Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Lexi Kabur


__ADS_3

"Sial kenapa harus orang yang mengenal aku yang menolong bocah itu, bagaimana aku mengambilnya kembali? bagaimana kalau dia mengaku sebagai anak ku dan wanita itu mengadu pada Maliqa dan Arsya" geram Luna saat mengetahui Lexi menaiki motor wanita yang dia kenal. Amaya.


Saat Lexi kabur Luna dan kedua anak buahnya segera berpencar mencari Lexi, Luna sempat melihat dari kejauhan kalau Lexi masuk kesebuah Minimarket namun saat hendak menghampiri Luna melihat Amaya menuntun Lexi dan membawanya pergi.


"Aku tidak bisa biarkan Arsya tau bahwa aku sudah memiliki anak, tapi bagaimana aku mengambil Lexi kembali? dia satu - satunya senjata yang aku punya" Ujar Luna gelisah berjalan mondar - mandir kebingungan didalam kamarnya.


"Sial, kenapa juga sih anak itu bisa lari!" ujar Luna setengah berteriak frustasi.


"Ada apa Luna?" tanya Maharani dibibir pintu


"Mommy Lexi kabur saat aku coba mengurungnya" ujar Luna geram dan kesal


"Bibi pengasuhnya kemana?" Tanya Maharani heran


"Hari ini dia tidak masuk karena sakit, tadinya dia meminta Lexi untuk diurus dirumahnya saja disana ada anaknya yang bisa membantu mengurus Lexi, tapi aku pikir itu bukan ide bagus aku takut Lexi dibawa kabur olehnya jadi aku tak mengijinkannya, mengetahui Bibi pengasuhnya tak ada seharian ini, dia menangis terus hingga memusingkan kepala ku, aku berniat mengurungnya tapi dia lolos dan kabur lewat pintu belakang"


"Kerahkan saja anak buah kita, suruh mereka mencarinya"


"Masalahnya yang menyelamatkan Lexi adalah teman Maliqa kekasihnya Arsya, kalau sampai dia tau aku sudah menikah maka keinginanku untuk bisa menikah dengannya sia - sia"


"Baiklah, Mommy sendiri yang akan menjemput anak itu dan mengaku sebagai Ibunya, kau tidak perlu mencemaskannya"


"Apa bisa seperti itu?" tanya Luna penasaran.


"Tentu saja" jawab Maharani pasti tersenyum mematap anak semata wayangnya.


Didalam rumah minimalis milik Amaya Lexi menatap sekeliling.


"Kakak boleh tau nama kamu?" tanya Amaya pada bocah yang dia tuntun masuk kerumahnya.


"Boyeh, nama aku Lexi" jawab Lexi tersenyum senang.


"Boleh Kakak tau berapa usia kamu?" tanya Amaya Lagi.


Lexi tampak kebingungan dengan pertanyaan Amaya, dia tampak memencet jam tangan yang bisa berfungsi sebagai telepon berwarna biru yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.


"Hallo Bibi" Ujar Lexi saat panggilannya tersambung.


"Lexi? Bagaimana kabarmu sayang?" Jawab seseorang tampak dari suaranya seperti seorang nenek pada cucunya.


"Maaf ini dengan siapa?" Ujar Amaya pada orang yang Lexi telpon.


"Anda siapa? kenapa Lexi ada dengan anda" Jawabnya terkejut mengetahui anak asuhnya bersama orang yang tidak dia kenal.


"Saya Amaya, tadi saat saya sedang berbelanja di minimarket Lexi menabrak saya dan ingin ikut dengan saya" ujarAmaya menjelaskan duduk permasalahannya..

__ADS_1


"Lexi kamu kabur sayang" Tanya Bi Nani pada Lexi.


"Iya Nyonya akay, Lexi dikurung" Ujar Lexi sebal dia hampir menangis lagi.


"Kalau boleh tau siapa anda? apa anda orang tua Lexi? Mengapa tangan dan kaki Lexi banyak sekali bekas lebam?" Tanya Amaya mengintrogasi Bi Nani.


"Saya hanya pengasuhnya, tolong jaga Lexi sampai saya datang jangan berikan Lexi pada siapapun" Ujarnya memohon


"Baiklah, boleh saya tau jam berapa Lexi lahir?" Tanya Amaya pada Bi Nani.


"Untuk apa?" Tanya Bi Nani penasaran.


"Jawab saja?" Ujar Amaya


"Lexi lahir tanggal 05 Juli 2019, Hari Jum'at pukul 13.45 WIB" Ucap Bi Nani menjelaskan secara rinci.


"Baik, Terima kasih" Amaya memutuskan panggilan secara sepihak, itu akan menjadi kode pada siapa dia harus memberikan Lexi nanti, siapapun dia yang mengetahui lengkap seperti Bi Nani bisa dipastikan orang itu menyayangi Lexi hingga mengingat dengan rinci hari dan jam lahir Lexi.


