
Akhir minggu ini aku bangun pagi-pagi untuk latihan bersama dengan Kapten Molly, hari ini Albert akan menemaniku berlatih setelah 2 pekan aku latihan tanpanya . Sejujurnya aku sangatlah lelah minggu ini, pikiran ku penuh dengan berbagai strategi militer yang dijejalkan paksa oleh Kapten Felix kemarin .
Aku membiarkan para pelayan menuntunku ke bak mandi dan menggosok tubuhku, lalu menuntunku kembali untuk di pakaikan seragam beladiri dan di lanjutkan mendandani ku di depan cermin kaca yang besar . Aku tak bisa membuka mataku ataupun menemukan semangatku sedikitpun, aku membiarkan para pelayan menyuapiku makan sesukanya seperti gadis kecil . Mereka tahu aku sedang kelelahan jadi mereka merawatku selayaknya gadis kecil .
Setelah di dandani dengan cantik dan rapi dan makan sarapan dengan kenyang, aku turun ke ruang tamu di bawah menemui Albert yang sudah menungguku dengan sabar di sofa . Aku berjalan menuruni tangga melihat seorang remaja tampan yang menjadi kekasih kecilku sedang menungguku dengan tenang, wajah sangat tampan tapi ekspresinya selalu datar dan dingin sehingga para gadis hanya bisa memandanginya dari jauh .
Aku menemukan sedikit semangatku hari ini, dengan berlari kecil kearah Albert dan menerkamnya di atas sofa . Albert terdorong ke belakang membiarkan diriku menindihnya, Albert memeluk pinggangku ringan seraya bergumam .
" Jangan nakal, banyak pelayan melihat " katanya ringan
Aku terkikik ringan lalu mengangkat tubuhku dari atas Albert lalu berdiri didepannya, Albert bangkit kembali ke posisi duduk lalu memandangku ringan .
" Berangkat sekarang ?? " tanya langsung
Aku mengangguk ringan, Albert berdiri lalu menggenggam tanganku berjalan bersama ke lapangan latihan para prajurit . Kami berjalan perlahan bersama menikmati udara sejuk pagi hari, serta suara burung pipit yang berkicau riang di pagi hari .
Albert terkadang menceritakan hal-hal seputar luar dari istana kerajaan, aku mendengarkan dengan serius setiap perkataannya karena besok merupakan hari aku berjanji bertemu dengan 'kakak tampan' ku . Jika ada hal yang menarik penasaranku maka besok aku akan meminta kakak tampan untuk mengajakku menemukannya .
' Ah... sudah sebulan aku tidak bertemu kakak tampanku lagi, apa ia merindukanku ya ?? ' pikirku
Aku terkikik senang memikirkan Curtis yang selalu memasang ekspresi cemberut tidak senang padaku . Albert yang melihatku tertawa kecil tiba-tiba di sela-sela ceritanya pun menoleh ke arahku, seolah bertanya ' apa ada yang lucu ?? '
Aku tersenyum manis lalu segera menarik tangannya sedikit, " Tidak apa-apa, aku hanya senang " seruku pelan
Albert hanya tersenyum lembut tidak mengerti membiarkanku menarik tangannya sambil berlari kecil memasuki lapangan latihan . Para prajurit yang berjaga di depan segera berlutut memberi hormat sopan ketika melihatku, aku pun tersenyum ramah lalu melewati mereka .
Hari ini lapangan latihan tidaklah sepi, banyak prajurit istana yang sibuk berlatih di tengah arena . Terlihat 3 orang Kapten Prajurit pengawal di istana Kerajaan sedang berkumpul melatih regu prajuritnya masing-masing, lapangan yang lebar sekarang terlihat penuh sesak oleh para prajurit .
' Sepertinya perkiraanku benar akan terjadi perang dan ayah sedang memperkuat regu pasukan istana agar tidak ada pihak yang menyusup ' pikirku tenang
Albert memperhatikan suasana lapangan pelatihan yang ramai, ia sudah mendengar berita perselisihan antara Kerajaan Versailles dengan Kerajaan Theodore dan ia pun sudah di beritahu oleh ayahnya kepala keluarga Albelart akan keputusan Yang Mulia Raja yang bersikap netral jika terjadi perang . Yang Mulia Raja pun mulai memperkuat pasukan di perbatasan agar tidak ada penyusup yang memanfaatkan situasi .
Albert juga menilai tindakan Yang Mulia Raja kali ini tidak seperti ia sebelumnya, jika berdasarkan pola pikir Yang Mulia Raja Damien ketika ada perang yang terjadi maka ia akan menatap salah satu Kerajaan yang akan membawa keuntungan untuk Kerajaan Benedicte dan membantunya dalam sumberdaya .
