
Aku dan Albert pun keluar dari ruang istirahat kembali ke lapangan pelatihan, aku berjalan bergandengan tangan dengan Albert seperti biasanya . Para prajurit yang sudah kembali berlatih melihat aku yang berjalan melewatinya, satu persatu segera membungkuk hormat memberi salam juga mengungkapkan terimakasih atas hidangannya
Aku pun hanya tersenyum tulus dan melambaikan tanganku sambil berkata, " tidak masalah hanya hidangan sederhana, aku senang kalian menyukainya "
Aku melihat dari kejauhan Kapten Molly, Kapten Dan, dan Kapten Kate memandang ke arah kami . Aku menyeret Albert yang masih enggan untuk menemui mereka, arah mata Kapten Kate dan Kapten Dan melihat ke tanganku dan Albert yang saling terjalin, terlihat jelas di ekspresi mereka yang terkejut lalu terbatuk canggung . Sedangkan Kapten Molly, entah kenapa aku melihatnya nampak semakin kesal . Kupikir mungkin ia masih kesal dengan perdebatan dengan Albert tadi, tapi aku merasa entah kenapa Kapten Molly juga memandangku dengan tidak puas .
Kapten Molly pun memutus kontak mata kami lalu berdehem keras untuk menyadarkan Kapten Kate dan Kapten Dan yang masih terbatuk canggung . Akhirnya mereka pun memberikan salam sederhana bersama-sama dengan Kapten Kate dan Kapten Dan yang berbicara dengan kikuk, aku pun tersenyum manis dan menyuruh mereka bangkit tidak perlu bersikap terlalu sopan .
" Putri, mari di sebelah sini . Perlengkapan memanahnya sudah di siapkan " kata Kapten Molly
Kapten Molly pun mengarahkan kami ke sisi kanan area latihan, di sana terdapat banyak prajurit yang sedang berlatih memanah . Prajurit-prajurit itu adalah ahli dalam memanah mereka menggunakan busur besi yang besar dan aku yakin pasti sangat berat untuk memanah, target yang di gunakan pun target bergerak dengan jarak yang sangat jauh . Mungkin di duniaku mereka akan menjadi sniper atau penembak jarak jauh, aku melihat bagaimana para prajurit itu dengan serempak memasang anak panahnya, mengangkat busur mereka, lalu membidik sasaran dengan cermat dan menembak bersamaan sesuai arahan . Anak panah itu meluncur dengan sangat cepat dan akurat menuju ke sasaran papan sasaran kecil yang berada di ujung podium penonton .
Bahkan aku hanya melihat titik hitam kecil di kejauhan, apalagi jika harus memanah dengan tepat di sasaran tembak . Aku menoleh menyipitkan mataku ke arah panah yang menancap di papan sasaran yang sangat jauh dan alangkah terkejutnya aku ketika hampir semua anak panah menancap di titik tengah dengan akurat mengumpulkan skor yang tinggi .
Aku membeku dan berseru dengan kagum ketika ketua regu mengatakan hasil dari perolehan poin mereka satu persatu, sebagai besar mendapatkan poin penuh hanya 2 atau 3 orang saja yang sedikit meleset dari titik tengah . Setelahnya tanpa penundaan atau antusiasme yang berlebihan regu pertama mundur di gantikan dengan regu kedua yang bersiap membidik dan memanah dengan akurat, begitupun dengan seterusnya .
Aku yang baru pertama kalinya melihat pelatihan prajurit dengan sesungguhnya sangat terkejut dan penasaran, aku mulai memperhatikan dengan detail pada keadaan sekitar sambil tetap berjalan mengikuti di belakang Kapten Molly . Albert yang melihat mataku berbinar sangat terang merasa itu sangat lucu, ia pun terkekeh melihatku lalu tersenyum lembut memanjakan . Kapten Molly hanya berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun pada kami di belakang seolah ia tak perduli sedikitpun .
" Albert, katakan padaku ... apa menurutmu aku bisa seperti itu ?? " tanyaku bersemangat
Albert mendengar pertanyaanku yang sangat polos, ia menjadi bingung akan menjawab apa ... bagaimana mungkin Albert tega untuk menjawab dengan sejujurnya apalagi ketika melihat tatapan Putri Clea yang polos dan bersemangat itu serta mata bulat yang berbinar-binar kecil .
