
Hari ini hari pertama aku belajar beladiri, mungkin akan sangat berat untukku karena ini pertama kalinya dalam 2 kehidupanku untuk belajar keterampilan beladiri . Aku sangat gugup sehingga tidak bisa tidur nyenyak, para pelayan yang membantuku bersiap-siap juga khawatir apalagi melihat lingkaran hitam di sekitar mataku . Aku tersenyum menenangkan seraya berkata ' tidak apa-apa ', sejujurnya aku tidak tahu tubuh ini bisa bertahan atau tidak dengan pelatihan fisik karena di novel aslinya tubuh Clea sangat-sangat lemah, jangankan untuk belajar beladiri bahkan terkena angin yang sedikit kencang pun ia akan tumbang . Tetapi setelah aku pindah ke tubuh ini, aku merasa fisiknya sudah jauh lebih baik dan tidak pernah sakit lagi .
" Putri, Tuan Muda Albelart datang dan sedang menunggu dibawah " kata Chacha yang masuk ke dalam ruangan
" Ehm, aku tahu " kataku sambil mengangguk
Aku memakai seragam khas beladiri hari ini, kemeja putih dengan celana panjang yang nyaman di pakai dengan sabuk hitam yang melilit pinggang kecilku, tak lupa sepatu boot kulit berwarna hitam yang tinggi, rambutku di kuncir kuda tinggi dengan pita putih yang sederhana . Aku mengenakan jubah bulu hitam lalu turun ke ruang tamu bawah . Terlihat dari atas tangga, Albert sedang duduk di sofa sambil meminum teh yang di sajikan pelayan, ia mengenakan seragam beladiri yang berwarna hitam seluruhnya . Ia terlihat acuh tak acuh, dingin dan tak peduli dengan apapun, karakternya yang sangat angkuh dan sombong terlihat jelas sangat sesuai dengan karakter bangsawan kelas atas .
Langkah kakiku bergema ke seluruh penjuru dikarenakan sepatu boot kulit ini, Albert mendongak melihat ku turun dari arah tangga, sedikit senyum yang terpantri di wajahnya ketika melihatku . Aku membalas dengan melempar senyuman manisku, lalu berlari kecil menghampirinya dan memeluknya, Albert pun balas melingkarkan lengannya di pinggangku . Para pelayan yang melihat situasi, segera pergi meninggalkan kami .
" Kau sungguh datang ?? " tanya ku menggoda
" Tentu saja, bukankah aku sudah mengatakannya kemarin atau Putri tidak suka aku datang ?? " katanya sambil tersenyum menggoda
" Tentu saja tidak, aku sangat merindukan mu " kataku meraih bahunya lalu berjinjit mencium pipinya
Albert tertegun sebentar, lalu balik mengelus puncak kepalaku .
" Ayo pergi " ujarnya
" Ehm " kataku mengangguk .
Kami berjalan sambil berpegangan tangan menuju Lapangan beladiri, para prajurit dan pelayan istana yang berjaga segera berhenti memberi hormat padaku .
" Hei Albert, menurut mu bagaimana penampilanku menggunakan baju ini ? " tanyaku penasaran
" Cantik seperti biasanya " katanya lugas
" Hehehe " aku pun terkikik menanggapinya, Albert sedikit heran dan menoleh membuat ekspresi ' kenapa ?? '
Aku segera berhenti tertawa dan cepat-cepat berujar " Tidak apa-apa " .
Kami sampai di lapangan beladiri, terlihat di kejauhan berdiri Kapten Molly dengan 2 orang prajuritnya, Kapten Molly merupakan satu-satunya kapten prajurit perempuan di istana tapi fakta itu tak menunjukkan perbedaan dalam sikapnya dengan Kapten lain . Kami pun berjalan menuju tengah lapangan, Kapten Molly yang melihatku segera berlutut memberi hormat ala-ala prajurit .
" Salam dari kami untuk kemuliaan Yang Mulia Putri Clea " ujarnya bersama 2 prajurit sambil berlutut menundukkan kepalanya .
