
Hari ini adalah jadwal Maliqa berkunjung ke klinik kecantikan langganannya, meskipun wajah dan tubuhnya sudah berhasil bermetamorfosa menjadi cantik dia tetap rutin melakukan perawatan dengan selalu mengkonsultasikan wajah dan tubuhnya.
Klinik ini adalah klinik kecantikan yang disaran Martha tempo hari, klinik terbaik di negara ini dan hanya memiliki satu cabang dalam satu negara.
Hari ini Maliqa mengunjungi klinik seorang diri tanpa didampingi sahabatnya atau Mommy Clarissa yang biasanya selalu meluangkan waktu bersama bila ingin mempercantik atau perawatan diri.
Maliqa tampak bosan menunggu di ruang tunggu dengan majalah mode ditangannya, setelah beberapa kali membolak - balikan halaman majalah, Maliqa menyimpannya kembali diatas meja disamping tempat duduknya.
Maliqa menatap jam dinding dan memutar - mutarkan ponsel ditangannya, dia merasa bosan andai ada yang menemani atau orang lain yang menunggu sama dengannya mungkin dia tidak akan merasa terlalu bosan.
"Membosankan sekali" gumam Maliqa pelan.
"Selamat datang Kakak" sapa staff Klinik ramah pada seorang wanita yang baru saja masuk
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya Staff itu ramah.
"Saya ingin perawatan wajah dengan Dr. Stefanny" ujar wanita itu to the point dengan pakaian terbuka dan rok mini yang menampilkan kaki jenjangnya.
"Apa sebelumnya Kakak sudah membuat janji?" tanya staff kecantikan ramah.
"Apa kamu tidak tau siapa saya?" ujar wanta itu kesal
"Wanita itu lgi.." gumam Maliqa pelan
"Apa Model ternama seperti saya harus membuat janji seperti wanita kalangan biasa disana?" hardiknya geram menunjuk Maliqa yang duduk dengan menatap aneh pada wanita yang membuat keributan.
"Kenapa dengan saya?" ujar Maliqa heran menujuk dirinya sendiri
"Maaf Kakak, tapi jika Kakak tidak membuat janji sebelumnya kami tidak bisa mendahulukan Kakak apapun alasannya, karena semua harus mendaftar untuk mendapatkan no antrian" ucap staff klinik mencoba menjelakan.
"Jadi saya harus tetap mengantri seperti yang lain begitu?" tanya nya berteriak marah hingga membuat dirinya menjadi pusat perhatian sekitar.
"Benar Kak" jawab Staff kinik
"Coba panggilkan pemilik klinik ini supaya kamu mendapatkan peringatan berupa teguran atau bahkan dipecat hari ini juga karena sudah menghina saya" ucap wanita pembuat onar dngan mngibakan rambut ikal pirangnya.
__ADS_1
"Maaf Kak tapi peraturannya seperti itu" jawab Staff klinik seperti ketakutan
"Saya bilang panggil pemilik klinik kecantikan ini sekarang" hardiknya kesal.
"Maaf Mbak, Mbak boleh ko masuk duluan saya tidak keberatan didahului" ujar Maiqa mencoba meredakan ketegangan yang terjadi.
"Lihat wanita ini saja tidak keberatan saya duluan,lain kali jika saya mengalami hal seperti ini lagi saya akan laporkan kamu" ancam wanita itu kesal.
"Baik Kak" ujr staff klinik nganggukan kepala beberapa kali.
"Dan untuk kamu, jangan berharap saya akan mengucapkan terima kasih karena saya berhak mendapatkannya dan jangan pernah panggil saya dengan sebutan mbak, aku tidak setua itu" ujarnya terhadap Maliqa yang hanya dijawab senyuman miris oleh Maliqa
"Sombongnya.." gumam Maliqa pelan
"Kak Maliqa Kaneishia terima kasih atas bantuannya beruntung kami memiliki pelanggan seperti Kakak, Kakak bisa menunggu dan masuk setelah Kakak Luna Maharani selesai" ujar Staff klinik penuh syukur
"Maliqa Kaneishia" ujar Wanita pembuat onar itu herah dengan memicingkn kedua matanya.
"Ada apa? Apa anda mengenal saya Nona Luna Maharani?" jawab Maliqa mnyunggingkn terenyum mengejek
"Kau?!" jawab Luna terkejut
"Wah ingatan anda bagus sekali saya harus memujinya untuk itu" ujar Maliqa tersenyum datar
"Wah wajah cantik membuatmu berani ternyata?" ucapnya menyunggingkan senyum meledek
"Apa yang harus saya takutkan? ini bukan area perusahaan yang dimana saya terikat kontrak dengannya" Ujar Maliqa membuka kekesalannya dahulu.
"Kau benar juga, tapi tetap kelas kita berbeda kau tidak bisa berurusan dengan ku atau kekasih ku" ujar Luna bangga.
