hingga tak bisa tertidur dan itu sangat menggangunya . Albert sungguh ingin menghancurkan hal apapun sekarang juga .


Albert menunduk menatap wajah Putri Clea yang menawan, mata Albert beralih melihat bibir tipis lembut yang merah merona itu . Tiba-tiba pandangan menjadi gelap oleh emosi yang melonjak, ia menunduk mengecup dan di lumatnya perlahan bibir indah itu dan di hisapnya setiap sudut hingga Putri Clea merasa tak bisa leluasa bernafas dan tanpa sadar membuka mulutnya sedikit. Aroma manis segera terasa di mulutnya, jantungnya berdetak dengan amat kencang, Albert semakin tak bisa mengendalikan dirinya ingin meminta lebih, ia pun segera tersadar dan segera menjauhkan dirinya dari Putri Clea .


Albert berbaring terlentang memenangkan dirinya, wajahnya yang memerah ditutupi oleh sebelah punggung tangannya . Albert ialah seorang remaja yang baru tumbuh, tubuhnya penuh dengan adrenalin yang menggelora tapi karena ia terlahir sebagai Tuan Muda dari keluarga bangsawan yang terhormat, maka ia diharuskan untuk mengendalikan emosinya dengan baik .


Sehingga Albert selalu memasang wajah datar dan dingin pada semua orang, tapi berbeda jika terhadap Putri Clea yang sangat menawan ia selalu kehilangan kendali emosinya berulang kali . Nafas Albert memburu dan panas, wajahnya memerah hingga ke lehernya . Albert menghela nafas panjang setelah menunggu beberapa saat ia akhirnya berhasil mengendalikan dirinya kembali tenang .


Albert mengangkat punggung tangan yang menutupi wajahnya, ia berbalik menatap Putri Clea dengan bibir merah bengkak dan mengkilap karena saliva ciuman tadi tapi masih tertidur dengan nyenyak tanpa terganggu sama sekali di sampingnya . Albert terkekeh pelan dan ditutupinya dengan telapak tangan agar tidak bersuara, ia berfikir ' bagaimana bisa  gadis ini masih tertidur nyenyak tanpa terganggu sama sekali setelah di cium seperti itu '


Aku tertidur memeluk pinggang Albert, tak lama aku merasa sedang di gendong dan dipindahkan ke sofa yang lebih luas . Albert meletakkanku dengan perlahan lalu menyingkir menjauh, aku bergerak-gerak tidak nyaman sambil tetap menutup mataku karena remaja wangi yang menenangkan kupeluk tadi sudah menjauh .


Tak berapa lama kurasakan Albert datang berbaring di sampingku juga, mungkin karena Albert melihatku yang terus-menerus bergerak tidak nyaman sehingga Albert membawaku kepelukannya lagi . Aku merasa nyaman lagi, karena wangi favoritku ada diperlukanku lagi, dan mulai jatuh tertidur lagi .


Dalam tidur nyenyak ku, kurasakan sesuatu yang kenyal dan dingin menempel di bibirku . Aroma ini sangat familiar, dingin dan manis tapi menindas hingga pikiranku tersadar ' Ah, Albert menciumku diam-diam, hah.... sangat manis ' batinku . Albert ******* bibirku perlahan dan memaksa, atas bawah hingga nafasnya memanas dan mulai menghisap setiap inci bibirku .


Aku menerima semua ciuman Albert dengan mata tertutup dan masih berpura-pura tidur . Ciuman ini tidaklah sebagus ataupun senikmat orang dewasa bahkan gigi Albert sering menggores bibirku saat ia sedang **********, ini adalah ciuman yang dilakukan oleh seorang remaja yang digerakkan oleh nafsu dan emosinya . Terasa ceroboh, memaksa, tapi memikat selayaknya seorang remaja yang baru tumbuh .


Aku menginginkan lebih, jadi kubuka sedikit bibirku agar Albert dapat memasukkan lidahnya . Tapi apa yang kudapat justru Albert langsung mundur melepaskanku tiba-tiba seperti tersengat listrik, aku merasakan Albert juga menginginkan lebih tapi ia tiba-tiba tersadar akan tindakannya dan melepaskan ku .


' Sial ...!!! kau meninggalkan nona ini di tengah jalan !!!! ' batinku marah


Aku sungguh tidak puas dan menginginkan lebih tapi aku tak bisa memintanya karena aku masih berpura-pura tidur . Jadi aku masih harus menelan kekesalanku sendiri dan tetap berbaring diam, hening lama hingga kudengar samar-samar Albert terkekeh gemas lalu ia menarikku kembali ke pelukannya .