Kapten Molly yang awalnya berjalan dengan teguh di depan juga mendengar pertanyaan polos yang di lontarkan oleh Putri Clea, ia sangat terkejut sampai tersandung oleh langkah kakinya sendiri dan hampir saja terjungkal ke depan . Terlintas sekilas hasil pelatihannya bersama dengan Putri Clea selama 3 minggu yang lalu, wajahnya berubah jelek ketika mengingat hasilnya . Tapi apalah daya Kapten Molly hanya bisa berpura-pura diam tidak mendengar apapun dan tetap melanjutkan memimpin jalan .
Albert yang menghadapi situasi canggung itupun bingung akankah ia harus berbohong atau berbicara dengan jujur dan akhirnya Albert hanya pura-pura terbatuk dan berdehem pelan agar nadanya terlihat serius .
" Untuk bisa mendapatkan hasil seperti itu membutuhkan pelatihan yang keras Putri, tubuh anda yang berharga tidak akan tahan " jawab Albert
Perkataan Albert memang terkesan lembut dan membujuk dengan perhatian, tapi sangat terlihat jelas maksud yang di sampaikannya jika aku tidak akan bisa sampai di tahap itu .
Sebenarnya aku juga sudah menduga jawabannya akan seperti itu, aku sendiri pun yakin akan kemampuan tubuh Clea ini yang tidak akan bisa bertahan jika melakukan pekerjaan yang sedikit kasar sekalipun . Aku hanya bersyukur jika saja tubuh ini masih sehat-sehat saja sampai sekarang sejak aku pindah ke dalamnya, karena di sebutkan dengan jelas jika pemilik tubuh ini di cerita novel aslinya adalah gadis yang rapuh dan sakit-sakitan .
Tapi tetap saja mendengarkan dengan langsung akan membuat sedikit ketidakpuasan muncul di hatiku, aku cemberut mendengarkan jawaban Albert . Meski aku tahu Albert sudah berusaha mengemas perkataannya dengan sangat baik agar aku tidak tersinggung dengan jawabannya tapi tetap saja aku masih sedikit kesal .
Albert yang melihatku cemberut kesal menjadi kebingungan lalu ia pun terkekeh gemas melihat tingkahku yang kekanakan, Albert meraih tanganku untuk di genggamannya di telapak tangan yang lebar dan hangat . Aku meliriknya sedikit di sudut mataku, melihat Albert yang tersenyum lembut ke arahku . Aku terpesona sejenak hingga suara Albert yang merdu sedikit berat khas seorang remaja yang baru tumbuh dewasa memasuki indera pendengaranku .
" Apa yang membuatmu kesal hem ?? tidak bisa beladiri pun tak masalah, lagipula kedepannya Putri akan selalu di lindungi oleh setiap orang " ujarnya pelan kepadaku
Lalu Albert mencondongkan tubuhnya ke arahku dan berbisik dengan sangat pelan di telingaku " termasuk saya " tambahnya dengan nada menggoda
Bluss
Wajahku langsung memerah mendengar perkataannya, aku menundukkan kepalaku dalam-dalam agar orang tidak bisa melihatku yang tersipu malu . Albert kembali menegakkan tubuhnya setelah selesai berbisik di telingaku, melihat reaksi ku yang merona malu ia pun terkekeh puas karenanya .
__ADS_1
Apa yang tidak mereka ketahui adalah di depan Kapten Molly dapat mendengar suara obrolan mesra antara 2 remaja itu, ekspresi Kapten Molly sangat tidak sedap di pandang ia seperti seseorang yang sedang menahan mual ingin muntah . Kapten Molly sungguh tak ingin mendengar pembicaraan yang saling menggoda di belakangnya tapi sayang sekali dikarenakan ilmu beladirinya yang sangat tinggi, membuatnya peka terhadap suara di sekitar . Itupun termasuk dengan kejadian di ruang istirahat tadi .
Kapten Molly yang sudah tidak dapat bertahan lagi segera menyela obrolan penuh kasih sayang antara 2 remaja tersebut, ia segera berbalik menghadap mereka dengan raut wajah yang kesal serta suara yang tercekat menahan amarah .
" Kita sudah sampai di tempatnya, Yang Mulia Putri harap bersiap " ujarnya bergetar lalu segera berbalik ke arah peralatan memanah yang sudah siapkan
Albert yang melihat sikap Kapten Molly yang sangat tidak sopan segera menjadi marah, raut wajahnya yang senang tadi saat bersama Putri sudah menghilang sepenuhnya . Albert akan bergegas maju untuk membuat perhitungan dengan Kapten Molly atas sikapnya yang dinilai kurang ajar pada kaum bangsawan dan keluarga kerajaan, tapi aku segera meraih lengannya untuk menghentikan amarah Albert .
