
" Uhuk ... Nona ini, sepertinya ada kesalahpahaman di antara kita " katanya perlahan dengan wajah yang memerah malu-malu sambil menatapku
Aku mengerutkan dahiku jijik pada sikap tidak tahu malu gumpalan lemak ini, apa dia kira aku buta dan bodoh sepertinya ??
" Jangan menutupi kebenaran !!! Aku melihat dengan jelas, keretamu melaju dengan kencang tanpa memperhatikan keselamatan orang lain " kataku sarkas
Gumpalan lemak itu bersikap seolah-olah sedang dituduh, ia dengan tidak tahu malunya justru mempertanyakan kata-kata faktaku dan memutarbalikkan menjadi tuduhan . Disertai dengan wajah cabul yang memerah .
" Nona, sepertinya anda keliru . Bagian mana dari perbuatanku yang terlihat membahayakan keselamatan orang lain ?? " katanya munafik
Aku terkejut mendengar kata-kata yang seolah tidak tahu apa-apa dan dia tidak berhubungan sama sekali dengan kejadian ini .
" Kau hampir menabrak anak kecil itu !! " teriakku tidak sabar sambil menunjuk seorang anak kecil yang masih berlutut dengan ibunya di tanah tapi kini mereka nampak ketakutan, hanya saja aku tak memperhatikannya sekarang .
Gumpalan lemak itu hanya melirik sebentar pada kedua orang biasa yang berlutut di atas tanah dengan gemetar ketakutan, ia sama sekali tak menyadari ada orang lain di sini . Bagaimana bisa ia mempunyai perhatian lain jika ada ada gadis secantik ini berdiri di depannya .
" Ah ... anak itu, dia sendiri dengan bodohnya melompat ke depan keretaku " katanya setelah melirik dengan acuh tak acuh
" Apa kau kira aku bisa kau bodohi, mana ada orang yang mencari kematiannya sendiri ?!! Dan juga kau bisa menyuruh kusirmu untuk berhenti agar tidak menabraknya tapi kalian tetap melaju meskipun kau tahu anak itu akan mati tertabrak " sentakku penuh emosi
Gumpalan lemak itu kini mulai tersulut emosinya dengan kata-kataku yang menghinanya secara terang-terangan .
" Lalu apa ??!! Bahkan jika anak itu mati, itu kesalahannya sendiri !! " teriaknya mulai emosi
Tapi segera ketika ia melihat wajah cantikku, ia menarik nafas dalam-dalam dan berusaha sabar .
" Nona, ini hanya hal-hal kecil . Baiklah .. ini kesalahan kusirku yang ceroboh di sini oke, dan juga nona tak bisa menyimpulkan keadaan seorang diri seperti ini . Kita harus menanyakan pendapat dari korbannya secara langsung, bukankah begitu ?? " tanyanya dengan senyum licik
Aku mengerutkan dahiku dengan erat ketika melihat wajahnya yang menjijikan dengan senyum licik di mulutnya yang licin, tapi aku tak bisa mengatakan apapun atau membantah kata-kata yang sombong itu . Aku hanya bisa mendengus dan membuang mukaku .
Gumpalan lemak itu merasa puas ketika aku tak bisa membalas kata-katanya, lalu ia mengalihkan perhatiannya pada dua orang yang berlutut di bawah . Ia memandang dengan rendah pada mereka dan berkata dengan tidak sabar .
" katakan padaku, kejadian ini aku yang berniat mencelakakan anakmu atau kesalahpahaman dan kecerobohan anakmu saja " katanya dengan angkuh dan keras
Wanita paruh baya yang berlutut di tanah gemetar hebat, wajahnya pucat pasi ketika gumpalan lemak bertanya padanya . Anak perempuan kecil yang tadi terlihat cerewet, sekarang hanya menunduk bersembunyi di belakang ibunya . Sepertinya ia tahu kalau ia telah menimbulkan masalah .
