Metamorfosa Ugly Girl

Metamorfosa Ugly Girl
Pemuja Rahasia


__ADS_3

Pagi itu Maliqa mendapatkan sepucuk surat dengan satu buket kecil bunga seruni merah atau krisantemum diatas meja sekolahnya, bunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias di sekitaran rumah.


Maliqa menoleh ke kanan dan ke kiri mengambil buket bunga itu dan menciumnya.


"Harum sekali baunya"


Maliqa membuka surat berwarna merah muda lantas membacanya.


Bunga seruni ini seperti dirimu cantik dan sederhana, semoga kau suka.


Tertanda AD


"Siapa dia? Kenapa dia bisa tau aku suka bunga seruni" gumam Maliqa heran


Karena sebelumnya belum ada orang yang berbaik hati memberikan bunga apa lagi dengan ucapan kata - kata manis yang membuat senyum Maliqa merekah sempurna.


"Apa dia salah orang tapi aku kan duduk disini dan bunga ini ada di meja ku, atau mungkin ini untuk Martha dia kan wanita cantik dikelas ini, baiklah mungkin benar seperti itu." Monolog Maliqa


Sesaat kemudian Martha pun datang dan duduk disamping Maliqa.


"Ini bunga dari siapa?" Martha bertanya heran


"Tidak tau, mungkin ini untuk mu kau kan wanita paling cantik dikelas ini" ujar Maliqa memberikan bunga dan sepucuk surat ditangannya.


"Kau sudah lupa ya? Aku kan alergi serbuk sari, jadi mana mungkin ini untuk ku, bukannya bunga seruni itu bunga kesukaanmu hah?" Martha menutup mulutnya dengan kedua tangan, terkejut dengan perkataannya sendiri.


"Kau punya pengagum rahasia! hmmmp aku tidak akan heran dengan penampilan mu saat ini kau malah pantas menjadi wanita tercantik disekolah" ucap Martha berdecak kagum.


Bagaimana tidak setelah beberapa bulan Maliqa rutin konsultasi, melakukan perawatan dan mengikuti semua arahan dokter, Maliqa telah memiliki kulit wajah putih mulus bercahaya yang semua wanita inginkan, kini tidak ada Maliqa si buruk rupa lagi yang ada hanya Maliqa si bidadari yang cantik. Kecantikan maliqa kadang membuat Amaya dan Martha iri sekaligus bangga.


Pelajaran pun dimulai, semua siswa tampak serius mendengarkan penjelasan guru matematika yang sedang menerangkan pembahasan tentang rumus phitagoras. Maliqa mengikuti pelajaran seperti biasanya, tanpa terlalu memikirkan perihal bunga yang dia dapatkan pagi ini.


Bell istirahat berbunyi hari ini Maliqa tidak pergi ke kantin bersama kedua sahabatnya karena ibu telah menyiapkan bekal ketika berangkat sekolah, ini semua memang permintaan Maliqa. Selama Maliqa bekerja, Maliqa sudah jarang mencicipi makanan buatan Ibunya, Maliqa sudah tidak pernah meminta uang jajan semenjak dia bekerja paruh waktu, mendengar putrinya meminta bekal karena rindu tentu membuat Ibunya bahagia. Menu yang Ibunya buat untuk bekal siang ini sangatlah istimewa karena semua makanannya adalah makanan kesukaan Maliqa


Disaat Maliqa hampir menghabiskan makanannya datang seorang remaja tampan menghampirinya, dia berjalan sambil tersenyum ke arah maliqa kedua tangannya disembunyikan dibalik punggungnya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Hai Maliqa lagi makan ya? apa aku mengganggu?" Ujar pemuda itu

__ADS_1


Maliqa terpaku akan sikap manis pemuda ini tanpa mampu mengucapkan kata - kata.


"U.. udah selesai ko, ada apa ya? Jawab Maliqa terbata


"Kamu suka bunganya? Itu bunga kesukaan kamu kan?" Tanya pemuda itu yang membuat bola mata Maliqa membulat terkejut karena tau siapa yang memberinya bunga adalah Aland Darma.


"Jadi AD itu Aland Darma? A.. Aland Darma salah satu dari lima The Most Wanted Boys"  batin Maliqa


Aland Darma adalah salah satu dari The Most Wanted Boys sekolah Maliqa, pria tampan yang murah senyum lelaki keturunan darah Itali bercampur Sunda.


Memiliki postur tubuh tegap tinggi, dia juga adalah kapten tim basket kebanggaan sekolah yang sering kali mendapat juara di setiap lombanya.


Siapa yang tidak akan terpaku akan senyumnya yang ramah  dan kata - katanya yang halus.


"Ja.. jadi kamu yang kasih bunga itu? Tapi kenapa?" Tanya Maliqa heran


Maliqa sangat gugup karena anak paling tampan mendekati, berbincang bahkan memberikan bunga kepada Maliqa.


