Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 47


__ADS_3

Aku pun sadar bahwa para bangsawan itu sedang mencari-cari kesempatan untuk mendekati diriku untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri .


Aku duduk di kursi terdepan menghadap semua bangsawan yang hadir, memandang dengan muak pada senyuman palsu di setiap pasang wajah mereka . Tapi aku tak bisa menunjukkan perasaanku yang sesungguhnya, raut wajahku haruslah ceria, polos, dan bermartabat . Hanya tatapan dingin yang tersembunyi di balik topeng perak yang menutupi mukaku lah yang tahu bagaimana ekspresiku sebenarnya .


Raja Damien yang sedari tadi tak beranjak satu langkah pun meninggalkan kursinya di sampingku, ia duduk tegak dan kokoh bagai patung penjaga yang melindungiku .


Bagaimana tidak, Raja Damien sadar saat ini banyak mata yang tengah mengawasi putri kesayangannya . Bangsawan-bangsawan tua dengan seribu macam rencana licik untuk memanfaatkanku . Mereka tengah menanti dengan sabar untuk mencari cara mendekatiku dan jika ia beranjak 1 langkah saja maka serigala-serigala tua nan picik itu akan segera menyerbu ke arahku .


Aku mengedarkan pandanganku ke depan, nampak Ratu Carissa tengah bercengkrama dan menyapa bangsawan yang hadir . Lalu aku melirik sedikit pada Raja Damien yang masih duduk tegak sambil memegang gelas wine dengan ekspresi acuh tak acuhnya pada sekitar, seolah ia tak sadar pada ratusan pasang mata yang tengah menunggunya .


' Bagaimana bisa, seorang pria membiarkan istrinya menghadapi serigala-serigala tua itu sendirian ?? ' pikirku bingung


Hah ....


Aku menghela nafas dengan terang-terangan . Meskipun tak terlalu keras tapi semua orang yang sejak tadi memperhatikanku akan menyadarinya, begitupun dengan Raja Damien .


Ia menoleh dan bertanya dengan khawatir .


" Ada apa, Clea ?? " tanyanya dengan nada lembut membuat beberapa bangsawan tak sempat menyembunyikan ekspresi terkejutnya .


" Ayah ... aku lelah " keluhku pelan dengan wajah memerah malu


Aku sedikit memijat pelipisku sambil menundukkan kepalaku . Raja Damien paham dengan maksud tersembunyiku, ia lalu meraih tanganku dan mengusap dengan lembut sebagai tanggapannya .


" Felix, antarkan Putri kembali ke kamarnya " ujar Raja Damien tanpa menoleh


Felix yang berdiri berjaga 3 langkah jauhnya dari kami pun, segera menjawab dengan tegas .


" Baik, Yang Mulia Raja " ujar Felix


Felix pun mendekat ke arahku, lalu ia membungkuk sambil mengulurkan tangannya untuk memapahku . Aku meraih tangan Felix dan berdiri dengan perlahan, lalu memberi hormat pada Raja Damien dan berjalan ke arah Ratu Carissa .


Ratu Carissa tengah berdiri diantara para bangsawan wanita yang ada, Ratu Carissa pun mendengar dan paham maksud dari percakapan singkatku tadi dengan Raja Damien . Ia tersenyum lembut dan meraih tangan mungilku .


" Istirahatlah dengan nyaman, jangan sampai kelelahan " ucapnya pelan


Aku tersenyum polos dan mengangguk dengan lucu, membuat wanita-wanita bangsawan yang tengah berdiri di samping Ratu Carissa menjerit gemas dengan tingkahku yang polos .


Aku menoleh dan berpura-pura menatap mereka dengan ekspresi bingung, membuat raut wajahku semakin bak boneka yang menggemaskan .


Para wanita bangsawan itupun segera menunduk memberikan salam dengan sopan, aku pun tersenyum dan menangguk dengan singkat .


Setelah itu aku berjalan pergi dengan Felix, di belakang terdengar para wanita-wanita bangsawan tadi sibuk memuji diriku pada Ratu Carissa .


" Yang Mulia Putri sangat cantik, elegan, dan lembut seperti Yang Mulia Ratu "


" Benar, Yang Mulia Ratu sungguh beruntung mendapatkan putri seperti Yang Mulia Putri Clea "


" Bukan hanya Yang Mulia Ratu yang beruntung, Kerajaan Benedicte sangat beruntung memiliki Putri yang cerdas dan cantik "


....


