Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Charlies Angels


__ADS_3

Ujian Nasional telah usai, masa - masa menegangkan dan menakutkan lambat laun menghilang dengan sendirinya meski hasil belum nampak dalam bayangan.


Seminggu ini kelas XI dibebas tugaskan atau diliburkan, pagi ini Maliqa menatap pantulan bayang dirinya pada nakas didepannya.


Bosan Batin Maliqa


"Sudah hampir dua minggu tidak ada kabar dari Mas Arsya, apa karena sekembalinya Luna dia dengan mudah menyingkirkan aku?" gumam Maliqa lirih


Seminggu kemarin Maliqa bisa dengan mudah mengesampingkan perasaan rindunya dengan tumpukan tugas - tugas dan hapalan perkiraan lembar soal Ujian Nasional.


Tapi setelah Ujian Nasional itu selesai rasa hampa menghampirinya kembali, ada rasa takut yang menyesakan dada saat mengingat penampian Luna dan membandingkannya dengan dirinya.


"Apa dia tidk merindukanku?" tanya maliqa pada diri sendiri.


"Sebaiknya aku menghubungi teman - teman ku, menyibukan diri akan membuatku sedikit melupakannya, berdiam diri dikamar dan mengingat Mas Arsya akan membuatku menjadi gila diusia remaja" Ujar Maliqa pada dirinya sendiri.


Setelah berkirim pesan pada kedua sahabatnya , Maliqa beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap untuk pergi berjalan - jalan dan bermain nersama sahabatnya, Maliqa mengajak mereka untuk menghabiskan waktu di area bermain di sebuah pusat berbelanjaan terbesar dikota ini.


Usai mandi Maliqa memilah - milah pakaian yang akan dia kenakan, semenjak dia bekerja paruh waktu dan menjadi kekasih Arsya Nyonya Calrissa sering kali memberikan hadiah berupa dress atau gaun semi formal pada Maliqa, awalnya Maliqa sangat segan tapi melihat ketulusan dan kebaikan Nyonya Clarissa hingga akhirnya Maliqa menerima meski tidak semua.


"Aku pilih yang ini saja" ujar Maliqa saat menemukan dress berwarna putih tulang dengan panjang diatas lutut.


Maliqa memoles sedikit riasan diwajahnya dan mengoleskan lipbalm berwarna orange membuat Maliqa tampak segar.


"Gadis Ibu cantik sekali" Sapa ibu saat melihat Maliqa keluar dari kamarnya


"Terima kasih Ibu" jawab Maliqa dengan senyum sempurna hingga menunjukan deretan gigi gingsulnya, Maliqa duduk disamping Ibunya yang sedang menonton televisi drama rumah tangga jebolan stasiun televisi logo ikan terbang.


"Mau pergi kemana sayang?" Ibu memperhatikan Maliqa yang sudah siap pergi dan duduk disampingnya untuk mengenakan sepatu kets berwarna putih.


"Aku mau pergi bermain bersama kedua sahabatku Bu, boleh kan?" ucap Maliqa menghentikan kegiatan menali sepatu menatap Ibunya, dia lupa meminta ijin.


"Tentu saja sayang, tapi jangan pulang sampai malam tiba, ibu akan memasakan makanan kesukaanmu untuk menu makan malam hari ini" Ujar Ibu menghilangkan rasa khawatir Maliqa

__ADS_1


"Ibu yang terbaik!!" Maliqa memeluk dan menciumi kedua pipi Ibunya gemas.


"Maliqa pergi dulu ya Bu" Maliqa mencium punggung tangan kanan ibunya dengan takzim.


"Hati - hati saya, selamat bersenang - senang" jawab sang Ibu, Maliqa berlalu pergi meninggalkan Ibunya.


Tak lama Maliqa keluar rumah seorang driver ojek online sudah menunggunya didepan halaman rumahnya.


"Nona Maliqa?" sapa Driver tersebut


"Iya Pak" jawab Maliqa dengan mengangukan kepalanya


"Titik pemberhentian sesuai aplikasi ya?" tanya Driver ojek online itu kembali sambil menyerahkan helm yang akan dikenakan oleh Maliqa


"Iya Pak di Mall Sky Park" jawab Maliqa.


Ojek online pun membawa Maliqa ke titik pemberhentian, Maliqa sengaja menggunakan jasa ojek online untuk menghindari macetnya kalan ibu kota.