Wanita paruh baya itu mendongak lalu segera bersujud dengan keras, " ampun tuan muda, ini hanya kesalahan yang rendah ini . Yang rendah ini telah membuat masalah kepada anda, yang rendah ini akan menebusnya dengan nyawa hamba tapi dengan berani memohon untuk melepaskan anakku . Tuan Muda mohon lihatlah usianya yang masih muda dan ampunilah ia " katanya memohon
Aku mendengar dan tercengang pada kata-kata wanita paruh baya itu, walaupun Cleo tahu jika bangsawan selalu bertindak sombong dan semena-mena tapi ini di depan umum bukan satu dua orang saja yang melihat kereta kuda itulah yang salah . Bagaimana ia bisa mengakui sesuatu yang bukan kesalahannya, ini sungguh tidak dapat di terima olehnya .
" Kamu !!! apa yang kamu katakan, bagaimana kamu bisa mengatakan putrimu yang salah . Dia hampir mati, kamu melihatnya sendiri !!! Dan kamu disini sekarang masih menyalahkannya ??!! " teriakku marah
Wanita itu tercengang, badannya semakin gemetar . Ia melihatnya padaku dengan tatapan penuh penyesalan dan tidak berdaya, tapi ia hanya bisa menundukkan kepalanya tidak mengatakan apa-apa lagi .
" Baik ... bagus sekali, terserah kalau begitu " dengusku kasar
Gumpalan lemak tersenyum penuh kemenangan, matanya menyipit puas . Lalu ia kembali melihat ke arahku, dengan wajah senyum .
" Sekarang kesalahpahaman sudah terselesaikan, nona ini boleh aku tahu namamu ?? " tanyanya dengan penuh senyum
Aku meliriknya jijik tidak berniat menjawab, gumpalan lemak itu tidak tersinggung . Ia masih dengan sabar berbicara padaku .
__ADS_1
" Ah ... Apakah kau bangsawan baru di ibukota, tidak masalah . Biar kuperkenal diriku padamu, aku adalah ... "
Kata-kata belum selesai ketika aku sudah melenggang pergi . Gumpalan lemak marah, ia marah karena aku mengacuhkannya dan bersikap kasar . Selama ini ia selalu di hargai kemanapun ia pergi, tapi gadis kecil di depannya bukan hanya tidak mengenalinya, memarahinya, sekarang juga mempermalukannya di depan umum . Gumpalan lemak sudah tidak bisa menahan amarah dan meledak emosi .
" Siapa yang menyuruhmu pergi !!!?? " teriaknya menggelegar
" Urusanmu adalah dengannya " kataku menunjuk wanita paruh baya dan anaknya di atas tanah, " aku tidak ada hubungannya, tentu saja aku pergi " lanjutku acuh tak acuh dan berbalik akan berjalan ketika tiba-tiba ..
" Beraninya kau mengacuhkanku, ****** kecil !!! " teriaknya marah sambil melayangkan cambuk kuda ke arahku .
Aku yang berlatih beladiri beberapa bulan ini tentu saja bukan untuk pajangan belaka, tubuhku bergerak melompat ke samping menghindari cambuk dengan mudah .
" Kamu, apakah kamu ingin mati !!! Beraninya kau memukulku ??! " geramku marah
Gumpalan lemak yang mendengarnya mengira aku sedang mengancamnya menggunakan statusku, tapi gumpalan lemak yang selalu berada di atas tidak merasa status gadis kecil di depannya lebih tinggi darinya . Karena gumpalan lemak sudah melihat wajah putra putri bangsawan kalangan atas di berbagai pesta jamuan, dan gadis di depan walaupun ia sangat cantik tapi ia belum melihatnya di keluarga bangsawan atas manapun . Jadi ia tidak takut sama sekali .
" Kamu hanya ****** kecil yang mempunyai sedikit wajah cantik, tapi kamu tidak tahu terimakasih dan mengancam keponakan bangsawan Crylle . Katakan dari keluarga mana kamu berasal !!! Aku pastikan kau dan seluruh keluargamu akan menanggung akibatnya karena membuat marah tuan muda ini !! " katanya dengan sombong
Aku menatapnya datar, mengankat sebelah alisku meremehkan ' ah punya sandaran kokoh, pantas saja begitu sombong ' batinku
" Kamu ingin tahu namaku ... " kataku perlahan, lalu tiba-tiba tersenyum miring " TIDAK LAYAK !!! " sarkasku kejam menatap rendah padanya .
Gumpalan lemak tercengang, ia tidak menyangka perkataan sekasar itu keluar dari mulut gadis dengan wajah yang sangat cantik . Aku melihat wajah gumpalan lemak merah padam marah, ekspresinya berubah-ubah tapi terlihat sangat jelek .
