Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 46


__ADS_3

Pintu kereta terbuka, semua orang menunduk memberi hormat . Sesosok lelaki paruh baya yang gagah nan berwibawa keluar dari dalam kereta milik istana tersebut . Wajahnya yang rupawan dengan fitur tegas dan kuat mengenakan jubah resmi seorang Raja . Ia Raja Damien turun dari kereta kuda lalu berdiri diam dan mengulurkan tangan kanannya ke arah dalam kereta .


Tak lama sesosok wanita paruh baya yang anggun, masih sangat cantik dan terawat . Wanita itu mempunyai senyuman yang ramah dan lembut, perawakan yang lemah dan rapuh membuat orang ingin melindunginya .


Ratu Carissa turun dengan perlahan dari kereta di bantu oleh Raja Damien, mereka lalu saling melempar senyum dengan penuh cinta sehingga terlihat seperti pasangan yang serasi dan harmonis . Ratu Carissa lalu mengaitkan tangannya ke lengan Raja Damien dan berjalan maju 2 langkah .


Setelah itu Felix bangkit dari posisi berlututnya, lalu ia mengulurkan tangannya ke dalam kereta . Sebuah tangan putih kecil terulur menerima uluran tangan Felix, tangan seputih salju itu terlihat halus dan rapuh .


Lalu mengikuti sebuah sosok gadis kecil yang cantik mempesona turun dengan perlahan dari dalam kereta kuda, ia mengenakan gaun merah jambu bertabur berlian yang berkilauan terkena cahaya matahari . Sosoknya yang mungil itu terlihat seperti boneka yang terawat dengan sangat hati-hati .


Sebuah topeng perak yang terukir indah dan setipis kertas tersemat menutupi wajahnya, namun itu tak menghalangi sama sekali pesona dari paras cantik jelita yang tersembunyi di baliknya . Bahkan topeng itu menambah kesan misterius pada pemakainya, seolah mengundang rasa penasaran dari orang yang melihatnya .


Semua rakyat yang hadir melirik dan memperhatikan dengan seksama sosok dari Yang Mulia Putri Clea yang selama ini sangat terlindungi di dalam istana, begitu pula para bangsawan kecil yang baru saja hadir ataupun bangsawan besar yang sejak tadi datang bersama-sama dari istana, mereka sama penasarannya satu sama lain . Mereka masih memperhatikan Putri Clea dengan detail pada setiap gerakan yang di lakukannya .


Clea turun dari kereta kuda dengan perlahan di bantu oleh Felix, lalu ia berjalan dengan anggun dan penuh senyuman ke arah Yang Mulia Raja Damien dan Ratu Carissa berdiri menunggu dirinya .


Clea mengambil posisinya dan berjalan di samping kanan Raja Damien dengan terang-terangan di hadapan seluruh rakyat ibukota serta para bangsawan . Sontak hal itu membuat semua bangsawan terkejut, karena posisi kanan dari seorang Raja ialah milik pewaris tahta . Sedangkan posisi untuk seorang Putri kerajaan ada di sebelah kiri seorang Ratu .


Raja Damien sama sekali tak menghentikan ataupun melarang Putri semata wayangnya, ia percaya sepenuhnya atas semua keputusan yang di ambil oleh Clea .


Mereka bertiga berjalan beriringan dengan mantap, Ratu Carissa dan Putri Clea tersenyum anggun pada setiap rakyat yang bersorak pada mereka . Mereka bertiga melambaikan tangan dengan ramah pada rakyat yang bersorak-sorai sepanjang jalan .


' Hah .... jadi begini rasanya jadi selebriti yang berjalan di red carpet ' batinku senang dan antusias


Bangunan markas prajurit penjaga ibukota sudah di persiapkan sedari awal untuk acara ini, dari dekorasi, keamanan, baik untuk keluarga kerajaan, bangsawan maupun rakyat yang kini hadir memadati setiap sisi dari bangunan ini .


Kapten Kate yang bertanggung jawab atas keamanan dan segala urusan di ibukota, maju dan memberikan salam pada kami bertiga . Lalu ia memandu kami ke arah balkon tertinggi bangunan, tempat yang biasa digunakan untuk memberikan informasi pada rakyat kerajaan . Aku berjalan mengikuti dengan patuh di samping Raja Damien, sesekali aku akan mengintip sedikit pada hal-hal yang menarik .


Kami pun sampai di atas bangunan, cuaca sangat terik membuatku tak bisa menstabilkan senyum di wajahku . Aku menoleh pada Raja Damien dan Ratu Carissa yang tetap bersikap sama seperti tadi, mereka masih bersikap anggun dan terhormat saat berbicara dengan Kapten Kate seolah mereka tak merasakan dan terpengaruh pada cuaca musim panas yang terik . Aku pun mengerjapkan mataku dengan takjub .


