
Musim dingin datang lagi , dan sebentar lagi aku akan berusia 11 tahun . Para pelayan sangat antusias menyiapkan pesta kecil di istana untuk ulang tahun ku. Banyak hadiah-hadiah yang setiap tahunnya selalu menumpuk di ruang tamu istanaku.
Tahun ini Albert mengirim jepit rambut permata yang sangat cantik berserta buket bunga mawar putih, aku langsung memakai jepitannya, dan menaruh mawarnya di vas kamar tidurku . Kami sekeluarga makan bersama , di lanjutkan dengan makan menara kue stroberi yang di buat khusus oleh koki istana setiap tahunnya . Suasana berlangsung sangat gembira, hingga Ratu Carissa bertanya .
" Clea, apa yang kau inginkan tahun ini sebagai hadiah ulangtahun mu ? " tanya Ratu sambil tersenyum
" Tapi berjanji lah dulu bahwa ibu akan mengabulkan nya " tanya ku balik
" Hihihi tentu saja sayang, ibu akan mengabulkan nya asal itu bukan hal yang mustahil " jawab Ratu sambil tertawa
" Ayah Ibu, Clea ingin belajar strategi militer dan beladiri " kata ku tegas
Raja Damien berhenti, meletakkan alat makannya dan memandangku, senyuman Ratu Carissa menghilang di wajahnya . Aku tetap menatap mereka dengan menyakinkan bahwa aku sedang tidak bercanda .
" Tidak bisa, hanya seorang putra mahkota saja yang bisa belajar militer di keluarga kerajaan " tolak Raja Damien langsung
" Tapi aku satu-satunya pewaris kekaisaran " bantahku
" Tapi kau seorang putri sayang " jawab Ratu Carissa halus
" Jika begitu jadikan saja aku Putri Mahkota " jawabku frontal membuat semua orang terkejut .
Ratu Carissa langsung pucat, para koki serta pelayan sudah keluar dari tadi, tersisa Deenna yang berdiri di belakangku gemetar ketakutan karna pernyataanku, serta Felix kesatria pribadi Raja yang mengernyit sambil melirik ke arahku . Semua orang masih diam, Raja Damien masih menatap ku seolah sedang melihat rencanaku aku pun balik menatap nya tak gentar .
.
.
Hening sesaat,
.
.
" Kau sudah memutuskan ini dari lama " ucap Raja seolah menyatakan bukan menanyakan pertanyaan kepadaku
" Ya " jawabku tegas menyatakan niatku yang sesungguhnya
" Pergi !!! renungkan semua ucapan mu tadi di kamarmu !! " bentak Raja Damien
Aku terkejut sesaat, ini adalah pertama kalinya sejak aku tiba di sini Raja Damien membentakku . Setelah terkejut sejenak, aku tersadar lalu memberi hormat pada Raja dan Ratu lalu pergi ke arah kamarku .
" Clea ... " panggil Ratu Carrissa pelan .
Tapi aku tetap berjalan lurus dan tidak menoleh seolah-olah aku tidak mendengar nya .
Raja Damien bangkit dari tempat duduknya , dengan raut wajah yang rumit . Tinggallah Ratu Carissa masih terduduk sedih sendirian di meja makan itu . Makan bersama di acara ulangtahun yang menggembirakan malah berakhir dengan kekacauan .
Di dalam ruang kerja, Raja Damien duduk termenung memikirkan perkataan putri nya tadi . Clea sudah memutuskan untuk ingin menjadi pengganti nya, ia tak bisa menolak ataupun membantah nya secara langsung karna dia sendiri menyadari bahwa ia bukanlah pewaris sesungguhnya dari Kekaisaran Benedicte dan sekarang putrinya pewaris darah kekaisaran asli ingin menjadi seorang Raja .
__ADS_1
Bukan hal yang mustahil sebenarnya bagi Clea untuk menjadi seorang Kaisar wanita karna banyak kerajaan yang menjadikan wanita sebagai kaisar, tetapi mereka adalah kerajaan kecil dan cenderung di pandang lemah oleh kekaisaran lain .
Sedangkan Kekaisaran Benedicte adalah kerajaan kaya yang mempunyai pertambangan penghasil berlian terbesar di bandingkan kerajaan lainnya . Mantan Raja terdahulu pun menyadari hal ini sehingga dia tidak menjadikan putrinya Carissa seorang Kaisar wanita dikarenakan sifatnya yang lembut, sedangkan Kerajaan Benedicte membutuhkan seorang Raja yang tegas untuk melindungi Kekaisaran .