Aku menggelengkan kepala perlahan sebagai isyarat agar tidak mempermasalahkannya, Albert melihatku dengan tatapan tidak puas di matanya tapi segera ia hanya mengehela nafas dan menuruti permintaanku . Albert pun hanya menuntunku ke arah peralatan memanah yang sudah di siapkan, ia memakaikan sarung tangan kulit yang sudah di persiapkan khusus untukku .
Sejujurnya aku sedikit terkejut melihat Kapten Molly yang marah kepadaku, memang perkataannya yang di tujukan padaku tidaklah kasar tapi aku dapat mendengar jika nada bicaranya seperti menahan kekesalan yang tak bisa dikatakan dan hanya bisa menahannya sendiri . Aku cukup menyadari perubahan sikap dari Kapten Molly sejak setelah jam istirahat usai awalnya kupikir saat itu ia hanya masih kesal dengan Albert, kini aku merasakan Kapten Molly sudah kesal padaku juga saat itu .
Setelah selesai memakai sarung tanganku, aku meraih busuk kayu yang khusus kugunakan berlatih, memasang anak panah dan membidik ke arah papan sasaran yang berjarak sangat dekat jika di bandingkan dengan target untuk para prajurit di situ . Aku mefokuskan bidikan panahku agar lebih tepatnya pada targetnya karena banyak sekali prajurit yang sedang memperhatikanku meskipun tidak secara terang-terangan .
Begitupun dengan Kapten Kate dan Kapten Dan yang sedang melihat ke arah kami, aku melepaskan anak panahku di bawah perhatian semua orang . Dan hasilnya .....
...
..
.
meleset
Entah suara siapa yang seperti sedang menahan tawa mati-matian agar tidak keluar, wajahku segera merona malu ingin sekali aku kabur sekarang tapi aku hanya bisa menunduk malu memperhatikan sepatuku boot ku yang bersih baru di ganti .
Albert segera mengedarkan pandangannya yang dingin dan tajam pada sekeliling orang yang menonton tadi, segera semua orang yang mengintip diam-diam ataupun menatap langsung segera menolehkan kepalanya secepat kilat kembali melakukan latihannya masing-masing berpura-pura seolah tidak melihat apapun . Setelahnya Albert berbalik menghadapku dan menghibur dengan lembut .
" Kurasa Putri membuat kemajuan yang besar sejak pertama kali, tidak apa-apa mari coba lagi mungkin kali ini akan berhasil " katanya lembut
" Uhuk .... cukup bagus kulihat . Yang Mulia Putri silakan coba lagi " sahut Kapten Molly dengan canggung
Kapten Kate di kejauhan ' Sepertinya Kapten Molly sudah menjadi lebih lunak dalam mengajar '
Kapten Dan di kejauhan ' Sepertinya penglihatan Kapten Molly bermasalah '
Prajurit pertama ' Sepertinya cerita tentang Yang Mulia Putri adalah gadis yang lembut memang benar '
Prajurit kedua ' Gagal pun tetap dihibur, jika itu kami .... '
Prajurit ketiga ' cukup bagus apaan ?? bahkan menyerempet tepi sasaran pun tidak ?? '
Prajurit keempat ' sangat iri dengan perlakuan khusus itu .... '
__ADS_1
Prajurit kelima ' ....... ' ( sangat terkejut hingga tak bisa berfikir )
Dan begitulah sebagian pemikiran dari orang-orang di sekitar, aku mengangkat kepalaku yang menunduk melihat ke arah Albert yang masih tersenyum lembut padaku lalu menoleh ke arah Kapten Molly yang datar seolah tidak terjadi kesalahan .
Akupun mulai mengambil anak panah lagi dan membidik papan sasaran dengan lebih serius kali ini . Setelah yakin anak panah itu kulepaskan dengan sekuat tenaga meluncur ke arah papan dan mengenai tepi sasaran hampir akan melewatinya lagi .
Aku tersenyum senang melihat panahku yang bisa menancap di papan, aku berseru dan melompat kecil kegirangan karena aku tidak gagal kali ini .
" Albert ... Albert .... lihat panahnya menancap hehehe " seru ku senang sambil tertawa kecil menggoyangkan lengan Albert di sampingku .
Para prajurit di sekitar juga Kapten Kate dan Kapten Dan yang mendengar pun melirik kembali, melihat anak panah yang menancap di tepi papan sasaran hampir saja akan melewatinya lagi . Mereka akan mendesah tak berdaya lagi ketika pandangan mereka beralih ke Yang Mulia Putri yang tertawa senang sambil melompat kecil terlihat sangat cantik dan menggemaskan .
