Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 12


__ADS_3

Kemarin sore di kediaman bangsawan Albelart


Albert Albelart POV


Seusai pembelajaran harian bersama Putri Clea, aku kembali ke kediamanku dengan banyak dugaan di pikiranku . Aku memasuki gerbang besar di kediaman Albelart, di depan pintu sudah menunggu kepala pelayan keluarga kami Nyonya Ruth


" Tuan Muda, Kepala keluarga sudah menunggu anda di ruang kerjanya " ucap Nyonya Ruth menyambut kedatanganku


" Baik " ujarku lalu berlalu menuju ke ruang kerja ayahku


Ayahku Gilbert Albelart, ia terlahir sebagai bangsawan mulia sejak kecil . Keluarga Albelart adalah bangsawan tertinggi sejak dahulu tetapi karena mendiang Raja terdahulu yang memilih Raja Damien dari keluarga bangsawan menengah Cassiopeia yang memiliki latar militer dan setia pada darah keluarga kerajaan sebagai pasangan dari Ratu Carissa Beatrice maka mengakibatkan bangsawan Albelart tersingkir dari tahta bangsawan tertinggi . Kini aku adalah putra satu-satunya ayahku pewaris dari keluarga Albelart, ayahku mengharapkan ku untuk menjadikan bangsawan Albelart sebagai bangsawan tertinggi dan berkuasa penuh lagi . Aku mempunyai paras yang tampan dan otak yang cerdas sehingga mudah untukku menarik perhatian di kalangan sosialita bangsawan, aku juga terpilih menjadi teman belajar Yang Mulia Putri Clea .


Awalnya ayah berencana untuk aku mengikuti jejak Raja Damien menjadi Raja di kerajaan Benedicte sehingga status bangsawan Albelart akan melebihi bangsawan Cassiopeia . Putri Clea adalah putri satu-satunya dari Raja dan Ratu sehingga ayah menyuruhku untuk mendekati Putri Clea agar aku bisa mejadi pasangannya kelak . Tapi siapa yang mengira jika Raja Damien sendiri berubah pikiran menginginkan Putri Clea menjadi pewaris tahta, aku menyadari dengan sangat jelas selama kebersamaan kami bahwa Putri Clea mempunyai paras yang sangat cantik juga otak yang cerdas dan tanggap melebihi perkiraanku sehingga aku pun tertarik padanya juga dan ketika ayah menyuruhku untuk mendekati Putri aku menerimanya dengan senang hati . Tapi untuk menjadikan seorang wanita sebagai pewaris tahta, itu belum pernah dilakukan sebelumnya . Entah apa yang di fikirkan oleh Yang Mulia Raja Damien .


Aku sampai di ruangan kerja ayahku, aku pun mengetuk pintunya .


" Masuk " suara dalam Gilbert Albelart menyahut dari dalam


" Ayah aku kembali " kataku


" Hmm, duduklah " perintahnya sambil melihatku


" Bagaimana dengan disana ?? " tanya ayah, langsung ke intinya


" Seperti yang di katakan pada surat Putri Clea kemarin, Yang Mulia Raja menyuruhnya untuk belajar militer kekaisaran Benedicte . Juga Tuan Louis semakin gencar dalam mengajar pelajaran untuk Putri, terutama di bidang politik dan ekonomi " jelas ku memberikan laporan


" Bagaimana dengan tanggapan Tuan Putri sendiri ?? " tanyanya lagi


" Putri Clea tetap menuruti keinginan Yang Mulia Raja walaupun beliau enggan, bagaimana pun ia tetaplah seorang gadis yang manja selayaknya seorang Putri " kataku lagi


" Hah..... aku sudah menduganya akan seperti itu, pagi ini di pertemuan pagi seorang bangsawan menanyakan perihal rumor itu tetapi Yang Mulia Raja seperti tidak ingin mendengar pendapat apapun " kata ayah sambil menghela nafas


" Mungkin bangsawan Cassiopeia ingin menguasai keluarga kerajaan menggunakan Tuan Putri agar naik tahta, Bagaimana pun bangsawan Cassiopeia adalah keluarga dari ayahnya jadi Tuan Putri akan tetap mempertimbangkan pendapat mereka dengan begitu posisi mereka akan kokoh " ujar ayahku menjabarkan dugaannya


" Tapi ayah, apakah ini tidak terlihat sedikit mencurigakan ?? bagaimana pun Yang Mulia Raja sangat menyayangi Putri Clea, apa beliau sungguh akan memanfaatkan putrinya sendiri dan menaruhnya di atas politik kekaisaran yang kejam ?? " kataku mengemukakan pendapat ku


" Putri Clea adalah gadis terpintar yang pernah kutemui bisa saja justru ia yang menginginkan posisi itu dan sedang bersandiwara bersama Yang Mulia Raja " kataku melanjutkan


" Hemm.... itu bisa saja terjadi " ucap Gilbert merenungkan perkataanku, hening seketika .