Sang mantan Raja pun memutuskan mengangkatnya yang berasal dari keluarga militer untuk mengajari dan melatihnya seorang diri untuk di jadikan seorang penerus tahta yang setia pada pewaris darah keluarga kekaisaran . Terlalu larut dengan pikirannya Raja Damien tidak mendengar jika pintu ruangan di ketuk hingga Felix menegurnya .
" Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu datang untuk bertemu " ujar Felix melaporkan
" Persilakan masuk " jawab Raja Damien
Ratu Carissa masuk dengan perasaan cemas dan sedih yang tergambar jelas di raut mukanya .
" Yang Mulia... " ujar Ratu pelan .
Raja Damien pun tersenyum menenangkan, lalu menuntun Ratu untuk duduk di sofa .
" Anda tidak perlu cemas, aku sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan Clea . Aku mengerti dengan maksud dari gadis itu, aku akan berbicara lagi dengannya besok untuk melihat apa ia sudah yakin dengan keinginannya . Ada aku di sini, anda tidak perlu memikirkan apapun jagalah kesehatanmu sendiri " ujar sang Raja menenangkan .
Meskipun Raja Damien sudah menjadi Kaisar ia tetap memperlakukan Ratu Carissa dengan sopan .
" Aku mengerti " kata Ratu sambil mengangguk
Ratu Carissa sadar bahwa sifat Clea tidak sama dengannya yang lemah . Ratu Carissa bersandar pada pundak Raja Damien seraya berpikir bahwa dia beruntung mempunyai pasangan yang dapat di andalkan nya dalam situasi apapun .
" Andai saja kita memiliki seorang putra " celetuk Ratu tiba-tiba
" Membuatnya ??? " tanya Ratu bingung lalu menoleh melihat Raja Damien yang tersenyum penuh arti . Dia tiba-tiba mengerti lalu wajahnya berubah merah dan menundukkan kepalanya .
Raja Damien yang melihat pasangan nya malu, ia pun menggoda " Ratuku, bisakah aku mendapatkan nya sekarang ?? " bisik Raja Damien di telinganya, Ratu Carissa pun mengangguk pelan sambil menunduk wajahnya semakin merah sampai ketelinga .
Raja Damien yang mendapatkan izin pun, mengangkat Ratu Carissa dan mendudukkannya di pahanya sambil memeluk pinggangnya agar tidak jatuh Ratu Carissa sedikit terkejut ketika Raja Damien mengangkatnya sehingga memekik pelan , ia pun memegang pundak suaminya yang kokoh itu seraya menatapnya . Raja Damien mengangkat tangannya untuk membelai pelan pipi istrinya yang halus itu takut melukainya dengan telapak tangannya yang kasar .
" istriku sangat cantik " katanya lembut
Ratu Carissa tersenyum sambil memiringkan kepalanya menggosok pipinya di telapak tangan Raja dia bersikap manja . Pandangan Raja Damien pun menggelap dia menarik pinggang istrinya itu lalu mencium perlahan bibirnya yang persis sama dengan putrinya itu, Ratu Carissa menanggapinya dengan mengalungkan tangannya ke leher Raja Damien .
Ciuman itu semakin dalam hingga saling ******* bibir , lalu Raja Damien mengigit sedikit bibir bawah Ratu sehingga mulutnya sedikit terbuka, Raja Damien pun langsung memasukkan lidahnya melilit lidah mungil Ratu menggodanya dan menjelajahi setiap rongga mulutnya lalu ******* dan terus ******* habis hingga Ratu Carissa kehabisan napas baru ia melepaskannya .
Lalu ia beralih ke leher jenjang nan putih Ratu Carissa menjilatinya, mengigit kecil sehingga meninggalkan banyak tanda merah yang kontras dengan kulit Ratu yang putih bersih . Raja Damien melepas korset atas pakaian Ratu, dan merobek kasar pakaian dalamnya hingga terpampang lah tubuh telanjang bagian atas Ratu Carissa yang terawat dengan baik meskipun ia tidak muda lagi, tangan Raja Damien berkeliling di sekitar payudara Ratu Carissa mengelus dan meremasnya pelan Ratu Carissa memekik pelan, lalu ia mengubur wajahnya di pundak Raja Damien .
