
"Mas?!" Gumam Martha heran.
Tidak mungkin kan jika Maliqa memanggil Aland dengan sebutan Mas, jika Honey, cinta atau sayang itu masih masuk logika karena mereka seumuran tapi Mas?! batin Martha
"Aku sedang makan siang bersama kedua sahabat ku, Apa?! Alihkan ke panggilan vidio? tapi kenapa? Baiklah - baiklah akan aku lakukan" ujar Maliqa mengerucutkan bibirnya.
Mendengar obrolan Maliqa yang akan mengalihkan pangilan telpon ke panggilan vidio membuat Martha ketar - ketir, Martha takut jika yang terambung dengan ponsel Maliqa adalah Aland.
"Kalian jangan terkejut dan membuat keributan, biasa saja jangan sampai reaksi kalian yang berlebihan membuat kita jadi pusat perhatian" ujar Maliqa memberi peringatan, Amaya dan Martha pun hanya mengangguk, Maliqa mengarahkan ponselnya menghadap kedua sahabatnya.
"Hallo salam kenal saya Arsyanendra kekasih sahabat kalian Maliqa" sapanya dengan senyum manis.
"Tuan Arsya?!" Martha tersentak kaget dia cukup mengenal baik siapa Arsya karena Ayah Martha adalah Ketua Yayasan disekolahnya.
Martha yang mendapat tatapan tajam dari Maliqa, sontak langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
Amaya yang belum mengetahui perihal siapa Arsya hanya menyangka jika Arsya yang menjadi kekasih sahabatnya adalah Arsya yang pernah menyakiti hati Maliqa dengan menyebutnya Ugly Girl.
"Sudah puas? Aku hanya makan siang bersama kedua sahabat ku, jadi jangan berfikir yang bukan - bukan" ucap Maliqa sebal
"Kenapa? Mas kan hanya ingin kenal dengan kedua sahabat mu, begitu saja tidak boleh oh iya kirimkan no ponsel mereka pada Mas siapa tau nanti Mas susah menghubungi mu" ujar Arsya
"Baiklah, sekarang aku ingin makan siang dulu Mas jangan sampai telat makan siang ya" ucap Maliqa
"Baiklah sayang bye" Arsya menutup panggilan.
__ADS_1
"Jadi kau sudah berhasil memenangkan hati pria arogan itu? tapi apa dia benar - benar mencintai mu dengan tulus maksud ku bukan karena kau sudah berubah menjadi cantik seperti ini kan?" ucap Amaya khawatir jika Maliqa hanya dipermainkan oleh pria arogan itu.
"Bukan, dia sebelumnya memang sudah mencintai ku bahkan sebelum aku berubah menjadi seperti ini" Ucap Maliqa tersenyum malu
"Kak apa Kakak tau siapa Arsyanendra?" tanya Martha penasaran dengan wajah Amaya yang tidak terkejut sama sekali.
"Dia lelaki arogan yang membully Maliqa tempo hari kan? yang Maliqa cintai itu kan" jawab Amaya heran dengan pertanyaan Martha.
Maliqa sendiri hanya terkekeh pelan, mengetahui jika Amaya yang dia anggap Kakaknya tidak mengetahui semua tentang Arsya.
"Di-a di-a itu adalah donatur utama disekolah kita" ucap Martha pelan dia bahkan gugup setengah mati, mengetahui jika Arsya yang Maliqa maksud adalah orang yang sangat berpengaruh disekolah ini, apalah jadinya jika saat ini Martha masih membully Maliqa, mungkin dia dan Ayahnya akan dengan mudah didepak dari sekolah ini.
"Apa?!" ucap Amaya setengah berteriak.
