
" Aku ingin ikut ...!!! " seruku dengan polos
Raja Damien dan Ratu Carissa terkejut dengan permintaanku, Ratu Carissa pun segera menolak dengan halus dan memberi berbagai alasan .
" Tidak bisa Clea, kau belum debut . Clea tak bisa begitu saja tampil di depan masyarakat, jadi baik oke ..., tunggu di istana " ujar Ratu Carissa sabar
" Bukankah aturannya hanya mengatakan ' aku tak bisa menunjukkan wajahku ke luar sampai aku selesai debut ', aku tak akan menunjukkan wajahku . Aku akan memakai cadar atau topeng lalu aku hanya akan berdiri menunggu di belakang tirai, aku tidak akan membuat masalah . Ibu, aku hanya ingin lihat-lihat saja " kataku berusaha membujuknya
Lalu aku menoleh pada Raja Damien dan kembali berkata " Ayah aku juga ingin melihat situasi luar istana, agar aku bisa belajar . Aku berjanji tidak akan menimbulkan masalah " kataku bersungguh-sungguh
Raja Damien diam, ia tak yakin dengan kata-kataku . Jadi aku beralih menatap Ratu Carissa dengan memelas, seperti anak anjing yang ingin ikut berpergian tapi tak di ajak oleh pemiliknya .
Ratu Carissa yang di tatap seperti itu tak kuasa untuk menolak lagi, ia pun hanya menghela nafas pasrah dan mengangguk setuju .
" Yeay ..... " seruku senang mendapatkan persetujuan dari Ratu Carissa
" Ehem ... " dehem Raja Damien mengenterupsi kesenanganku
Aku menoleh ke arah Raja Damien yang sedang memasang muka bermartabat tapi meminta untuk di bujuk juga, jadi aku segera bangkit berdiri dari kursiku dan berjalan ke belakang kursi tempatnya duduk .
Aku mengulurkan tanganku dan tersenyum manis sambil memijat pundaknya dengan pelan, lalu aku mulai meluncurkan rayuanku .
" Ayah ... ayolah bawa putrimu yang cantik ini . Aku berjanji tidak akan membuat masalah ya .... " kataku dengan manis di samping telinga Raja Damien
Raja Damien memejamkan matanya menikmati pijatan dari putri tersayangnya, ia sesungguhnya tak mampu menolak permintaan dari putri tersayangnya . Raja Damien pun percaya sepenuhnya dengan kecerdasan Clea, ia tidak akan membuat masalah yang merugikan dirinya . Raja Damien hanya berpura-pura bersikap serius, agar Clea tak merasakan bahwa setiap keinginannya akan selalu dikabulkan dengan mudahnya .
Padahal memang kenyataannya seperti itu ...
Raja Damien pun membuka matanya dan meraih tangan mungil di bahunya . Ia menarik pelan tangan itu agar Putri Clea berdiri di hadapannya, lalu ia menatap mata biru cerah yang berkilauan milik putrinya itu .
" Jangan berlarian jauh pengawal, jaga sikapmu, dan tetap waspada . Banyak orang yang ingin mengambil keuntungan dari keluarga kerajaan " nasehat Raja Damien dengan sungguh-sungguh
Aku pun mengangguk dengan mantap sambil berkata " Baik " dengan tegas
Ekspresi Raja Damien sangat serius, orang yang melihatnya mungkin mengira seolah-olah kita akan pergi ke perbatasan secara, jadi aku pun tertawa kecil . Raja Damien membuat ekspresi bingung mengapa aku tiba-tiba tertawa, jadi aku pun berkata .
" Ayah kita hanya akan pergi ke alun-alun kota sebentar, kenapa ayah membuat ekspresi yang sangat serius seperti itu . Seolah-olah ayah akan mengantarkanku menikah hehehe " kataku bercanda sambil terkikik sendiri
Raja Damien yang mendengarnya menjadi salah tingkah, ia memelototiku agar aku tidak menggodanya lagi . Ratu Carissa yang duduk di samping pun ikut tertawa kecil mendengar candaanku pada Raja Damien, ia menutupi mulut dengan tangannya sambil tersenyum menahan tawa karena kini Raja Damien pun tengah meliriknya protes .
