Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 23


__ADS_3

" Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Raja sangat memanjakan Yang Mulia Putri " ujar nyonya Cassiopeia dengan sengit


Ratu Carissa tersenyum ramah, ia menundukkan pandangannya ke bawah menatap cangkir teh . Ratu Carissa sangat mengerti makna tersembunyi dari perkataan sinis dari nyonya keluarga Cassiopeia .


' Clea adalah seorang gadis, jadi jangan terlalu menuruti segala kemauannya karena Putri hanyalah Putri '


Para bangsawan lainnya di situ diam membisu, mereka juga menantikan jawaban dari pertanyaan berani nyonya Cassiopeia . Ratu Carissa diam ia tetap mempertahankan senyum ramahnya, jari lentiknya memainkan gagang cangkir teh di hadapannya .


Ratu Carissa memang terkenal pribadi yang lembut dan hangat, hampir tak ada pelayan yang di bentaknya tapi Ratu Carissa bukanlah sesuatu yang bodoh bisa di permainkan apalagi jika ada orang yang menyerang putri tersayangnya . Ratu Carissa mulai berfikir bahwa kesombongan bangsawan Cassiopeia harus tekan, mereka bahkan mulai  berani memasukkan hidungnya pada urusan keluarga kekaisaran .


" Clea adalah seorang gadis ... itu benar, tapi dia juga adalah putriku satu-satunya " ucapnya pelan dengan nada datar


Ratu Carissa mengangkat pandangannya, menatap langsung ke mata nyonya keluarga Cassiopeia . Senyuman di wajahnya memang masihlah ramah, tapi kelembutan dan kelemahannya di tatapannya sudahlah menghilang sepenuhnya .


" Karena dia putriku, maka tidak ada seorang pun bisa melarangnya melakukan apapun di seluruh Kerajaan Benedicte " lanjut Ratu Carissa ringan dengan senyum ramahnya


Ekspresi nyonya keluarga Casiopeia sangat jelek hingga tak dapat di tutupi, para nyonya bangsawan di meja itu terdiam mereka sangat mengerti jelas makna ucapan dari Ratu Carissa . Raja dan Ratu akan mendukung apapun keputusan dari Putri Clea tanpa terkecuali, para bangsawan pun segera menyadari rumor tentang Putri Mahkota bukanlah omong kosong belaka .


Suasana menjadi sunyi seketika, Lady Marie yang ada di sana pun segera tersenyum cerah dan memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana tegang .


" Yang Mulia Ratu Carissa benar, Yang Mulia Putri adalah gadis sangat berbakat dan terpintar yang pernah saya temui sebelumnya . Jadi tidaklah mengherankan jika Yang Mulia Putri merasa sangat ingin tahu dan mencoba berbagai hal di usianya yang muda sekarang " kata Lady Marie tenang


" Wah ... sungguh beruntungnya Kerajaan Benedicte kita karena mempunyai seorang Putri yang cantik dan pintar " seru Nyonya bangsawan kecil


" Benar sekali, bahkan putraku sering memuji kecerdasan Yang Mulia Putri Clea . Ia bahkan berkata Yang Mulia Putri adalah gadis terpintar yang pernah ditemuinya, bahkan gadis-gadis di akademi kerajaan tak bisa dibandingkan " ujar Nyonya keluarga Albelart angkuh


Ia sudah lama diam memperhatikan kesombongan dari keluarga Cassiopeia sekarang setelah di permalukan oleh Ratu Carissa, ia sungguh tak sabar untuk segera menabur garam di lukanya .


