
Wajah cantik Clea yang terlihat polos kini terlihat memikat dan mempesona, topeng perak itu menambah kesan misterius padanya .
' Wah ... sialan !! bagaimana bisa wajah yang ditutup ini pun terlihat cantik . Ah ... aku iri ... !!! ' batinku
Deenna pun maju dan meraih topi valerin di atas meja rias, ia memasang topi cantik berenda di hias oleh bunga mawar serta permata juga mutiara di sisi kanannya menambahkan kesan indah, segar, elegan dan mewah . Ia mengenakan topi tersebut di kepala dengan hati-hati, manik-manik mutiara menjuntai di sisi kanan dan akan berbunyi halus ketika kepalaku bergerak sedikit .
" Sempurna, kini orang tak akan bisa melihat wajahku " kataku sambil mengangguk-angguk dan tersenyum puas pada pantulan bayangan di cermin
" Anda benar, Putri " jawab Deenna setuju
Setelah selesai, aku dengan Deenna turun ke bawah untuk menikmati sarapan di meja makan yang telah di siapkan . Setelah menyelesaikannya aku pergi kedepan istana utama hanya dengan membawa keempat pelayan pribadiku, karena Raja Damien nanti yang akan menyiapkan pengawal pribadi untukku .
Aku berjalan di jalan setapak penghubung istanaku dengan istana utama, dari sini terlihat jelas suasana di jalan utama mengarah gerbang istana kekaisaran yang terlihat sudah ramai dengan kereta-kereta milik keluarga bangsawan utama yang berperan mengurus acara ini ataupun ikut hadir saja .
Aku berjalan dengan mantap ke dalam istana lewat lorong samping yang hanya di ketahui penghuni istana utama dan biasa di gunakan oleh pelayan khusus yang tinggal di istana utama .
Ketika sampai di aula utama, suasana sangat ramai akan kepala keluarga ataupun perwakilan dari setiap bangsawan yang datang . Terutama 10 bangsawan utama yang memiliki kedudukan di rapat pagi, mereka semua memperhatikan kedatanganku dengan bertanya-tanya ' siapa gerangan gadis ini ' .
Hal itu di karenakan hanya sedikit orang yang pernah melihat diriku secara langsung, selain para penghuni istana kekaisaran, hanya guru pengajarku Tuan Louis, Lady Marie Antoinette, dan Albert saja yang mengetahui rupa asliku .
Saat bersama Curtis tidak di hitung ya ..., karena aku berposisi sebagai Cleo seorang gadis bangsawan saja saat bersama Curtis .
Jadi saat kakiku menapak masuk ke aula, aku langsung merebut semua fokus dan perhatian dari bangsawan-bangsawan yang ada di sana . Apalagi ketika aku berjalan melewati para prajurit, maka mereka akan memberi hormat dengan sopan, membuat mereka semakin heran .
Aku berjalan ke arah singgasana di platform tinggi tempat Raja Damien dan Ratu Carissa tengah duduk dengan gagah dan anggun, dengan santai aku melewati setiap orang tanpa memikirkan pandangan menelisik yang mengarah padaku .
Raja Damien dan Ratu Carissa tengah tersenyum lembut pada gadis cantik bertopeng yang berjalan kepada mereka . Clea sampai pada bawah platfrom singgasana dimana Raja Damien dan Ratu Carissa tengah memperhatikannya .
Clea pun mengangkat kepalanya dan menatap ke arah orang tuanya, senyum manisnya merekah . Raja Damien dan Ratu Carissa pun ikut tersenyum pada gadis kecilnya, para bangsawan utama kecuali Gilbert Albelart dan Marie Antoinette masih bingung dengan identitas dari gadis yang nampaknya dekat dengan Yang Mulia Raja dan Permaisuri itu . Mereka tak pernah melihat Yang Mulia Raja yang dingin, kejam, dan tegas bisa tersenyum begitu lembut pada orang lain selain Yang Mulia Ratu .