' Ratu, kau pun ikut mengejekku juga ' sirat Raja Damien dalam tatapannya
Ratu Carissa pun hanya tersenyum lembut seolah meminta maaf karena tak bisa menahan tawanya, aku masih terkikik lucu . Raja Damien hanya menghela nafasnya tak bisa marah, ia pun menunduk malu menutupi matanya dengan punggung tangan .
" Sudah ... sudah, ayo kembali makan " ujar Raja Damien mengalihkan pembicaraan
Aku pun kembali duduk di tempat dudukku dan melanjutkan makan yang tertunda tadi, kini berkat Clea yang jahil, suasana di meja makan pun kembali hidup seperti biasanya . Raja Damien nampak tak lesu karena kelelahan seperti tadi, sedangkan Ratu Carissa menyunggingkan senyum lembutnya tanpa kegelisahan seperti sebelumnya .
Semua berkat Putri Clea yang bak permata berharga bagi Raja Damien dan Ratu Carissa ...
......................
Keesokan paginya ...
" Putri bangun .... " teriak Deenna heboh
Aku melengguh terganggu lalu menutupi wajahku kembali dengan selimut, Deenna bergegas membuka tirai tempat tidur dan menarik selimut yang menutupiku .
__ADS_1
" Putri ... bangun, anda harus segera bersiap-siap untuk ikut ke alun-alun kota " kata Deenna cepat-cepat
Ia pun berjalan lagi ke arah tirai jendela dan membukanya lebar-lebar, aku merenggangkan badanku dan bangkit duduk . Aku mengucek-ucek mataku yang masih mengantuk agar segera sadar sedikit, terlihat langit di luar jendela yang masih gelap . Aku pun mengeluh pada Deenna
" Ini masih sangat pagi, kenapa kau membangunkanku sekarang ?? kita akan berangkat di siang hari dan itu masih lama ... " keluhku
Deenna mengacuhkanku ia masih membereskan tempat tidur dan selimutku, tak lama kemudian pintu kamar tidurku terbuka . Nampak Chacha dan Blance yang membawa peralatan mandiku serta kelopak-kelopak bunga yang indah . Aku masih separuh sadar ketika kemudian Alice datang memapahku ke ruang teh untuk minum teh sambil menunggu pemandianku siap .
Aku sungguh tak habis pusing, kenapa semua orang sudah sibuk sekali di pagi-pagi buta . Aku menutupi mulutku yang menguap masih ngantuk, biasanya saat ini aku masih di tempat tidurku yang empuk dan nyaman dan peluk oleh selimut tebal yang harus dan hangat lalu tidur nyenyak hingga langit cerah .
Tapi sekarang aku tengah minum teh dengan mata yang hampir terpejam, bahkan beberapa kali aku hampir salah mengarahkan cangkir teh ke hidung bukan ke mulutku .
" Alice, kenapa kalian bersiap-siap pagi sekali ?? acaranya masih di siang hari " tanyaku penasaran
" Putri, ini pertama kalinya anda keluar dari istana . Jadi semua orang berfikir tentu saja anda harus terlihat menakjubkan, karena itu semua harus di siapkan seawal mungkin agar sempurna nanti " jelas
Ah ... begitu rupanya . Mereka berfikir ini pertama kalinya aku keluar istana, jadi semuanya sangat antusias . Tapi, maafkan aku mengecewakan kalian tapi ini bukan pertama kalinya aku keluar istana ...
Bahkan aku sudah lupa ini ke berapa kali, karena terlalu sering .
Hah....
Aku menghela nafasku dan berkata dengan lelah seperti orang tua yang bijak " Kalian terlalu bersemangat "
Padahal dirinya sendiri bertingkah seperti anak kecil ketika pertama kali menyelinap pergi keluar istana .
Tak lama kemudian Blance memanduku ke pemandian di kamar mandi . Bak mandiku yang biasanya sudah wangi, kini berkali-kali lipat wanginya di bandingkan hari biasanya .