" Bagaimana hubunganmu dengan Tuan Putri " tanya ayah tiba-tiba


" Uhuk .... kami baik-baik saja " ucapku terbatuk mengingat permintaan cium tadi pagi .

__ADS_1


" Bagaimanapun Tuan Putri adalah gadis yang cantik dan cerdas, wajar jika kau tertarik " ujar ayah melihat wajahku yang sedikit memerah


" Yang terpenting kita harus mengamankan posisi keluarga Albelart dahulu sambil mengetahui maksud tersembunyi dari Yang Mulia Raja oleh karena itu Albert, aku akan menyerahkan tugas untuk membuat Tuan Putri ada di pihak kita padamu . Buat Putri kecil itu takluk padamu sehingga mendengarkan ucapanmu " jelas Tuan Gallant


" Baik ayah " kataku


" Baiklah kembali istirahatlah dulu, jangan lupa untuk mengulas kembali pelajaran mu " perintah Tuan Gallant


Aku mengangguk mengerti, lalu pergi kembali ke kamarku untuk membersihkan diri lalu kembali belajar agar tidak akan ada yang melampaui ku, aku harus melakukan ini jika ingin berada di puncak dan cocok untuk pasangan seorang Putri .


Clea POV


Hari ini adalah hari pertama pembelajaran militer untukku dan di mulai tidak terlalu pagi menyesuaikan dengan jadwal ayah jadi aku bangun dan membersihkan diri lalu sarapan dengan tenang dan berangkat menuju ruang belajarku . Aku sampai di ruang belajar ku menunggu ayah untuk datang, dia mengatakan akan datang sendiri hari ini seusai pertemuan pagi .


Aku menunggu sambil memainkan tinta dan kertas di meja, 15 menit berlalu akhirnya ayah datang masih dengan pakaian formal dan mantel musim dinginnya . Salju sudah mulai menghilang tetapi udara masih dingin di luar sehingga perapian di dalam ruangan masih di nyalakan, dia melepas mantelnya dan menyerahkan pada Felix . Aku berdiri menyambut dengan senyum manis, menuangkan secangkir teh panas dan memberikan padanya .


" Terimakasih, apa kau sudah menunggu lama ?? " tanya Raja Damien sambil mengambil cangkir teh pemberianku .


" Tidak ayah, aku juga baru sampai . Apa pertemuannya berjalan lancar ?? " kataku pelan sambil mengambil kursi yang biasa di duduki Albert untuk kegunaan .


" Yah seperti itulah, tidak ada yang spesial " kata ayah sambil mengambil alih mengangkat kursi itu dengan mudah .


Selesai dengan secangkir teh Raja Damien duduk di kursi ku dan aku duduk di hadapannya menggunakan kursi Albert .


" Mari kita mulai saja pembelajarannya, kita lihat dulu sejauh mana kamu mengerti tentang Kekaisaran Benedicte " kata ayah


" Mari kita mulai dengan struktur bagian dalam Kekaisaran Benedicte " kata Raja Damien sambil mengamati ku


" Kerajaan Benedicte di tompang oleh 10 bangsawan besar yang memimpin di pengadilan istana, mendiang Raja terdahulu ingin memperkuat pertahanan militer yang di miliki oleh kekaisaran Benedicte sehingga menaikkan status bangsawan para jenderal militer yang menjaga perbatasan di pengadilan sehingga menurunkan kekuasaan dari para bangsawan lama yang berkuasa " kataku


" Menurutku kakek hanya ingin menyingkirkan beberapa tikus kotor yang menggerogoti kekayaan kekaisaran Benedicte, dan menggunakan keluarga Cassiopeia sebagai tameng " lanjutku


Raja Damien sedikit terkejut dengan keterusterangan ucapanku yang kasar dan sikap yang acuh tak acuh . Dia tersenyum lalu bertanya


" Lalu bagaimana pendapatmu tentang solusi dari Yang Mulia Raja terdahulu " tanya Raja lagi


" Aku tak ingin berpendapat tentang kakek karena apa yang ada di setiap fikiran setiap orang itu berbeda, tapi jika aku menjadi kakek selain menjadikan bangsawan Cassiopeia sebagai tameng aku akan menjadikan bangsawan Albelart sebagai tombakku . Tidak akan ku biarkan hal baik sia-sia, itu juga yang ayah fikirkan bukan karena sampai saat ini ayah tetap menjaga keseimbangan di pengadilan " kataku sambil tersenyum