" Jika Tuan Muda Albelart yang terkenal kecerdasannya di seluruh akademi memuji Yang Mulia Putri seperti itu, maka bisa dipastikan kenyataannya " kata Lady Amaury


" Ah .... bukankah yang berkuda di belakang Yang Mulia Putri Clea tadi ialah Tuan Muda Albelart " seru Nyonya Crylle heboh


Ratu Carissa diam menikmati tehnya membiarkan para nyonya bangsawan itu berdiskusi di depannya, Nyonya Albelart hanya tersenyum malu sambil menutupi mulutnya dengan kipas terlihat anggun . Para nyonya bangsawan yang melihat Yang Mulia Ratu dan Nyonya Albelart tidak menampik hal tersebut, maka tandanya hal itu benar . Para Nyonya dan Lady bangsawan itupun berseru heboh, ada yang tertawa kecil dengan wajah merona malu .


Ekspresi Nyonya Cassiopeia sangatlah jelek seperti ia sanggup melemparkan cangkir teh ke wajah Nyonya Albelart yang sombong sedang melirik mengejeknya . Nyonya Crylle yang selalu di pihak bangsawan Albelart pun mulai memanas-manasi keadaan .


" Sepertinya hubungan Yang Mulia Putri dan Tuan Muda Albelart sangat dekat ... " ujarnya penuh makna


Para Lady yang belum menikah pun segera tersenyum-senyum malu, Nyonya Albelart melirik Ratu Carissa sedikit untuk melihat ekspresinya . Ratu Carissa terlihat tenang tetap tersenyum lembut dan anggun seolah tidak terganggu dengan ucapan dari nyonya dan lady yang ada . Nyonya Albelart pun semakin sombong dalam hatinya tapi tetap terlihat rendah diri dan elegan di luar .


" Mereka hanyalah anak kecil yang bermain bersama-sama " ujar nyonya Albelart merendah dengan sopan


Para nyonya dan lady disitu pun segera tersenyum penuh makna, seperti seorang penggosip yang menemukan topik obrolan yang seru tapi mereka harus menahannya sekarang untuk menjaga sikap di hadapan Ratu Carissa . Obrolan pun berlanjut semakin seru meninggalkan nyonya Cassiopeia di sudut dengan wajah yang jelek .


Sedangkan yang menjadi pusat diskusinya sedang fokus berkuda menuju arah gerbang istana, Kapten Molly mengemudikan kudanya dengan lihai berkelok-kelok melewati berbagai pohon dan tanaman di taman istana . Clea hampir tak bisa mengikuti kecepatan Kapten Molly meskipun kesulitan tapi ia tak ragu lagi untuk memacu Blake lebih kencang melewati rintangan, Albert tetap mengikuti di samping Putri untuk berjaga-jaga sesekali ia pun menoleh melihat raut wajah Putri yang serius dengan matanya yang berbinar-binar senang .

__ADS_1


Kapten Molly memacu kudanya melompat pembatas taman ke jalan setapak gerbang istana, ia memacu kudanya di sepanjang jalan setapak gerbang istana utama menuju ke istanaku . Aku pun mengikuti setiap gerakan Kapten Molly melewati para prajurit istana yang sedang berpatroli di sepanjang jalan .


Di atas ruang kerja ayah yang menghadap ke arah gerbang, Felix sedang memandang keluar jendela mengawasi sekitar sedangkan Yang Mulia Raja Damien sedang duduk di atas meja kerjanya membolak-balik dokumen pertemuan pagi tadi . Tiba-tiba sudut mata Felix melihat 3 orang yang sedang berkuda di sepanjang taman istana menuju arah gerbang .


" Berani sekali mereka berkuda dengan secepat itu di taman istana " gumam Kapten Felix


Sosok yang memimpin di depan mengarah jalur ialah Kapten Molly yang berkuda dengan terampil dan cepat tapi ia tetap memperhatikan bahwa sosok yang mengikuti di belakangnya tidak ketinggalan . Dan yang mengikuti di belakangnya ialah Yang Mulia Putri Clea yang hari ini belajar beladiri .


" Eh .... bukankah itu Yang Mulia Putri ?? " seru Kapten Felix tiba-tiba


Raja Damien tidak terlalu perduli dengan pelanggaran aturan di istana karena itu akan diselesaikan oleh Felix, tapi ketika nama putrinya disebut Raja Damien terkejut dan segera bangkit berjalan ke depan jendela melihat keadaan .


