
Maliqa kini hanya bisa belajar disekolah, disaat semua orang mengikuti Pelatihan Kerja Lapangan diperusahaan sesuai kejuruannya, Maliqa hanya bisa mengelus dada bersabar, kejadian tempo hari membuatnya tidak bisa direkomendasikan lagi sebagai peserta magang diperusahaan lain, setelah ditarik kembali oleh pihak sekolah sehari setelah kejadian yang Maliqa lakukan tanpa sengaja hampir semua pihak guru mengacuhkan Maliqa, ternyata perusaan kemarin adalah perusahaan yang menjalin kerjasama dengan sekolah, pihak sekolah sering mengirim lulusan terbaik dari sekolah ini untuk bekerja disana, hingga membuat lulusan sekolah ini tidak khawatir jika ingin bekerja sambil kuliah, pihak perusahaan bersedia menerima anak - anak berbakat yang mau bekerja sambil kuliah.
Maliqa menatap sekeliling kelas, biasanya disetiap sudut akan ada segerombolan siswa yang bercanda tawa dengan teman sebangkunya.
Perasaan tidak memiliki teman semakin Maliqa rasa saat tak ada satu orang pun yang belajar bersamanya.
"Sepi sekali semua siswa kelas XI kosong, hanya aku saja yang masih mengikuti pelajaran" gumam Maliqa lirih.
Dia berjalan mengelilingi koridor sekolah, selama disekolah Maliqa hanya mendapat satu mata pelajaran yaitu pelajaran kejuruannnya Tata Busana, dia harus mengejar nilai menutupi nilai pelatihan kerja lapangan yang tidak bisa dia dapatkan.
Namun jika ada mata pelajaran lain yang dirasa nilainya masih kurang, Maliqa akan segera menemui guru tersebut untuk meminta tugas.
"Bosan" Maliqa mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Dia berjalan sambil sesekali menendang angin melampiaskan kebosanan dan kekesalan.
"Semua ini karena laki - laki bucin itu! Cinta membuatnya buta hingga tidak dapat membedakan mana yang salah mana dan yang tidak sengaja! Sungguh mereka pasangan serasi sebagai manusia paling menyebalkan tahun ini! Aku doakan semoga kalian selalu mendapatkan rintangan dan ujian dalam hubungan kalian! Kalian tidak akan pernah bersatu dan melanjutkan ke jenjang pernikahan!" Tangan Maliqa terkepal dengan rahang mengeras, sumpah serapah Maliqa luapkan kepada orang
Rasa panas menjalar dari dalam hati hingga membuatnya dadanya sesak dengan nafas naik turun dia sudah dipuncak kemarahan jika menyangkut nilai pendidikan sekolah.
"Karena mereka aku menjadi orang jahat yang mengumpat kata - kata jahat"
"Aku sebaiknya memakan beberapa es batu atau berendam dalam kolam es batu untuk menenangkan hati ku" gumam Maliqa
Maliqa juga selalu berfikir dia adalah gadis buruk rupa, tidak ada yang akan mau berteman dengannya tapi mungkin jika dia pintar akan ada orang yang mau menjadi temannya.
Jadi sangat wajar jika dia akan marah jika ada seseorang yang menyulitkannya dalam hal pelajaran sekolah.
__ADS_1
Hari -hari membosankan disekolah hanya bisa dia habiskan dengan membaca buku pelajaran diperpustakaan sekolah, terkadang Maliqa membantu petugas perpustakaan menyusun buku - buku kedalam raknya setelah para siswa selesai membaca atau meminjam.
Maliqa menemukan buku yang sudah lama usang, sampul buku itu tertutup debu dan pinggirannya seperti termakan rayap.
Maliqa meniup debu yang menempel hingga dia terbatuk - batuk karena debu berterbangan disekitar hidung dan matanya.
"Ughuk.. ughuk.. haaaccciih.. debunya tebal sekali" gumam Maliqa menggosok -gosok hidung yang masih terasa gatal.
Ternyata sebuah buku dongeng tua tentang itik si buruk rupa, Maliqa pun tersenyum.
"Ternyata buku dongeng tentang aku" Maliqa tertawa terkekeh.
"Kenapa wajah jelek bisa menyusahkan orang sampai seperti ini? Bahkan aku tidak pernah menyinggung siapapun" ujar Maliqa lirih.
__ADS_1
~~Maaf ya bestie kemarin - kemarin aku kurang sehat, insyaallah untuk menutupi kelecewaan kalian aku akan usahain up sehari 2 - 3 Bab ya, Terimakasih sudah mampir ~~