Merubah takdir ' Mawar Putih '

Merubah takdir ' Mawar Putih '
BAB 48


__ADS_3

" Nona, anda tidak boleh berada disini !! " tegurnya


" Benarkah ?? " kataku berpura-pura sedikit terkejut


" Ah .. Aku terpisah dari para pelayanku dan tersesat kemari " kataku sambil memasang ekspresi bingung


Penjaga itu terdiam sesaat nampak sedikit tak percaya dengan perkataanku, bagaimanapun juga baru saja ia melewati jalan ini dan tak melihat siapapun . Bagaimana bisa tiba-tiba muncul seorang gadis yang mengatakan dirinya tersesat .


Penjaga itu pun bertanya lagi " Jika nona tersesat maka hamba bisa membantu, bisakah saya tahu dari keluarga mana nona berasal ?? "


Aku mencibir dalam hati ' tidak tertipu, benar-benar sangat hati-hati ' . Tapi aku tak khawatir sama sekali, aku menampilkan ekspresi sombong dan angkuh khas anak bangsawan lalu berkata


" humph ...!! " dengusku sambil mengangkat dagu


" Aku adalah Charlotte Cassiopeia, Nona muda dari keluarga bangsawan Cassiopeia, aku disini untuk bertemu dengan sepupuku, Yang Mulia Putri lalu terpisah dari pelayanku dan tersesat di jalan. Lalu kau !!! Hanya seorang penjaga kecil, beraninya kau mempertanyakan Nona ini !!! " seruku memicingkan mata dengan marah


Penjaga itu agak tertegun setelah mendengarkan identitas yang di ucapkan oleh gadis muda di depannya ini . Semua orang tahu bahwa keluarga bangsawan Cassiopeia mempunyai Nona muda yang usianya tidak jauh beda dari Yang Mulia Putri, dan sudah tersebar luas bahwa sikap nona muda ini sangat angkuh, sombong dan sewenang-wenang pada bawahannya . Mau bagaimana lagi ... itu adalah keberuntungan mereka yang mempunyai nama belakang yang sama dengan Yang Mulia Raja saat ini .


Akhirnya penjaga itu menundukkan kepalanya lebih rendah dan agak berhati-hati dengan ucapannya selanjutnya .


Para penjaga yang berjaga, sudah tahu bahwa kawasan ini merupakan taman depan dari ruang istirahat khusus yang di peruntukan untuk keluarga kerajaan, jadi akses masuk kemari tidak lah gampang . Jadi penjaga ini agak di yakinkan oleh ucapanku yang asal-asalan .


" Maafkan atas tingkah lakuku yang tidak sopan tadi, Nona Muda Cassiopeia . Aku punya mata tapi tidak mampu melihat kemuliaan identitas anda " ujarnya merendahkan


" Huh !!! Lupakan saja, aku mengampunimu kali ini !! " sentakku berpura-pura agak kesal


" Nona Muda Cassiopeia, jika anda tidak keberatan biarkan hamba yang rendah ini mengantarkan anda mencari pelayan anda yang terpisah " katanya hati-hati


' Sialan !! Meskipun sikapnya sudah berubah menjadi hormat, tapi nyatanya ia masih curiga dan berhati-hati padaku . Tidak .., tidak bisa .. aku tidak bisa ikut dengannya, kalau aku ikut dengannya maka aku akan ketahuan ' pikirku cepat


" Tidak, tidak perlu !! Aku akan kembali ke aula perjamuan utama dan menyuruh kepala pelayanku yang lain untuk menemukan budak bodoh itu dan mengurusnya " kataku sambil mengertakkan gigiku seolah sedang marah


" Kau !! Pimpin jalan ke aula perjamuan !! " seruku sambil mengangkat dagu memerintah


' Aku akan kembali ke ruang perjamuan dulu dan mencari peluang untuk menyelinap pergi . Bagaimana pun aula perjamuan tidak jauh dari pintu utama yang ramai dengan orang-orang tadi jadi sangat mudah untuk berbaur dan pergi ' pikirku


Penjaga itu terdiam sebentar dan merasa tak ada salahnya mengantarku kembali ke aula perjamuan . ' Bagaimana pun jika gadis ini berbohong maka akan ketahuan nanti ' pikirnya . Jadi penjaga itu membungkuk hormat dan mempersilahkan Nona Muda itu untuk mengikutinya .