Raja Damien yang melihat istrinya sudah siap pun menggendongnya di lengan dan membawanya ke ruang istirahat pribadinya untuk melanjutkan kegiatan mereka .
Di sisi lain Clea berjalan ke arah kamarnya dengan marah, ia marah karena sikap orang tuanya yang seperti tidak mengijinkan ku menjadi Putri Mahkota . Di belakangnya Deenna yang mengetahui persoalan menunduk takut berbicara tapi khawatir dengan keadaan sang Putri maka ia sesekali melirik cemas ke arahnya . Tiba-tiba Putri Clea yang berjalan di depannya berhenti, lalu berbalik seraya berkata
" Aku tidak akan ke kamar, aku akan pergi ke perpustakaan " kata Clea tiba-tiba
" Putri, say.. " belum selesai Deenna berkata di potong oleh Clea
" Apa ?? kau berani melarangku sekarang ?? " tanya Clea sengit
__ADS_1
" Tidak Putri, hamba ini tidak berani melakukannya " Ucap Deenna takut
" Sudahlah lupakan, tidak perlu menemani ku aku tidak apa-apa, aku hanya ingin sendiri untuk mendinginkan kepala ku " Ujar Clea cepat seraya berlalu menuju ke perpustakaan istana .
' Benar, aku tidak salah lalu kenapa aku harus merenungkan sikap ku di dalam kamar seperti bocah kecil ' batinku
Aku sampai ke perpustakaan istana, sudah bertahun-tahun aku tidak kemari lagi, ' di pikir-pikir lagi aku hanya kurang dari 3 bulan belajar di sini, baiklah aku akan melihat-lihat lagi dengan jelas sekarang ' pikirku masuk ke dalam, ku kunci pintu dari dalam agar tidak ada yang menggangguku . Aku berjalan-jalan di sekitar rak-rak buku sambil mengambil buku-buku yang terlihat menarik hingga aku sampai di bagian rak pojok dekat tangga yang menyimpan buku sejarah kuno berdebu karna jarang di sentuh .
Aku berjalan dan tersandung sedikit pada paku yang mencuat di ponjok rak buku . Aku mengumpat sambil menggosok jari kakiku yang sakit lalu menunduk mengambil buku ku yang terjatuh tadi tiba-tiba perhatian tertarik pada sebuah buku yang tidak berdebu sama sekali di pojok kolong rak buku yang kotor, kau tidak akan melihatnya jika kau tidak sungguh-sungguh menunduk hingga menyentuh lantai .
Aku berjongkok ingin mengambilnya dan ketika aku menariknya bukunya tidak bergerak seperti tertempel di lantai, aku mencoba menggesernya ke kanan-kiri tetap tidak bergerak, aku mengernyitkan bingung tapi semakin penasaran ' di angkat tidak bisa, di geser juga tidak bisa, bagaimana kalau di tekan' pikirku lalu menekan buku itu sedikit lalu buku itu tenggelam ke lantai bersamaan dengan bunyi ' jeglek ' yang terdengar keras di perpustakaan yang sepi itu .
Aku terkejut, jatuh terjengkang lalu berdiri tiba-tiba hingga melupakan bahwa ini rak buku pojok yang di atasnya ada tangga alhasil kepalaku terbentur anak tangga kayu di atas kepala ku.
Dugh,
" Sial !!! Ah... sakit " umpatku sambil mengelus-elus kepalaku .
Aku pun melihat-lihat sekeliling mencari asal suara tadi, lalu melihat ada celah di antar rak pojok depanku dengan rak buku sampingnya aku pun mencoba mendorong rak buku itu ternyata sangat mudah pikirku . Di belakang rak buku itu ada lorong panjang gelap yang tak tahu mengarah kemana, aku bimbang harus pergi atau tidak .
Hingga akhirnya tak tahu mengapa kakiku sudah masuk ke dalam lalu rak buku di belakang ku menutup otomatis, aku terkejut ketakutan berbalik tiba-tiba sambil meraba-raba panik dinding belakang rak buku, lalu tiba-tiba lampu kristal kecil di dinding menyala otomatis sehingga lorong itu terlihat terang, aku tetap mencari-cari tombol untuk membuka rak buku itu lagi ketika aku melihat lampu kristal kecil sebelah kanan agak redup dari kiri jadi aku mencoba menggerakkannya dan rak buku terbuka
" Huft.... sialan membuat ku takut setengah mati " ujarku sambil menghela nafas . Sekarang karna aku tahu rak buku bisa di buka dari dalam maka aku berbalik berjalan ke arah lorong yang panjang itu .