Kapten Kate ' kini aku tahu kenapa Kapten Molly bersikap lunak '
Kapten Dan ' seorang gadis lembut bisa memanah juga sudah bagus '
Prajurit pertama ' sangat cantik .... '
Prajurit kedua ' aku ingin ikut memuji juga '
Prajurit ketiga ' gadis cantik dan manis tidak pernah salah '
Prajurit keempat ' seorang gadis cantik memang patut di perlakukan istimewa '
Prajurit kelima ' ..... ' ( tak bisa berfikir lagi karena terpesona oleh kecantikan Yang Mulia Putri )
Albert yang merasakan antensi semua orang disekitar kembali beralih ke Putri segera berdehem keras untuk mengingatkan, setelah semua orang tersadar dan kembali melakukan pelatihannya masing-masing . Albert baru merasa lega karena tidak ada lagi pria yang memandangi miliknya dengan takjub karena kecantikannya . Albert menunduk menatapku yang masih kegirangan lalu ia tersenyum lembut .
" Sangat bagus ... " pujinya singkat tapi terdengar tulus, aku pun semakin terkikik senang mendengarnya
" Ehem, Yang Mulia Putri mari lanjutkan " sela Kapten Molly mengingatkan
Aku pun segera menghentikan kegembiraanku dan mengambil anak panah lagi melanjutkan pembelajaran memanahku . Anak panah ketiga mengenai sasaran kali ini lebih kedalam bukan lagi ditepi, aku tersenyum sangat lebar . Anak panah keempat melewati sasaran yang berarti gagal lagi, senyumku memudar seketika kupikir sepertinya aku terlalu cepat berpuas diri . Albert yang melihatku kembali sedih segera akan menghibur tapi perkataan yang akan terucap tersendat di tenggorokan ketika melihat aku kembali membidik dengan santai seolah tidak bersedih .
Albert pun tersenyum bangga padaku yang sudah tidak bersedih lagi ketika gagal, Kapten Molly melirikku ringan ketika aku dengan mudah menghilangkan pemikiran soal kegagalan keduaku . Ujung bibir Kapten Molly sedikit terangkat dengan takjub akan pengendalian diriku yang bagus di usiaku ini . Aku pun berlatih memanah hingga sore hari, Kapten Molly menyudahi latihan dan memberikan ulasan serta masukkan untuk hasilku yang cukup bagus . Kini aku dapat dikategorikan menguasai dasar awal dari memanah .
Aku kembali ke istanaku di temani oleh Albert, kami berjalan bersama sepanjang jalan dengan ditemani oleh ocehan yang tidak karuan . Albert hanya mendengarkan dengan tenang setiap perkataanku, kurasa Albert adalah pendengar yang cukup baik jika sifat jahilnya padaku dihilangkan .
Kami melewati istana utama dan berjalan ke halaman depan untuk mengantar Albert ke kereta kudanya, kali ini Albert akan langsung kembali ke kediaman karena ia perlu menangani urusan keluarganya . Aku menyaksikan kereta kuda milik kediaman Albelart yang membawa Albert di dalamnya berlalu pergi menghilang di luar gerbang Kerajaan Benedicte .
Aku pun berjalan kembali ke istanaku untuk membersihkan diri dan beristirahat sekejap sambil menunggu Lady Marie datang mengajar . Aku bersandar santai dan menikmati teh serta matahari sore hari di kursi santai halaman depan istanaku, aku menutup mataku berjemur dengan nyaman sesekali dapat kurasakan banyak mata yang melirik diam-diam ke arahku tapi tak kutanggapi . Aku berpura-pura tak merasakan tatapan ingin tahu dari para pelayan kecil yang lewat tersebut asalkan mereka tak menggangguku .
Hampir saja aku jatuh tertidur ketika suara Deenna menginterupsi dari samping, memberitahukan kedatangan Lady Marie Antoinette yang sudah tiba . Aku membuka mataku menyuruh Deenna mengundang masuk Lady Marie Antoinette kemari, tak lama terlihat seorang wanita yang berpenampilan elegan serta berjalan dengan anggun kemari . Aku melemparkan senyuman ramah untuk menyambutnya, Lady Marie Antoinette membungkuk sopan memberi salam ketika sampai di hadapanku .
__ADS_1
Aku segera membantunya bangkit dan mengatakan untuk tidak terlalu sopan lagi kedepannya, kami pun duduk berhadapan di kursi santai halaman depan .