Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Kau Milik Ku


__ADS_3

Mendapat laporan yang menyenangkan membuat Arsya tidak sabar untuk bertemu gadisnya.


"Akan ku buat kau terikat dengan cinta yang sudah kau buat" Gumam Arsya pelan


Malam ini dia tidak bisa memejamkan mata terbayang bagaimana gadis kecilnya menari dengan gemulainya diatas panggung disaat acara ulang tahun sekolahnya dua hari lepas.


"Bahkan jika kau tidak menerima dan membalas cintaku aku akan tetap mengikat mu, bisa - bisanya kau buat aku jatuh cinta dan bermain dengan lelaki lain" gumam Asya geram.


Malam semakin larut tapi kantuk tak kunjung datang, Arsya menatap langit - langit kamarnya berguling ke kanan bergulung lagi ke kiri tanpa bisa memejamkan mata.


"Lihatlah karena memikirkan mu saja aku sampai tersiksa seperti ini" Asya terduduk dan bangun berjalan keluar kamar, dia berniat meminta pelayan membuatkan susu yang dicampur madu hangat agar dia lekas tertidur.


"Mom sedang apa?" tanya Arsya yang mendapati Mommy nya sedang berdiri didekat lemari pendingin dengan gelas digengaman.


"Mommy haus ingin minum air dingin, kau sendiri kenapa kemari? Apa mau Mommy buarkan sesuatu?" tanya Nyonya Clarissa mendekat


"Aku tidak bisa tidur, bisakah Mommy buatkan susu dengan campuran madu?" pinta Arsya memelas


Dia hanya bisa bermanja dengan Mommy nya entahlah serasa nyaman jika bermanja pada orang yang kita sayang, mungkin itu juga akan dia lakukan kepada Maliqa ketika Maliqa menjadi miliknya.


"Hmmpp ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiran mu hingga tidak bisa tidur? Apa ini soal pekerjaan?" Tanya Clarissa sedikit cemas


"Aku memikirkan Maliqa" ucap Arsya tanpa sadar


"Oohh.. apa cinta itu sudah ada" ledek Clarissa tersenyum lebar, Clarissa menyerahkan satu gelas susu yang sudah tercampur madu.


Clarissa senang mengetahui jika anak yang dia besarkan, mencintai Maliqa gadis yang dia kagumi bakatnya.


"Apa ada yang salah Mommy? Apa boleh aku memilikinya?" Ujar Arsya menerima susu yang dibuat Mommy nya, dia meneguknya perlahan hingga rasa hangat menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Jika dia memiliki rasa yang sama Mommy akan sangat senang, Mommy sangat mengagumi sosok Maliqa dipertemuan pertama kami, saat itu dia seperti kesusahan ekonomi, hingga dia menjual desain sketsa serta pola baju pengantin yang dia buat untuk dirinya sendiri, Mommy bisa melihat dia sangan enggan sekali melepaskan barang kesayangnnya itu" ucap Clarissa panjang lebar


"Apa Mommy masih menyimpannya atau Mommy sudah membuat dan menjual baju pengantin itu pada orang lain?" Tanya Arsya cemas, dia teringin memilikinya apa lagi itu benda berharga bagi Maliqa, Arsya tidak ingin benda yang dianggap Maliqa berharga lepas dari gengamannya.


"Mommy belum merealisasikannya, Mommy yakin jika sketsa itu sudah dalam bentuk gaun pengantin, Mommy bisa menjual mahal dengan harga diatas 500 juta" ucap Mommy antusias

__ADS_1


"Bisakah Mommy berikan itu pada Arsya, atau Arsya beli kembali bagaimana?" Pinta Arsya memelas bahkan terkesan merengek


"Hmmpp.. Mommy akan berikannya secara cuma - cuma asalkan, kau bisa menikah dengan Maliqa, dia sudah Mommy anggap sebagai anak mommy sendiri Arsya, Mommy menyayanginya seperti Mommy menyayangi mu, berusahalah untuk meluluhkan hatinya jadikan dia menantu di mansion ini" Clarissa menepuk -nepuk pundak Arsya memberikan dorongan semangat


"Terima kasih Mommy, Arsya akan membawanya menjadi menantu kesayangan Mommy ke mansion ini" ucap Arsya penuh percaya diri


"Kembalilah ke kamar mu, ini sudah sangat larut" Clarissa ternyenyum lantas meninggalkan Arsya yang masih meneguk susu dalam gengamannya.


"Sihir apa yang sudah kau tebarkan hingga semua orang menyukai mu? Dasar kau gadis nakal" Arsya tersenyum mengacak - ngacak rambut lebatnya merasa gemas sendiri.