" Silahkan Nona Muda Cassiopeia "


.


.


.


Aku berjalan dengan dipimpin oleh penjaga ini, melewati taman dan masuk kembali ke dalam bangunan melewati pintu samping yang dijaga ketat oleh barisan penjaga . Aku berusaha bersikap setenang mungkin agar tak ketahuan oleh penjaga di depanku, sepanjang jalan kami selalu berpapasan dengan para penjaga bahkan aku sempat membatin ' jika aku tidak berpapasan dengan penjaga ini mungkin aku akan berpapasan dengan penjaga lainnya, melihat banyaknya para prajurit yang berlalu-lalang ' . Aku menyeka keringat dingin di dahiku akibat kegugupan mungkin aku tidak sesial di pikiranku tadi .


Sudah lama kami berjalan dan segera aula perjamuan ada di depan mata, aku sudah melihat-lihat dan mencari celah untuk menyelinap pergi tapi penjaga sialan ini tidak membiarkanku keluar sedikitpun dari pengawasannya . Aku semakin gugup ketika langkah kakiku semakin dekat dengan pintu aula perjamuan, telapak tangan dan punggungku berkeringat deras meskipun raut wajahku datar .


Mataku melirik ke kanan dan ke kiri melihat sekitar mencari peluang, tiba-tiba seorang gadis pelayan kecil berjalan melawan arah lewat ke arah kami dengan tergesa-gesa . Sebuah ide melintas di benakku seketika, dan aku tersenyum licik .


" HEI KAMU!!! " seruku penuh amarah sambil menunjuk pelayan itu


Penjaga dan pelayan itu sontak terkejut dengan raunganku tiba-tiba . Pelayan itu kaget, bingung lalu ketakutan melihat ekspresiku penuh amarah . Pelayan itu kebingungan melihatku yang tiba-tiba marah padanya .


" N .. no .., nona... " jawab pelayan itu gugup, kebingungan sambil melirik takut-takut padaku .

__ADS_1


" DASAR PELAYAN BODOH !!! BERANINYA KAMU MENINGGALKAN NONA INI !!! " teriakku menyela ucapan pelayan itu


Pelayan itu semakin gugup dan ketakutan, ia melirik bolak-balik ke arahku dan ke arah penjaga yang berdiri diam di belakangku . Pelayan itu menebak bahwa aku adalah seorang bangsawan yang tentu saja tak bisa di singgung olehnya, jadi ia dengan gugup akan mencoba menjawab untuk bertanya apa nona muda ini melakukan kesalahan karena seingatnya ia tak pernah bertemu dengannya


" tap .. tapi .., " kataku takut-takut


" DIAM .. !!!! " teriakku menyela kata-kata dari pelayan


' Sial ...., bukankah aku terlihat seperti anjing gila sekarang !! sembarangan menggigit orang di hadapannya, tapi aku tak bisa membiarkannya terus berbicara kalau tidak aku akan ketahuan ' runtukku dalam hati


Pelayan itu semakin ketakutan hingga badannya gemetar dan wajahnya memucat panik akhirnya ia hanya menundukkan kepalanya untuk mencegahnya menangis . ' Oh sial !! Sepertinya aku terlalu berlebihan ' pikirku ketika melihat ekspresi menyedihkan gadis pelayan ini .


" Kamu bisa pergi !! Aku sudah menemukan pelayanku yang bodoh ini, jadi aku tak memerlukanmu lagi " kataku berbalik ke arah penjaga yang masih menunggu di belakangku


Penjaga itu melirik pelayan yang berdiri menunduk ketakutan di belakangku, dari pakaiannya memanglah seorang pelayan kecil dari keluarga bangsawan tapi ia masih tak yakin untuk meninggalkanku begitu saja . Penjaga itu begitu berhati-hati untuk memastikan identitasku sendiri .


" Bagaimana jika hamba antarkan sampai ke aula perjamuan, sehingga Nona akan lebih aman dan tidak tersesat " kata penjaga itu hati-hati


Aku mengernyitkan dahiku dan mencibir penjaga ini sedikit merepotkan .