Aku mengernyit alisku dan membatin ' jika aku mandi di sini sekali, mungkin aromanya akan menempel padaku sampai sepekan '
" Putri, saya sudah menyiapkan minyak pewangi terbaik yang ada . Bagaimana menurut Putri ?? " tanya Blance dengan antusias
" Ya, sangat harum sekali . Mungkin wanginya akan tercium sampai 100 meter dari tempatku berdiri nanti hehehe " kataku dengan sedikit gurauan
Tapi siapa yang tahu, justru Blance dan Chacha sangat bangga setelah mendengarkan perkataanku . Mereka justru menjelaskan dengan detail wewangian apa saja yang di gunakan .
" Tentu saja Putri, kami menggunakan wewangian terbaik yang ada di istana . Aroma vanilla yang lembut, ekstrak bunga anggrek putih yang hanya mekar di malam hari, ekstrak kayu manis dan taburan kelopak mawar favorit anda " jelas Blance dengan mata berbinar-binar
Sudut mulutku sedikit berkedut mendengarnya, ' apa mereka harus menjelaskan detailnya ' batinku
" Sangat bagus " sahutku sekenanya
Aku pun berendam dan membersihkan diri di bantu oleh Blance dan Chacha, mereka juga mencukur rapi bulu-bulu halus di kaki dan tanganku . Tak lupa aroma memberikan minyak kemiri ke rambut hitam panjangku, aku memejamkan mataku rileks menikmati pelayanan dari mereka .
Setelah membersihkan diri dengan sangat-sangat bersih dari ujung kepala sampai ujung kaki, aku berjalan ke arah ruang gantiku . Di sana ada Deenna dan Alice yang tengah menantiku .
" Putri, hamba sudah memilihkan beberapa gaun formal untuk di gunakan . Silahkan Putri melihat mana yang cocok " kata Deenna
Di belakang Alice terdapat 3 gaun yang sangat megah dan mewah di pegang oleh masing-masing pelayan istana . ' Sepertinya Deenna benar-benar mengobrak-abrik lemari pakaian untuk menemukan gaun yang bahkan belum pernah aku lihat ini ' batinku
Aku memperhatikan ketiga gaun itu, yang pertama berwarna kuning cerah dengan kerah balerina yang lucu, gaunnya di hiasi dengan bordiran benang emas yang berkilau terkena cahaya . Yang kedua berwarna merah muda dengan lengan berenda bertingkat mengembang ke siku, gaunnya di hias dengan berlian merah yang tertata indah di sisi bawah gaun . Dan yang ketiga berwarna putih bersih dengan lengannya mengembang rendah dari pundak sampai ke pergelangan tangan, di hiasi dengan taburan kristal dan mutiara yang menjuntai di pinggang .
Ke tiga gaun itu sangat indah, aku bingung untuk memilihnya . Aku tak bisa memakai yang warna putih karena terlihat sederhana sedangkan ini acara formal dan di lihat semua rakyat ibukota . Sedangkan untuk yang warna kuning sangat cantik dan mempesona, sayang sekali pundaknya terlalu terbuka . Akan terasa mengganggu karena banyak orang yang melihat nanti, sangat tidak pantas di pakai juga di acara luar ruangan seperti ini .
Jadi aku memutuskan memakai yang ...
" Yang merah jambu saja " kataku
__ADS_1
Deenna dan Alice serta para pelayan pun membantuku memakai gaun pilihanku, setelah berpakaian dengan rapi . Aku duduk seperti patung di depan meja rias dan semua orang berkerubung mendandaniku .
Mereka memakaikan bubuk mutiara sebagai bedak, menyisir rapi alis hitam yang sudah terbentuk sempurna sejak kecil, lalu menghias kelopak mataku dengan pewarna dari bunga yang di haluskan, mewarnai sedikit pipiku dan memoles bibirku dengan kuas serta gel buah bit agar merah .
Ada juga yang menyisir rambut hitamku, lalu mengkriting ujung-ujungnya agar cantik, ada juga yang mengecat kukuku dengan pewarna yang sudah mereka siapkan .
Ada juga yang memakaikan perhiasan, cincin di jari-jariku, kalung di leher, gelang di tangan dan anting di telinga .
