Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Maliqa Dalam Rencana


__ADS_3

"Baik.. baik.. kita akan menuruti kemauman mu tapi pertama serahkan belati itu" ujar Sean mengulurkan tangan meminta belati dalam gengaman Amaya.


"Bersamaan" Ujar Amaya memberi jawaban penengah.


Kedua anak buah Sean pun membuka ikatan tali ripet serta lakban yang melekat di mulut kedua gadis itu, Maliqa dan Martha segera mendekati Amaya dan menyakinkan Amaya untuk memberikan belati itu.


"Bisa kita bicara dulu" ujar Sean setelah memerima belati pemberian Amaya.


"Untuk apa?" tanya Amaya datar.


"Apa kau tidak ingin tau kenapa Daddy sampai menculik Maliqa" ujar Albertho mendekat melihat jelas gadis mungilnya yang kini sudah dewasa.


"Baiklah" jawab Amaya memutuskan pandangan matanya.


Masih dirumah kosong tua namun berbeda ruangan mereka berlima berkumpul, Alberto menceritakan kenapa dia sampai memiliki rencana seperti ini.


" Daddy memiliki anak diluar nikah karena kecelakaan, dialah Lexi anak yang selama ini kau rawat, ibu dari anak itu selalu meminta melakukan sesuatu yang dia inginkan dengan jaminan keselamatan Lexi sebagai ancamannya" ujar Albertho perlahan membuka kenangan memalukan yang dia alami.


"Apa yang dia pinta?" tanya Amaya penasaran.


"Dia meminta kehancuran Arsyanendra, hingga lelaki itu merangkak memohon pertolongannya" Jawab Albertho menatap Maliqa


"Apa dia Luna?" Tanya Maliqa menebak ibu dari Lexi


"Kau mengenalnya?" tanya Sean terkejut.


"Wanita ular itu!" Amaya geram, ternyata dibalik semua kekacauan ini adalah wanita ular yang selalu mengganggu Maliqa.

__ADS_1


"Jadi dia ibu Lexi?!" Tanya Martha masih belum percaya dengan apa yang dia dengar barusan


"Ya, itu sebuah kecelakaan saat dia hamil dia tidak memberitahu hingga Daddy merasa tidak perlu bertanggung jawab atas kesalahan kami berdua" ujar Albertho tertunduk malu.


"Lantas kenapa dia bisa memeras mu?" Tanya Amaya menatap Albertho.


"Dia mengatakan akan membunuh Lexi jika semua permintaanya tidak terpenuhi, Daddy sadar perbuatan kami salah tapi Daddy tidak bisa membiarkan dia menyakiti Lexi" ujar Albertho membuatnya geram mengingat setiap kali Luna mengancap keselamatan Lexi.


"Kenapa tidak kalian culik saja Lexi sedari awal, bukannya malah menculik kami" ujar Amaya kesal menatap Albertho dan Sean secara bersamaan.


"Dia pernah menyerahkan kasus ini kepengadilan hingga hak asuh jatuh ditangannya, kami kesulitan setiap ingin bertemu dengan Lexi karena Luna melaporkan bahwa aku lelaki tidak bertanggung jawab" jelas Albertho menyayangkan semua tindakannya dahulu


"Memang begitu kenyataanya bukan" ujar Amaya menatap sinis orang yang ada dihadapannya.


"Amaya bisakan kau lebih sopan pada Tuan Albertho?" ujar Sean pelan, melihat malaikat penolongnya tidak dihargai bahkan oleh anaknya sendiri membuat Sean sedikit sakit hati, jika saja dia bukan Amaya mungkin Sean sudah memarahinya sedari tadi.


"Kau siapa berani mengatur ku?! Dia sebagai ayah kandung ku saja tidak berhak memerintahku setelah apa yang dia perbuat pada ku selama 15 tahun" ujar Amaya menggebrak meja kesal dengan ucapan Sean padanya.


"Kami ingin dikembalikan sekarang juga!" ujar Amaya geram, dia sudah muak dengan semua yang dilakukan Albertho dan Sean.


"Maliqa kami berniat menculik mu untuk membuat kesepakatan dengan Tuan Arsya, penculikan ini hanya untuk topeng agar Luna percaya jika kami akan menghancurkan perusahaan Tuan Arsya" ujar Sean menjelaskan duduk perkara.


"Kami hanya ingin Lexi dalam asuhan kami itu saja" ujarnya Sean lagi.


"Apa kalian sepercaya diri itu bisa membuatku melepaskan Lexi" ujar Amaya menatap tajam pada Sean, mendapat tatapan tajam dari Amaya bukannya membuat Sean ketakutan sikap dingin Amaya membuatnya terlihat sexy seolah sedang menggodanya hingga dia kesusahan dalam menelan salivanya.


"Baby mohon mengertilah" ujar Albertho.

__ADS_1


Seorang anak buah Albertho berlari terpogoh - pogoh mendekati tuannya.


"Tuan maaf mengganggu, ada berita penting" ujarnya terengah - engah kesulitan bernafas.


"Ada apa?!" bentak Sean, dia sudah memberitahu semua anak buahnya untuk menunggu diluar dan jangan pernah mengganggu mereka sebelum memasuki ruangan ini.


"Rumah Nona Amaya dibobol Tuan Lexi diculik oleh orang suruhan Luna" Ujarnya ketakutan.


Orang yang memberikan kabar barusan terpental setelah mendapan bogem menyah dari Sean.


"Si4l!!!" geram Sean.


"Ini semua karena kebodohan kalian, kenapa kalian tidak mengawasi Lexi dengan orang - orang yang memumpuni bukannya malah menculik ku" bentak Amaya kesal adik tirinya lepas dari pengawasan Albertho serta Sean.


"Biarkan saja, kita buat kesepakatan dulu dengan Arsya baru kita pikirkan lagi perihal rencana yang sudah anda buat" ujar Maliqa membuat semua yang ada disana menatapnya tak percaya.


"Kau ingin melakukannya?" tanya Martha memastikan keputusan Maliqa saat ini.


"Jika untuk memberi pelajaran pada Luna kenapa tidak? Dia harus tau batasan - batasan merusak hubungan orang lain" ujar Maliqa tersenyum


"Ternyata Nona Maliqa cukup menarik juga" ujar Albertho memuji tindakan gadis muda dihadapannya.


"Sekarang buat aku seolah - olah dalam tahanan kalian dan hubungi Arsya" ujar Maliqa tersenyum menatap Amaya dan Martha yang duduk disampingnya.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu" tanya Martha ketakutan


"Aku ingin tau seberapa khawatir dia" jawab Maliqa datar.

__ADS_1


"Kau gila, manusia setengah iblis akan muncul dihadapan mu saat mengetahui kekasihnya diculik" Ujar Martha tak percaya dengan apa yang dilakukan temannya saat ini.


"Hahahahaha" Maliqa dan Amaya tertawa pelan membuat Martha geram sendiri.


__ADS_2