" Bangunlah Kapten Molly, mohon bantuannya untuk kedepan " kataku ramah
Kapten Molly segera bangkit dan langsung ke intinya " Yang Mulia Putri, sayalah yang akan mengajari anda berkuda dan memanah karena tubuh lemah saat ini Yang Mulia Putri tidak cocok untuk berpedang " katanya lugas
Albert sedikit tidak suka dengan sikapnya yang berterus terang terkesan sangat tidak sopan . Aku yang melihat Albert akan mengatakan sesuatu segera terburu-buru menyela .
" Kalau begitu saya akan menuruti pengaturan dari Kapten Molly
Kapten Molly yang mendengar aku setuju langsung menyetujui pengaturannya, segera ekspresinya melunak . Awalnya Kapten Molly tidak suka ketika Yang Mulia Raja memerintahkannya untuk mengajari beladiri Yang Mulia Putri Clea, Kapten Molly sedikit enggan dengan keputusan Yang Mulia Raja tetapi tidak bisa menolaknya akhirnya ia setuju dengan terpaksa .
Siapakah di istana yang tidak tahu jika Putri Clea memiliki tubuh lemah dan rapuh serta terbiasa di manjakan oleh semua orang, ia khawatir jika Putri Clea akan merengek dan keras kepala tidak setuju dengan pengaturannya . Tetapi ia tidak mengira Yang Mulia Putri langsung setuju dengan pengaturannya tanpa menanyai sedikit pun .
" Kalau begitu Yang Mulia Putri, kita akan mulai dengan berkuda dulu " kata Kapten Molly memberikan isyarat pada seorang prajuritnya untuk mengambil kuda yang di siapkan
Dari kejauhan terlihat 5 ekor kuda yang di tarik oleh prajurit tadi, mataku berbinar melihat penampilan mencolok kuda putih cantik di tengah-tengah kuda hitam gagah lain .
" Blake !!! " seruku senang
Blake di bawa oleh kedepanku oleh prajurit tadi, aku segera melepaskan genggaman tanganku dengan Albert lalu menghampiri Blake dan mengelus surai pirangnya . Albert tercengang sedikit ketika aku melepaskan tautan tangan kami begitu saja tapi lalu ia tersenyum lembut memaklumi .
" Apa Putri pernah menunggangi kuda ?? " tanya Kapten Molly penasaran, karena tak menduga aku sudah memiliki kuda sendiri .
__ADS_1
" Kadang-kadang Albert akan mengajakku berkuda berkeliling istana " kataku langsung
Kapten Molly sedikit melirik Albert tetapi tidak mengatakan apa-apa, " Kalo begitu mari kita belajar menunggangi kuda dahulu, Yang Mulia Putri silahkan naik " kata Kapten Molly
Albert sudah bergerak maju untuk mengangkatku ke atas kuda, Kapten Molly segera mengernyit tidak senang ' Apa gunanya belajar jika naik kuda saja akan di gendong, bukankah ini tidak ada artinya ? sungguh membuang-buang waktuku ' batinnya . Tetapi sebelum Albert bisa meraih pinggangku, aku segera berkelit melarikan diri .
" Albert aku ingin belajar, jadi jangan membantuku cukup lihat saja " kataku sambil cemberut
Kapten Molly dan Albert tertegun bersamaan ketika mendengar suaraku .
" Tapi... " ujar Albert mencoba membujuk, tapi sebelum ia selesai bicara, segera aku menyela duluan
" Aku pasti bisa, percayalah " kataku tersenyum meyakinkan
" Hah... baiklah . Kalau begitu aku akan melihatmu naik dulu, naiklah " katanya lembut
Kapten Molly yang mendengar interaksi kami ingin memutar bola matanya muak, tetapi ia tak berani melakukannya . ' Bukankah hanya naik kuda, mengapa harus membuat hal-hal menjadi sesuatu yang terdengar romantis ' batinnya . Aku tidak memperdulikan apa yang ada di fikiran Kapten Molly karena sudah terlihat jelas dari ekspresi wajahnya yang tak bisa ia kendalikan .