" Hahahaha.... benar-benar putriku " katanya sambil tertawa


" Ayah memanfaatkan keserakahan dan kesombongan bangsawan Albelart untuk posisi tertinggi dan memanfaatkan mereka untuk keseimbangan pengadilan sehingga sampai saat ini bangsawan Cassiopeia tetap berhati-hati . Dan jika pengadilan harmonis maka kerajaan akan tentram, sehingga kerajaan lain yang menginginkan kekayaan kerajaan kita tidak akan bergerak " kataku lagi


" Kenapa kau meragukan kesetiaan bangsawan Cassiopeia ?? " tanya ayah tajam

__ADS_1


" Karena aku tidak percaya pada ketulusan yang mutlak " jawabku datar sambil menatap Raja Damien, dia sedikit mengerutkan kening akan ucapanku tapi tidak mengatakan apa-apa .


" Lagipula ayah semakin tinggi pohon akan semakin kencang anginnya " lanjutku sambil tersenyum manis


" Hah.... aku tahu " katanya sambil menerawang entah apa, mungkin Raja Damien yang sedang memikirkan sikap Kakak laki-lakinya yang semakin sombong dengan posisinya .


" Lalu apa kau mengetahui tentang kelompok-kelompok politik di pengadilan ? " tanyanya lagi setelah tersadar dari lamunannya


" Iya, di sisi kiri para jenderal militer dari bangsawan Cassiopeia, bangsawan Amaury, dan bangsawan Beaufort dan di sisi kanan mengatur stabilitas perekonomian kerajaan dari bangsawan Albelart, bangsawan Crylle, bangsawan Dominique, bangsawan Salazar . Di kubu netral dari bangsawan Trey, bangsawan Ulrich, dan bangsawan Antoinette " jawabku


" Apa kau tahu alasan ke tiga bangsawan itu tetap di kubu netral ? " tanyanya lagi


" Karena mereka teman ayah kan ?? " kataku spontan, Raja Damien segera tersedak karena putrinya yang mengetahui rahasianya .


" Hehehe ayah aku hanya bercanda, itu karena leluhur keluarga Trey ikut membantu mendirikan kekaisaran Benedicte dahulu sehingga ia akan setuju pada keputusan dari Raja yang mensejahterakan rakyatnya, sedangkan bangsawan Ulrich mereka licik sederhananya dia akan ada di posisi yang menguntungkan dirinya, kalau bangsawan Antonitte mereka adalah kalangan berpendidikan mereka tidak menginginkan kekuatan " ujarku panjang lebar


" Baiklah, sepertinya kau sudah mengetahui situasi politik di dalam kekaisaran Benedicte dengan baik " kata Raja Damien


" Kalau begitu bagaimana dengan situasi kerajaan-kerajaan lain di luar sana ? " tanyanya lagi


" Ini aku hanya tahu sedikit " kataku pelan menggaruk ujung hidungku lalu mengambil peta benua barat di dunia ini di laci lalu membentangkannya


" Kerajaan Benedicte kita ada di tengah-tengah kerajaan besar lainnya, Wilayah kita tidak terlalu luas, tapi pertambangan berlian di kerajaan kami adalah satu-satunya sehingga kami selalu menjadi incaran kerajaan lain . Di sisi Utara ada kekaisaran Versailles, dengan wilayah yang kecil dan iklim yang sangat keras tidak cocok untuk pertanian dan tidak ada pertambangan sehingga mereka menghasilkan prajurit yang kuat dan hidup mengandalkan dari pajak dari kerajaan-kerajaan kecil yang berlindung pada mereka sedangkan musuhnya ialah kekaisaran Theodore di sisi timur adalah wilayah luas yang cukup subur dengan pertambangan biji besinya sehingga mereka juga memiliki prajurit yang kuat dan terkenal dengan strategi tempurnya, mereka berdua sudah melakukan banyak perang untuk memperebutkan tambang biji besiĀ  . Lalu kekaisaran Hilaire yang mandiri di sisi barat, terkenal dengan perdagangannya yang maju jadi kami berhubungan baik dengan mereka karena batu berlian . Yang terakhir adalah kekaisaran Ernest di sisi selatan dengan wilayah terluas dan subur dengan penghasilan utamanya ialah hasil pertanian memasok pangan utama dari keempat kekaisaran lainnya jadi tidak ada yang berani menyerang kekaisaran Ernest jika tidak ingin menjadi sasaran kemarahan dari kekaisaran besar lainnya " kataku panjang lebar lalu menyesap secangkir teh hangat .


