
Curtis POV
" Tuan Muda, mohon ampuni kami ... !!! " katanya bergetar dalam sujudnya
Aku mengernyitkan alisku tak suka sikap berlebihan dari kedua orang di depanku ini, sejak awal aku tak bermaksud melakukan apa-apa, aku hanya ingin gadis menyebalkan ini segera menjauh dariku . Aku menghela nafasku keras dan bangkit berdiri meninggalkan mereka yang masih bersujud memohon ampun .
Aku melangkahkan kakiku menjauh dari keduanya tanpa berkata-kata, di kejauhan aku melihat gadis kecilku yang sedang melamun . Sepertinya ia tengah berfikir dengan serius, aku tersenyum dalam hati bertanya-tanya apa yang sedang di pikirkannya hingga membuat ekspresi yang begitu lucu di wajahnya sekarang .
Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati gadis kecilku dari arah belakang, ia tak menyadari sedikitpun jika aku sudah berada tepat di belakangnya .
' Sangat ceroboh ' batinku
Lalu tiba-tiba saja ia berbicara dengan keras tanpa aba-aba membuat semua orang di sekitar terkejut, termasuk juga aku .
" Bukankah ia menikah ketika seumurku !! " teriaknya
Aku terkejut dengan kata-kata yang diucapkannya, aku merasa ada yang salah dengan pendengaranku atau pemahamanku . Jadi aku bertanya dengan suara yang tertekan karena overthingking .
" Siapa yang menikah !!? " kataku datar
Clea nampak terlonjak terkejut ketika mendengar suaraku dari belakangnya, ia berbalik dengan wajah cemberut .
" Kakak tampan, kau mengagetkanku !! " serunya kesal
" Sejak kapan kau ada disini ??! " tanyanya lagi
" Sejak tadi " jawabku singkat, lalu mengernyitkan alisku lagi merasa gadis kecilku mengalihkan perhatian .
" Jangan omong kosong, aku tanya ' siapa yang menikah !!?? ' " tanyaku lagi
Cleo memiringkan kepalanya bingung, lalu bertanya balik " Siapa yang menikah ??!! "
Aku menghela nafasku kesal, lalu menjelaskan secara perlahan
" Lalu apa maksud perkataanmu tadi ?? " tanyaku berusaha sabar
Plok
Ia menepuk tangannya seolah mengingat sesuatu, aku mengernyitkan alisku bingung .
" Ah benar ...!!! aku hampir lupa " serunya antusias
Lalu gadis kecilku maju selangkah ke depanku, aku terkesiap ketika ia tiba-tiba menarik kerahku ke arahnya tanpa pemberitahuan . Mataku bergelombang dengan kejutan, kurasakan ujung telingaku mulai memanas . Aku menatap ke depan ke arah wajah cantik gadis kecilku yang kini hanya berjarak 5 cm saja .
Aku mencoba untuk menetralkan ekspresiku agar tak kehilangan kendali pada emosiku yang mulai beraduk, gadis kecilku memelankan suaranya dan mulai berbisik .
" Kau tahu gadis yang di peluk oleh anak perempuan kecil tadi yang bersama kita, di sana itu ialah ... ibunya " serunya antusias seolah menemukan sesuatu yang mencengangkan
Aku mengernyitkan alisku tak mengerti apa yang di maksudnya sebenarnya, Cleo yang melihatku tak langsung paham pun menjadi gemas .
" Ah ... kau ini !!! maksudku lihat anaknya saja berumur 4 tahun ... 4 tahun ...!! , jadi bukankah gadis di sana itu menikah ketika seumuran denganku ...!! " serunya terkejut
Aku yang mendengar penjelasannya panjang lebar, akhirnya mengerti apa yang di maksudnya . Aku menatapnya dengan datar, seolah itu bukan hal yang luar biasa dan memang itu bukan hal yang menarik . Hal ini sangat umum terjadi di rakyat jelata .
" Kakak tampan, kenapa terlihat tak terkejut sama sekali ?? " tanya bingung
Aku menaikkan sebelah alisku seolah berkata ' apa yang salah ?? '
Gadis kecilku terdiam sejenak, ia tengah berfikir setelah melihat reaksiku .