" Tidak perlu !! aku akan mencari pelayan Deenna yang bertanggungjawab atas sepupuku Yang Mulia Putri . Kau tidak perlu ikut campur, pergilah !! " Usirku ketus


Aku sengaja menyebut Deenna karena hanya sedikit prajurit, penjaga yang sudah di beritahu kan oleh Kapten Kate siapa saja pelayan-pelayan yang bertanggungjawab atas keluarga kerajaan .Jadi penjaga itu tak ragu lagi ketika aku menyebut nama Deenna .


Seperti perkiraanku, penjaga itu terdiam sebentar lalu membungkuk hormat dan pergi . Aku tetap diam hingga penjaga itu cukup jauh dari kami, lalu aku berbalik dan menyeret lengan gadis pelayan kecil yang masih ketakutan itu untuk mengikutiku .


......................


Aku berjalan cepat-cepat dengan pelayan itu mengikutiku di belakang hingga sampai ke ujung lorong yang mengarah ke pintu depan . Aku menyembulkan kepalaku sedikit ke arah tingkungan, mengintip situasi riuh antara prajurit dan para pelayan dari keluarga bangsawan di depan .


Aku menghembuskan nafasku dan berbalik menghadap pelayan kecil yang masih menundukkan kepalanya ketakutan di sampingku, aku tersenyum meminta maaf padanya .


Pelayan itu ragu-ragu mengangkat kepalanya, ia mengintip dengan takut-takut ke arahku . Melihatku yang tersenyum lembut, ia pun memberanikan diri untuk bersuara


" Non .., nona ...ini .. " ujar pelayan itu tersendat-sendat


" Maaf, aku salah mengenali orang hehehe " kataku asal-asalan


Pelayan itu tercengang dengan mulut terbuka ketika mendengar jawabanku, tak mampu untuk membalas . Akhirnya ia diam, aku pun tersenyum lalu tanganku merogoh ke dalam kantung gaun yang kupakai . Aku mengambil kantung uang yang sudah selalu ada di peti penyamaranku lalu meraih segenggam koin di dalamnya, aku menyodorkan segenggam koin itu ke pelukan gadis pelayan saat ia masih terdiam bingung .


Pelayan itu sadar dari kebingungannya lalu terkejut dengan segenggam koin campuran perak, perunggu dan tembaga di pelukannya .


" Nona .. ini .. hamba tidak berani " katanya tergesa-gesa ingin mengembalikan koin itu ke tanganku


Tapi aku lebih cepat menarik tanganku, " tak apa, anggap saja kompensasi untukmu " kataku santai sambil berjalan melewatinya tanpa meliriknya lagi .


Aku berjalan pergi ke arah pintu masuk sambil menaikkan tudung jubahku . Suara-suara cekcok segera memasuki telingaku .


" Beri jalan, apa kau tidak tahu siapa kami !! "


" tidak ada undangan, tidak boleh masuk "


" Beraninya prajurit rendahan sepertimu menghalangi jalan tuan muda kami "


" Benar, kau tidak berkualifikasi untuk berbicara dengan kami !! Minggir !! "


" tidak ada undangan, tidak boleh masuk "

__ADS_1


Prajurit yang masih bertengkar sedikit teralihkan perhatiannya melihat kedatanganku . Salah seorang dari mereka menemuiku, sedangkan yang lainnya masih berdiri tegak menghadang puluhan pelayan yang berteriak-teriak ingin masuk . Sedangkan para tuan muda, nona muda, bangsawan kecil yang tak di undang, serta anak-anak saudagar kaya masih menunggu dengan tidak sabar di kereta mereka masing-masing .


" Nona, apa ada yang bisa hamba bantu ?? " tanya prajurit itu padaku


" Aku ingin keluar " kataku datar


" Ini .. Nona, di mana pelayanmu ?? " tanya prajurit itu ragu-ragu ketika melihat aku sendirian


" Aku menyuruh mereka mengambil barangku di kereta, aku sudah menunggu lama tapi mereka tidak kembali-kembali . Sepertinya mereka tak bisa masuk " kataku sambil dengan santai melirik ke arah kerumunan di depan pintu


Prajurit itu berdiri dengan canggung, ia tak meragukan sama sekali identitas gadis muda di depannya ini . Bagaimanapun ia yakin tak ada seorangpun yang bisa masuk tanpa undangan, dan gadis kecil ini berjalan dari arah dalam gedung, otomatis ia juga merupakan tamu undangan yang harus di hormati olehnya .


