Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 54


__ADS_3

Angin dingin musim gugur berhembus melewati jendela, tirai putih sutra tipis berkibar lembut menampar lemah pada wajah cantik yang tengah bersandar malas pada kusen jendela sambil melihat ke taman di bawah dengan bosan .


Sudah dua Minggu lebih sejak Clea di kurung di istananya, ia tidak di perbolehkan keluar satu langkah pun dari istananya . Semua kelas pembelajarannya di tangguhkan sementara, tidak ada siapapun yang boleh menemuinya termasuk Raja Damien dan Ratu Carissa sendiri .


Pada awal-awalnya Clea masih keras kepala dan berpegang teguh pada pemikirannya, ia dengan kesal dan marah menutup pintu kamarnya selama tiga hari penuh menolak Deenna dan yang lainnya melayani kebutuhannya .


Tapi setelah tiga hari, Clea sudah tenang . Ia diam dan memikirkan lagi dengan teliti, lalu dengan terbuka menerima aturan tidak langsung dari dunia ini . Yang kuat dan berkuasa, menang . Status budak dan ketidaksetaraan lainnya akhirnya ia menerimanya, bagaimanapun ini bukan dunia asalnya untuk apa terlalu peduli dan ambil pusing pada suatu aturan yang jelas-jelas sudah ada sebelum dirinya . Clea menarik nafas keras dan bertekad, sekarang yang paling penting ialah dia dan tujuannya  tak perlu terlalu keras kepala pada hal remeh bagaimanapun ini hanyalah cerita dalam novel .


Begitulah akhirnya Clea mengakhiri pengurungan dirinya sendiri dalam kamar karena kemarahan, ia membuka pintu dan di sambut berbagai tatapan khawatir, senang, lega, dan prihatin dari pelayan-pelayan pribadinya .


Clea tersenyum dan mengatakan ' bahwa ia sudah menyadari kesalahannya, dan akan dengan patuh menerima hukumannya ' . Deenna dan yang lainnya sangat senang mendengarnya .


Hingga satu minggu pun berlalu, Clea mulai bosan tinggal dalam istana sepanjang hari . Clea tidak menyangka Raja Damien, ayahnya akan dengan serius menghukumnya kali ini . Ratu Carissa yang memanjakannya pun tak bisa banyak membantu karena Raja Damien sangat teguh ingin menghukumnya kali ini . Clea hanya bisa mengumpat kesal mendengarnya lalu berbalik kembali ke kamar tidurnya .


Selama ini Deenna, Alice, Chacha dan Blance membawakan buku-buku dari perpustakaan atau ruang belajar untuk bahan bacaannya menghilangkan bosan di kamar, melukis pemandangan dan bermain biola di balkon, kadang pula mereka membawakan berbagai bunga yang tersisa di taman untuk merangkai buket dan mengirimkannya pada Raja Damien . Barangkali setelah menerimanya, Raja Damien akan luluh dan mencabut hukuman kurungan padanya .


Namun semua upayanya gagal, dan kini sudah dua minggu lebih Clea tetap di kurung di istananya . Dua hari lagi ialah akhir bulan, tepat waktu pada hari janjinya bertemu dengan Curtis . Namun sekarang ia tidak yakin bisa pergi atau tidak .


...


Dua hari setelah itu tepat tiga minggu hukuman kurungan, aku mengutus Deenna untuk bertanya pada Raja Damien apakah aku di ijinkan ke perpustakaan ??


Namun, jawaban yang di terima sesuai dengan yang di perkirakannya . Tidak diijinkan, Raja Damien berkata menyuruhku untuk bersabar sedikit lagi . Lagipula hanya kurang satu Minggu dan aku bisa pergi ke perpustakaan istana sesukaku .


Aku mendengus keras dan menghentakkan cangkir teh di tanganku ke atas meja dengan kasar, " bagaimana bisa hari ini sama dengan nanti ??!!! lagipula itu hanya perpustakaan ...!! " seruku marah dan kesal


' Kakak tampan pasti menunggu dengan sia-sia, holy **** !! aku sangat kesal sekarang ' pikirku


Deenna dan yang lain hanya diam dan menundukkan kepalanya, dalam hati mereka semua tahu bahwa Putri Clea selalu pergi ke perpustakaan istana pada tanggal terakhir setiap bulannya . Entah apa yang di lakukannya, tapi Putri Clea selalu di dalam sepanjang hari dari pagi hingga malam .