Pemilik angkot yang menjadi teman Bapak tidak mengijinkan Bapak untuk menarik angkotnya lagi karena kerugian dan kerusakan yang diakibatkan kecelakaan itu cukup parah.


Uang hasil kerja paruh waktunya, Maliqa gunakan untuk mengganti kerusakan angkot karena kecelakaan itu.


Melihat Bapak selalu bersedih karena tidak bisa membantu mencari nafkah, Maliqa berinisiatif membelikan Bapak sebuah motor bebek untuk Bapak melamar menjadi driver ojek online.


Maliqa masih ingat jelas dalam bayangannya bagaimana bahagiannya Bapak dan Ibunya saat itu, mereka terharu hingga meneteskan air mata saat melihat Maliqa menghadiahkan sebuah motor bebek yang dihias sedemikian rupa dengan pita besar dibagian depannya.


Maliqa sangat bersyukur diusianya yang masih remaja dia sudah bisa sedikit membantu kedua orang tuanya, meski akhirnya Maliqa mendapatkan omelan dari sang Ibu saat mengetahui uang yang Maliqa peroleh untuk membeli motor Bapak.


Ibu sangat menyayangi hasil maha karya Maliqa, pola dan sketsa gaun pernikahan itu sudah terbayang indah dalam pikiran sang Ibu, tapi dengan mudah Maliqa menjualnya demi memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tuannya.


Maliqa akhirnya sampai di gerbang pintu utama sebuah Mall yang mengusung tema taman langit.


usai melakukan transaksi pembayaran dengan ojol Maliqa merogoh benda pipih dalam tas selempang kecilnya untuk menghubungi kedua sahabatnya menanyakan dimana mereka berada.

__ADS_1


"Haii Maliqa..!!" ujar Martha setengah berteriak dari kejauhan dengan melambaikan sebelah tangannya.


Maliqa memutuskan panggilan telponnya saat mengetahui orang yang dia hubungi sudah berada didekatnya.


Amaya yang melihat Maliqa dibuat takjub, meski riasan Maliqa tampak sederhana tapi tak membuat Maliqa tampak boasa saja, cara dia berpenampilan selalu membuatnya kagum.


"Tidak mengherankan karena dia seorang desainer muda yang berbakat" gumam Amaya pelan.


"Kita akan bermain permainan yang mana dulu?" ujar Maliqa saat menyimpan kembali ponselnya.


"Bagaimana kalau kita photo box dulu, sebelum peluh merusak riasan kita karena kelelahan setelah bermain" ujar Amaya memberi ide setelah melihat penampilan ketiganya, moment seperti ini jarang terjadi, kadang Maliqa yang disibukan dengan kerja paruh waktunya atau Martha dengan acara keluarganya.


"Kakak benar kita semua sangat cantik jadi moment ini harus kita abadikan" ucap Martha tersenyum penuh semangat.


"Jadi kalian setuju?" tanya Amaya menyakinkan


"Tentu saja Kak!" jawab Maliqa dan Martha serempak diakhiri tawa riang dari keduanya.


Mereka pun berjalan beriringan menuju area photo box didekat area bermain, disana ketiganya sangat antusias dihadapan layar yang memperlihatkan tingkah mereka.


Ada banyak assecoris untuk menunjang penampilan mereka saat difoto, seperti topi, kacamata, hiasan bunga dan beberapa boneka lucu.


Amaya bersyukur memiliki teman yang bisa membuatnya ceria kembali, dulu dia adalah wanita dingin yang tidak pernah tersenyum masalah perpisahan Dady dan Mommy nya yang membuatnya seperti ini.


Bila mengingat kembali kejadian dimana mereka bertengkar dan meninggalkannya seorang diri, membuat kebencian Amaya muncul kembali, tapi semenjak kedatangan Maliqa dan Martha sedikit demi sedikit dia bisa menghilangkan rasa marah itu untuk sementara waktu meski dia tak yakin bisa menerima kembali kedua orang tuanya.


Selepas melihat hasil photo box yang mereka lakukan Amaya dan Martha mengajak Maliqa untuk membeli minuman sebelum melanjutkan bermain.


Martha memicingkan matanya saat melihat lelaki yang duduk berduaan bersama seorang wanita di cafe yang akan mereka sambangi.


"Maliqa lihat.." Ujar Martha pelan dengan mengigit bibir bawahnya dia takut apa yanh dia tunjukan membuat Maliqa marah.


"Mas Arsya.."'''''

__ADS_1


__ADS_2