Kini Yang Mulia Raja memutuskan untuk menjadi pengamat saja, memperkuat perbatasan, serta menyiagakan para prajurit elit istana yang sama saja membentengi diri dengan rapat . Meskipun harus Albert akui bahwa keputusan ini sangatlah tepat tapi berapa kalipun di pikirkan ini sama sekali bukan seperti sifat dari Yang Mulia Raja Damien .
Albert menoleh menatapku yang berdiri disampingnya, ia memperhatikan ekspresiku yang tenang mengamati setiap prajurit yang sedang berlatih . Meskipun terlihat raut rasa ingin tahu di sinar mataku tapi Albert juga merasakan bahwa aku tahu yang terjadi sebenarnya, Albert sedikit menurunkan pandangannya sambil berfikir dalam .
" Lapangan pelatihan hari ini sangat ramai " ujar Albert santai tapi dengan makna tersembunyi di dalamnya
Aku menoleh ke samping sambil tersenyum manis tak menghiraukan maksud terselubung di kata-kata Albert, aku tertawa kecil dan menjawabnya dengan ringan dan polos .
__ADS_1
" Hum, sangat ramai . Kuharap kita bisa menemukan tempat untuk latihan, sepertinya kita harus menemukan Kapten Molly dulu " kataku ringan
Albert mengangguk menyetujui perkataanku sambil berfikir keras dalam hati, kini ia menggenggam tangan Putri Clea erat melintas sisi-sisi berbagai prajurit yang sedang berlatih pedangnya . Aku menoleh ke kanan kiri dengan rasa ingin tahu, Albert berjalan lurus ke tengah lapangan dengan punggung tegak tak mempedulikan para prajurit yang terganggu .
Para prajurit yang terganggu di tengah latihannya merasa jengkel dan akan memarahi Albert tapi ketika prajurit itu melihatku yang sedang di gandengnya muncul di belakang tubuh Albert, akibatnya mereka menelan kembali kekesalan itu mentah-mentah . Para prajurit yang kami lewati pun otomatis memberi ruang jalanku sambil berlutut memberi hormat padaku .
Aku sedikit canggung di buatnya, ini pertama kalinya banyak orang berlutut secara bersamaan di hadapanku . Aku pun tersenyum ramah sambil menyuruh mereka bangkit dan melanjutkan latihannya . Sebaliknya Albert merasa itu adalah hal sewajarnya, ia bahkan tidak menatap sedikitpun pada prajurit-prajurit itu . Albert tetap bergegas ke arah tengah lapangan dengan menggandeng tanganku erat, terlihat di tengah lapangan para Kapten Pengawal Kerajaan sedang mengawasi prajurit yang berlatih .
Ada 3 orang di antaranya Kapten Dan, Kapten Kate, dan Kapten Molly satu-satunya wanita dari mereka . Mereka sudah melihat kegaduhan dari kedatangan kami ke arena lapangan dari tadi, sehingga ketika kami mendekat mereka tidak terkejut lagi .
Istana Kerajaan Benedicte terdapat 4 orang Kapten Prajurit yang menjaganya dengan di ketuai atau pimpin oleh Kapten Felix yang mengatur tugas ke-3nya . Kapten Molly bertugas mengumpulkan berbagai informasi untuk Yang Mulia Raja, Kapten Kate mengatur keamanan di ibukota serta menyelesaikan perselisihan di rakyat jelata, Kapten Dan menjaga keamanan di istana Kerajaan Benedicte, ialah yang mengurus semua patroli dan pasukan istana Kerajaan .
Para Kapten Prajurit itu mendekat ke arahku lalu berlutut dengan hormat di depanku dengan serempak sehingga semua prajurit yang sedang berlatih pun berhenti lalu ikut berlutut juga, aku tercengang ketika ratusan orang berlutut secara bersamaan untukku .
" Hormat kami pada kemuliaan Yang Mulia Putri Clea " gema suara mereka bersama
Jantungku berdegup kencang, dan tanpa kusadari Albert melepaskan genggamannya di tanganku . Ia pun mundur lalu ikut membungkuk hormat selayaknya bangsawan kepadaku juga, aku sedikit kebingungan sehingga terkesan lambat merespon . Aku tersenyum ramah lalu berjalan ke depan menepuk ringan pundak Albert, lalu meraih lengan para Kapten Prajurit menyuruh mereka untuk bangkit .