" Apa ini memang hal yang biasa ?? " gumamnya pelan
" Uhm " sahutku mendengar gumamnya
" Jadi karena itu, bocah kecil yang di rumah penjahit dan paman yang di kios permen mengira kita pasangan ?? " tanyanya yang terdengar seperti pernyataan
" Uhm " sahutku lagi
" Tapi kenapa ?? " tanyanya kini penasaran
Aku terdiam lalu melihat sekeliling . Tanpa kami sadari kini kami menjadi pusat perhatian dari wanita-wanita desa yang ada di sini . Aku terbatuk-batuk canggung, dan membuat semua wanita desa itu sadar . Mereka menoleh ke segala arah, untuk menghindari penglihatan kami .
" Nanti aku jelaskan . Sekarang ayo kita pergi ke sungai yang kau mau " ajakku
Seketika gadis kecilku melupakan semua pikirannya tadi, kini ia nampak sangat antusias ketika mendengar sungai yang di nantikannya sejak tadi .
" Ayo !! " serunya sambil mengangguk-angguk semangat
Setelah Cleo berpamitan dan mengucapkan terimakasih, kami berjalan ke arah sawah yang masih tertutup padi siap panen . Di kejauhan terlihat beberapa pria desa yang saling membantu untuk panen di sawahnya .
Kami berjalan di sepanjang sisi sawah, Cleo mulai menaikkan roknya agak tinggi untuk menghindari lumpur . Dan ketika kami sampai di pematang sawah, ia berhenti . Aku menolehkan kepalaku dan bertanya .
" Kenapa ?? " tanyaku bingung
" Lumpurnya sangat banyak, nanti sepatuku kotor " katanya bingung
Aku tahu ia bukannya mengeluhkan jalannya berlumpur dan ia jijik untuk lewat tetapi karena jalannya yang sangat berlumpur jadi bisa mengotori gaun yang ia kenakan saat ini . Aku pun paham jika apa yang ia kenakan sekarang tak boleh berlumpur jika tidak ia akan di curigai oleh pelayan keluarganya, dan berakhir menimbulkan masalah .
__ADS_1
Aku berlutut membungkukkan badanku dengan punggung menghadap padanya, lalu berkata dengan datar .
" Naik " kataku singkat
Cleo tersenyum senang dan melompat ke punggungku, ia mengalungkan lengannya ke leherku dan terkikik pelan . Aku berdiri perlahan dan berjalan dengan hati-hati di sepanjang pematang sawah .
" Apa yang kau tertawakan ?? " tanyaku pelan
Aku mencoba mengalihkan perhatianku sendiri dengan bertanya, karena kini gadis kecilnya berada di belakang punggungnya . Sangat dekat sehingga suara nafasnya pun terdengar jelas di telingaku, aku tak bisa mengendalikan emosiku . Jantungku berdetak dengan kencang, wajahku mulai memanas hingga aku hanya bisa menundukkan kepalaku agar gadis kecilku tak memperhatikannya .
Aku sungguh bersyukur dalam hati karena Cleo tak bisa menatapku dari depan, jika tidak ia akan langsung melihat ekspresiku yang telah jatuh hati padanya .
" Aku hanya senang " katanya riang
" Kenapa ?? karena di gendong ?? " tanyaku lagi
Cleo menggelengkan kepalanya, " Tidak ... kakak tampan, aku bukan anak kecil ... " rengeknya
" Lagi pula ini bukan pertama kalinya aku di gendong seorang pria " katanya lagi
degh
" Benarkah ... ??!! " kataku tercekat
" Uhm, kau yang ketiga " katanya lagi
" Hemm " gumamku
Aku berfikir seharusnya tadi aku tak berkata apa-apa, sehingga aku tak perlu mendengar hal-hal barusan .
Aku diam, kurasakan Cleo bersandar di pundakku dan mengeratkan lingkaran lengannya di sekeliling leherku . Pandanganku melonjak kembali, arus hangat kembali mengalir di dadaku .
" Tapi .... kau yang paling hangat ... "
degh
" Punggungmu yang paling hangat ..., dan aku merasa nyaman .... "
Aku terdiam terkejut, sampai suaranya kembali menyadarkanku
" Kakak tampan, jangan tanya kenapa ?? aku ... aku sendiri pun tak tahu "
" Mungkin, ketika bersamamu aku tak perlu khawatir apapun ... "
" Aku tak perlu menjaga sikapku, aku tak perlu menjadi terpintar, aku tak perlu menjadi yang tercantik, elegan dan sempurna ... aku ...."
" Aku ... aku bisa menjadi diriku sendiri ... menjadi Cleo yang sesungguhnya ... "
degh
degh
degh, degh
degh, degh, degh ...