"Lelaki Arogant itu maksud Nona?" tanya Maliqa menebak
"Ternyata kau membencinya, bagus kalau begitu ini akan membuat jarak diantara kalian" Ujarnya tersenyum penuh kemenangan.
"Kenapa kami harus membuat jarak? Kami kenal saja tidak, apa jangan - jangan lelaki arogant itu tertarik dengan saya dan Nona jadi ketakutan, benar begitu?" tebak Maliqa tersenyum senang.
__ADS_1
"Apa?!" Luna terbelalak lagi - lagi dia dibuat terkejut dengan ucapan Maliqa
"Oh ternyata begitu, berarti bisa disimpulkan jika saat itu anda bukan siapa - siapa baginya, tapi kenapa anda menyebutnya kekasih ku? Apakah anda sedang mengalami cinta sendiri?" rentetan pertanyaan diutarakan Maliqa dengan maksud meledek, dia cukup puas dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
"Diam kau!!" Bentak Luna kesal seluruh mukanya memerah menahan amarah.
"Waw ternyata semua yang saya ucapkan benar adanya, sungguh kasihan sekali menjadi anda" ujar Maliqa kembali mematik api kemarahan Luna.
"Aku pasti akan mendapatkan Arsyanendra" Jawabnya yakin dengan sorot mata elang menatap Maliqa nyalang
"Arsyanendra?!" ujar Maliqa membeo
"Ya lelaki arogant yang kau bicarakan adalah anak semata wayang tuan Aditya penerus dan pemimpin perusahaan Textile dan Property terbesar dinegara ini, kau bahkan tak kan bisa menggapainya jika aku yang sang model ternama saja masih belum memiliki status dihatinya" Ujar Luna menjelaskan secara terperinci lelaki yang dulu sempat Maliqa benci.
"Apakah seperti itu? bahkan dengan wajah cantik ku sekarang dia tidak akan tertarik?" Tanya Maliqa pada luna raut mukanya dibuat - buat seolah dia menyedihkan.
"Kau hanya ulat bulu yang menjijikan tidak akan pernah bermetamorfosa menjadi kupu - kupu cantik seperti diriku" Ujar Luna mencaci maki Maliqa, dia sebenarnya sedang menutupi ketakutannya.
"Begitu kah? tapi bukankah saat wajah ku masih menjijikan lelaki arogant itu sudah menyukai ku? lalu bagaimana dengan sekarang? aku bahkan sudah cantik, dia pasti akan tergila - gila dengan ku saat kami berjumpa kembali, bukan begitu?!" Ujar Maliqa entah mengapa mengetahui jika lelaki arogan itu adalah kekasihnya rasa puas hati tergambar jelas diwajahnya.
Semua yang diucapkan Maliqa ada benarnya, dulu saat dia memiliki wajah buruk rupa saja Arsya sampai tertarik lalu bagaimana jika Arsya berjumpa dengan Maliqa yang sekarang.
"Kau!!" Luna sudah kehabisan kesabaran dia ingin sekali merusak wajah cantik Maliqa dengan kuku tajam bertahtakan berlian di setiap jarinya.
"Silahkan ikat kekasihmu kuat - kuat jangan sampai dia mengetahui jika aku sudah cantik seperti ini, aku takut dia tidak akan mau melihatmu lagi setelah memandangku" ujar Maliqa meledek dengan senyum mengembang sempurna dan berlalu berjalan mendekati tempat duduk yang semula dia tempati.
"Aku akan menjauhkan dia dari mu" gumam Luna kesal dia pun pergi keluar dari klinik tersebut, dia sudah terlwlu kesal hingga tidak memiliki keinginan lagi untuk melakukan perawatan.
"Terimakasih atas kunjungannya" ujar Staff klinik ramah membungkukan setengah badannya.
"Wanita menyebalkan" ucap Luna saat berlalu pergi.
Maliqa tertawa penuh kemenangan setelah membalas perlalukan Luna dahulu dengan permainan cantik yang Maliqa lakukan.
"Ini sangat menggemaskan ternyata Mas Arsya sudah menyukai ku disaat wajah ku masih buruk rupa" Maliqa tersenyum - senyum sendiri setelah mengetahui semua kebenaran masa lalunya dengan Arsya.
__ADS_1
"Kau akan terkejut dan sangat membenciku nona Luna, jika kau mengetahui lelaki yang kau anggap kekasih itu sudah menjadi milik ku" seringai jahat membingkai wajah cantik Maliqa.
"Ternyata sumpah serapah ku menjadi boomerang bagi ku, sekarang lelaki arogant itu malah membuat ku dibuat pusing" Ujar Maliqa mencebikan bibirnya kesal, Maliqa dibuat pusing dengan Arsya yang pecemburu buta dan sampai saat ini belum menghubunginya.