
Perdebatannya tempo hari membuat Arsya membenci Maliqa karena Maliqa untuk pertama kalinya Mommy memarahinya Mommy selalu membenarkan kata - kata Maliqa, setiap dia dan Maliqa bertemu setiap itu pula pertengkaran terjadi.
Malam itu Maliqa sedang bersiap - siap untuk menutup Butiq, Maliqa mendengar suara Arsya memanggil Nyonya Clarissa.
"Mommy.." ujar Arsya setengah berteriak memanggil Clarissa
"Seperti orang gua saja" gumam Maliqa
"Aku mendengarnya" ucap Arsya geram
"Oopps ternyata telinga anda sensitif sekali tuan seperti kulit bayi" Ujar Maliqa terkekeh
"Aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat dengan mu, dimana Mommy?" Tanyanya datar
"Mungkin diruangannya atau anda bisa menghubunginya langsung lewat telpon jika anda tidak punya banyak waktu untuk berbincang dengan saya" Maliqa memperlihatkan senyum manisnya dan keluar Butiq untuk membuang sampah.
Diluar Maliqa bertemu dengan Willy asisten pribadi Arya, Maliqa senang setiap berjumpa dengan Willy kesan pertama saat berjumpa dengan Maliqa willy begitu hangat dan perhatian tidak seperti atasannya yang Arogan dan dingin itu.
"Hallo Kak Willy" sapa Maliqa saat menyudahi pekerjaannya membuang sampah.
"Hai Maliqa bagaimana pekerjaan mu hari ini? Apa sangat melelahkan?" Tanya Willy hangat disertai senyuman.
Duh manisnya. Maliqa
Willy memberikan minuman soda dalam kaleng
"Lumayan, Maaf saya sudah tidak minum minuman yang berkarbonasi" ucap Maliqa menyesal menolak pemberian dari pria baik disampingnya.
Mereka pun berbincang dan duduk bersama di sebuah kursi taman didepan Butiq.
__ADS_1
"Oh kalau boleh tau kenapa? Apa kau baik - baik saja?" Tanya Willy heran
"Saya sedang melakukan diet dan intruktur diet saya melarang saya meminum minuman bersoda itu"Ujar Maliqa berbisik.
"Wah benarkah? Apa sudah ada kemajuan?" Tanya Willy antusias.
"Hihihi saya baru turun 4 Kg Kak" Maliqa terkekeh Willy pun ikut tertawa
"Apa tidak terlihat perubahannya Kak? coba bandingkan dengan penampilan ku diawal kita bertemu" Maliqa berdiri dan berputar dihadapan Willy.
Kelakuan lucu Maliqa sontak membuat Willy tertawa terbahak - bahak.
" Ya.. ya.. ya kau lebih kurusan sekarang" Ucap Willy masih dengan diselingi tawa.
"Benarkah? Tapi kenapa pipi ku masih bulat cubby ya?" Maliqa heran dengan pipinya yang tak kunjung menyusut seperti perutnya.
"Ini bukan untuk siapa - siapa aku hanya ingin lebih sehat saja bukankah terlalu gemuk akan mengundang banyak penyakit datang?" ujar Maliqa
"Kau benar jadi cintai dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain" ucap Willy memberi semangat pada Maliqa gadis periang yang mengingatkannya pada adik kecilnya.
"Dia mungkin terbiasa mencintai lelaki, tapi aku tidak yakin ada lelaki yang bisa mencintai nya" dari arah belakang Arsya ikut berkomentar
"Apa maksud kata - kata mu?" Perasaan Maliqa selalu terjun langsung dari ketinggian setiap kali berdebat dengan Arsya dia tidak pernah ada sisi manis atau baik sebagai seorang lelaki.
"Ya kau tau sendiri, tidak akan ada lelaki yang mencintai Ugly Girl seperti mu apa lagi dengan sikap bar - bar mu, Ayo Willy sudahi percakapan mu dengannya dan antar aku pulang"
"Terima kasih tuan, saya pun tidak berharap dicintai lelaki yang hanya bisa memandang fisik terutama lelaki seperti anda tidak akan pernah masuk kategori lelaki yang saya inginkan" Hardik Maliqa kesal dia bahkan mengepalkan tangan dengan rahang meneras
Arya hanya memicingkan mata memberikan tatapan tak suka dengan perkataan Maliqa. Willy menggenggam kedua bahu Maliqa dan mengelusnya mencoba memberikan kenyamanan.