Aku tersenyum samar sambil berfikir ' sudahlah, bagaimana pun aku masih 11 tahun dan tergolong anak kecil sehingga tak bisa meminta lebih ', lalu mulai melanjutkan tidur ku lagi dipeluk oleh Albert hingga siang hari .


.


.


.


Albert membaca buku sambil memelukku yang tertidur pulas, Albert tidak terbiasa tidur dengan matahari yang bersinar terang . Albert terbiasa tidur saat tengah malam dan bangun sebelum matahari terbit, sehingga ia hanya tidur kurang lebih 3 jam setiap harinya . Kepala keluarga Albelart mendidiknya sangat disiplin dan ketat agar ia bisa menjadi pesangan Putri Clea kelak .


Albert tidak merasakan apapun dari cara mendidik ayahnya yang keras karena ia sudah terbiasa dengannya, dan juga Albert senang dengan hasil usahanya yang bisa menjadi sosok idola dan pusat perhatian dari kalangan putra putri bangsawan lainnya . Albert juga sangat puas dengan hasil kerja kerasnya sehingga Putri Clea juga mempunyai perasaan terhadapnya dan ia akan menjadi pendamping seorang Putri .


Aku tidur sangat nyenyak sampai siang hari, aku melenguh panjang sambil merenggangkan tubuhku lalu duduk dengan separuh nyawa sambil menguap lebar-lebar . Aku sedang mengucek-ucek sebelah mataku dan akan memanggil pelayan untuk membantuku bersiap-siap ketika aku mendapati Albert masih berbaring terlentang dengan posisi yang sama tapi kini ia melongo melihat tingkahku .


Ah... sial ! aku menengok ke luar jendela yang terang benderang dengan sinar matahari yang terik selayaknya siang hari . Aku tersadar baru ini bukan lagi pagi hari, lalu tersenyum malu pada Albert .


" Ah ... aku ketiduran ... " ujarku pelan menunduk malu


" Ahahaha ... hahaha .... " Albert tertawa terbahak-bahak melihat reaksiku


" Jangan tertawa .... " rengekku manja


" Ehem, tingkahmu sewaktu bangun tidur sangat menggemaskan " ujarnya tersenyum lembut lalu bangkit duduk dan mencubit pipiku pelan .


" Awww... jangan cubit pipiku " rengekku sambil menampar lengannya


Sebenarnya cubitan itu tak sakit sama sekali karena Albert tak menggunakan tenaganya sedikitpun, tapi aku ingin mengalihkan perhatian karena rasa maluku .


" Ukh .. " geraman sakit di tahan oleh Albert tapi aku masih sempat melihatnya mengernyit


" Ada apa ?? apa kau terluka ?? " tanyaku cemas

__ADS_1


" Tidak apa-apa, hanya sedikit keram " katanya pelan menenangkan


" Kenapa bisa keram ?? memang kau mengangkat benda berat apa ?? " tanyaku polos yang nantinya akan kusesali


" Uhuk, benda berat yang anda maksud mungkin Putri sendiri ... " gumam Albert pelan sambil menoleh menutupi mulutnya dengan punggung tangan menahan tawa


" Apa ?? " tanyaku kebingungan


" Ehem ... bukankah Putri menggunakan lenganku sebagai bantal dan memelukku erat sebagai guling sepanjang tidur tadi " jawab Albert polos tapi dengan senyum mengejek di matanya


Aku terbelalak terkejut, lalu wajahku memerah malu . Mulutku terbuka ingin protes tapi tak bisa menemukan kata-kata yang tepat, jadi aku kebingungan ingin melakukan apa . Albert yang melihat respon tingkahku sangat lucu dan menggemaskan, tertawa terbahak-bahak tanpa mempertimbangkanku .


Hahahaha .....


Hahaha ....


Haha..


Sangat lama, kubiarkan ia tertawa sepuasnya sedangkan aku memasang wajah cemberut teraniaya . Albert yang melihatku cemberut kesal segera menghentikan tawanya dan mulai membujukku yang marah .


" Uhuk, jangan marah oke ... Putri kan tahu saya hanya bercanda " bujuk Albert canggung


" Humph ... " aku medengus memalingkan mukaku


Albert semakin bingung dan menggaruk hidungnya, tiba-tiba ia tersenyum menggoda dan berbisik di telingaku " Anda tahu, seberat apapun Putri saya tidak keberatan menompang anda di pelukan ku selamanya "


Wajahku memerah malu, tak bisa lagi mempertahankan ekspresi marahku .