Aku menjejak pedal dengan kaki kiriku berpegang pada pelana lalu melompat ke atas Blake yang tinggi, aku sedikit kesusahan duduk di atas kuda karena tenaga melompatku tidak cukup berakhir dengan sedikit merayap di atas punggung kuda . Setelah duduk stabil di atas kuda aku menghela nafas dan menoleh melihat mereka yang terbengong menatapku .
" Ehem , membuat kalian melihat lelucon " ujarku merona malu
Albert tersenyum, Kapten Molly segera berdehem menghilangkan kecanggungan, 2 prajurit segera menunduk seolah tidak melihat apa-apa .
" Tidak apa-apa ini baru pertama kali selanjutnya pasti akan lebih baik " kata Kapten Molly mencoba menghibur dengan canggung .
Akhirnya mereka berempat segera melompat dan menunggangi kudanya dengan mudah, kini Albert berada di sisi kananku dan Kapten Molly berada di sisi kiriku sedangkan 2 prajurit berada di belakang kami .
" Putri Clea saya akan menunjukkan pada anda bagaimana cara memerintah kuda " kata Kapten Molly dari arah kiri, aku segera menoleh dan memperhatikan .
" Anda harus memegang tali kekang dengan kuat seperti ini, ketika anda ingin kuda bergerak maju tepukan pedal dengan lembut di perut kuda menggunakan kaki anda sambil berseru ' hiya ' " kata Kapten Molly sambil memperagakan ucapannya
" Jika anda ingin memerintahkan kuda untuk berbelok maka tarik tali kekang ke arah yang anda inginkan " kata Kapten Molly sambil memperagakan lagi berbelok kekanan
Aku segera mengikuti arahannya dan berbelok ke kanan lalu Kapten Molly mencoba berbelok ke kiri dan aku segera mengikutinya . Ekspresi wajahku serius memperhatikan setiap arahan, Kapten Molly sedikit senang melihatku yang sangat serius dan patuh di ajari .
" Jika anda ingin kudanya berhenti maka tarik tali kekangnya ditarik kebelakang pelan " katanya dari samping kiri lalu berhenti . Aku pun segera menarik tali kekang kudaku kebelakang pelan, dan Blake pun berhenti .
" Kalau begitu Yang Mulia Putri mari kita mencoba melaju sedikit cepat di landasan kuda " kata Kapten Molly sambil berlalu menuruni arena tanding ke landasan kuda di bawahnya . Aku segera memacu Blake untuk mengikuti di belakangnya, dan ketika akan menuruni tangga ke landasan pacu kuda aku ragu-ragu tapi Albert di samping kanan segera menyusul ke depan dan menunjukkan caranya padaku .
" Tarik taki kekangnya sedikit dan jejak perut kudanya dengan pedal perlahan " kata Albert memperagakan
Aku mengikuti arahan Albert, dan berhasil turun dengan perlahan . Aku merasa sedikit takut tapi juga sangat antusias, aku sampai di samping Albert dan tersenyum manis ke arahnya . Albert menanggapi dengan tersenyum menggoda dan mengelus puncak kepalaku .
" Yang Mulia Putri, ayo coba melaju dengan sedikit cepat " kata Kapten Molly menyela interaksi kami, aku segera menggerakkan Blake ke samping Kapten Molly . Ekspresi Albert segera menjadi gelap ketika di interupsi dan di tinggalkan di belakang , ia menatap tajam pada Kapten Molly tetapi sang Kapten tidak memperhatikannya sedikitpun . Akhirnya Albert hanya mengikuti di sampingku lagi dengan hati kesal .
" Jika ingin kuda bergerak lebih cepat maka jejak pedal dengan lebih keras lalu hentakan tali kekangnya dan berseru 'hiya' " kata Kapten Molly memperagakan dan melaju dengan sedikit cepat kedepan
Aku mengikuti apa yang di pemerintahkan dan mengulangi nya . Menjejak pedal dengan sedikit kuat lalu menghentakkan tali kekang berseru ' hiya ' Blake langsung berlari sedikit cepat, membuatku terkejut dan memekik pelan dan segera menjadi tenang lalu menstabilkan dudukku . Albert segera datang cemas ke sisiku karena pekikan ku .