Dibawah pasang tatapan mata semua orang, lalu ia tiba-tiba menunduk, membungkukkan badan sedikit memberi salam pada Raja Damien dan Ratu Carissa . Para pelayan pribadi yang mengikutinya pun ikut membungkuk rendah di belakang Putri Clea .
" Putri Clea Cassiopeia Beatrice memberi salam pada kemuliaan dari Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu " kataku
Suaranya nyaring namun tidak keras, tegas, mantap, dan jernih bak lonceng yang merdu untuk di dengar . Ia membuat semua orang tercengang karena perkataannya .
Ketika semua orang masih terkejut dan belum merespon, Clea bangkit berdiri tegak tanpa perintah dan mengadah . Raja Damien pun bangkit berdiri dari duduknya dan merentangkan kedua tangannya sedikit tanda ingin pelukan dari putri kecilnya .
Clea tersenyum riang dan berlari kecil menaiki tangga platform yang terbuat dari batu marmer putih susu, di tutupi dengan karpet beludru merah yang mewah dan berkualitas .
__ADS_1
" Ayah " teriak kecil Clea teredam ketika memasuki pelukan dari Raja Damien
Tapi para bangsawan yang sedari tadi sangat penasaran tentu saja mendengar teriakan sepelan semut tersebut . Raja Damien terkekeh sedikit sambil mengelus punggung mungil putri kecilnya .
Ratu Carissa yang melihat ayah dan putrinya itu berpelukan tanpa malu di hadapan tatapan penasaran semua bangsawan, menjadi malu seorang diri . Ia pun berdehem sedikit untuk mengingatkan kedua ayah anak yang nampaknya seperti tak bertemu setahun itu, agar bersikap sopan sedikit .
" Ehem, Putri Clea kemari " ujar Ratu Carissa lembut
Aku segera melepaskan pelukan Raja Damien dan berlalu ke samping Ratu Carissa, aku berdiri dengan tenang di samping kanan agak belakang dari kursi permaisuri sesuai dengan statusku saat ini . Yang seorang Putri Kerajaan .
Raja Damien yang tiba-tiba di tinggalkan seketika merasa canggung, ia lalu berdehem sedikit dan mengahadap pada mata bangsawan yang masih senantiasa menanti .
" Seperti yang kalian dengar tadi, ini putriku . Putri satu-satunya milik Kekaisaran Benedicte ... Clea Cassiopeia Beatrice ... " ujar Raja Damien menggema ke seluruh sudut aula
Sontak semua bangsawan yang hadir, di pimpin oleh Gilbert Albelart dan 9 bangsawan inti . Serta para prajurit, Kapten prajurit serta para pelayan yang hadir, serempak membungkuk bersamaan untuk memberi salam pada Putri Clea .
" Salam untuk kemuliaan Yang Mulia Putri Clea Cassiopeia Beatrice " kata semua orang menggelegar memenuhi aula
Sudut mataku berkedut sangat keras menyaksikan upacara penyambutan ini, aku berusaha penuh untuk mempertahankan senyum sopanku . Hanya tuhan yang tahu jika kakiku saat ini gemetar ketakutan, ' Hah ... sial rasanya jantungku tak mau melambat sedikit agar aku tenang, jika seperti ini terus aku sungguh khawatir aku tak bisa mengubah cerita aslinya dan tetap berakhir dengan mati muda ... ' pikirku kesal
" Bangunlah .... " kataku dengan suara cerah dan jernih
Semua orang bangkit berdiri tegak, lalu mereka satu persatu ada yang melihat secara terbuka pada diriku, ada yang melirik-lirik dengan takut atau penasaran, ada juga yang sedang mencari-cari kesempatan untuk mulai mendekati diriku untuk meraih cabang zaitun .
" Ehem .... " dehem Raja Damien
Ia tengah menginterupsi para bangsawan-bangsawan licik itu yang sedang menatap putri kecilnya dengan tatapan rakus dan ingin mencari keuntungan pribadi . Para bangsawan yang di beri sinyal peringatan pun segera mengalihkan pandangan mereka dari Putri Clea .