' sial ... darimana Albert mempelajari gombalan klasik yang menggelikan itu .. ' pikirku


" A ... aku ... aku tidak berat tahu " kataku sewot tapi terbata-bata


" Umm, ini baru benar . Sudah siang ayo makan siang bersama " kataku sambil berdiri memperbaiki gaunku yang sedikit kusut dan mengalihkan obrolan ke arah lain


" Baiklah " jawab Albert menyetujui perkataanku yang mencoba mengalihkan topik


" Ngomong-ngomong bagaimana dengan Tuan Louise ?? " tanyaku pada Albert disela-sela meluruskan gaunku


" Aku meminta pelayanmu untuk memberitahu menunda pembelajaran hingga siang hari " kata Albert ringan sambil berdiri membenarkan setelannya yang kusut


" Apa Putri keberatan, aku memutuskan sendiri ?? " tanya Albert santai tapi terdengar ada maksud lain di balik kata-katanya


Aku tersenyum lebar dan manis, " Bagaimana mungkin, Albert bisa melakukan apapun kedepannya jika menurutmu itu baik " ujarku ringan


Albert menyipitkan matanya dan tersenyum lembut seolah ia sangat menghargai ucapanku, aku pun merangkul bersikap manja di lengannya seolah aku benar-benar sangat menyukainya .


" Ayo ... " ajakku menarik pelan lengannya


" Hemm " Albert bergumam menyetujui


Kami berjalan bersama ke istanaku sambil bergandengan tangan selayaknya pasangan remaja kecil yang lucu dan manis, kami saling tersenyum dan memanjakan satu sama lainnya . Tapi hanya diri kami sendirilah yang tahu seberapa tulusnya satu sama lainnya, dibalik setiap senyum dan kata-kata manis kami yang terlontar terdapat maksud tujuan tersembunyi masing-masing individu .


Kami tahu dengan jelas bahwa rasa suka kami tidaklah murni, dan setiap kata suka itu tidak sepenuhnya jujur . Tapi kami hanya bisa memikirkan itu dalam hati dan tidak merusak hubungan palsu ini, karena kami tahu jika kami saling membutuhkan untuk mewujudkan tujuan kami masing-masing .


Kami makan siang bersama di istanaku lalu Albert minum sambil menungguku berganti gaun yang kusut . Lalu setelahnya kami kembali ke ruang belajar, ketika kami masuk di dalam Tuan Louise sedang menunggu sambil membaca buku di sofa . Ia mengadah melihat kami yang sudah datang lalu bangkit berjalan ke arahku dan memberi salam formal seperti biasanya .


Aku menyuruhnya bangkit, lalu menjelaskan kenapa pembelajaran di undur agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya . Albert berfikir itu tak perlu karena itu bukan hal yang besar dan penting tapi Albert hanya memikirkan itu di dalam hatinya dan ia hanya bisa diam tak perduli .

__ADS_1


" Saya tidak bisa beristirahat dengan baik semalam, sehingga tubuhku lelah . Semua orang cemas melihat saya, jadi pembelajaran pagi di tunda hingga siang hari " jelasku perlahan dengan sopan kepada Tuan Louise


" Saya mengerti Yang Mulia Putri, kesehatan anda adalah yang paling penting " jawab Tuan Louise sambil menunduk sopan


Kami pun melanjutkan pembelajaran seperti biasanya, topik sekarang lebih mengarah ke perdagangan karena sedang musim panas yang cocok untuk jalur perdagangan . Kami membahas berbagai barang dan angka-angka kisaran penjualan hingga sore harinya kelas selesai .


Aku mengantarkan Tuan Louise dan juga Albert sampai ke halaman depan istana kekaisaran dimana kereta kuda mereka sudah menunggu masing-masing . Setelah berpamitan dan aku memastikan mereka sudah keluar istana kekaisaran, aku kembali ke istana kediamanku . Berendam air panas dan menikmati pijatan dari para perlayan lalu minum teh di kediaman Ratu Carissa sambil menunggu saat makan malam bersama .


Makan malam ini berlangsung dengan santai tapi berkelas seperti biasanya, seusai makan malam kami pun menyempatkan untuk berbincang-bincang santai sejenak . Sudah seperti pantangan untuk tidak membicarakan tentang urusan-urusan resmi Kekaisaran Benedicte di sebuah makan malam keluarga .


...


Keesokan harinya, aku bangun pagi membersihkan diri dan berdandan dengan gaun tanpa lengan dengan warna merah menyala bertabur kristal kecil yang mempesona, menyanggul tinggi rambutku dan menyematkan topi pita yang mencolok . Aku berjalan ke arah ruang belajarku, ini masih terlalu awal jadi aku berjalan dengan santai .


Kemarin aku sudah berjanji untuk memainkan sebuah lagu baru kupelajari dengan biola kesayanganku yang tertunda . Aku berjalan ke arah pintu ruang belajar, dari arah kejauhan terlihat seorang pelayan pria kediaman Albelart yang sudah duduk menunggu di ruang tunggu . Itu berarti Albert sudah tiba dan sedang menunggu di dalam ruangan .