Semua orang yang memperhatikan kejadian dari awal menarik nafas dingin, mereka sangat ketakutan . Gadis kecil cantik itu sangat berani, tapi ia menyinggung orang yang salah . Semua orang berfikir nasib gadis itu akan menyedihkan nanti .
Aku tahu aku telah membuat marah lemak babi di depanku, tapi aku tak mengira itu hal yang berbahaya . Walaupun pria di depanku lebih tua dariku, tapi ia terlihat seperti hal yang tidak berguna . Jadi kupikir aku bisa mengalahkannya dan juga aku masih punya kartu truf terakhir .
Sudah lama sejak aku menyelinap keluar, Deenna mungkin sudah menyadarinya dan melaporkan pada Raja dan Ratu, mungkin juga prajurit istana sudah mulai mencariku di mana-mana . Awalnya aku ingin kembali dengan diam-diam, tapi dengan segala kegaduhan ini ...
" KAMU !!!! AKAN KUPUKUL KAU SAMPAI MATI !!! " teriaknya murka mengangkat cambuk ke arahku
" Aaaaaahhhh ... !!!!!!!! " Semua orang memekik ngeri melihat cambuk kuda yang akan mencapaiku .
Aku tidak siap dan terkejut, tidak sempat menghindar jadi aku hanya mengangkat lenganku untuk berlindung . Tapi tiba-tiba sebuah bayangan berdiri di depanku menggantikanku menerima cambukan yang penuh amarah .
" akh ... " jerit kesakitan orang itu lalu tersungkur kembali di samping .
Aku terkejut melihat siapa orang itu, itu adalah wanita paruh baya ibu dari anak kecil tadi . Mungkin ia tidak berdaya dengan kekuasaan tapi bukan berarti dia tidak tahu balas budi, wanita paruh baya itu menggunakan lengannya untuk menangkis cambuk kuda yang besar . Luka menganga yang mengerikan terlihat di kedua lengannya, segera darah mengalir tumpah membasahi tanah . Anak kecil melihat ibunya terluka segera berlari sambil menangis, meraung kesisi ibunya
" ibuuu ...... !! "
Gumpalan lemak terkejut sesaat lalu mengumpat sumpah serapah mengutuk wanita dan anak kecil yang tergeletak di tanah .
" Dasar orang rendahan !!! Beraninya kau menentangku !!! kupukul kau !!! Ku pukul sampai mati !!! " teriaknya sambil melayangkan cambuk secara gila-gilaan pada wanita paruh baya itu
Wanita paruh baya sangat sadar dengan perbuatannya, ia menjadikan nyawanya sendiri sebagai tameng untuk gadis cantik baik hati yang sudah menyelamatkan putrinya . Ia tidak menyesal dan pasrah menerima setiap cambukan penuh amarah yang di layangkan oleh tuan muda bangsawan, sambil memeluk putrinya yang menangis pilu di pelukannya agar tidak terluka .
Aku terkejut dengan adegan kejam dan tidak berperikemanusiaan di depanku, punggung wanita paruh baya sudah penuh luka . Darah merah tersebar di mana-mana, seketika amarah menyelimutiku .
" HENTIKAN !!! " raungku
__ADS_1
Nafasku tersengal-sengal, wajahku memerah, menatap nyalang penuh aura membunuh . Gumpalan lemak merasa ketakutan melihatku, ia tanpa sadar mundur beberapa langkah . Tapi otaknya yang bodoh tetap tidak ingin kalah, jadi ia maju selangkah kembali .
" APA ?? Kau ingin memohon untuk mereka ?? Baiklah, coba saja berlutut dan jilat sepatuku, mungkin aku bisa memikirkannya kembali !! " katanya angkuh
Tiba-tiba aku tenang lalu tersenyum dengan indahnya, aku maju dengan perlahan . Gumpalan lemak yang melihatku maju sambil tersenyum, mengira aku ketakutan dan berbalik akan menyanjung dan menyenangkannya . Jadi ia berdiri diam menunggu sambil tersenyum senang .
Ketika sudah berada satu langkah di depan gumpalan lemak, ekspresi indahku jatuh, berubah menjadi di dingin dalam sekejap mata .