"Wah kau beruntung sekali Martha, kau sudah menjadi sahabatnya ketika dia memiliki kekasih penguasa sekolah ini" ujar Amaya
"Dan apa Kak Amaya ingat saat kita pergi ke klinik kecantikan, waktu itu kita bertemu dengan wanita paruh baya" ucap Maliqa
"Iya, kenapa memangnya?" tanya Amaya binggung
"Dia adalah Nyonya Clarissa pemilik butiq Twins, butiq ternama dikota ini dan dia adalah Mommy nya Mas Arsya" ujar Maliqa sedikit kesal mengenang bagaimana Amaya dengan mudahnya menjelekan Arsya dihadapan Mommy nya sendiri
"Apa?!" Ucap Amaya setengah berteriak dia seperti mendapat serangan jantung mengetahui kebodohan yang pernah dia buat.
"Maliqa segera pertemukan aku dengan mereka, Aku harus meminta maaf atas kebodohanku tempo hari" ujar Amaya meraih kedua tangan Maliqa menyesal.
__ADS_1
"Ish, saat itu aku malu sekali beruntungnya Nyonya Clarissa tidak memperpanjang masalah itu" ujar Maliqa
"Maliqa maaf kan aku, akhir - akhir ini aku sempat membenci mu kembali, aku kira kau menjalin hubungan dengan Aland karena setau ku dia begitu gigih mendekati mu, walaupun benar kau menjalin hubungan dengan Aland, seharusnya aku ikut bahagia tapi entah mengapa kemarahan hampir menguasai ku, mungkin jika yang dicintai Aland adalah orang lain aku tak kan sesakit itu karena tak kan melihat bagaimana dia bahagia diatas penderitaan ku" ucap Martha menyesal
"Martha apa yang kau bicarakan, tidak mungkin aku mencintai dan menjalin hubungan dengan pria yang sahabatku sendiri menyukainya, sedari awal kan aku sudah bilang jika aku berubah seperti ini karena Mas Arsya bukan pria lain" ucap Maliqa menjelaskan.
"Sekarang kau bisa lega karena yang aku cintai bukanlah Aland, jadi kau masih bisa mengejarnya dan dapatkan cintanya" ujar Maliqa menyemangati Martha
"Sepertinya akan sangat sulit, dia bagaikan kupu - kupu bisa dikejar tapi tak mudah digapai, setiap kali aku ingin mendekatinya dia seolah - olah memberikan jarak berupa dinding tebal diantara kami" ucap Martha pasrah
"Sudahlah jangan bersedih, Maliqa saja bisa menggapai cintanya jadi kau juga pasti bisa, jika kau butuh bantuan kami akan siap membantumu, jangan sepelekan bantuan sahabat dekat mu" ucap Amaya terkekeh
Mereka bertiga tertawa terbahak bersama, siang itu cukup mengejutkan bagi Amaya dan Martha dengan kabar yang diberitakan Maliqa.
Mereka tidak menyangka diantara mereka bertiga Maliqa lah yang lebih awal memiliki kekasih, Amaya bahkan tidak terpikir dekat dengan lelaki dan menjalin hubungan serius.
Dia tidak terbuka dengan perasaannya, meski jantungnya pernah berdebar kencang dengan rasa aneh yang menghampiri dirinya, saat dirinya berhadapan langsung dengan seorang pria saat Amaya membantu mengobati lukanya.
Jarak yang begitu dekat hingga Amaya bisa mencium wangi parfum dan aroma mint dari mulut pria tersebut.
Mungkin karena baru pertama kali berjarak begitu dekat dengan seorang pria hati ku merasakan gelenyar aneh batin Amaya
Amaya kembali ke ruang UKS dimana dia biasa bekerja, dia mengecek obat - obatan yang sekiranya sudah mulai habis dan mencatatnya untuk stock.
Amaya menyimpan buku catatannya dalam laci meja dia melihat dan mengambil penjepit dasi atau Tie Clip yang dia temukan setelah mengobati pria itu tempo hari, Amaya berniat mengembalikannya tapi karena suasana pesta ulang tahun sekolah itu terlalu ramai hingga membuat Amaya kehilangan jejak pria tersebut
__ADS_1
"Super semar" Amaya membaca ukiran nama pada penjepit dasi berwarna gold tersebut.
"Kenapa nama pewayangan yang ada dalam penjepit dasi ini" ujar Amaya heran