Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 21


__ADS_3

Hari ini ialah kelas militer bersama dengan Raja Damien dan Felix, pagi hari aku bersiap-siap lalu berjalan perlahan ke arah ruang belajar .


Dan seperti kemarin-kemarin, aku harus menunggu sebentar karena pertemuan pagi belum juga usai . Aku mondar-mandir di dalam ruangan dan ketika lelah aku merebahkan diriku di sofa, meraih sebuah buku cerita yang menarik dan membacanya untuk menghabiskan waktu .


Cukup lama aku membaca buku tapi Raja Damien tak kunjung datang, kulirik jam mekanik di dinding yang sudah lewat dari jam mulainya waktu belajar . ' Sepertinya pertemuannya akan lama ' batinku sambil tersenyum penuh makna, aku pun mulai mencari posisi yang lebih nyaman .


Aku melempar asal sepatuku lalu berbaring di sofa, dan menaikkan salah satu kakiku di sandaran kursi . Aku kembali membaca cerita di dalam buku itu, buku ini mungkin seperti novel bergenre adventure jika di duniaku .


Aku larut dalam cerita di buku itu, tak mempedulikan posisiku yang berantakan cenderung tak sopan . Hingga tiba-tiba pintu ruang belajar terbuka, dan Raja Damien masuk begitu saja serta Felix yang mengikuti di belakangnya .


" Clea, maaf ayah terlam ... " ucapan Raja Damien terputus ketika melihatku di sofa


Felix yang mengikuti di belakangnya, ikut terkejut tapi segera membalikkan badannya . Raja Damien sangat terkejut sehingga tubuhnya membatu syok tak bergerak .


Aku yang mendengar suara pintu terbuka disertai suara Raja Damien yang menyusul, sangat terkejut dan bingung harus bagaimana .


" Ayah " pekikku panik dan melepar asal buku yang kupegang .


Aku menurunkan kakiku yang di atas sandaran kursi dan mencoba turun dari sofa dengan tergesa-gesa sehingga tak sengaja kakiku terlilit gaunku sendiri, membuatku terguling jatuh dari atas sofa dengan jelek .


Gubrak


" Ah .... aduh ... " ringisku sambil mengusap pantatku yang mencium lantai


Raja Damien menutup matanya, ini pertama kalinya ia melihat putrinya yang cantik dan lucu seperti peri bertingkah dengan berantakan layaknya putri dari rakyat jelata . Raja Damien selalu mengira jika putrinya ialah seorang gadis kecil yang cantik, anggun dan cerdas selayaknya ibunya yang seorang garis keturunan asli kerajaan Benedicte .


" Yang Mulia Putri Clea, tolong panggil kami lagi ketika anda sudah siap " ucap Raja Damien datar lalu keluar ruangan bersama Felix


Aku terkejut dengan nada bicara Raja Damien, tapi melihat tingkahku yang sangat tidak sopan dan juga sama sekali tidak mencerminkan seorang Putri Kerajaan tadi wajar sekali jika Raja marah padaku . Aku segera bergegas bangkit lalu merapikan gaun dan rambutku dengan pantas lalu mencari-cari sepasang sepatuku yang entah kulempar kemana .


Setelah menemukan sepasang sepatu yang tergeletak di sudut-sudut ruangan, aku segera memakainya lalu berjalan tegak dan memasang senyum sopan selayaknya Putri Kerajaan . Aku berjalan ke arah pintu dan membukanya, di luar terlihat Raja Damien yang sedang menunggu dengan wajah datar .


Di belakangnya berdiri Felix yang masih dengan sikap tegas ala prajurit kerajaan, serta Deenna dan Alice yang berdiri agak jauh sambil menunduk khawatir dan ketakutan . Mereka bingung dengan Yang Mulia Raja yang baru saja masuk tapi langsung keluar dari dalam ruangan lagi . Mereka juga mendengar suara gaduh dari dalam ruangan tapi tak tahu apa yang terjadi sehingga mereka sangatlah cemas sekarang .


Aku melangkah maju dengan sedikit ketakutan di hatiku tapi segera kutekan, aku melebarkan senyum manisku tapi masih sopan lalu menunduk memberi hormat .


" Saya memberi hormat pada Yang Mulia Raja Damien Cassiopeia " ucapku sambil menunduk sopan


" Bangunlah .. mari masuk " ucap Raja Damien datar setelah melihat penampilanku dari atas bawah


Aku bangkit berdiri tegak dan menepi ke sisi, membiarkan Raja Damien  berjalan memimpin ke dalam ruangan lalu aku mengikuti dan terakhir Felix yang ada di belakang . Kami memasuki ruangan belajar lalu Raja Damien duduk di belakang kursiku menghadapku yang masih berdiri di depannya tapi di pisahkan dengan meja belajar .