Raja Damien mengangguk-anggukkan kepalanya menyetujui penjabaranku tadi, " Kau sudah mengetahui dasar-dasarnya kalau begitu " ujarnya pelan


Aku masih menunggu Raja Damien melanjutkan ucapannya .


" Kalau begitu sekarang akan kuajarkan formasi militer di kekaisaran kita " kata kemudian, aku tersenyum menanggapinya


" Kekaisaran kita memiliki 4 perbatasan yang di jaga ketat oleh jenderal dari setiap kepala bangsawan di sisinya, kau tahu kan ? " tanya Raja Damien, aku menganggukkan kepala tetap sambil melihat peta


" Sisi utara dengan bangsawan Cassiopeia itu adalah paman kedua, dan sisi barat yang di jaga oleh suami bibi pertama . Sisi timur adalah bangsawan Amaury dan sisi selatan bangsawan Beaufort " kataku menyahuti


" Bangsawan Cassiopeia sudah berakar dari leluhurnya di bidang militer maka ia menjaga di perbatasan utara yang penuh gejolak dengan iklim medan perang yang keras . Di utara terdapat 5 benteng pertahanan dengan 5 orang wakil jenderal, 7 kapten serta 100.000 pasukan tiap devisi yang berjaga . Di perbatasan sisi barat ada bangsawan Achilles yang bertugas menjaga kedamaian perdagangan di kedua kekaisaran, dengan jalur jalan hutan yang besar dan luas terdapat 7 benteng pertahanan dengan seorang jenderal, 3 wakil jenderal dan 5 kapten serta 20.000 pasukan tiap devisi . Di perbatasan timur ada bangsawan Amaury yang kuat dan berakar di militer juga, wilayah timur dengan iklim sejuk dan berangin penuh dengan tebing dan jurang yang dalam sangat berbahaya sehingga terdapat 5 benteng pertahanan dengan 2 orang jenderal, 2 wakil jenderal dan 5 orang kapten serta 50,000 pasukan di tiap devisi . dan terakhir di perbatasan selatan ada bangsawan Beaufort yang memastikan pengiriman stok bagian pangan kekaisaran Beatrice lancar, wilayah selatan beriklim tropis dengan dataran pertanian landai yang luas sehingga banyak bandit atau perompak gunung yang datang merampas, kita juga berkewajiban membantu mengupas bandit dan perompak itu sebagai ganti perjanjian damai antara 2 kerajaan . Dengan 3 benteng pertahanan besar dan 2 orang jenderal dan 2 wakil jenderal, 3 kapten serta 20.000 pasukan di setiap devisi " jelas Raja Damien tentang jumlah pasukan di setiap perbatasan


" Kalau begitu mari kuajari struktur pasukan dulu " kata Raja Damien melanjutkan, aku serius memperhatikan setiap perkataannya .


Kami belajar tentang struktur pasukan sepanjang sore dengan ayah, dan istirahat makan siang di istanaku . Raja Damien sangat senang aku sangat mudah untuk di ajari, sehingga ia menjadi semangat memberikan semua ilmunya padaku .


" Kita sudahi dulu hari ini, kau kembalilah istirahat " kata Raja Damien menyudahi pelajaran hari ini lalu pergi kembali ke istana utama .


Aku berdiri memberi hormat, lalu bangkit membereskan beberapa peralatan untuk belajar seperti peta medan dan juga bendera-bendera kecil untuk mengatur strategi pasukan . Felix sendiri datang untuk membantuku, karena para pelayan tidak di ijinkan menemani jika kelas militer berlangsung . Aku selesai memasukkan alat-alat itu kembali ke laci, lalu tersenyum berterimakasih pada Felix yang mengantarkan sampai ke istana ku .

__ADS_1


Aku kembali dengan di sambut oleh para pelayan pribadiku, Alice dan Blance membantu ku mandi sambil memijat tangan dan pundakku seperti kemarin . Aku hampir ketiduran lagi, bangkit untuk berpakaian lalu menjatuhkan diriku di tempat tidur dan tertidur hingga jam makan malam bersama . Deenna datang membangunkanku lalu membantuku bersiap-siap lagi untuk makan malam .


Makan malam hari ini sama dengan kemarin yang tentram, aku makan sangat banyak hingga perutku penuh dan perlu berjalan-jalan ditaman . Musim semi hampir tiba, tunas-tunas daun mulai tumbuh di pepohonan . Aku melamun sambil melirik kejauhan, lalu kembali ke istana ku untuk beristirahat .


__ADS_2