...


..


Aku berjalan menjauh dan semakin tak terdengar lagi omongan tak masuk akal dari wanita-wanita itu, mereka sungguh tak menyia-nyiakan sedikit kesempatan untuk menggunakan namaku .


Aku berjalan perlahan ke arah pintu keluar dari ruang perjamuan, di setiap aku melangkah selalu ada yang mendekat untuk memberi salam singkat sekedar menunjukkan wajah mereka . Aku pun harus berhenti sejenak dan mengangguk sambil tersenyum sopan .


.


.

__ADS_1


.


" Ah ... Wajahku kaku " keluhku sambil memijit pipiku


Felix hanya menatapku tak berdaya mendengar keluhanku . Kami berdua sudah keluar dari ruang perjamuan, dan tengah berdiri di lorong yang sepi . Hanya ada sedikit penjaga yang jaraknya jauh dari kami, jadi aku tak perlu berpura-pura menjadi gadis baik lagi .


" Orang-orang itu bahkan tak bisa melepaskanku saat aku hendak keluar, mereka terus menerus bermunculan di depanku hanya untuk sekedar memperlihatkan wajahnya " omelku mulai berceloteh di sepanjang jalan


" Sungguh menyebalkan !! Tak tahu malu !! Mereka berpura-pura tak tahu maksudku menghindari mereka dan tetap muncul di depanku "


" Dan mereka tetap tersenyum dengan licik, seolah tak merasakan aku terganggu dengan keberadaannya "


' Di tambah wajah jelek yang tak menarik itu ' batinku ikut mengeluh


" Bahkan untuk berjalan dari kursiku ke pintu keluar yang normalnya hanya membutuhkan waktu 5 menit menjadi 20 menit, mungkin dengan waktu itu aku merasa bisa memutari bangunan ini sampai 2 kali " keluhku akhirnya


Felix hanya diam di sampingku, ia tidak menyahut ataupun membantah perkataanku . Felix pun merasa para bangsawan-bangsawan tua itu juga cukup menyebalkan, mereka bahkan tidak melepaskan anak kecil sekalipun . Tapi Felix tak bisa berkata apa-apa karena itu semua sudah menjadi resiko Putri Clea yang terlahir di keluarga kerajaan .


.


.


.


Ketika kami sampai di depan kamarku untuk beristirahat kami berpapasan dengan Deenna dan juga Alice yang hendak masuk ke dalam ruangan sambil membawa tumpukan selimut .


" Putri !! " seru Deenna terkejut ketika melihatku datang lebih cepat bersama Felix


Aku mengangkat tanganku sambil berkata " Jangan tanya dulu !! Aku lelah sekali sekarang "


Deenna dan Alice pun segera mengerti, lalu Deenna dengan patuh mengambil posisi Felix yang memapahku . Felix pun memberi hormat singkat, dan pamit kembali ke ruang perjamuan .


Aku masuk ke dalam kamar istirahat yang sudah di siapkan oleh pengurus, aku mengedarkan pandanganku pada seluruh ruangan . Ruangan dengan dominasi perabotan kayu yang sederhana namun tak terlihat lusuh .


Blance dan Chacha yang tengah merapikan barang bawaanku, menoleh dengan terlejut melihat kedatanganku .


Aku bergumam mengiyakan sambil tersenyum tipis, lalu mengikuti Deenna yang tengah membantuku untuk duduk di meja teh sebentar . Sementara mereka tengah menyelesaikan untuk berberes ruangan .


" Putri ?? Putri, sudah kembali ??! Lalu bagaimana dengan pestanya ??! " tanya Blance yang cerewet karena penasaran


" Pesta apa ?? bangsawan-bangsawan tua itu hanya ingin mencari cara untuk memanfaatkanku saja " kataku sebal


" Eh ??! " seru Blance tetap tak mengerti


Deenna yang melihat Blance masih penasaran dan akan terus bertanya lagi pun, menjadi tidak sabar lalu menyelanya sebelum Blance sempat bicara .


" Sudah ... Jangan tanya lagi !! Putri sedang lelah, lebih baik kau buatkan teh agar Putri merasa lebih baik " kata Deenna


Blance pun dengan patuh pergi membuat teh, meskipun ia masih penasaran dengan pesta tadi .