" Kau sampah tidak berguna ingin aku berlutut ?? bermimpilah .... Sudah terlambat, kau sudah membuatku marah besar . Bahkan jika seluruh keluargamu berlutut, aku takut kepalamu tidak akan terselamatkan " bisikku di depan wajahnya
Gumpalan lemak gemetar, ia mengangkat tangannya yang gemuk akan memukul wajah cantik berbisa di depannya . Tapi, ketika tangannya masih di udara tiba-tiba sebuah anak panah melesat melewati sisi gadis kecil di depannya dan langsung menancap menembus tepat di tangannya yang masih di udara .
Segera rasa sakit yang tidak terkatakan menyebar dari arah tangannya, darah tumpah menetes deras jatuh ke atas tanah . Rasa sakit yang tidak tertahankan membuat gumpalan lemak itu jatuh berlutut di tanah sambil mencengkram tangannya yang tertembus panah . Teriakkan mengerikan segera memenuhi tempat itu ...
" Aaaaaakkkkhhhhh ....... "
Aku terkejut lalu bergumam kecil " ah ... Sudah datang rupanya "
Aku berbalik, melihat ke jalan kosong di belakang . Tak lama derap kaki sekelompok kuda, di sertai dengan suara langkah kaki berat sejumlah prajurit terdengar di kejauhan . Tak lama sebuah pasukan yang cukup besar terlihat, di bagian paling depan Kapten Felix memimpin dengan sepuluh orang prajurit berkuda di belakangnya, dan lebih dari dua puluh prajurit ibukota yang berlari mengikuti di belakang pasukan kuda .
Kapten Felix menenteng sebuah busur besi yang besar di tangannya, panah yang mengenai tangan gumpalan lemak ialah yang menembakkan .
Kapten Felix berhenti sekitar tiga meter di depanku, pasukan di belakangnya otomatis berhenti juga, lalu ia melompat turun dari kudanya di ikuti sepuluh orang pasukan berkuda, ia manatap penampilanku sejenak, aku tersenyum membalasnya lalu ia maju lima langkah dan ...
Bruk
Kapten Felix berlutut tunduk sambil berkata " Yang Mulia Putri "
Sepuluh pasukan elit segera mengikuti, " Hamba memberi salam pada Yang Mulia Putri "
Segera seluruh pasukan ibukota berlutut serempak . Semua orang tercengang, rakyat biasa merasa seperti sedang naik rollercoaster hari ini . Jantung mereka berulang kali berhenti, terkejut karena serangkaian kejadian yang terpampang di depannya .
" Putri ... "
" Yang Mulia Putri ... "
Gumam seseorang tanpa sadar, lalu semua orang di sisi jalan yang hanya berdiri menonton sejak tadi mulai gemetar ketakutan, lalu dengan serangkaian ' bruk ' mereka bersujud serempak . Suasana tiba-tiba sunyi, aku menghela nafas keras lalu berkata pada Kapten Felix .
" Kapten Felix cepat berdiri, bantu aku membereskan masalah di sini " kataku pusing
Gumpalan lemak gemetar ketakutan, wajahnya pucat pasi tampak semakin tidak sedap di pandang . Walaupun statusnya tidak rendah, tapi untuk masuk ke istana adalah hal yang mustahil baginya, apalagi bertemu dengan Putri ... . Namun, nama Kapten Felix sudah terkenal di mana-mana ...
Gumpalan lemak ketakutan, alam bawah sadarnya mengatakan bahwa ia pasti akan mati .... . Tidak kuat dengan kenyataan, gumpalan lemak pingsan begitu saja . Tidak ada orang yang peduli, bahkan meliriknya .
Felix bangkit, ia menoleh ke belakang sedikit lalu berkata pelan " bereskan "
" Baik " ucap seorang yang berada di paling kanan deretan pasukan khusus .
Felix melirik sejenak padaku, melihat penampilanku yang agak berantakan, tanpa basa-basi ia melepas jubahnya lalu tiba-tiba ragu-ragu akan memberikannya padaku atau tidak . Aku yang melihatnya, tanpa sungkan menyambar langsung jubah yang masih ada di tangannya .
" Terimakasih " kataku pelan
__ADS_1
Aku segera memakainya dan menutupi diriku erat, Kapten Felix terbatuk canggung lalu kembali ke ekspresi datarnya .
" Yang Mulia Putri silahkan ... " katanya menuntunku ke arah kudanya