" Kakak tampan, tetaplah bersamaku ... jangan berpaling dariku, bisakah ?? " tanyanya dengan suara lembut tapi sungguh-sungguh
Tenggorokanku kering, jantungku berdetak dengan keras hingga bisa di dengar siapapun . Kini aku mulai menyadari, mungkin gadis kecilnya sudah menyadarinya sejak awal . Aku menelan air liurku sedikit untuk membasahi tenggorokanku lalu memejamkan mataku erat dengan alis yang terajut rapat, mencoba sebisa mungkin mengendalikan emosiku .
" Uhm, aku ... aku akan selalu berada di sisimu " kataku dengan bergetar
Gadis di belakangku diam, aku bingung apa aku mengatakan sesuatu yang salah dan ketika aku akan bertanya ' ada apa ?? ' . Aku mendengarnya mulai terkikik pelan, aku mengerutkan alisku bingung .
" Hihihi ... kakak tampan, apa kau malu ?? suaramu bergetar tadi ... hihihi " katanya geli
Blusss
Wajahku langsung semburat malu, aku terbatuk-batuk gugup mendengarnya mulai tertawa dengan keras . Aku mengerutkan alisku erat dan menggeram untuk mengingatkannya .
" Tidak sopan " ujarku tertekan
" Hahahah ... ahahaha .... ah ... " bukannya diam ia malah tertawa semakin keras
Aku diam berusaha tak memperdulikannya lagi, setelah beberapa waktu akhirnya ia meredakan tawanya . Aku tak mengucapkan sepatah katapun, ia pun menyadari aku sedang kesal padanya .
" Kakak tampan, jangan marah " katanya membujuk
" Aku hanya sedang senang jadi aku tertawa dengan keras " jelasnya
Aku menghela nafasku dan bergumam pelan menanggapinya, menandakan aku tak marah .
' Mungkin, aku benar-benar tak sanggup untuk marah padanya ' batinku
Cleo pun terkikik senang kembali ...
.
__ADS_1
.
.
15 menit sebelumnya
Wanita di desa itu menatap dengan terkejut ketika Cleo tiba-tiba menarik kerah Curtis dengan beraninya, sangat jarang sekali ada seorang gadis yang bersifat seterbuka Cleo . Meskipun wanita-wanita desa itu tak tahu dengan pasti bagaimana sikap dan perilaku seorang bangsawan, tapi yang mereka tahu Cleo sedikit berbeda dari bangsawan lain yang pernah di lihat mereka .
Seorang bangsawan biasanya akan bersikap meremehkan dan semena-mena pada penduduk desa seperti mereka, bahkan sikap Curtis yang tergolong dingin dan acuh tak acuh pun di salah pahami oleh mereka . Tapi setelah melihat interaksi kami secara langsung yang terlihat sangat intim dan dekat pun mengubah pola pikir mereka terhadap Curtis .
Tuan Muda Colombain ialah seorang bangsawan pertama yang berasal dari penduduk desa Raives, bahkan keluarganya ikut membantu perkembangan desa Raives . Sehingga penduduk desa setempat sangat menghormati Keluarga Bangsawan Colombain, meskipun kini situasi keluarga tersebut jatuh karena Kepala Keluarganya tewas di peperangan dulu .
Curtis yang menggantikan posisi sebagai Kepala Keluarga bersikap dingin dan datar pada semua orang sejak ia kecil, oleh karena itu tak ada penduduk desa Raives yang akrab dengannya . Mereka hanya tahu jika Tuan Muda tak suka di dekati orang asing, jadi ini pertama kalinya mereka melihat Tuan Muda dingin itu begitu patuh pada seseorang .
Bahkan ia tak memperlihatkan tatapan mematikan andalannya kepada Cleo . Begitu pun dengan bibi 2 dan gadis pantat monyet yang sudah bangkit berdiri ketika Curtis pergi . Betapa terkejutnya gadis pantat monyet itu ketika ia melihat pria yang di kaguminya dan ingin sekali di ajaknya bicara meskipun hanya sekali seumur hidupnya, menatap seorang gadis lain dengan sorot mata yang penuh kasih sayang .
Gadis pantat monyet itu menggertakkan giginya dengan wajah memerah kesal dan tak terima . Bibi 2 yang melihatnya seperti itu segera memarahi untuk membuatnya sadar .