" Silakan para Kapten dan prajurit sekalian bangkit, maaf aku mengganggu latihan kalian " ujarku ramah
' Kalian cepatlah bangkit, jangan berlutut tiba-tiba pada nona ini . Kalian menakuti ku setengah mati ' gerutuku dalam hati
Para Kapten pun bangkit berdiri lalu prajurit lainnya pun mengikuti berdiri . Kapten Dan berbalik menghadap para prajurit yang masih diam menunggu perintah .
" Baik " jawab prajurit serempak lalu mulai melanjutkan latihannya sendiri-sendiri
" Kalau begitu Yang Mulia Putri kami akan kembali mengurus para prajurit berlatih dan tidak akan menggangu anda lagi, Permisi " ujar Kapten Kate sopan
Lalu Kapten Kate dan Kapten Dan memberi hormat ringan dan berlalu ke dalam setiap regu prajurit untuk mengawasi . Kapten Molly menepuk ringan pundak Kapten Kate seraya bergumam " awasi reguku juga " lalu berjalan ke arahku .
" Yang Mulia Putri, kita akan berkuda di sekeliling istana " kata Kapten Molly singkat
Albert merasa tidak setuju, " Kenapa bukan di sini saja ?? " katanya dingin
" Tuan Muda Albelart landasan kuda sekarang sedang digunakan oleh para prajurit istana dan mereka adalah para prajurit yang terlatih dengan kuda militernya, sehingga level berkuda mereka jauh dari Yang Mulia Putri . Jika kita memaksakan untuk bersama-sama menggunakan landasan yang sama maka akan menghambat kedua belah pihak . Lagi pula kita tak bisa mengusir para prajurit yang berlatih dengan seenaknya karena ini adalah perintah dari Yang Mulia Raja, apakah Tuan Muda Albelart berani menanggungnya ?? " jawab Kapten Molly dingin
Albert merasa marah karena keberanian dalam kata-kata Kapten Molly yang di rasa menyinggungnya, bagaimana pun Albert adalah seorang Tuan Muda dari keluarga Bangsawan yang berkuasa tapi Kapten Molly berani berbicara sinis padanya berulang kali ini merupakan suatu penghinaan untuknya .
Wajah Albert semakin datar, sorot matanya semakin dingin . Albert segera akan meledak marah tapi segera kuraih lengannya dan menariknya perlahan, Albert menunduk menatapku tidak puas tapi aku segera tersenyum memenangkan .
" Ada banyak orang disini " seruku manis tapi dengan makna sebaliknya ' ada banyak orang, jika berselisih sekarang akan sampai pada telinga Raja ' .
__ADS_1
Albert pun mengerti dengan baik makna tersembunyi dari perkataan manisku, ia segera mengendurkan tatapan dinginnya . Aku yang melihatnya sedikit tenang segera bertingkah manja untuk menenangkan kemarahannya .
" Mari berkuda berkeliling istana seperti sebelumnya, pasti lebih menyenangkan . Aku akan menunjukan kemajuanku padamu saat kau tak ada kemarin, ayo " ujarku sambil menarik-narik tangan Albert
Albert pun hanya menghela nafas pasrah melihat tingkahku yang ingin mengalihkan perhatiannya agar tak jadi marah . Albert pun hanya bisa mengikuti Putri Clea yang menarik tangannya ke luar gerbang arena pelatihan, Albert hanya bisa mencatat perhitungannya nanti dengan Kapten Molly . Kapten Molly mengikuti di belakang dengan santai dan tidak pernah merasa melakukan kesalahan ataupun menyinggung Tuan Muda Albelart itu .
Kami berjalan ke arah gerbang dan berpapasan dengan prajurit yang membawa Blake dan kuda lainnya ke arena . Kapten Molly pun maju menjelaskan .
" Bawa kudanya ke luar gerbang " kata Kapten Molly ringan
Para Prajurit pun menurut saja dan menuntun kembali kuda ke luar gerbang . Setelah sampai di luar, Kapten Molly segera mengambil kendali salah satu kuda dan melompat naik ke atasnya dengan mudah . Aku pun mengikuti, meraih tali kekang Blake dan melompat ringan ke atasnya, aku memposisikan diriku dengan nyaman lalu melempar senyum sombong ke Albert . Albert melihatku yang sudah bisa duduk dengan mudah di atas kuda, membuatnya terkekeh dan tersenyum tipis, ia pun segera mengikuti meraih seekor kuda di sampingku .