' Ada ruang rahasia di perpustakaan, apa aysh tahu ya ?? apa ini salah satu jalan keluar rahasia yang di gunakan saat-saat perang seperti di film-film itu ?? Ah bisa juga kan ini mengarah ke ruang rahasia yang berisi barang berharga ?? Ah sial !!! bisa juga kan ini mengarah ke penjara bawah tanah !!! Ah.... kenapa aku masuk kemari tadi ' pikirku semakin menjadi-jadi
Aku berjalan sangat lama, hingga aku tidak tahu lagi apakah aku berjalan lurus atau berbelok . Aku tidak tahu sudah berapa jam aku berjalan hingga terlihat tangga besi yang menempel di dinding dan di atasnya terlihat seperti pintu kecil, aku mengangkat di sekitar rok ku agar bisa memanjat tangga itu, agak susah karna aku memakai gaun yang berat dan rumit pagi ini untuk acara ulang tahun .
Aku memanjat ke atas lalu mendorong pintu itu agar terbuka, aku menjulur kan kepalaku keluar untuk melihat keadaan . Ini terlihat seperti di dalam rumah yang kecil sudah lama tak di tempati, aku mulai merangkak keluar dan kepalaku terantuk lagi karena pintu rahasia yang berada di bawah tempat tidur .
Dugh,
" Ah ...... " rintihku
Aku berkeliling ruangan sambil menggosok kepalaku, aku tidak yakin jika saat ini kepala ku tidak benjol .
Rumah ini tidak besar hanya satu kamar tidur, dan ruang tamu kecil beserta dapur dan kamar mandi di samping . Rumah ini seperti tidak di urus dan di tinggalkan bertahun-tahun kadang-kadang aku melihat tikus-tikus yang bersembunyi di bawah perabotan . Aku bergidik geli, lalu berjalan ke arah jendela berdebu, mengelapnya sedikit dengan ujung gaunku lalu melihat ke luar .
Terlihat halaman yang tidak terurus dengan rumput liar yang sangat panjang dan pohon lebat juga pagar kayu yang di tumbuhi sulur hampir roboh sepenuhnya melihat kejauhan terlihat pepohonan lebat yang terlihat seperti hutan .
' Dimana ini ??? apa ini sungguh masih di wilayahnya kota kekaisaran ?? ' batinku
Aku berjalan ke arah pintu, pintunya terkunci berjalan melihat jendela juga terkunci . Seluruh rumah ini terkunci . Lalu aku kembali ke pintu depan mengangkat rokku sedikit dan menendangnya . Pintu terbuka dengan salah satunya rubuh ' siapapun pemiliknya, ini salah pintumu yang tidak kuat ' pikirku . Aku berjalan ke luar melihat kanan kiri sambil merapikan gaunku menepuk-nepuk debu yang menempel, berfikir bahwa rumah ini di bangun di tengah hutan .
Aku berjalan menuruni tangga ke jalan berbatu di halaman yang di tumbuhi rumput sangat tinggi takut ada ular yang bersembunyi aku berjalan cepat ke arah gerbang yang ternyata tidak di kunci lalu menoleh ke belakang . Terlihat penampakan sebuah rumah kayu tua yang bobrok karna tidak di urus, sehingga orang yang melihat tidak akan mengira jika disini tersembunyi jalan rahasia ke arah istana kekaisaran .
Aku berjalan keluar dari gerbang besi yang berkarat, menoleh ke kanan kiri tidak tahu arah akhirnya aku berbelok ke kanan lalu berjalan sambil melihat-lihat . Matahari sangat terik, mungkin ini sudah tengah hari aku haus perutku mulai lapar apa lagi aku sudah berjalan lama di lorong rahasia tadi sehingga kakiku sakit .
Aku terduduk di bawah pohon sungguh menyesali keputusanku tadi yang pergi gegabah hanya karena rasa penasaran . Tiba-tiba aku mendengar suara sepatu kuda aku pun segera mendongak , melihat dari arah kiri ada seorang yang menunggangi kuda aku pun segera berdiri sambil melambaikan tangan ku agar dia melihat dan berhenti . Kuda itu semakin dekat dan berhenti 2 meter dari ku, aku pun berjalan mendekat terlihat seorang pria remaja yang duduk di atasnya .
__ADS_1