" Putri, kau tidak apa-apa ?? " tanyanya cemas .
Aku sudah tenang dan menstabilkan dudukku di atas Blake yang berlari pelan, tersenyum dan berteriak pada Albert di samping
" tidak apa-apa hanya terkejut sedikit " kataku tanpa menoleh, sungguh aku tidak berani berpaling dari arah lintasan sekarang . Kulihat Kapten Molly di depan melirikku ketika aku menjerit, tapi setelah memastikan aku tidak apa-apa ia tetap kembali melaju kedepan memimpin jalan .
" Ikuti aku " kata Kapten Molly menambah kecepatannya .
__ADS_1
Aku pun mengikuti menambah kecepatan laju Blake dengan Albert sedikit di belakang dan 2 prajurit yang mengikuti . Dengan ' hiya ' Kapten Molly menambah kecepatan lagi, kini kuda berlari dengan kencang di jalur dan aku pun menambah kecepatan mengikuti . Tubuhku berguncang di atas Blake yang melaju cepat, aku mencoba menstabilkannya dengan mencondongkan ke arah depan . Blake berlari cepat, aku sedikit takut karena ini pertama kalinya aku berkuda seorang diri . Tapi aku tersenyum senang ketika angin berhembus melewatiku, seperti merasa aku bebas . Aku pun melajukan Blake lebih cepat lagi menyusul Kapten Molly di depan, kami berlari memutari lintasan hingga 7 kali ketika Kapten Molly berseru di sampingku
" Yang Mulia sudah cukup, tarik tali kekangnya perlahan hingga kencang maka kudanya akan berhenti " teriaknya .
Aku mengikuti arahnya dan menarik tali kekang Blake secara perlahan . Aku sedikit terguncang ke depan ketika Blake berhenti tiba-tiba . Lalu bangkit memperbaiki posisi dudukku .
" Yang Mulia Putri sudah saatnya istirahat makan siang " kata Kapten Molly menggiring kudanya menghampiriku
Aku mengadah ke langit, melihat cuaca yang cukup panas pertanda sudah siang hari .
" Kalau begitu mari kita makan siang bersama Kapten Molly " kataku ke arahnya
Kapten Molly pun mengangguk menyetujui undanganku, ia menjejak ringan pedal dengan sebelah kaki lalu melompat turun dengan mulus . Aku yang melihatnya turun dengan mudah dari atas kuda mulai berfikir ' kenapa jika melihat orang lain melakukannya terlihat mudah sekali ' , akupun menoleh kebawah dan terkejut melihat jarak yang cukup tinggi . Albert yang melihatku takut untuk turun sendiri segera melompat turun dari kudanya dan berjalan kearah ku, Albert berdiri di samping Blake dan mengulurkan tangannya .
" Putri, jika anda takut maka saya akan menggendong Putri turun " ujarnya tersenyum menenangkan sambil mengulurkan tangannya .
Aku ingin sekali meraih tangan itu tetapi, " Aku ingin belajar turun sendiri, tapi kenapa terlihat tinggi " kataku pelan sambil malu
" Kalau begitu aku akan menunggumu di samping agar Putri tidak jatuh " katanya bergeser ke samping memberikan ruang untukku
Kapten Molly yang melihat interaksi kami, segera memalingkan muka bersikap seolah-olah tidak melihat atau mendengar apapun karena jika ia tetap melihat maka ada kemungkinan umpatan akan lolos dari mulutnya .
Aku menjejakkan kaki kiriku ke pedal kuda, berpegang erat di pelana dan melompat ringan dari atas kuda . Aku sedikit terhuyung-huyung tidak seimbang ketika kedua kakiku menapak tanah tetapi lengan kuat Albert segera memompa pundak ku agar tidak jatuh, Albert pun membantuku agar berdiri stabil . Aku tersenyum ' berterima kasih ' padanya, aku mencoba berdiri tapi entah kenapa kakiku gemetaran, aku merasa sangat malu dan hanya bisa menundukkan wajahku yang memerah .