" Putri Clea tengah tumbuh dewasa, hanya 1 tahun lagi ia akan debut di masyarakat . Saya ingin memperkenalkannya sepintas lebih dahulu pada kehidupan sosial di luar istana Kerajaan Benedicte, karna itu Putri Clea akan ikut hadir dalam kegiatan hari ini " kata Raja Damien menjelaskan dengan setiap kata yang tak ada celah untuk bantahan atau tolakan
Para bangsawan yang mendengar itu segera menjadi ricuh, mereka saling berbicara satu sama lain hingga menyebabkan aula penuh dengungan yang mengganggu . Raja Damien yang melihat hal itu segera mengerutkan alisnya erat, amarah terpancar jelas dalam mimik mukanya .
Dan ketika ia akan membuka mulutnya untuk menghukum para lalat-lalat kecil yang tidak tahu aturan tersebut, sebuah tangan kecil meraih lengannya menginterupsi . Raja Damien menoleh melihat Putri kesayangannya menatapnya dengan senyum manis, lalu ia membuka mulutnya berbicara tanpa suara .
' ayah, serahkan padaku ' kata Clea tanpa suara
Raja Damien pun menghela nafas menyerah, ia menggeser sedikit agak ke tepi . Lalu Putri Clea berjalan ke depan dengan anggun, lalu sebuah suara jernih nan nyaring menginterupsi semua bangsawan tak tahu aturan di bawah .
" Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang terhormat, saat kecil saya sering sakit dan sebagian besar waktuku dihabiskan untuk berbaring di tempat tidur . Saat ini kesehatan saya telah membaik, dan saya sangat ingin melihat suasana luar istana . Mohon Tuan dan Nyonya yang ada di sini bersikap bijak selayaknya orang dewasa dan memaklumi keinginan kekanakan saya " kataku dengan ekspresi polos
__ADS_1
Para bangsawan terdiam seketika, mereka tak bisa membalas sedikitpun pada kata-kataku karena setiap kata yang kugunakan tak ada celah di bantah ataupun alasan untuk menolaknya . Ya ... karena mereka orang dewasa yang seharusnya bijak, tak perlu terlalu perhitungan pada anak kecil ... seperti yang tersirat jelas pada kalimat terakhir dari Putri Clea
Beberapa kepala keluarga bangsawan yang cerdas pun mulai berpikir dan melihat kembali pada Putri Clea di atas, Putri kecil ini tidaklah sesederhana seperti penampilannya .
Selama ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi semua masyarakat di Kekaisaran Benedicte jika Putri tunggal milik Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu sangat sangat cantik, pintar, dan terutama sangat di manjakan oleh orangtuanya sejak kecil . Karena itu beberapa bangsawan tadi sempat berfikir untuk mencari manfaat dari Putri Clea, tapi siapa yang mengira jika Putri yang hanya di manjakan itu bukan berarti ia akan tumbuh menjadi bodoh bukan ...
Kini semua orang yang cerdas yang sadar pun mulai memutar otak lagi tentang bagaimana mendekati Putri Clea yang pintar itu .
......................
Gratak ... gratak ....
Kereta kuda mewah milik keluarga kerajaan berjalan pelan memimpin parade kereta-kereta bangsawan di belakang . Aku duduk di bangku sisi lainnya, aku menghadap jendela kaca yang menampilkan sorak sorai dari rakyat ibukota yang berkerumun di sisi jalanan menuju ke pusat ibukota .
Aku menonton dengan antusias pada kerumunan orang-orang yang berdesakan ingin di depan, pria-pria berteriak dengan riuh, para wanita-wanita baik muda atau tua mereka melambai-lambaikan saputangannya, sedangkan anak-anak kecil akan berlarian di sisi jalan mengikuti kereta di sepanjang jalan .
Prajurit istana sibuk berjaga-jaga di sisi jalanan untuk mencegah suatu kejadian, Kapten Felix dan Kapten Dan berjaga di sisi kanan dan kiri kereta kuda yang kami gunakan .