...


Akhirnya satu bulan terlewati dari hukuman kurungan, hari ini Clea bebas dan mulai melakukan kembali aktivitasnya seperti sebelumnya .


Clea berjalan dengan riang menuju ke tempat belajar pribadinya, ia membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruang belajarnya yang sudah satu bulan tak di pakai .


Semuanya masih sama seperti sebelumnya, dan tetap bersih dan rapi karena selalu rutin di bersihkan oleh para pelayan walaupun tidak di gunakan . Di depan jendela besar berdiri tegak membelakangi pintu seorang tuan muda bangsawan yang rupawan, Albert sudah datang . Ia menunggunya seperti biasanya .


Aku tersenyum lalu melangkah masuk sambil menutup pintu di belakangku, Albert berbalik, wajahnya yang tampan menatapku sambil menaikan sebelah alisnya .


" Sudah datang hem ?? " katanya dengan datar


Aku tersenyum lalu berlari kecil ke arahnya dan melingkarkan tanganku di pinggang Albert, dan memeluknya . Aku bersandar pada dada pemuda yang beranjak dewasa di depanku ini, dan mengeluh dengan pedih .


" Aku sangat kesepian dan bosan sebulan ini, dan sekarang kau masih memarahiku " gerutuku sedih


Lalu mengadah menatap wajah tampan Albert yang kini menunduk menatapku, " aku sangat merindukanmu, apa kau tidak merindukanku ?? kenapa kau tidak datang menemuiku sama sekali ?? " tanyaku dengan tampang memelas


Albert menatap wajah mungil halus nan cantik di dadanya, ekspresinya yang sangat sedih, mata birunya yang jernih berkaca-kaca membuatnya luluh seketika . Hatinya menghangat, ia mendekap balik tubuh kecil Putri Clea dan membalas pelukannya .


" Tentu saja aku merindukanmu juga ... " balas Albert dengan suara sangat lembut dan dalam


" Aku berulang kali datang ke istana untuk menemuimu, namun kali ini Yang Mulia Raja sangat bersungguh-sungguh dan bersikeras untuk menghukum mu jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa " katanya pelan sambil membelai kepalaku yang sedang bersandar padanya


" Uhm, aku tahu " gumamku pelan, sambil tetap membenamkan wajahku di dada Albert


" Semua ini salah gumpalan lemak itu !!! aku jadi ketahuan kan ?!! " omelku kesal

__ADS_1


Mata Albert berkilat tajam, jejak keganasan terlihat di sorot matanya yang lembut tadi .


" Uhm, tenanglah . Akan kupastikan sampah itu mati " sahut Albert pelan


' Berani sekali makhluk rendahan sepertinya menginginkan kekasih milikku, kematian tidak akan cukup untuknya ' pikir Albert dalam diam


Kami terdiam sejenak sambil terus berinteraksi secara intim, setelah beberapa saat aku memecah keheningan, bertanya pada Albert .


" Bagaimana dengan situasi di luar ?? " tanyaku


" Berita yang mana ?? tentang seorang Putri yang kabur atau tentang keberanian dan kebaikan hati Yang Mulia Putri pada rakyat jelata ?? " tanya Albert menggoda


Aku mendengus, melepaskan pelukanku padanya dan membalikkan punggung dengan kesal, tak ingin bertatapan dengannya .


Smirk khas Albert terpampang di wajahnya,  ia melihat wajah marahku dengan pipi menggembung sebal . Tak bisa mengendalikan hatinya yang terasa semakin lembut, tangannya yang gatal mencubit pelan pipi putih seperti bakpao itu .


" Aaaahh .... " rintihku kesakitan karena sebelah pipiku di cubit gemas oleh Albert


Aku segera menampik tangannya yang nakal sembari melotot padanya, namun yang di pelototi justru semakin tersenyum senang .


" Baiklah .... saya salah, saya tak akan menggoda Putri lagi " kata Albert menyerah ketika melihat mataku yang mulai berkaca-kaca


Raut wajahku segera berganti secepat membalik buku, aku tersenyum menang sambil berseru .