Aku menunduk meminta maaf lagi, " Maafkan saya, saya ceroboh sehingga membuat ayah melihat perilaku tidak sepantasnya di lakukan oleh seorang Putri " kataku meminta maaf semifomal


Raja Damien menatapku lekat-lekat, kini aku bersikeras selayaknya seorang Putri Kerajaan pada umumnya . Raja Damien sedikit sakit hati melihatku yang bersikap tidak sesuai dengan keinginanku, tapi Raja Damien tak bisa melakukan apapun terhadapnya . Sang Raja pun hanya menghela nafas tidak berdaya seraya berujar


" Lain kali jangan di ulangi " katanya pelan


" Saya mengerti ayah " jawabku singkat sambil tersenyum sopan


Raja Damien menatapku singkat lalu tersenyum lembut bercampur kasihan .


" Kenapa masih berdiri ?? duduklah ... aku membuatmu menunggu lama bukan ?? " kata Raja perlahan


Aku berjalan ke arah kursi Albert, akan menyeretnya ke depan mejaku tapi Felix sudah membantuku mengangkatnya dengan mudah . Aku bergumam ' terimakasih ' padanya lalu duduk di kursi tersebut, sedangkan Felix berjalan ke posisi di belakang Raja Damien .


" Pertemuan pagi ini sangatlah rumit, apa kau tahu apa yang terjadi ?? " tanya Raja Damien menyelidik


Aku terdiam tidak langsung menjawab, sejujurnya di dalam cerita aslinya pada tahun-tahun ini ialah awal perselisihan antara Kerajaan Versailles dan Kerajaan Theodore . Yang berakhir dengan kekalahan Kerajaan Versailles sehingga kehilangan sebagian besar wilayahnya, hal itulah yang menyebabkan Kerajaan Versailles mengalihkan penyerangannya ke Kerajaan Benedicte yang tidak siap dan cenderung lebih lemah .


Aku menatap dalam-dalam pada mata Raja Damien, lalu menunduk sambil bergumam kecil .


" Aku tidak tahu " kataku pelan


Raja Damien memandangku penuh makna sejenak lalu berujar " Terjadi banyak perselisihan antara Kerajaan Versailles dan Kerajaan Theodore baik secara tersembunyi atau terang-terangan belakangan ini, sehingga membuat resah "

__ADS_1


Aku diam tidak merespon, seolah itu bukan hal yang mengejutkan sama sekali, Raja Damien yang melihat ekspresi datar merasa yakin akan tebakannya, ia pun tersenyum .


" Melihat responmu sepertinya kau bukan tidak tahu sama sekali " ucap Raja Damien ringan


Degh,


' Apakah aku harus terkejut sekarang agar tidak di curigai ' batinku


" Ah, apakah akan ada perang ayah ?? " tanyaku sambil memasang ekspresi cemas


Raja Damien tidak merespon ucapanku melainkan tertawa terbahak-bahak .


" Ahahaha ...... hahahaha ..... Putriku, sebaiknya kau pikirkan dulu baik-baik sebelum berpura-pura " kata Raja Damien seusai menertawakanku


Aku menundukkan wajahku yang merona malu karena ketahuan sedang berpura-pura, aku tak menyangka Raja Damien akan berkata secara langsung seperti ini . Lalu menjadi cemas akan menanggapi apa jika di tanyai soal informasi ini .


" Hehehe tak perlu malu, aku tidak akan bertanya soal kau tahu dari mana ataupun siapa informanmu " kata Raja Damien meyakinkanku yang kebingungan


" Maaf ayah, " kataku pelan


Raja Damien melambaikan tangannya santai, " tak perlu meminta maaf, aku senang kau sudah bisa mengerti urusan politik di Kekaisaran " ujarnya


" Uhm, aku mengerti ayah " ujarku merasa santai


" Jadi, bagaimana menurutmu apa mereka akan berperang ?? " tanya Raja Damien santai


" Ya " jawabku tegas sambil menatap sang Raja, Raja Damien menajamkan tatapannya melihat keyakinanku


" Oh ya, kenapa ?? " tanya Raja Damien mulai tertarik


' karna itu yang tertulis di novelnya ' batinku menjawab


Aku menunduk malu, berpura-pura tak yakin . Raja Damien yang mengetahui aku sedang berpura-pura lagi, semakin menajamkan tatapannya ke arah putrinya yang ia tahu cedas tapi polos selama ini .