Terlihat di kejauhan sosok 3 orang yang sedang berkuda di pepohonan di taman istana, mereka melewati berbagai pohon dan tanaman yang di jadikan rintangan sederhana . Dari kejauhan nampak Kapten Molly yang memimpin jalur di ikuti oleh putrinya yang canggung tapi tidak ragu serta Tuan Muda Albelart yang mengawasi di samping .


Raja Damien memperhatikan wajah putrinya yang serius, ia melewati rintangan pohon dengan keyakinan yang kuat . Binar matanya terlihat berkilau antusiasme yang kuat, Raja Damien tersenyum melihat putrinya yang bahagia . Sebenarnya ia sempat khawatir dengan putrinya yang seorang gadis ingin belajar beladiri . Sering kali seusai latihan beladiri, putrinya tidak menghadiri makan malam bersama karena kelelahan, Raja Damien takut jika putri kecilnya yang manis itu tidak tahan . Jadi ia memerintahkan Kapten Molly yang juga seorang wanita agar mengajarnya, dan Kapten Felix yang selalu memantau laporan dari Kapten Molly .


Kini Raja Damien sudah meletakkan kekhawatirannya melihat raut bahagia dan percaya diri dari putrinya itu, Raja Damien pun merasa yakin akan keputusannya yang mendukung semua keinginan dari putrinya tersebut . Raja Damien tersenyum bangga menoleh ke arah putrinya yang sudah menghilang tak terlihat lagi .


" Felix, bagaimana menurutmu ?? " tanya Raja Damien tanpa menoleh


" Tidak buruk, sesuai laporan Yang Mulia Putri kini sudah percaya diri memacu kuda melewati rintangan sederhana " jawab Kapten Felix sopan


" Bagaimana menurutmu kedepannya ?? " tanya Raja Damien tenang, ia kembali duduk di belakang mejanya memeriksa dokumen istana .


" Jika untuk dasar-dasarnya saja tidak akan menjadi masalah, tapi jika ingin menjadi ahli maka sepertinya sulit "  jawab Kapten Felix langsung


Kapten Felix hanya menunduk mendengarkan saja, ia sudah mengetahui perihal keputusan Yang Mulia Raja yang akan menuruti keinginan Yang Mulia Putri untuk menjadi Putri Mahkota . Yang Mulia Raja pun sudah mempersiapkan berbagai hal untuk mencegah para bangsawan yang menghalangi jalan .


Kapten Molly memacu kudanya berlari kencang di jalan setapak yang menghubungkan istana utama dan istana ku, para pelayan serta prajurit yang bertugas disekitar segera menoleh ke arah kami mendengar kegaduhan dari suara telapak kaki kuda yang berderap cepat . Kami pun melewati pintu depan istanaku, terlihat para pelayan kecil sedang sibuk membersihkan kediaman .


Mereka serempak menoleh ketika melihat kuda-kuda yang melaju cepat, Blake memiliki bulu putih dengan surai pirang panjang yang indah . Ketika Blake berlari cepat akan nampak sangat berbeda dengan kuda milik militer yang hitam serta berotot, Blake akan tampak cocok dengan sebutan anggun di bandingkan dengan keren . Blake melaju di antara 2 kuda hitam yang gagah, ia sangat menarik perhatian sehingga para pelayan pun ingin melihat lebih jelas .


Tapi alangkah terkejutnya mereka ketika melihat seseorang yang menunggang kuda putih cantik itu ialah Yang Mulia Putri yang adalah tuan mereka sendiri . Mereka segera memekik antusias melihat tuan putri cantik dan anggun yang mereka layani selama ini terlihat keren dan serius saat menunggang kuda .


