Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Ancaman


__ADS_3

Acara telah usai Maliqa, Arsya, Clarissa, Martha dan Farhan ayah Martha sedang duduk bersama mengelilingi di sebuah meja bundar.


Ada kekhawatiran diwajah Farhan saat berhadapan dengan Tuan Arsya, perlakuan buruk Martha kepada Maliqa satu tahun lalu membuat Farhan takut akan kemarahan orang yang berpengaruh disekolah dan di kota ini.


"Tuan Farhan sepertinya anda sedang tidak sehat? wajah anda tampak pucat pasi" Ucap Nyonya Clarissa memperhatikan.


"Sa- saya ba-baik - baik saja Nyonya, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan saya"ucap Farhan menyeka kerjngat dkngin yang sudah membanjiri dahi dan pelipisnya.


Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan jika Tuan Arsya sampai tau semuanya, apakah Tuan Arsya akan memberi pelajaran kepada Martha, karena kebod*han dan kelakuan Martha aku bisa kehilangan semuanya. batin Farhan


"Tuan Farhan apa kau merasa takut dengan ku?" ucap Arsya dengan senyum smirk menakutkan


Arsya memang tidak tau apa yang Farhan takutkan, tapi dengan memandang wajahnya Arsya tau jika Farhan takut padanya, perihal salah apa Farhan kepadanya, Arsya hanya perlu memancing Farhan mengatakannya sendiri.


Brukk.


Farhan berlutut dihadapan kaki Arsya, Farhan akan melakukan apa saja asalkan Arsya bisa memaafkan anaknya perempuannya.


"Ayah.." ucap Martha menatap ayahnya lirih, Martha tau ini pasti tentang kesalahannya tempo dulu.


"Tuan maafkan saya, semua sudah berlalu Tuan, saya pastikan Martha tidak akan pernah melakukan perundungan terhadap Nona Maliqa, semua itu hanya salah paham" ujar Farhan memohon dengan menggosok - gosokan kedua telapak tangannya.


Mendengar penjelasan Farhan seketika darah ditubuh Arsya mendidih dan siap meledak, tidak disangka gadis kecilnya mengalami perundungan oleh orang yang kini menjadi temannya.

__ADS_1


"Apa memaafkannya?!" Bentak Arsya membuat semua ketakutan, terutama Martha dia hampir menangis.


"Mas.." Maliqa meraih jemari tangan Arsya dan menggenggamnya.


"Kenapa kau tidak pernah memberitahu ku tentang semua ini" tanya Arsya menatap nyalang pada Farhan dan Martha yang kini duduk berlutut dihadapannya.


"Apa yang harus aku beri tahu" Tanya Maliqa pelan


"Apa kau pikir aku akan diam saja jika kau dibully oleh orang lain?" Tanya Arsya geram menatap Maliqa


Apa dia tidak mengerti bahwa dia begitu berarti bagi hidup ku, dan apa ini ada orang yang berani membully gadis kecil ku, Willy kau harus mendapatkan ganjaran karena kau sudah kecolongan informasi lagi batin Arsya


"Jadi kau akan membalasnya?" Tanya Maliqa datar


"Baiklah silahkan" jawab Maliqa melepaskan genggaman tangannya.


"Maliqa.." ucap Martha menatap sedih pada sahabatnya, Martha mengira jika Maliqa akan membelanya.


"Tapi kau juga harus menghukum dirimu sendiri" ucap Maliqa lagi menatap Arsya sekilas lalu mengalihkan pandangannya.


"Apa? kenapa aku?" Tanya Arsya heran.


"Kau juga pernah membully ku saat aku bekerja di butiq Mommy" Jawab Maliqa dengan raut wajah sedih menatap Clarissa yang sedari tadi hanya memperhatikan semuanya.

__ADS_1


"Arsya!!" Clarissa menatap nyalang wajah Arsya setelah mendengar penjelasan Maliqa.


"Moommy itu sebelum aku mencintainya" ucap Arsya menjelaskan dia cukup terkejut akan respon Mommynya, Clarissa sangat marah mengetahui dulu dia pernah membully karyawaan kesayangannya.


"Dan Martha juga sama, dia membully ku sebelum kami menjadi sahabat, sebelum kau menjadi kekasih ku" ucap Maliqa membuat semua orang menatap wajahnya.


"Jadi apa kau memaafkannya?" tanya Clarissa


"Tentu saja, aku sudah memaafkannya sekarang dia adalah sahabat ku, jadi jika kau menghukum mereka maka aku juga bisa menghukum mu karena kau juga melakukan hal yang sama" ancam Maliqa menatap nyalang Arsya.


"Menghukum ku dengan cara apa?" tanya Arsya dia bahkan merasa bodoh karena mempertanyaan bagaimana Maliqa akan menghukumnya.


"Ada seorang CEO muda dan tampan diluar kota yang menyukai hasil rancangan ku, dia berniat menjalin kerja sama, aku akan menerimanya dan tinggal diluar kota, jika beruntung mungkin aku akan dengan mudah menjadi pendampingnya ku dengar dia masih melajang" ucap Maliqa senyum menyeringai hingga membuat Arsya ketakutan.


"TIDAK!! Aku tidak akan pernah mengijinkan mu menerima kerja sama dengan siapapun itu selama mereka berjenis kelamin laki -laki" ucap Arsya membentak dan menggenggam erat kedua bahu Maliqa.


"Baiklah, jadi kita sudahi masalah ini?" Tanya Maliqa tersenyum tipis, dia sangat menikmati momen dimana Arsya cemburu seperti ini.


"Aku memaafkan kalian" ucap Arsya datar tanpa mengalihkan pandangannya menatap Maliqa, ancaman yang Maliqa berikan membuatnya harus selalu waspada gadis kecilnya sudah mulai pintar memainkan perasaannya.


Sial dia sudah bisa mengancam, bagaimana kalau aku melakukan kesalahan dan dia meninggalkan ku batin Arsya


"Terima kasih Tuan Arsya, terima kasih Nona Maliqa" ucap Farhan bersyukur, rasanya ketakutan yang baru saja menghampiri menghilang sudah.

__ADS_1


"Maliqa terima kasih" ucap Martha dengan mata berkaca - kaca penuh rasa syukur.


__ADS_2