"Memangnya kenapa?" Ujar Aland malah balik bertanya


"Aku hanya ingin berteman dengan gadis terpintar disekolah ini, apa itu salah? Apa karna aku tidak pintar jadi tidak boleh berteman denganmu?" Tanya Aland dia pun tertunduk dan mengerucutkan bibir nya..


"Baiklah kalau memang tidak boleh, oia ini aku bawakan jus jeruk untukmu" Aland memberikan sekotak jus jeruk yang dia sembunyikan di belakang punggungnya


"Kalau begitu aku akan pergi, sampai jumpa lagi"


Aland pun pergi keluar kelas Maliqa, Maliqa hanya terpaku menatapi jus jeruk yang Aland berikan.


"Aku harus bagaimana? Apa aku menerima ajakan pertemanannya? Tapi aku tidak pernah dekat dan memiliki teman pria sebelumnya, Kak Willy saja hanya aku anggap Kakak seperti Kak Amaya" gumam - gumam Maliqa


Maliqa tertawa hingga meneteskan air matanya entah harus bahagia atau sedih, mendapatkan kenyataan bahwa ada lelaki yang mau berteman dekat dengannya, karena perubahan fisiknya semua orang mulai aktif bertegur sapa saja masih membuat Maliqa canggung.


Siang itu Maliqa ada kelas tambahan untuk menyambut ujian akhir semester guru memberikan ruang bagi siswa yang ingin mengejar pelajaran yang tertinggal sesuai jadwal guru tersebut saat melewati lapangan basket dari kejauhan Maliqa melihat Aland sedang berlatih bermain basket bersama teman - teman satu tim nya.


Aland yang tau Maliqa sedang memerhatikannya, Aland terdiam tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Maliqa. Hal itu sontak saja membuat semua orang yamg berada disekitar lapangan basket menyoraki mereka bahkan muka Maliqa memerah karena malu.


"Laki - laki ini apa yang dia lakukan? Aku pasti akan malu habis - habisan setelah kejadian ini"

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Maliqa terus saja mengerucutkan bibirnya dan mulai mengeluh.


Maliqa pun bergegas pergi ke ruang praktek tata busana untuk mendapatkan nilai tambah.


Diruang tata busana sudah hadir banyak siswa yang menunggu kedatangan Bu Siska, semuanya terdiam saat Bu siska datang pembahasan nilaipun dibuat untuk mendapatkan nilai tambah.


"Semua siswa yang hadir hari ini di pinta membuat satu pakaian yang bisa dipakai dalam dua situasi santai dan resmi. Tugas ini harus dikumpulkan paling lambat tiga hari dari sekarang" Jelas Bu Siska


"Ada yang mau ditanyakan?" Tanya Bu Siska


Semua siswa diam pertanda tidak ada yang mau ditanyakan atau memang mereka sudah lelah karna kelas tambahan ini menyita waktu pulang mereka.


"Baiklah Ibu rasa cukup sampai disini terimakasih, Ibu undur pamit selamat siang" Bu Siska mengakhiri pertemuan dan pergi keluar ruanggan.


"Selamat siang bu" ucap semua siswa serempak


Waktu pulang Maliqa bergegas keluar dari ruang kelas saat melewati lapang basket Maliqa dihadang Aland dalam perjalanan pulangnya.


"Sudah selesai? Pulang bareng yuk?" Tawar Aland


"Ti.. tidak usah saya biasa pulang dengan sahabat saya" jawab Maliqa sambil menundukan wajahnya.


"Maaf aku harus segera pulang" timpalnya lagi


Maliqa berlari keluar menuju gerbang sekolah.


"Besok kita bertemu lagi ya" Teriak Aland dari belakang melambaikan kedua tangannya.


"Haduh apa yang sebenarnya dia ingin lakukan membuatku ketakutan saja" gumam Maliqa.


Saat makan malam maliqa tampak tidak bersemangat Bapak dan ibunya memperhatikan Maliqa sedari tadi.


"Maliqa ada apa? Ada masalah disekolah? Atau ada masalah dengan pekerjaan paruh waktu mu??" Tanya Ibu lembut tangannya mengelus pundak Maliqa


"Tidak bu, ini justru keterbalikannya" jawab Maliqa


"Maksudnya ada laki - laki yang mencintai kamu? Apa kamu sudah memiliki pacar?" Bapak mulai ikut angkat bicara, Maliqa adalah anak semata wayang mereka jadi Bapak tidak ingin Maliqa terjerumus dalam hal yang tidak baik termasuk dalam hal pacaran, Bapak sangat melarang Maliqa berpacaran apa lagi Maliqa masih sekolah.

__ADS_1


"Tidak..tidak bukan begitu Pak. Maksud Maliqa kebalikannya itu semua tidak ada masalah, semua berjalan dengan sempurna" ujar malika sambil menggoyang - goyangkan kedua telapak tangannya.


"Bagus kan kalau begitu, jadi kamu bisa fokus belajar bukannya sebentar lagi ujian akhir semester, kamu belum lulus saja sudah buat Ibu bangga sayang" Ujar ibu sambil mengecup pucuk kepala Maliqa.


__ADS_2