" Sekarang baru tahu salah, humph " dengusku sebal


Albert hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak berdaya, " hah .... aku benar-benar tak berdaya terhadapmu " gumamnya lembut


Namun Clea tidak mendengar gumaman Albert tersebut, " kalau begitu pertanyaanku tadi bagaimana ?? " tanyaku lagi


Albert yang tahu arah mana maksudku segera menjawabnya, " Tak lama setelah berita perang pecah, Kekaisaran Theodore mengirim pasukan yang kuat . Pasukan ini di pempin secara langsung oleh Pangeran pertama dan Pangeran ketiga, secara keseluruhan situasi langsung unggul di pihak mereka . Sedangkan disisi lain, Kekaisaran Versailles juga di pimpin oleh Putra Mahkota baru kerajaan mereka " jawab Albert santai


" Uhm, kau benar . Meskipun Kekaisaran Versailles saat ini agak dirugikan, tapi prajurit mereka mempunyai fisik yang kuat, di tambah lagi Putra Mahkota itu terkenal licik . Walaupun tak bisa menang, tapi Kekaisaran Theodore pasti menerima dampak kerugian yang besar " kata Albert menyuarakan pendapatnya


" Bagaimana ?? bukankah Kekaisaran Theodore terkenal dengan kaveleri ringan mereka, aku tidak mengerti kenapa kerugian mereka besar ?? " tanyaku heran


" Karena ada dua harimau yang di kirim " jawab Albert santai sambil bersandar pada bingkai jendela, wajahnya yang tampan penuh kepercayaan diri yang mempesona . Matanya abu-abu dengan semburat biru pucat, melihat keluar jendela dengan membosankan .


Aku ikut melihat apa yang sedang di tatapnya sembari menyahuti, " konflik internal " kataku


" Uhm, menurut kabar Putra Mahkota Kekaisaran Theodore ialah pangeran kedua, kakak kandung dari pangeran ketiga, putra sah dari permaisuri kerajaan . Sedangkan pangeran pertama, dia hanya anak selir meskipun pintar dan lahir lebih awal tapi tetap saja ... " kata Albert tak melanjutkan


" Bukankah itu wajar ?? dia hanya anak selir tapi kenapa tidak bisa menerima kenyataan ?? " tanyaku bingung


Albert menoleh menatapku lalu memberi isyarat dengan jarinya supaya aku mendekat, aku bergerak mencondongkan wajahku ke arah Albert .


" Rumornya Kaisar dari Kekaisaran Theodore saat ini merupakan anak selir juga " bisik Albert di telingaku


Aku berseru kaget sontak menoleh, sambil berkata tidak yakin " bukankah ibu suri era ini merupakan permaisuri sebelumnya ?? " kataku ragu-ragu


Albert hanya mengangkat bahu tak tahu, lalu kembali ke sikap santainya tadi . Aku merenungkan kembali informasi tadi dan bergumam sendiri .


" Jika rumor itu benar, maka tak heran jika Pangeran pertama tak bisa tenang dan terus berharap pada tahta " gerutuku kecil


" Jadi Pangeran ketiga pergi ke perbatasan karena ingin menghalangi pangeran pertama ??! " tanyaku lagi pada Albert


" Entahlah !!!? Aku tidak tahu, tapi menurut berita pangeran ketiga lebih muda darimu " kata Albert acuh tak acuh

__ADS_1


" APA ??!!!? " seruku kaget dengan ekspresi yang mengatakan ' jika lebih muda dariku lalu bagaimana bisa ia berperang ?? '


Albert tersenyum kecil lalu mencolek ujung hidungku, " Kamu ini, bagaimana bisa membandingkan monster kecil itu denganmu " kata Albert santai


" Monster ?? " ulangku bingung


" Kabarnya pangeran ketiga itu jenius dalam beladiri, ia mahir dalam bertarung sejak kecil, paham formasi dan seni perang saat usianya baru 7 tahun . Ada kabar juga ia mempunyai pasukan kavaleri khusus yang di miliknya sendiri, pasukan ini sangat kuat dan hanya mematuhi ucapan dari pangeran ketiga . Menurut rumor bahkan Kaisar sendiri tak bisa mengerakkannya " kata Albert serius


" Kedengarannya dia sangat kuat, tapi tetap saja kan ia masih anak kecil . Bagaimana bisa orangtuanya mengirimnya berperang " kataku tak percaya


" Dia hanya satu tahun lebih muda darimu, jika kau menyebutnya anak kecil maka Putri juga ... " kata Albert tersenyum menggoda tak menyelesaikan ucapannya


Aku langsung menoleh dengan keras, sambil cemberut, aku memukul-mukul pelan dada Albert lalu mengomel .