" Ehmmm ... aku tak yakin . Mereka selalu berselisih sebelumnya meski dalam kegelapan dan juga jika terjadi perang ini juga bukan pertama kalinya bagi mereka . Kurasa mereka sudah cukup menahannya selama ini, dan juga Kerajaan Versailles iri terhadap Kerajaan Theodore . Jadi menurutku mereka akan berperang " kataku berbelit-belit .


" Uhuk, maksudku tidak ada dua harimau di satu hutan yang sama " jawabku sambil tersedak


" Hmmm .... kau benar, mereka selalu berselisih hal yang sama sepanjang waktu " kata Raja Damien santai lalu tersenyum penuh makna ke arahku .


Aku merasakan merinding di seluruh badanku di tatap oleh tatapan itu, aku hanya bisa memaksakan senyum yang terlihat sangat canggung .


" Jadi, putriku menurutmu siapa yang akan menang jika mereka berperang ?? " tanya Raja Damien santai


Aku melirik kanan-kiri gelisah, pembicaraan ini sungguh hal yang tabu untuk di bahas dengan santai .


" Ayah ... ini nampaknya tak patut untuk di bahas ... " ujarku takut


Aku bukan takut untuk membahas hal soal perang ini, tapi aku takut akan kenyataan ' apakah aku sungguh boleh berbicara tentang hal ini, jika aku tak sengaja spoiler  apakah akan ada dampaknya padaku '


" Apa yang kau takutkan Clea, bukankah hanya ada kita di sini . Ah, aku lupa ada Felix juga, haruskah aku memotong lidahnya agar ia kelak tak bisa berbicara tentang hal-hal barusan " goda Raja Damien santai


" Ayah .... jangan bercanda " rengekku kesal


" Putriku, kau sendiri juga tahu ayah tidak akan bertanya tanpa alasan padamu " kali ini suara Raja Damien sangat serius


Aku menatap Raja Damien yang sedang memandangku dengan tajam, aku tahu Raja Damien melontarkan berbagai pertanyaan untuk menguji kelayakanku untuk posisi Putri Mahkota . Aku memejamkan mataku, seraya berfikir ' anak panah sudah di tempatkan di busur maka kita hanya bisa melontarkannya ' . Aku membuka mataku dan menjawab dengan tegas dan yakin .


" Meskipun sulit tapi Kerajaan Theodore yang akan menang " jawabku tenang


" Ehm " gumam Raja Damien setuju dengan santai .


Raja Damien tidak bertanya alasannya karena itu tidak perlu, sebagai seorang penguasa maka ia harus dapat memperkirakan dengan cermat dampak yang di timbulkan jika ada Kerajaan yang berperang .


" Ayah, kita tak boleh memihak atau pun ikut campur . Kita harus memperkuat perbatasan di antara 2 Kerajaan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan " kataku pelan

__ADS_1


Raja Damien menatapku yang berbicara serius, lalu berbicara dalam " Akan aku pertimbangkan nanti " ujarnya santai tapi serius


Aku menghela nafasku lega, arti kata ' pertimbangkan ' dari Raja Damien adalah akan menanggapi saranku dengan serius . Aku tak ingin ada penyusup kalah perang bajingan Kerajaan Versailles yang memanfaatkan kekayaan Kerajaan Benedicte mengakibatkan kekalahan Kerajaan Benedicte nantinya karena di serang dari dalam dan luar .


" Baiklah sudah cukup obrolannya, mari kita mulai pembelajaran hari ini yang sudah sangat terlambat " kata Raja Damien mengubah topik


" Baik " jawabku mengangguk sambil tersenyum manis


" Kudengar kau sudah belajar tentang strategi penyerangan dan penyergapan dari Felix 2 minggu kemarin " tanya Raja


" Hanya dasar-dasarnya saja yang kupahami, maaf ayah aku sedikit lambat untuk mengerti " kataku pelan


" Tidak apa-apa, ini wajar bagimu yang baru belajar militer " kata Raja Damien menenangkan


" Kalau begitu ayah akan mengajarimu pertahanan kali ini " lanjutnya


Aku mengangguk setuju saja, Felix membuka laci lemari buku mengambil peta serta balok-balok alat peraga yang kemarin kami gunakan . Kamipun mulai pembelajaran tentang strategi pertahanan di perbatasan yang sedang di gunakan saat ini .


Kami belajar sejenak ketika waktu makan siang tiba, aku meminta para pelayan untuk mengirimkan makanan di ruang belajarku agar tidak membuang banyak waktu . Selesai makan siang dengan cepat, kami pun melanjutkan pembelajaran hingga sore harinya .