" Putri, ikuti rute saya " ujar Kapten Molly padaku
Aku mengangguk sungguh-sungguh . Kapten Molly pun menghentakkan tali kekang keras lalu memacu kudanya berlari, aku pun ikut memacu Blake mengikuti di belakang Kapten Molly dengan Albert yang membuntuti di belakangku . Kami melewati jalan setapak lalu berbelok ke rerumputan di sekitar taman, Kapten Molly mulai memacu kudanya lebih kencang melewati beberapa pepohonan .
Aku pun mengikuti, memacu Blake agar berlari lebih cepat melalui berbagai pohon di taman belakang istana . Kami pun memasuki kawasan taman istana utama banyak tanaman kecil yang indah dan terawat di jalan, Kapten Molly pun menarik kekang agar kuda melompati tanaman itu .
Albert merasa cemas ketika Kapten Molly memerintahkan untuk melompat, ia bergegas ke depan Putri untuk membantunya tapi yang Albert dapat adalah bukannya aku melambat tapi semakin memacu Blake dengan kencang lalu dengan sekali hentak Blake melompat melewati tanaman itu .
Albert sedikit terkejut lalu segera terkekeh gemas ke arahku, ia sangat terkejut melihat perkembangan gadis kecilnya setelah 2 kali latihan tanpa pengawasannya . Albert pun tidak mencemaskan Putri lagi, melainkan memacu kudanya agar lebih dekat dan tidak ketinggalan . Kami berkuda melewati kawasan taman bunga lily milik Ratu Carissa terdapat rumah kaca anggrek besar di tengah taman tersebut .
Sang Ratu sedang menikmati pesta minum teh bersama dengan para nyonya bangsawan, mereka sedang berbincang-bincang seru ketika Kapten Molly, aku dan juga Albert berkuda melewati tepi tanaman bunga lily . Seorang nyonya bangsawan yang melihat kami lewat segera berseru terkejut, membuat para nyonya bangsawan lain ikut menoleh melihat kami yang lewat .
" Ya tuhan, apakah yang menunggang kuda barusan itu Yang Mulia Putri Clea ?? " seru nyonya bangsawan Trey
" Benar, tadi memang putriku Clea " jawab Ratu Carissa pelan
Ratu Carissa tidak terlalu memikirkan jika Putrinya ingin belajar militer ataupun beladiri, ia tidak terlalu berfikir banyak cenderung polos tidak mengerti apapun lain halnya seperti Raja Damien yang sangat teliti dan licik ketika berpolitik . Ratu Carissa berfikir putrinya hanya ingin mencoba hal-hal baru selayaknya anak-anak keluarga lainnya, dan Ratu Carissa juga tidak kuasa menolak permintaan putri semata wayangnya tersebut sehingga ia pun menyetujui saja apapun yang diinginkannya asalkan itu tidak membahayakan Clea sendiri .
Tapi ia tidak menyangka jika putrinya akan seserius itu berlatih berkuda, karena pada dasarnya wanita di Kekaisaran Benedicte tidak di sarankan untuk belajar beladiri ataupun berkuda . Karena wanita dan gadis bangsawan akan menggunakan kereta kemanapun itu supaya terlihat lebih elegan dan berkelas, sedangkan berkuda lebih seperti seorang pria .
Ada juga wanita yang belajar beladiri seperti halnya Kapten Molly, tapi mereka cenderung dari latar belakang keluarga bangsawan militer ataupun bangsawan kecil juga rakyat jelata yang ingin naik tingkat statusnya . Mereka akan menerima pelatihan khusus di akademi militer kekaisaran Benedicte untuk disaring calon prajurit yang berbakat .
Ratu Carissa tersenyum lembut memikirkan ekspresi bahagia di wajah putrinya tadi . Ia pun menunduk, meminum sedikit teh lemon di cangkirnya . Para nyonya bangsawan yang tergelitik rasa ingin tahunya segera memberondong pertanyaan pada Ratu Carissa
" Apa Yang Mulia Putri Clea sungguh belajar beladiri ?? " tanya nyonya Trey lagi
" Hanya dasar-dasarnya saja untuk melindungi dirinya " jawab Ratu Carissa cerdik
" Yang Mulia Ratu, apa anda tidak khawatir bagaimanapun Yang Mulia Putri adalah seorang gadis " tanya nyonya Salazar mengompori
__ADS_1
" Ada Kapten Molly yang menjaganya, Clea tidak akan terluka dan juga aku dan Yang Mulia sepakat untuk membebaskan Clea melakukan apapun yang diinginkannya " jelas Ratu lembut serta senyuman yang indah
" Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Raja sangat memanjakan Yang Mulia Putri " ujar nyonya Cassiopeia dengan sengit