"Kakak aku lapar" Ujar Lexi mengelus perut buncitnya.


"Mau makan dengan nuget?" tawar Amaya pada Lexi gemas mencubit pipi tembamnya.


"Mau..mau" Ucap Lexi antusias.


"Baiklah sementara Kakak memasak nuget, kamu bisa menggambar, ini peralatan gambarnya" Amaya memberikan satu set pensil gambar dengan buku gambar yang bisa Lexi gunakan.


"Senang?" Tanya Amaya semakin dibuat gemas.


"Ya" Ujar Lexi setengah berteriak mengangguk - anggukan kepalanya.


Amaya meninggalkan Lexi diruang tamu dengan perlengkapan menggambarnya, Amaya memasuki dapur untuk menyiapkan makan mereka berdua hanya ada nuget dan mie rebus yang bisa dia sajikan.


"Makanannya sudah siap" Seru Amaya membawakan makanan diatas nampan mendekati Lexi yang sedang sibuk menggambar.


"Aaa.." Ucap Lexi membuka mulutnya lebar - lebar


"Mau Kakak suapi?" Tanya Amaya melihat tangan Lexi yang tak mau lepas dari pensil gambarnya.


"Ya" Jawab Lexi.


"Dasar anak manja" Gumam Amaya yang membuatnya semakin gemas dengan kelakuan Lexi padanya, bovah yang bafu saja dia kenal seperti ada ikatan pada dirinya yang membuatnya langsung merasa nyaman.


Amaya menyuapi Lexi sambil sesekali becanda dengannya, menggoda Lexi yang terlihat mencoret- coret kertas gambar berbentuk abstrak namun Lexi menganggapnya lukisan indah.


Tok..Tok..Tok.

__ADS_1


Terdengar suara pintu diketuk dari luar.


"Tunggu sebentar ya" Pinta Amaya pada Lexi, dia menghentikan kegiatan menyuapi Lexi dan menghampiri tau yang datang.


Amaya membuka pintu, tampak wanita paruh baya Amaya taksir mungkin usianya sekitar 50 tahunantepat berdiri dihadapannya dengan pakaian modis nampak necis seperti seorang sosialita kelas atas.


"Siapa?" Tanya Amaya tanpa basa - basi.


"Saya bermaksud menjemput anak saya" Ujarnya memberi tahu maksud dan tujuannya datang kesini.


"Anak?" Tanya Amaya meyakinkan


"Ia Lexi" Ujarnya wanita itu kembali.


"Anda siapanya anak ini?" Tanya Amaya tanpa menampakan Lexi dihadapannya.


"Saya Ibunya Lexi" jawabnya sedikit ketus.


"Benarkah?" Tanya Amaya tidak yakin, pakaian mereka saja berbeda jauh seperti anak pembantu dan Nyonya rumah.


"Tentu, apa anda tidak lihat wajah kami mirip!" Ujarnya geram karena Amaya mempersulit dirinya..


"Jika benar anda adalah orang tua Lexi coba sebutkan tanggal, hari dan jam berapa Lexi dilahirkan?" Ujar Amaya pada wanita dihadapannya.


"Itu.." ucapnya terbata.


"Anda tidak tau?" Tanya Amaya menebak.


"Tentu saja tau, Dia lahir tanggal 5 Juni 2018" ujarnya yakin


"Maaf anda salah, silahkan coba lain kali" Amaya hendak memutup pintu karena yakin orang ini bukan orang yang menyayangi Lexi.


"Mana mungkin saya salah, saya ini Ibu kandungnya kamu sendiri memangnya tau tanggal berapa Lexi dilahirkan?" Tanyannya tersulut emosi menahan daun pintu yang hendak Amaya tutup.


"Saya tau, bahkan saya tau jika Ibu kandung anak ini sudah melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur dan saya bisa saja melaporkan ini semua kepihak kepolisian" Tekan Amaya mencoba mempersulit Maharani yang ada dihadapannya.


"Apa!" dia terkejut setengah berteriak.


"Bagaimana Nyonya?" Ujar Amaya menaik turunkan alisnya menawarkan tawaran yang membuat Maharani terpojok.


"Saya yang akan melaporkan kamu ke kantor polisi karena sudah menculik anak saya" Maharani tak hilang akal dia menyudutkan Amaya atas tuduhan penculikan berharap Amaya takut dan memberikan Lexi padanya.


"Silahkan saya tunggu, selamat sore" Tantang Amaya kepada Maharani dengan memberikan senyuman mengejek dan menutup pintunya.


Maharani meninggalkan rumah Amaya dan kembali ke mobil yang terparkir tak jauh darinya.

__ADS_1


"Sial" Ujar Maharani menghentakan kaki sebelum masuk ke mobilnya.


"Wanita itu boleh juga, tetap pantau area rumah ini" Ujar Sean pada kedua anak buahnya yang sedari tadi mengikuti Amaya saat mereka meninggalkan minimarket.


__ADS_2