Sesuai pembelajaran Raja Damien pun kembali ke istananya untuk mengurusi dokumen-dokumen yang tertunda . Aku kembali ke istanaku untuk berbersih diri dan beristirahat santai menunggu makan malam bersama, aku berbaring santai di ruang tehku sambil membaca buku cerita yang kulempar tadi pagi hahaha...


Hingga waktu makan malam tiba, Deenna dan Blance membantuku berganti gaun formal yang elegan juga menata rambutku dengan cantik . Aku berjalan menuju ruang makan di istana utama, di sana terdapat Ratu Carrissa yang sedang menunggu seorang diri .


Aku berjalan menghampirinya lalu memberi hormat sopan, Ratu Carrissa tersenyum lembut melihatku . Aku menoleh ke kanan-kiri mencari keberadaan seseorang yang selalu datang bersama dengan Ratu, tapi aku tak melihatnya sedikitpun jadi aku berinisiatif bertanya pada Ratu Carrissa .


" Apa ayah belum datang ?? " tanyaku seraya duduk di kursiku


" Yang Mulia masih sibuk, mungkin sebentar lagi akan datang mari kita tunggu sebentar lagi " ujar Ratu Carissa hati-hati takut aku marah


Aku tersenyum ringan sama sekali tidak tersinggung dan segera mengangguk pelan menyetujui .


" Baiklah, ayo tunggu ayah datang " kataku ringan


Kami mengobrol tentang bunga-bunga di taman kerajaan yang sedang mekar, bunga mana yang sedikit layu, bunga mana yang perlu diganti, taman mana yang perlu di renovasi dan sebagainya hingga tak terasa setengah jam sudah terlewati .


Raja Damien akhirnya menampakkan dirinya, ia berjalan tergesa-gesa menuju ruang makan . Tampak wajahnya penuh dengan kelelahan tapi ketika ia melihat 2 orang malaikatnya, kelelahan dan semua bebannya menghilang seketika .


" Maaf membuat kalian menunggu lama " ujar Raja Damien sambil berjalan kesini


" Yang Mulia sedang mengurus hal yang penting, jadi tentu saja kami harus mengerti " ujar Ratu Carissa lembut dan sopan


" Apa kalian sudah makan ?? " tanya Raja Damien spontan ketika melihat hanya cangkir teh yang ada di atas meja


" Kami menunggu anda untuk makan malam bersama-sama " kata Ratu Carissa lembut


Akupun tersenyum ke arah Raja Damien sambil menganggukkan kepala setuju . Raja Damien yang mendengarnya, sedikit terkejut lalu senang lalu menjadi khawatir .


" Ini sudah larut, seharusnya kalian makan duluan saja " ujarnya pelan


Raja Damien duduk di kursi utama lalu memanggil para koki istana agar segera menyajikan hidangan makan malamnya . Aku melempar senyum dan bersikap manis menanggapinya .


" Jika saya dan ibu makan lebih dulu, maka rasa makanannya tidak akan seenak biasanya " ujarku manis


Raja Damien menatapku, ia merasa semakin menyesal memikirkan perkataan dinginnya tadi pagi padaku hanya karena hal-hal sepele . Raja Damien berfikir seharusnya ia bisa lebih sabar akan sikapku yang kurang sopan, bagaimanapun aku masihlah anak-anak yang baru tumbuh dewasa, jadi wajar jika sikapku kurang dewasa .


Raja Damien semakin melembutkan tatapannya lalu tersenyum lemah . Ia berjanji dalam hatinya bahwa akan lebih longgar padaku kedepannya, bagaimana pun juga aku adalah putri satu-satunya yang di milikinya .


" Baiklah mari kita makan dulu baru berbicara lagi " ujar Raja Damien segera setelah semua hidangan sudah di atas meja .


Kami pun memulai makan malam bersama, seusai makan dengan kenyang kami berbincang sedikit karena hari sudah larut kami pun segera kembali ke kesibukan masing-masing . Aku kembali ke istanaku untuk beristirahat dengan nyenyak sampai keesokan harinya .


Keesokan harinya Raja Damien sangat sibuk dengan pertemuan pagi para bangsawan jadi ia tak bisa datang mengajarku . Dan seperti sebelumnya, Felix menggantikan Raja Damien untuk mengajarku .


Felix mengajariku dengan cermat hal-hal kemarin yang diajarkan oleh Raja Damien, kini ia dapat berbicara dengan lancar . Kami menghabiskan waktu belajar, makan siang, dan belajar lagi hingga sore hari di ruang belajar saja sepanjang hari .

__ADS_1


Tak ada yang spesial ....


__ADS_2