' Sial !!! bahkan setelah olahraga malam bersama teman kencanku kakiku tidak pernah gemetar seperti sekarang, apa-apaan ini ??? sangat memalukan ' umpat batinku
" Tidak apa-apa, ini karena pertama kalinya Putri menunggang kuda " bisik Albert pelan sambil menompang di sampingku
" Naiklah Putri, saya akan menggendongmu " kata Albert sambil berlutut ala prajurit dengan punggung menghadapku
Aku tidak pernah sungkan dan canggung, ada orang yang menawarkan untuk menggendong saat aku lelah dan dengan senang hati aku akan menerimanya . Aku naik ke punggung Albert, melingkarkan lenganku memeluk lehernya dari belakang, kulihat telinganya memerah .
Kami berjalan di pimpin oleh Kapten Molly ke arah ruang istirahat khusus di dalam area pelatihan . Ketika sampai di sana, terlihat Alice dan Deenna serta beberapa pelayan istanaku sedang menunggu di depan pintu berserta beberapa kotak makanan dan perlengkapan pribadiku . Deenna yang melihatku di gendong oleh Albert segera datang ke arahku dengan tergesa-gesa .
" Putri ... " kata Deenna terputus
" Tidak apa-apa, kakiku hanya gemetar karena pertama kalinya berkuda " kataku sambil tersenyum malu
" Hah ... syukurlah " kata Deenna menghela nafas lega
" Masuk, hidangkan makanannya . Kami semua lapar " perintahku yang masih di gendong di punggung Albert
" Baik " jawab Deenna lalu menyuruh para pelayan masuk, dan mulai menata makanannya .
Kami pun masuk ke ruangan istirahat yang tidak terlalu besar terdiri dari 3 ruangan, ruang tidur, kamar mandi, dan ruang tamu . Kami duduk di ruang tamu yang di tata oleh para pelayan menjadi meja makan, hidangan disajikan satu persatu di atas meja tamu yang kecil . Hidangan siang ini terdiri dari banyak olahan daging yang lezat, mungkin di sesuaikan untuk menambah staminaku .
" Wah.... hidangan yang mewah dan lezat " kata Kapten Molly blak-blakan
" Kapten Molly terlalu berlebihan silahkan di nikmati, mohon Kapten Molly jangan tersinggung dengan jamuan sederhanaku " kataku sambil tersenyum sopan
" Tidak ini sungguh bagus, kalau begitu hamba tidak akan sungkan lagi Yang Mulia Putri " kata Kapten Molly lugas
Aku pun tertawa kecil, dan memulai makan siang itu perlahan . Kami makan sangat lahap hingga menghabiskan seluruh hidangan yang disajikan, Albert melirikku dan aku terbatuk dengan canggung karena tidak menyadari diriku yang makan sangat banyak dan juga biasanya aku akan mengekang diriku sesuai dengan etika keluarga kerajaan . Aku pun mulai membuat alasan untuk menghindar dari situasi yang memalukan itu dengan berpura-pura berganti baju, Deenna dan Alice segera mengikuti di belakangku dengan perlengkapan pribadiku ke arah kamar tidur di samping ruang tamu .
Aku masuk dan menyuruh Deenna mengganti dengan set pakaian yang baru karena yang ini sudah tidak nyaman karena berkeringat tadi . Aku duduk merendam kaki dengan air hangat, membiarkan Deenna dan Alice menyeka tangan dan wajahku dengan handuk hangat lalu mendandaniku dengan set baju beladiri hitam yang elegan, merias dan memperbaiki tatanan rambutku .
Selesai berganti baju aku keluar kembali ke ruang tamu . Kapten Molly sedang duduk bersandar di kursi dengan kaki yang di taruh di atas meja, piring-piring kotor sudah di bersihkan oleh para pelayan segera . Di sisi lain Albert menundukkan pandangannya sambil duduk tegak dengan menyilangkan kakinya elegan, menoleh ke arahku segera ketika sudut matanya menangkap sosok diriku yang berjalan keluar dari kamar tidur .
__ADS_1
" Ayo kembali berlatih " ucapku sambil tersenyum