' Wah .... sialan, apa ini yang dinamakan sikap profesional ?? ' pikirku


Setelah selesai berbicara dengan Kapten Kate, Raja Damien maju ke depan tepi balkon bangunan . Ratu Carissa mengikuti di belakangnya jadi aku pun bergegas mengikuti juga . Semakin kami dekat dengan tepi balkon, dengungan suara dari kerumunan rakyat di bawah semakin terdengar jelas .


Ketika aku sampai ke sisi Raja Damien dan Ratu Carissa yang sudah berdiri tegak duluan di tepi balkon, aku di kejutkan dengan banyaknya orang yang berkerumun, berdiri dengan berdesakan di sekitar bangunan . Dengan reporter dan penulis koran atau majalah yang berdiri di paling depan, di ikuti dengan orang-orang dewasa, tua, muda, ataupun anak kecil yang di gendong oleh ibu mereka . Mereka berdiri dan berkerumun seperti semut yang berdesakan untuk berebut makanan . Bulu tengkukku merinding melihatnya .


' Sial, pantas saja suaranya sangat keras dari kejauhan, ternyata yang datang sebanyak ini ' pikirku tercengang melihat lautan manusia yang terpampang di hadapanku saat ini


Para rakyat itupun semakin bersorak sorai dengan semangat ketika aku muncul . Suara mereka bergemuruh satu persatu meneriaki ' Yang Mulia Putri ', aku tersenyum ramah, sorot mataku berbinar-binar cerah karena senang, aku melambaikan tanganku untuk menanggapi sapaan mereka .

__ADS_1


Raja Damien dan Ratu Carissa yang melihat tanggapan positif untuk putri mereka, ikut tersenyum senang . Mereka pun ikut dengan ramah melambaikan tangan mereka untuk rakyat juga .


Setelah beberapa saat, Raja Damien memberikan sinyal mata pada Kapten Kate agar memulai acara pengumumannya . Kapten Kate yang menerima sinyal itu, segera mengerti maksudnya . Ia maju kedepan, dan berdehem dengan suara yang keras .


" Harap tenang " teriak lantang Kapten Kate


Rakyat pun menjadi diam seketika, dengan adanya tekanan dominasi dari Kapten Penjaga ibukota tersebut . Raja Damien berdehem sedikit lalu memperbaiki ekspresinya kembali menjadi tegas dan bermartabat, sama sekali tidak menyisakan ekspresi bahagia dan ramahnya tadi . Seolah-olah ia berubah menjadi orang lain .


Ratu Carissa pun menyimpan ekspresi lembut dan ramahnya tadi, kini ia tersenyum anggun dan bermartabat selayaknya bangsawan mulia . Aku pun menghentikan kebahagiaanku tadi, kini aku mengganti sikapku dengan anggun dan patuh . Selayaknya seorang Yang Mulia Putri .


" Rayatku sekalian, berita simpang siur mengenai Peperangan di Perbatasan sudah membuat keresahan dan mengganggu kalian semua " Ucap Raja Damien dengan lantang


Aku melirik sedikit pada ekspresi serius dari Yang Mulia Raja Damien yang tak pernah kulihat sebelumnya, atau ia tak pernah menunjukkannha saja . Aku lalu mengalihkan kebawah, pada setiap wajah dan rakyat biasa yang kini kehilangan ekspresi bahagianya tadi .


Kecemasan, kegelisahan, dan kekhawatiran terlihat jelas pada raut muka setiap orang . Mereka sungguh takut akan terjadi perang dan menghilangkan kedamaian yang selama ini mereka rasakan . Para reporter dan penulis koran sibuk mencatat dan memperhatikan dengan seksama setiap detail kata yang terucap dari mulut Yang Mulia Raja .


Aku terdiam termenung memikirkan kisah asli pada buku novel aslinya, dalam cerita tersebut terjadi peperangan ini yang akan membuka pintu dari segala masalah dan segala kesulitan yang akan terjadi kedepannya nanti .


Aku tak tahu apakah saranku saat ini sudah benar atau belum, dan juga apakah masalah2 yang terjadi selanjutnya dapat di hindari . Aku sungguh berharap dapat mengubah takdir dari perperangan dan konflik yang menimpa kerajaan ini .


Aku tersadar kembali ketika Raja Damien berbicara lagi .


Ketika suara Raja Damien jatuh, sontak seluruh rakyat di bawah bergemuruh . Mereka saling berbisik dan mengumamkan keluhan serta kekhawatiran mereka .


Kapten Kate yang melihat kegaduhan kembali terjadi, ia menjadi kesal . Ia pun maju dengan wajah tak sabar dan berteriak lagi dengan keras .


" Tenang ..!!! semuanya harap diam !!! " teriaknya dengan tegas


Setelah itu sedikit demi sedikit kegaduhan dan suara berbisik di antara rakyat mulai mereda sedikit demi sedikit hingga menjadi sunyi senyap kembali . Yang Mulia Raja Damien menunggu dengan sabar sampai suasana kembali kondusif, ia tetap berdiri tegak dan ekspresi tegas yang tak terpengaruh sedikit pun .