Setelah beberapa saat aku menjadi patung yang di dandani beramai-ramai, akhirnya Deenna berseru " Selesai " sambil bertepuk tangan senang .
Aku merasakan leherku kaku karena tak bergerak tadi, jadi aku langsung sedikit memijat tengkukku sambil membuka mata melihat hasilnya . Terpampang di kaca besar di depanku seorang gadis cantik bak boneka, berusia beranjak remaja yang sedang duduk sambil memegang tengkuk lehernya .
Gadis nan cantik itu tengah memperhatikan cermin di depannya dengan acuh tak acuh, lalu beberapa saat gadis itu terkejut lalu berdiri tiba-tiba . Ia mencondongkan tubuhnya ke arah cermin dan memegang pipinya dengan tak percaya dengan apa yang di pikirkannya .
Lalu ia berbalik ke belakang menghadap para pelayan yang kini masih tersenyum bangga sambil menatap Putri Clea yang sangat sangat sangat sangat sangat cantik .
" Ini aku ..!!! " seruku lantang sambil menunjuk ke cermin dengan tak percaya
" Tentu saja Putri, itu anda " jawab Deenna dengan semangat
Aku sungguh tak menyangka bahwa Clea, gadis kecil ini bisa secantik ini jika berdandan dengn sungguh-sungguh . Sungguh sangat disayangkan untuk wajah secantik ini tapi di buang ke tempat terpencil oleh kekasihnya sendiri .
" Putri, sangat cantik seperti peri " kata Alice terharu
" Benar ... "
" Yang Mulia Putri Clea sangat cantik "
" Ya, sangat cantik "
" Paling cantik di seluruh Kekaisaran Benedicte "
" Tidak, paling cantik di dunia .. "
Sahut para pelayan itu satu persatu dengan heboh . Mereka berseru, memuji, lalu terkikik senang bersama-sama .
" Sudah ... sudah jangan memuji lagi . Terimakasih atas kerja kalian, aku sangat puas dengan hasilnya " kataku singkat sambil tersenyum tulus
" Suatu kehormatan bagi kami melayani Putri " jawab mereka serempak
Aku pun tersenyum lembut sebagai tanggapan . Lalu Deenna melanjutkan tugas memeerintahnya .
" Baiklah sudah selesai di sini, sekarang kalian kembali ke tugas masing-masing . Alice siapkan sarapan untuk Putri, kami akan segera turun " perintah Deenna
" Baik " sahut mereka serempak
Setelah semua orang pergi kini tersisa aku dan Deenna seorang di ruang itu . Aku pun mulai bertanya dengan leluasa
" Deenna, apa permintaanku soal itu sudah ada ?? " tanyaku
" Sudah Putri " jawab Deenna sopan
Lalu ia pergi ke laci di sekitar lemari gaun-gaunku setelah menemukan yang di carinya, ia kembali dengan memegang sebuah kotak putih di hias dengan pola cat emas yang indah . Kotak itu tak terlalu besar, hanya seukuran telapak tangan orang dewasa .
Deenna mengulurkan kotak itu ke arahku dengan sopan, aku meraihnya lalu membuka tutup kotak itu . Isinya ialah sebuah topeng yang kuminta untuk Deenna siapkan, karena aku masih belum bisa menunjukkan wajahku di depan umum . Aku memutuskan untuk memakai topeng pesta yang menutupi separuh wajahku, memakai topeng ini orang lain hanya akan melihat bagian bawah wajahku saja .
Topeng ini terbuat dari perak putih yang di tempa sangat tipis, ukurannya sangat pas dan nyaman di wajahku . Tidak lupa desain indah yang diukir dari benang perak tipis ini . Bentuknya menyerupai kupu-kupu yang melebarkan sayap peraknya, anggun dan cantik . Ia memakai sebuah mahkota kecil yang tersemat tepat di tengah-tengah dahiku .
__ADS_1
Aku tersenyum puas dengan topeng di tanganku ini, lalu aku memakainya di wajahku sambil melihat cermin di depan . Deenna datang ke belakangku dan membantu mengikatkan pita putih yang menahan topeng itu di wajahku .