Aku melamun memperhatikan para pelayanku yang tengah sibuk dengan membereskan ruangan ku . Chacha tengah memasukkan beberapa mawar segar ke dalam vas bunga untuk di taruh di beberapa nakas, sudut-sudut ruangan, dan di atas meja seperti di hadapanku sekarang . Karena di istana penuh dengan aroma-aroma bunga mawar di setiap tempat, jadi mereka sengaja menyiapkan mawar segar untukku di ruangan ini agar aku nyaman .


Alice tengah sibuk merapikan dan mengganti seprai tempat tidur dengan milikku sendiri yang tadi ia bawa ketika berpapasan denganku di depan pintu .


Trak


" Putri, tehnya .. " ujar Blance menyadarkanku dari lamunanku


" Uhm , terimakasih " sahutku lembut melirik secangkir teh dan sepiring biskuit yang di sajikan .


Lalu Blance kembali ke sisi Deenna untuk membantunya mengemas koper berisi beberapa gaun, perhiasan, dan hal-hal yang sekiranya kuperlukan untuk di masukan ke dalam lemari .


Aku mengangkat cangkir teh ke mulutku dan menyesapnya perlahan . Segera aroma bunga dari teh yang lembut memenuhi mulutku, aku tersenyum dan merilekskan tubuhku sambil menatap ke luar jendela yang menghadap bagian depan bangunan .

__ADS_1


' Apa aku menyelinap dan bermain saja di pasar, dari pada bosan di sini ' pikirku


Banyak penjaga yang berlalu lalang berpatroli ku perhatikan sejak aku duduk di sini . Sepertinya pengamanan sangat ketat karena bangunan ini ada di tengah keramaian ibukota, bagaimana sampai saat ini masih banyak rakyat yang menunggu dengan penasaran dan memperhatikan dari luar pagar .


Aku berjalan mendekati jendela dan berdiri sambil melihat dengan jelas situasi di luar .


' Kenapa ramai sekali ?? ' pikirku


Terlihat di luar halaman banyak penjaga yang tengah berdebat dan mengalangi beberapa orang yang ingin masuk ke dalam bangunan .


" Deenna kenapa di luar ramai sekali ?? " tanyaku penasaran


Deenna yang tengah fokus merapikan lemari, menoleh ke arahku yang sedang melihat ke luar jendela . Deenna pun melihat hal-hal yang menarik perhatianku di luar dari kejauhan, di luar memang sangat ramai . Bahkan para penjaga pun kualahan karena kereta-kereta yang baru datang memenuhi jalanan dan beberapa orang yang ingin memaksa masuk .


" Ah ... Itu karena, uhm ... Ketika para bangsawan tahu bahwa Putri akan hadir dalam acara ini . Mereka mengirimkan kabar agar putra atau putri mereka datang untuk berteman dengan Putri " kata Deenna berputar-putar khawatir


Yang Mulia Raja Damien yang sudah memperkirakan hal ini pun tak tinggal diam, jika ada lalat-lalat pengganggu yang mencoba mendekati putri kecilnya . Jadi ia memerintahkan Kapten Kate untuk memperkuat penjagaan, agar yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk seenaknya . Perintah itulah yang menyebabkan suasana ramai di luar dan gerbong-gerbong kereta yang memenuhi jalan di luar .


" Ah ... Jadi begitu .. " sahutku santai


Deenna khawatir aku merasa terganggu atau tidak nyaman karena hal ini, jadi ia dengan hati-hati memastikan apakah ada perubahan dalam ekspresiku . Namun, aku tetap bersikap bosan seolah tak tertarik pada hal itu .


Deenna pun yang melihat aku baik-baik saja kembali tenang, dan fokus membereskan lemari lagi .


' Sepertinya tak bisa menyelinap dengan mudah, mungkin harus menyamar ' pikirku


Tak berapa lama Deenna melapor telah selesai membereskan ruangan dan aku bisa istirahat .


" Uhm, aku ingin berganti baju dulu " kataku


Alice pun mengambil gaun tidur yang di lemari dan bersama Blance mulai mengantikan gaun formal yang kukenakan .