__ADS_1
"Maliqa jangan dengarkan orang lain, kau cantik apa adanya tetaplah jadi dirimu sendiri kau punya kelebihan yang wanita lain tidak punya, kau pintar dan jujur tidak seperti wanita diluaran sana yang bermuka dua" ucapan Willy sedikit banyaknya menghibur Maliqa.
"Terimakasih Kak, aku pamit ya Kak" Maliqa pun pergi mengayuh sepedah keranjangnya.
"Beraninya kau berbicara seperti itu dihadapan ku? Sudah berani melawan ku rupanya? Kau ingin dipecat ya!" ujar Arya setengah berteriak seringai jahat membingkai wajah tampannya.
"Tuan silahkan hubungi tuan besar Aditya jika ingin memecat saya hanya karena urusan pribadi saya akan dengan senang hati mengundurkan diri jika tuan besar Aditya menginginkannya" ucap Willy dengan sopan
"Sepertinya hanya kau Asisten Pribadi yang suka melawan atasannya" Hardik Arya kesal
"Maaf tuan perlakuan anda barusan pada nona Maliqa menurut saya sangat berlebihan dan itu sudah termasuk Body shaming dan jika nona Maliqa mau dia bisa saja menuntut anda" Ucap Willy panjang lebar.
Arya merenungi apa yang barusan dia lakukan karena merasa risih melihat Maliqa bisa bersikap manis dan tertawa lepas dengan Willy, Arya sampai tidak sadar mengucapkan kata - kata kasar, rasa bersalah pun kini menyeruak dalam hati Arya.
Selama ini Arya tidak pernah berbicara dengan wanita lain selain Mommy, setiap ada wanita yang bertegur sapa dengannya Arya hanya mendiami mereka tanpa berniat menjawab setiap ucapan mereka, Arya selalu risih bila ada wanita yang dengan percaya dirinya mendekati dirinya dan mengutarakan rasa sukanya, terkadang mereka dengan frontalnya menjajakan tubuh mereka dengan berpenampilan tidak senonoh dihadapan Arya.
Baru kali ini Arya berbicara panjang lebar bahkan berdebat dengan seorang wanita dan itu dia lakukan terhadap Maliqa kadang dia dibuat bingung sendiri wanita berkacamata dengan bintik jerawat itu seperti tidak pernah menyukainya seperti kebanyakan wanita yang ia kenal rasa penasaran ini membuat Arya tidak nyaman.
Rasa tidak nyaman itu berubah menjadi marah dan kesal setiap kali Arya melihat Maliqa bisa tersenyum dan tertawa lepas dengan orang lain apa lagi dengan Willy asisten pribadinya yang menurut Arya ketampananya jauh dibawah ketampanannya.
"Apa aku harus meminta maaf?" ucap Arya hampir tak terdengar
"Harus tuan, Apa anda mau wanita yang paling dekat dengan anda menjauhi anda sebelum anda memilikinya?" ucap Willy
"A-apa maksud mu" tanya Arya terbata
"Oh saya kira anda menyukainya tuan, Jika tidak saya sangat senang karena saya tidak akan memiliki pesaing untuk mendekatinya" jawab Willy memprovokasi bahkan kini seringai jahat tercetak jelas di wajah nya
"Apa anda tau tuan benci dan cinta itu hanya berbanding tipis, benci bisa menjadi awal datangnya cinta, dan bila seseorangsudah terlampau cinta dan mendapatkan kecewa seseorang dengan mudahnya akan membenci, anda belum merasakan cinta tapi sudah dibenci diamnya seorang wanita adalah puncak kemarahan dan kebenciannya jadi saya harap anda bisa berjuang lebih keras untuk meluluhkannya" Willy mengakhiri pembicaraannya dan membukakan pintu belakang untuk tuannya setelah Arya masuk barulah Willy membuka pintu kemudi untuk pergi mengantar tuannya pulang.
__ADS_1