" Kamu menggodaku lagi !! kamu menggodaku lagi !! kamu menggodaku lagi !! " seruku kesal sambil terus memukuli Albert yang tertawa melihat wajah merahku .


Ruang belajar pagi itu penuh dengan suara tawa Albert dan teriakkan kesal milikku, hingga Count Louis datang .


Pelajaran harian pun di mulai kembali, karena aku yang cuti selama sebulan maka Count Louis mengajar dengan lebih tegas dan cepat kali ini agar aku tidak ketinggalan .


Pada kelas strategi dan militer aku lebih sering bertemu muka dengan Maquiss Felix karena Raja Damien yang sangat sibuk saat ini, hanya sekali atau dua kali dalam sebulan Raja Damien akan datang kala tidak sibuk . Dan karena situasi yang jarang bertemu ini, tidak ada kecanggungan atau kekesalan lagi yang tersisa dari hukuman kemarin . Seolah kedua belah pihak sepakat untuk tidak membahasnya lagi .


.


.


.


Hari-hari pun terlewati dengan sendirinya tanpa terasa, musim gugur telah berlalu dan musim dingin tiba .


Saat ini aku berada di Villa Baron Colombain, aku duduk di depan perapian dan menyesap coklat panas di tanganku .


" Bulan depan aku akan berulang tahun, kakak tampan jangan lupa hadiahku oleh " kataku sambil tersenyum manis


Kepalaku menoleh ke pemuda tampan yang duduk di sampingku, ia tengah fokus pada buku akun di tangannya . Pemuda itu menjawab dengan dingin tanpa mengangkat kepalanya .


" Kau masih punya muka untuk meminta hadiah padaku ketika kamu mengingkari janji temu kita, dan membiarkanku menunggu tanpa kejelasan " kata Curtis dingin


" Kakak tampan, ini sudah lewat 2 bulan dan kau masih marah ... bukankah aku sudah memberitahumu jika aku sedang di hukum saat itu, dan tidak bisa berbuat apa-apa apalagi memberitahumu . Bukankah aku sudah minta maaf kemarin, kenapa kau picik sekali dan masih mengingatnya sampai saat ini " omelku kesal


Curtis mengangkat kepalanya memicingkan matanya ke arahku, " Coba kau sendiri yang menunggu sepanjang hari tanpa kejelasan " sahutnya dingin


" Ini .... Hah ...., baiklah aku salah oke, maafkan aku . Tapi, mana kutahu jika kau akan menungguku sepanjang hari di rumah tua itu . Kukira kau akan pergi ketika aku tidak datang juga " kataku menyesal


Curtis membuang mukanya, ia tidak bisa menjawab lagi . Lalu ujung telinganya tiba-tiba memerah malu, memang benar tidak ada yang menyuruhnya untuk menunggu dengan bodoh di rumah tua itu .


Nyatanya ia tidak hanya menunggu seharian seperti yang di ketahui gadis kecilnya, tapi ia menunggu tiga hari penuh karena rasa khawatirnya pada gadis kecilnya . Jika saja bukan karena rasionalitas terakhirnya masih ada, maka bukan tidak mungkin jika Curtis nekad menyelinap masuk ke jalan rahasia untuk menemui gadis kecilnya .


Jika memikirkan kejadian itu kembali, Curtis selalu menghela nafas lega karena berhasil mengendalikan dirinya dari perbuatan memalukan yang nyaris di lakukan oleh dirinya .


" Uhm, lupakan " kata Curtis datar


Cleo tersenyum lalu bergeser mendekat, wajahnya yang cantik condong ke arah kakak tampan yang selalu serius di depannya .


" Lalu kadoku ?? " tanyaku sambil tersenyum manis


" Aku tahu " sahut Curtis dingin, namun telinganya yang memerah mengkhianati ekspresinya yang datar .

__ADS_1


Cleo terkikik senang berhasil menggoda kakak tampannya ...


__ADS_2