" Aaaaahhhhhh ........ itu Tuan Putri " pekik salah seorang pelayan


" Aaaaaaa...... benar itu Yang Mulia Putri " seru pelayan lainnya


Segera suasana menjadi gaduh dalam sekejap, para pelayan melupakan tugas mereka masing-masing . Mereka sibuk bersorak-sorai ke arah Putri Clea di kejauhan, Alice dan Blance yang sibuk memerintahkan pelayan di halaman mendengar kegaduhan itu .


Mereka segera bergegas untuk memeriksa apa yang terjadi, ketika mereka sampai di depan jalan utama segera suara derap kaki telapak kuda memenuhi indra pendengaran mereka . Mereka berdua pun serempak menoleh ke arah datangnya suara itu, terlihat 3 ekor kuda melaju cepat di jalan setapak utama istana menuju ke taman bunga mawar . 2 ekor kuda gagah itu mengapit seekor kuda putih yang cantik di tengahnya, Alice segera merasa kuda putih itu cukup familiar . Dan ketika ia sadar, Putri Clea sudah melaju cepat melewatinya dengan melemparkan senyum kecil tak ketara .


Alice terkejut dibuatnya, ia tak menyangka jika Yang Mulia Putri sudah pandai berkuda padahal setiap kali selesai berlatih Putri Clea selalu nampak sangat kelelahan seperti ia akan menyerah kapan saja . Alice segera menoleh ketika mendengar seruan Blance di sampingnya .


" Tuan Putri ..... hati-hati .... !!!! " teriak Blance ke arah Putri Clea menjauh .

__ADS_1


Alice melihat dari kejauhan 3 kuda itu melaju sangat cepat ke arah bunga-bunga pinggir taman, hati Alice melompat khawatir jika mereka akan menabrak . Ia akan berteriak keras ketika kuda paling depan tiba-tiba melompat tinggi melewati pot bunga itu lalu berlari kembali, di ikuti oleh Blake dan kuda di belakangnya . Alice tercengang, teriakan yang akan keluar dari mulutnya tersangkut kembali di tenggorokan . Ia membeku terkejut melihat lihainya Tuan Putri mereka menunggang kuda, suara gumaman Blance di samping menyadarkannya dari lamunan .


" Tuan Putri sangat pandai ... " gumam Blance pelan


Alice meliriknya di samping, raut mukanya tidak jauh berbeda dengan miliknya . Blance sangat terkejut hingga wajahnya memutih kehilangan darah . Para pelayan kecil di kejauhan yang melihat pun segera menjerit histeris dan berseru keras ' Tuan Putri keren ... !!!' . Halaman itupun menjadi sangat ramai dan gaduh .


Aku menghela nafas ketika Blake sudah menapak di rerumputan taman bunga mawarku, aku tidak menyangka reaksi para pelayan akan seantusias itu . Aku sempat berpikir ' jadi ini rasanya menjadi idol ',  ingin sekali aku tertawa sombong saat ini tapi tidak bisa kulakukan . Aku harus mengendalikan sebisa mungkin senyuman konyol yang akan muncul, tapi tak bisa menyembunyikan binar cerah di mataku .


Albert yang melihat ekspresiku sangat senang karena dukungan para pelayan tadi, segera terkekeh gemas melihat tingkahku . Kapten Molly pun segera menimbrung dengan kata-kata tajamnya tapi tidak terdengar menghina .


" Sepertinya Yang Mulia Putri sangat populer di antara pelayan " ucapnya


" Putri sangat baik, tentu saja akan sangat di sayang oleh semua orang " sahut Albert


" Kalian berdua jangan menggodaku lagi " seruku malu


Tatapan yang di layangkan Albert padaku sangatlah menggoda sekaligus memanjakan, wajahku segera memerah malu tapi untunglah Kapten Molly tidak menengok sama sekali kebelakang ketika berbicara . Jadi aku tidak perlu khawatir menyembunyikan wajahku yang merona dan akan membuat canggung keadaan .