"Aku sudah jadi gila karena seorang gadis" Arsya kembali ke kamarnya setelah menyimpan gelas bekas susu yang telah dia habiskan tadi.


Pagi ini Maliqa dibuat terkejut dengan pemandangan didepan halaman rumahnya, sebuah mobil mewah terparkir menghalangi gerbang Maliqa seperti tidak asing dengan mobil tersebut, Maliqa mendekati mencoba untuk menegur tapi baru beberapa langkah dia berjalan seseorang keluar dari bagian kemudi. seorang lelaki yang mengenakan celana bahan mengkilap lengkap dengan kemeja dan jas yang serasi melekat pada tubuh tinggi kekar itu.


"Tu- tuan Arsya" ujar Maliqa terbata


"Tuan?! Kenapa kau panggil aku dengan sebutan tuan? Bukankah terakhir kali kau memanggilku dengan sebutan Mas?! Kenapa sekarang berubah?" ucap Arsya sedikit kesal hingga memberondong pertanyaan pada Maliqa yang masih mematung dihadapannya.


"Ada perlu apa tuan datang kemari?" Tanya Maliqa


"Usai pulang sekolah aku punya waktu senggang sebelum pergi ke butiq tuan" ucap Maliq


"Ish kau ini sudah ku bilang jangan panggil tuan, panggil aku Mas!" ujar Arsya sebal


"Sekarang masuk ke mobi!" ucap Arsya memerintah


"Ba-baik tuan eh Ma-mas" ucap Maliqa.


Maliqa masuk dan duduk di samping kemudi, dia berpikir alan tidak sopan jika dia duduk dibelakang.


"Kita mau kemana Mas?" tanya Maliqa saat memakai sabuk pengaman, Arsya mulai mengendarai mobil menuju sekolah Maliqa


"Berapa menit lagi kau masuk sekolah?" ucap Maliqa


"Sekitar 30 menit lagi, saya terbiasa berangkat lebih awal ikut Bapak" Jelas Maliqa

__ADS_1


"Mulai sekarang aku yang mengantar mu pergi sekolah, tapi untuk pulangnya akan aku usahakan untuk bisa menjemput mu"


"Tidak usah tuan saya bisa pergi dan pulang sendiri" Maliqa menolak dengan menggoyangkan kedua tangannya


"Tuan Lagi!!" ucap Arsya geram mencengkram kemudi.


Sebenarnya apa yang salah? Kenapa dia memaksaku merubah panggilan dan sekarang dia memaksa mengantar jemput ku? Maliqa


Maliqa mengerutkan kedua alisnya heran dengan semua perlakuan Arsya, Maliqa memang sengaja menjauhi Arsya setelah acara makan malam saat itu, Maliqa merasa Arsya jauh dari jangkauannya.


"Maliqa apa hubungan mu dengan lelaki bernama Aland darma?"Ucap Arsya tanpa mengalihkan pandangannya menatap jalanan


"Dia teman saya, kenapa tuan?" tanya Maliqa


"Apa kau menyukainya?" ucap Arsya pelan


"Menyukai sebagai apa? kami hanya berteman" jelas Maliqa


"Bagus kalau begitu, teruslah menganggapnya seperti itu" tegas Arsya


"Kenapa memangnya?" Ucap Maliqa heran


"Karena kau itu milik ku?" tegas Arsya menyatakan kepemilikannya


"Milik mu?!" Maliqa membeo


Mobil yang Arsya kendarai terparkir didepan gerbang sekolah, Arysa turun lebih dulu berputar dan membuka pintu untuk Maliqa, Mendapat perlakuan manis seperti ini tentu membuat Maliqa senang hingga tersipu malu.


"Serahkan Ponsel mu?" tanpa bertanya Maliqa menyerahkan ponsel yang telah lama dia miliki, melihat keadaan ponsel Maliqa membuat Arsya sedih ponsel ini sudah ketinggalan jaman bahkan layar ponselnya sudah retak.


"Ini ponsel mu? Baiklah sepulang sekolah kita beli ponsel baru" Arsya menyimpan nomor ponselnya pada ponsel Maliqa.


"Hubungi aku setelah sekolah selesai" Arsya mengembalikan ponsel ke tangan Maliqa, tangannya mengelus dan mengacak - ngacak puncak kepala Maliqa gemas


"Aku harus pergi" Arsya melambaikan tangan kanannya dan kembali masuk dan duduk dibalik kemudi mobil, mobil pun melaju berlalu meninggalkan Maliqa yang mematung dengan muka memerah.

__ADS_1


__ADS_2