" Jangan bermimpi ... !!! mereka bukan orang yang bisa kau gapai, meskipun itu hanya ujung sepatunya !!! jangan buat masalah, kau sudah beruntung tadi Tuan Muda tidak berurusan denganmu " katanya panjang lebar
Gadis pantat monyet itu pun hanya bisa menggertakkan giginya, ia lalu menunduk sedih dengan mata yang berkaca-kaca . Wanita-wanita desa itu pun segera mengalihkan fokusnya ketika pandangan Curtis yang datar menyapu mereka yang sejak tadi memperhatikan kedua orang tersebut .
Cleo yang belum mendapatkan penjelasan secara lengkap di alihkan perhatiannya kembali ke tujuan semula, Cleo berpamitan pada wanita-wanita petani itu lalu mulai menyusuri pematang sawah bersama Curtis .
Cleo POV
Aku mengernyitkan alisku dan berhenti sambil menatap jalan di tengah-tengah area sawah yang sangat berlumpur .
' Aku tak bisa melewatinya ... jika kupaksakan akan ada noda lumpur di sepatu dan gaunku ... ' pikirku
' Tapi ini jalan satu-satunya ... ??!! ' pikirku frustasi
Curtis bingung yang melihatku berhenti berjalan tiba-tiba lalu terdiam sambil menatap jalanan yang berlumpur di depanku .
" Kenapa ?? " tanyanya bingung
" Lumpurnya sangat banyak, nanti sepatuku kotor " kataku kesal
Curtis yang segera memahami masalahnya, ia lalu berbalik dan berlutut menawarkan punggungnya padaku .
" Naik " katanya singkat
Aku tersenyum senang dan dengan senang hati melompat naik ke punggung Curtis yang lebar . Aku mengalungkan lenganku dengan nyaman di pundak Curtis yang kokoh . Kami berjalan di sepanjang pematang sawah, jalan yang sempit dan licin tak berpengaruh pada Curtis .
Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah lalu kembali terpusat ke arah depan, tiba-tiba aku menyadari sesuatu yang terlihat menggemaskan . Daun telinga Curtis sangat merah padam, semburan rona itu bahkan menyebar hingga ke lehernya . Aku tak bisa mengendalikan diriku dan tertawa kecil .
" Apa yang kau tertawakan ?? " ujarnya dingin
Aku melihatnya yang berusaha tetap menjaga ekspresi acuh tak acuhnya dan nada bicaranya yang dingin kepadaku seolah tak terjadi apapun, membuat insting jahilku kembali menyala .
" Aku hanya senang " kataku nyaring
" Kenapa ?? karena di gendong ?? " tanyanya lagi menggoda dengan datar
Aku menggelengkan kepalaku pelan lalu terpikir Curtis tak bisa melihatnya, jadi aku berbicara dan segera mengelak membebaskan diri dari godaannya
" Tidak ... kakak tampan, aku bukan anak kecil ... " kataku tak terima
" Lagi pula ini bukan pertama kalinya aku di gendong seorang pria " tambahku tanpa berfikir
" Benarkah ... ??!! " tanyanya dingin
" Uhm, kau yang ketiga " sahutku menjelaskan
" Hemm " gumamnya singkat
Curtis terdiam, suasana menjadi hening dan canggung . Membuatku mulai berfikir ' apa aku salah mengatakan sesuatu ??!! kenapa aku merasa kakak tampan sedang kecewa padaku ??!! ' .
Aku mengeratkan pelukanku pada leher Curtis, lalu menyandarkan kepalaku pada pundaknya dan mulai membujuknya .
" Tapi .... kau yang paling hangat ... "
" Punggungmu terasa yang paling hangat ..., dan aku merasa nyaman .... "
Curtis diam, mungkin masih marah . Jadi aku terus melanjutkan kata-kataku dan mulai mengungkapkan dengan jujur perasaanku padanya, sambil berharap ia tak marah lagi ....
" Kakak tampan, jangan tanya kenapa ?? aku ... aku sendiri pun tak tahu "
" Mungkin, ketika bersamamu aku tak perlu khawatir apapun ... "
" Aku tak perlu menjaga sikapku, aku tak perlu menjadi terpintar, aku tak perlu menjadi yang tercantik, elegan dan sempurna ... aku ...."
" Aku ... aku bisa menjadi diriku sendiri ... menjadi Cleo yang sesungguhnya ... "
Aku terdiam sejenak, menemukan sesuatu yang mengejutkan . ' kenapa detak jantung Curtis sangat cepat ?? ' batinku bingung .
" Kakak tampan, tetaplah bersamaku ... jangan berpaling dariku, bisakah ?? " tanyanku dengan tulus
__ADS_1