Setelah melepas gaun, aksesoris dan topeng yang kukenakan tadi, aku merasa tubuhku lebih ringan . ' Hah ... Sungguh tidak mudah untuk menjadi seorang Putri ' keluhku dalam batin


Setelah para pelayan membereskan gaun serta aksesoris tadi, aku menyuruh mereka keluar karena aku ingin tidur .


" Kalian keluarlah, aku ingin tidur sendiri . Jangan ada yang menggangguku !! " perintahku tegas


" Baik Putri " sahut mereka serempak lalu memberi hormat dan pergi keluar


Aku berpura-pura berbaring di tempat tidur dengan tenang, menunggu mereka pergi dari luar pintu. Setelah yakin suasana sunyi, tak ada orang lagi maka aku segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas ke arah lemari .


Aku memilah beberapa baju yang di bawa oleh Deenna dan menentukan yang paling polos dan sederhana dengan paling sedikit aksesoris agar tidak mencolok . Aku segera memakai gaun itu, mengernyitkan dahiku sambil mengumpat dalam hati ketika melihat pita rumit yang ada di punggung lalu dengan sembarangan aku belitkan begitu saja .


Setelah selesai dengan gaun aku mengambil kotak kayu yang sudah aku minta pada Alice untuk di bawa . Kotak kayu sederhana ini aku beli dengan sembarangan ketika bertemu dengan Curtis, aku menggunakannya sebagai tempat aku menyimpan barang-barang yang kugunakan untuk menyamar ketika di luar .


Aku membuka gembok dengan kunci yang kusimpan erat-erat sendiri, lalu mengambil jubah polos dan rambut palsu yang berwarna pirang di dalamnya . Sebenarnya bukan hanya itu saja yang tersimpan di dalam kotak ada juga beberapa baju gadis desa, sepatu, kacamata, topi, dll . Hanya saja aku memikirkan jika terlalu mencolok sekarang, justru akan semakin di curigai . Jadi aku memilih berdandan dengan sederhana dan menyamar menjadi gadis bangsawan biasa . Sepertinya tak terlalu mencurigakan bagaimanapun sekarang banyak anak-anak bangsawan yang sedang di hadang di depan, menyelinap dalam kerumunan itu mungkin mudah .


Aku berjalan ke cermin dan menggulung rambut hitamku lalu memasang rambut pirang palsu . Setelah memperbaiki rambutnya agar tak ada rambut hitam yang terlihat aku pun memakai jubah dan berjalan ke arah jendela .


Aku melirik ke kanan dan ke kiri di luar jendela sambil jari-jariku menekan kunci jendela agar terbuka perlahan-lahan, setelah memastikan penjaga terakhir yang baru saja lewat sudah tak terlihat lagi . Aku segera membuka jendela itu lebar-lebar, mengangkat sedikit rokku lalu menjejak bingkai jendela dan melompat dengan ringan ke halaman .


Kresek


Nyatanya ekspektasi tak seindah realita yang kubayangkan, ujung gaunku tersangkut pada tepi jendela sehingga menyebabkanku tak bisa mendarat dengan stabil dan jatuh terjerembab ke depan semak-semak . Membuat suara yang gemerisik dan menarik perhatian penjaga yang baru saja lewat tadi .


" Siapa itu !!! " teriak penjaga dari kejauhan


Aku panik dan bergegas berdiri tanpa sempat memikirkan lagi kesialanku barusan, lalu aku menutup jendela di belakangku cepat-cepat . Dan bersamaan ketika aku berbalik akan pergi aku bertemu dengan penjaga yang kembali tadi .


' ****, cepat sekali kembalinya ..!! ' pikirku


Aku terkejut dan bingung sesaat, lalu segera memulihkan ketenanganku dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa . Penjaga itu heran melihat seorang gadis kecil tiba-tiba muncul di tempat yang baru saja ia lewati, penjaga itu menghampiriku dengan ekspresi heran .

__ADS_1


Penjaga itu memperhatikan perlahan penampilanku, bajuku yang meskipun agak berantakan tapi tak terlihat seperti pelayan . Terutama sikap tenang dan momentum angkuh yang kutunjukan menjelaskan bahwa identitas bukan sembarangan, jadi penjaga itu terdiam sejenak lalu memutuskan menegur dengan hati-hati .


" Nona, anda tidak boleh berada disini !! " tegurnya


__ADS_2