Ratu Carissa menutupi bibirnya dengan kipas lipat yang di bawahnya, ia tengah tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan dari putri kesayangannya . Raja Damien pun sesekali melirik Clea yang tengah menatap ke luar lewat jendela, dengan mata yang berbinar-binar cerah .
Terbesit dalam hati Raja Damien sebuah penyesalan yang tak bisa di katakan, ia sendiri sangat ingin putri kesayangannya itu juga bisa keluar dari istana dan melakukan apapun yang diinginkannya selayaknya anak bangsawan lain . Namun, status Putri Kerajaan yang di milikinya sejak lahir tak bisa Raja Damien elakan .
Setelah beberapa saat kami sampai di tengah ibukota, di depan sebuah bangunan bertingkat yang mirip seperti kantor polisi jika di duniaku di gunakan untuk para rakyat biasa membuat laporan kejahatan atau menghukum kejahatan-kejahatan kecil .
Kereta kami berhenti, Felix dan Kapten Dan melompat turun dari kuda mereka lalu berdiri tegak di setiap sisi kanan dan kiri pintu gerbong kereta dengan sikap hormat .
Felix membukakan pintu, lalu menunduk dalam-dalam diikuti dengan semua prajurit, bangsawan, pelayan dan juga rakyat biasa yang sejak tadi berdiri di kejauhan menonton dengan penasaran . Mereka serempak bersujud memberi hormat pada keluarga kekaisaran .
" Hormat kami untuk kemuliaan dari Yang Mulia Raja Damien Cassiopeia, Yang Mulia Ratu Carissa Beatrice dan Yang Mulia Putri Clea Cassiopeia Beatrice " seru Felix keras
Semua rakyat lantas bergemuruh, mereka dengan antusias berbisik satu sama lain ketika nama Putri Clea di sebutkan juga . Mereka sungguh tidak menyangka jika Yang Mulia Putri akan ikut juga dalam acara ini, hal itu karena umur Tuan Putri masih belia dan belum waktunya debut di masyarakat .
Namun, semua masyarakat sangat positif dan antusias ketika mereka tahu dapat melihat Yang Mulia Putri sesungguhnya . Konon katanya Tuan Putri satu-satunya milik Kekaisaran Benedicte ini sangatlah cantik, anggun, lemah lembut seperti Yang Mulia Ratu . Tapi beredar juga kabar di kalangan anak-anak bangsawan bahwa Putri Clea juga merupakan gadis yang cerdas, cakap dan pintar, seperti Yang Mulia Raja .
Seperti rumor beberapa waktu lalu yang sempat beredar, di kabarkan jika ' Yang Mulia Raja tengah menyiapkan Putri Clea untuk menjadi Putri Mahkota dan juga penerusnya ' . Ada yang menganggapi hal rumor itu secara positif seperti, ' sudah sepatutnya pewaris darah kerajaan yang asli lah yang seharusnya duduk di atas tahta ' . Ada juga yang menanggapi dengan negatif, mereka menyebarkan rumor lain yang mengatakan bahwa ' Yang Mulia Raja terlalu bias dan memanjakan Putri Clea dengan berlebihan ', ada juga yang mengatakan ' jika yang menduduki tahta seorang wanita, maka kekaisaran Benedicte akan kacau ' ....
Namun rumor tetaplah rumor, hanya dibicarakan saat sedang panas-panasnya . Seiring waktu berlalu, sudah tidak ada lagi yang mempermasalahkan apakah Putri Clea akan menjadi penerus atau tidak .
Di tambah lagi sekarang berita tentang peperangan di perbatasan sungguh mengguncang semua rakyat, dalam waktu sehari sudah banyak simpang siur berita menyesatkan yang mulai muncul . Oleh karena itu, Raja Damien segera mengadakan acara pengumuman secara resmi hari ini .
__ADS_1
...***...
Pintu kereta terbuka, semua orang menunduk memberi hormat . Sesosok lelaki paruh baya yang gagah nan berwibawa keluar dari dalam kereta milik istana tersebut .