Dan jika pelayan gadis kecil ini sempat keluar, maka sudah dapat di pastikan bahwa pelayan itu tak akan dapat masuk kembali . Jadi prajurit itu dengan gugup bertanya kembali .


" Eh, kalau begitu biarkan hamba membantu mencari pelayan nona itu di luar sebentar " katanya terburu-buru


" Tidak perlu !! " sahutku cepat, menghentikan prajurit itu dari melompat bergegas ke arah kerumunan


" Aku sudah lelah, aku akan kembali lebih awal . Cukup antar aku ke gerbong keretaku saja " kataku cuek


Prajurit itu terdiam sebentar agak ragu-ragu, kemudian ia melihat ekspresiku yang semakin tak sabar . Akhirnya ia pun menyetujui .


" Baiklah nona, harap jangan jauh-jauh dari hamba karena di luar agak tidak kondusif " katanya mengingatkan


Aku pun mengangguk dengan acuh tak acuh lalu mengikutinya di belakang . Kami berjalan ke arah pintu masuk lalu prajurit di depanku memberi isyarat mengangguk ringan pada temannya . Prajurit itu pun mengawalku keluar dari pintu, kerumunan bergegas berdesak-desakan menghimpit ke arah kami ketika ada celah untuk masuk . Tapi untungnya prajurit ini sedikit pintar dan ahli, ia melindungiku keluar dari kerumunan itu tanpa terluka .


Hah ....


Desah prajurit itu lega, lalu ia menoleh ke arahku untuk melihat keadaanku .


" Nona, apa kau baik-baik saja ?? " tanyanya khawatir


" tidak apa-apa " jawabku singkat


" Uhm, nona maaf jika hamba lancang . Bisakah saya tahu dari keluarga mana anda berasal, biar hamba carikan gerbong kereta keluarga anda " katanya hati-hati


" Keluarga bangsawan Cassiopeia, tak perlu mencari . Aku ingat ada di mana, jalan saja " kataku mengada-ada


Prajurit itu sedikit terkejut lalu menunduk dengan patuh dan mengikuti di belakangku . Otakku berfikir cepat untuk mencari cara mengusir prajurit ini, mataku berkeliaran kesana-kemari mencari tempat yang relatif sepi di antara banyak jajaran gerbong kereta yang berbaris . Aku pun berjalan ke sisi yang agak jauh dari kerumunan, di sini berbaris rapi gerbong kereta yang entah berasal dari keluarga mana .


' Apa mungkin dari sebanyak ini Albert ada di antaranya, ya ?? Apa kakak tampan akan tertarik melihat juga ?? Ah ... mungkin tidak, yang satu pertama terlalu angkuh untuk merendah dan yang terakhir terlalu acuh tak acuh ' pikirku terlintas


Tapi tanpa sadar aku mengeratkan jubah dan tudung jubahku untuk menutupi identitasku . Aku pun dengan acak berhenti di salah satu gerbong kereta mewah yang tak ada yang menjaganya hanya ada seorang pengemudi yang kebingungan, aku berhenti dan berbalik pada prajurit itu .


" Keretaku di sini, kau bisa kembali " kataku acuh tak acuh


Prajurit itu melirik gerbong mewah di belakangku lalu berkata dengan pelan, " Nona, sepertinya pelayanmu belum kembali . Biarkan hamba menjaga anda di sini sampai pelayan anda kembali " katanya khawatir


' Sial !! Kenapa prajurit di sini susah sekali untuk di usir pergi !!! ' batinku


" Tidak perlu !! Aku tidak berencana menunggu pelayan bodoh itu !! ada pengemudi, aku akan langsung pulang, sekarang pergilah !! " usirku lebih ketus


Prajurit yang sudah di suruh pergi untuk kedua kalinya, merasa tak pantas jika masih bersikeras untuk tinggal . Jadi ia membungkuk sopan memberi hormat lalu pergi kembali ke arah pintu masuk .


Setelah Prajurit itu tak terlihat lagi, aku segera merilekskan tubuhku dan menghembuskan nafas keras .


" Hah .... Akhirnya keluar juga . Tak kusangka untuk keluar membutuhkan banyak usaha " gerutuku langsung

__ADS_1


Setelah puas mengomel, aku pun bergegas pergi dari situ di bawah tatapan heran dan bingung dari pengemudi kereta mewah yang mengamati sedari tadi .


__ADS_2