Setelah semua kembali tenang, Kapten Kate melonggarkan ekspresi kesalnya tadi dan mundur kembali ke belakang . Raja Damien pun melanjutkan perkataannya tadi .


" Namun .... peperangan kali ini terjadi antara Kerajaan Versailles dan Kerajaan Theodore . Dan Kerajaan Benedicte memutuskan .... "


Suara Raja Damien terdengar lambat namun jelas, ia berbicara dengan lambat membuat semua rakyat menunggu dengan tegang dan menanti setiap kata yang keluar selanjutnya .


" Tidak akan terlibat ataupun ikut campur sedikitpun dengan segala hal yang menyangkut peperangan yang terjadi kali ini ... "


Segera ekspresi bahagia kembali menutupi raut wajah setiap orang, mereka bersorak-sorai dengan semangat mendengar berita yang baik ini .

__ADS_1


Kapten Kate yang melihat rakyat kehilangan kendali lagi, mengerutkan alisnya kesal . Ia maju kembali dengan ekspresi yang tak enak dilihat dan berteriak dengan keras sehingga mengejutkan semua orang termasuk aku .


" Diam semua !!! " teriaknya kesal


Suara keras itu sontak membuat rakyat di bawah ketakutan lalu kembali terdiam seketika, sangat sunyi sehingga aku merasakan mereka mungkin menahan nafas mereka agar tidak terlalu keras .


Kapten Kate yang melihat suasana kembali kondusif pun tersenyum sedikit dan kembali kebelakang . Sejujurnya suara nyaring Kapten Kate tadi pun ikut mengagetkanku dan cukup untuk membuat telingaku berdenging, rasanya aku ingin menggosok telingaku sekarang tapi kutahan dengan sekuat tenaga .


" Karena satu dan lain hal, penjagaan di seluruh wilayah Kekaisaran Benedicte akan di perkuat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan . Pemeriksaan dan patroli akan semakin ketat, harap rakyat sekalian segera melaporkan pada prajurit jika melihat sesuatu yang aneh " jelas Raja Damien dengan perlahan


Para rakyat di bawah mendengarkan dengan sabar dan seksama, mereka menahan diri untuk tidak bersorak kesenangan agar tidak menganggu kata-kata yang akan di ucapkan oleh Yang Mulia Raja Damien selanjutnya .


" Aku berharap para rakyatku sekalian mengerti, dan tidak terganggu . Tetaplah beraktivitas seperti sebelum-sebelumnya, karena aku menjamin keamanan dan kedamaian kalian semua . Sekian .. " kata Raja Damien mengakhiri pidatonya yang singkat itu .


Setelah Raja Damien mengakhiri pidatonya, sontak seluruh rakyat bersujud berterimakasih dengan keputusan Yang Mulia Raja yang bijaksana dan peduli pada mereka . Raja Damien pun berbalik kembali memasuki bangunan, meninggal balkon dan rakyat yang masih bersujud di bawah .


Ratu Carissaa masih dengan tenang dan anggun mengikuti di belakangnya, aku pun segera mengikuti meninggalkan balkon itu juga . Setelah beberapa langkah aku berjalan pergi, tiba-tiba terdengar gemuruh sorak-sorai yang sangat keras hingga mengguncang langit .


" Hidup Kemuliaan Yang Mulia Raja !!! "


" Hidup Kemuliaan Yang Mulia Ratu !!! "


" Hidup Kemuliaan Yang Mulia Putri !!! "


" Hidup Kekaisaran Benedicte !!! "


Kata-kata itu saling bersahut-sahutan bergantian terdengar menggelegar terdengar, aku terkejut dan berhenti berjalan . Menengok kembali ke belakang di mana di bawah balkon banyak orang sedang bersukacita akan kedamaian yang masih akan berlanjut .


Aku termanggu dan sebuah pemikiran terlintas dalam benakku ' apakah peperangan nantinya benar-benar bisa di hindari ??? '


" Clea, ayo cepat " suara Ratu Carissa memanggilku


Aku pun kembali tersenyum dan berjalan menghampirinya .


......................


Setelah acara pengumuman singkat tadi, sekarang tibalah pada pesta sederhana yang di siapkan di gedung lantai bawah .


Acara makan-makan ini sangat membosankan, hingga rasanya aku tak sanggup mempertahankan ekspresi anggun dan sopan di wajahku . Sudut mataku selalu berkedut melihat betapa munafiknya semua bangsawan yang kini saling menyanjung satu sama lainnya dengan raut wajah tersenyum licik . Sungguh memuakkan, hingga membuat perutku mual .

__ADS_1


Aku pun sadar bahwa para bangsawan itu sedang mencari-cari kesempatan untuk mendekati diriku untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri .


__ADS_2