Melihat kedatanganku pelayan itu segera bergegas berdiri dan memberi hormat dengan menunduk dalam-dalam . Aku melambai santai padanya, tanya menyuruhnya tidak terlalu sopan . Aku berjalan kearah pintu meninggalkan Deenna dan Alice bersama pelayan kediaman Albelart di ruang tunggu .


Aku memutar gagang pintu mendorongnya dan melangkah masuk ke dalam ruangan, tampak Albert berpakaian semiformal yang elegan dan sopan seperti biasanya . Ia berdiri menghadap jendela besar yang mengarah ke pemandangan istana utama, ia melamun dengan pikirannya sendiri . Aku berjalan berjinjit ke arahnya dan memeluknya dari arah belakang .


" Kenapa kau tidak membuka jendelanya supaya angin sejuk masuk " kataku pelan di punggungnya


Albert sudah mengetahui aku datang sejak suara pelayannya terdengar dari luar, tapi Albert tidak mengeksposnya dan membiarkan aku melakukan apapun yang kuinginkan . Albert menunduk sambil mengusap jari tanganku yang memeluknya, ia tersenyum lembut sambil berkata .


" Putri, anda sudah datang " katanya pelan


" Uhm " gumamku menyetujui


Aku melepaskan pelukanku di punggung Albert lalu berjalan kearah jendela, menarik kuncinya dan membukanya lebar-lebar . Angin sejuk berhembus masuk menerpaku membuat anak rambut yang tidak terikat melambai tertiup angin lembut, aku berbalik menghadap Albert yang juga sedang menatapku . Sinar pagi matahari dan tirai korden putih melambai tertiup angin menjadi latar belakangku, aku tersenyum cerah pada Albert yang masih menatapku tanpa ekspresi tapi sinar matanya penuh dengan ketertarikan serta pemujaan yang membuncah .


Aku berjalan maju dan mengalungkan lenganku di sekitar leher Albert, aku mengadah menatap mata keunguan cerah dengan titik biru yang dalam yang cantik itu lalu berbisik sambil tersenyum menggoda .


" Apa aku cantik ?? " bisikku pelan


" Uhm, sangat cantik " jawabnya pelan dengan suara yang serak


" Penampilanmu hari ini sangat memikat, jangan tunjukkan pada orang lain " tambah Albert sambil melirikku dari atas kebawah


" Hihihi .... kalau itu aku tidak bisa berjanji, kau sendiri juga tahu siapa aku " kikikku lucu


" Tapi, aku hanya akan menggodamu di saja di masa depan " kataku sambil tersenyum manis


Aku berjinjit sedikit untuk mengecup singkat pipi kiri Albert, lalu segera melepaskan rangkulanku di lehernya . Dan berjalan pergi melarikan diri sambil tersenyum lucu, Albert hanya tersenyum lembut memanjakan . Ia tidak marah melihat tingkahku yang seenaknya, Albert memperhatikanku yang kabur ke arah meja belajarnya .


Aku menunduk mengambil biola yang disimpan di laci meja belajarku kemarin oleh pelayan, lalu aku berjalan kembali dengan biola di satu tangan dan menghampiri Albert yang masih berdiri tegak di samping jendela sambil menatap setiap tingkahku .


" Akan kumainkan sekarang " kataku ketika berada di hadapannya


" Emb " gumam Albert pelan


Aku memejamkankan mataku memainkan sebuah lagu dan menikmati alunan melodi yang merdu terdengar memenuhi seluruh ruangan . Sudut bibirku terangkat bersamaan dengan jari-jariku yang lincah bergerak di atas senar biola, aku sangat menyukai musik tapi sayang sekali aku tidak punya cukup waktu untuk mempelajarinya dulu ...


Ruang belajar yang biasanya sunyi kini penuh dengan suara biola yang indah, suaranya terdengar sampai ke seluruh tempat di sekitarnya . Deenna, Alice, dan seorang pelayan kecil di ruang tunggu pun terdiam menikmati lagu yang bocor dari ruang belajar, begitu pun para pelayan serta prajurit yang melewati bangunan ruang belajar Yang Mulia Putri Clea mereka akan berhenti sejenak di tengah jalan oleh alunan lagu yang merdu dan menoleh ke atas ruang belajar .


.


.

__ADS_1


.


Dari luar jendela terlihat sepasang remaja cantik yang saling berhadapan, sang wanita sedang memainkan biola yang indah untuk prianya . Sedangkan sang pria memandangi sang wanita dengan penuh kasih sayang yang tak ditutupi sama sekali, angin sejuk berhembus menerpa sepasang kekasih yang bahagia itu . Pagi ini penuh dengan melodi yang indah .....


__ADS_2