" Kudengar jika taman bunga mawar milik Yang Mulia Putri adalah yang terbaik di seluruh Kekaisaran Benedicte, apakah saya mendapatkan kehormatan untuk dipandu berkeliling ?? " tanya Kapten Molly


" Tentu saja " seruku langsung bergegas memimpin di depan


Kapten Molly pun menyingkir dan memberi jalan agar kuda Putri Clea dapat melaju terlebih dahulu, ketika Albert akan bergegas mengikuti Kapten Molly segera memotong jalan agar mereka terpisah . Kapten Molly sungguh muak akan 2 remaja yang saling menggoda di belakangnya di sepanjang jalan, apa mereka sungguh berfikir ia tidak dapat menyadari keadaan di belakang tanpa menolehkan kepalanya ??


Ekspresi Albert segera menjadi gelap dalam hitungan detik, ia tak menyangka Kapten Molly akan berani memisahkan jalan antara mereka sehingga Albert hanya bisa mengikuti dan menonton dari belakang .  ' Betapa beraninya Prajurit rakyat jelata ini ( prajurit yang bukan dari bangsawan ) !!! ' seru Albert dalam hati . Albert kini hanya bisa menahan kekesalannya dan membuat perhitungan dengan Kapten Molly di belakang nanti, kini ia tak ingin mengganggu suasana hati Putri yang sedang senang hanya karena serangga kecil yang kotor .


Aku memacu Blake sambil berceloteh riang di sepanjang taman, memperkenalkan aneka jenis bunga mawar pada Kapten Molly lalu memacu Blake ke melewati danau dan gazebo yang teduh di tepi . Matahari mulai menyengat aku mulai mempercepat laju Blake melewati pepohonan lebat yang membatasi area taman istanaku dan tempat tinggal pelayan kecil serta prajurit di belakang istana lalu melewati dapur pelayan dan prajurit . Aku membiarkan Kapten Molly kembali memimpin jalan karena aku tidak akrab dengan area ini, Raja dan Ratu tidak akan membiarkanku memasuki area belakang tempat tinggal pelayan dan prajurit .


Area ini sangatlah luas berbatasan langsung dengan tembok istana yang tinggi dan kokoh . Para pelayan serta prajurit yang sibuk dengan tugasnya, melihat kami lewat  segera berlutut dan menunduk hormat ke arah kami, mereka sepertinya hanya pelayan kecil yang mengerjakan hal-hal di luar istana seperti mencuci kain kotor serta merawat ladang di dalam istana, fasilitas istana termasuk taman istana . Area ini tidak cukup bersih tapi tidak kotor juga, rumah-rumah ini sederhana seperti yang ada di desa Ravies .


Ekspresi Albert semakin dingin, ia sungguh tak ingin berada di kawasan kotor seperti ini . Baginya yang terlahir di bangsawan berkuasa, kesombongan dan keangkuhan sudah terukir jelas di darah dan tulangnya . Albert yang melihat ekspresi penasaran di wajahku segera menegur dengan lembut .


" Putri, tidak ada yang pantas di lihat " ujarnya datar


Aku terhenyak dari pikiranku lalu menoleh ke arah Albert dan memasang senyum manis .


" Aku tahu, hanya penasaran saja . Ini pertama kalinya aku melihat " gumamku padanya


" Ah ... saya baru tahu ini pertama kalinya Yang Mulia Putri kemari padahal ini masih di area istana " ujar Kapten Molly menyindir


" Apakah dengan status Putri yang terhormat pantas baginya ada di tempat kotor seperti ini ?? " jawab Albert tak kalah ketus


" Ucapan Tuan Muda Albelart membuat kediaman para pelayan terlihat rendah " jawab Kapten Molly tanpa gentar


" Apakah dengan status kami, tempat ini terlihat layak ?? " tanya Albert langsung tanpa menampik

__ADS_1


Kapten Molly terdiam lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, aku cukup terkejut dibuatnya .


" Kalau begitu ini adalah kesalahan saya . Yang Mulia Putri mohon ampunannya " ujar Kapten Molly dingin


__ADS_2