
Setelah menelpon Asisten kepercayaannya, Arsya memberanikan diri mendekati MC untuk meminta waktu sebentar.
"Malam ini akan terasa istimewa dari malam - malam sebelumnya, kami mendapatkan sebuah penghargaan luar biasa dimalam hari ini, Tuan Arsyanendra selaku donatur utama sekolah ini akan membawakan sebuah lagu untuk memeriahkan acara malam ini, Tuan Arsyanendra waktu dan tempat kami persilahkan" ujar MC
"Terima kasih" Ucap Arsya tersipu malu.
Setelah mendapat wejangan dari Willy yang menyarankan Arsya menyatakan perasaannya, jadilah kini dia ada diatas panggung didepan semua orang yang hadir, ini semua tak lain agar Maliqa dapat melihat ketulusan yang Arsya miliki.
Arsya duduk dikursiditengah - tengah panggung, dia mulai mendentangkan gitar dalam pelukannya.
...I wanna be with you...
...And I wanna stay with you...
...Just like the stars shining bright...
...You're glowing once more...
...Right here beside you I'm still...
...Walking wherever you go...
...You will live forever in me...
...Breathing deeply within me...
...Just take it all...
...I am nothing without your love...
...I promise I'll never leave your love...
...My heart is beating 'cause of you...
...Forever and ever and ever...
...Only you can take my heart...
...Dear my love, love, love...
...I wanna stay with you...
__ADS_1
...추억은 늘 여기 마음이란 방에...
...너와의 얘기들로 가득 차 있어...
...언제부터였는지 나도 잘 모르지만...
...너에게 말하고 싶어...
...나의 모든 얘기를...
...Just take it all...
...I'm nothing without your love...
...I promise I'll never leave your love...
...My heart is beating 'cause of you...
...Forever and ever and ever...
...Only you can take my heart...
...I wanna stay...
...Tore my heart...
...Now I'm in the dark...
...Will we meet in our dreams?...
...Breaking my heart...
...Here we are apart...
...I wanna stay near you...
Semua terhanyut larut dalam suara lembut dan menyentuh, disini Martha yang paling terpukau, Itu lagu dari salah satu member boyband korea, itu lagu Park Ji-min biasnya.
"Maliqa kenapa dia bisa sesempurna itu" gumam Marhta disamping Maliqa yang sama terkejutnya.
"Apakah dia memiliki kembaran? Aku menginginkan yang sama seperti dia" ujar Martha lagi.
__ADS_1
"Apa kau tau dia memiliki suara merdu seperti itu?" tanya Martha penasaran
Maliqa hanya tersenyum malu, tanpa tau harus berkata apa tentang keterkejutan yang mereka alami.
Maliqa sejujurnya tidak tau siapa penyanyi dan judul lagu yang Arsya nyanyikan, dia hanya sedikit mengerti arti lagu itu, lagu tersebut seakan menggambarkan seorang lelaki yang tak bisa hidup tanpa kasihnya, cinta yang begitu besar yang dirasakan membuat sang penyanyi merasa tak ada arti jika sang kekasih meninggalkannya.
Tepukan gemuruh menggelegar disetiap sudut aula, ada beberapa orang menangis karena terlalu menghayati isi lagu tersebut.
"Terimakasih Tuan Arsya, kami semua dibuat terkejut dengan suara merdu Tuan, wah sepertinya anda sudah memiliki penggemar, lihat betapa semua larut dalam lagu yang Tuan bawakan sampai saya juga ikut menangis, Tuan saya sempat bertanya - tanya apa lagu ini untuk kekasih Tuan? Apa dia ada disini?" ucap MC terkekeh penasaran sambil menghapus sisa air mata yang menggenang dipelupuk matanya.
"Ya ini untuk gadis ku, ini untuk pertama kalinya aku bernyanyi didepan khalayak ramai" ujar Arysa tersipu malu
"Aku membuat kesalahan hingga dia mengabaikan keberadaan ku, aku harap setelah dia mengetahui ketulusan ku lewat lagu ini, dia mau menerima permintaan maaf ku dan kembali menjadi gadis manis ku, maaf aku berbicara terlalu lama" Ucap Arsya menangkupkan kedua tangannya didepan dada, semua orang dibuat ketakutan mendengar permintaan maaf seorang Arsyanendra, dia lelaki yang terkesan dingin dan tidak banyak bicara, semua orang segan terhadapnya, hingga permintaan maaf yang keluar darj mulutnya seperti sesuatu yang jarang dan bisa jadi menakutkan orang yang mendengarnya.
"Wah, siapa gadis beruntung itu kalau kami boleh tau Tuan?" ujar Mc mencoba menenangkan diri usai keterkejutannya.
"Maliqa, dia Maliqa gadis yang aku cintai" ucap Arsya menatap Maliqa yang tak jauh dari hadapannya, sontak pandangan semua pengunjung mengikuti arah mata Arsya memandang, semua siswa dan staff guru dibuat ketakutan, Maliqa yang Tuan Arsya maksud adalah murid disekolah ini.
Sedangkan para donatur dan para tamu yang hadir tampak bingung, mereka ingin mencari tau siapa sosok gadis beruntung tersebut.
Ada satu sosok yang terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa dia sedang menanhan amarah, dia adalah seorang model ternama Luna.
Luna tidak menyangka bahwa dia sudah kecolongan untuk memiliki Arsya, ternyata upayanya untuk menjauhi Maliqa dengan Arsya gagal total, bahkan selama ini mereka sudah menjalin hubungan.
"Maliqa maaf karena Mas sudah menyakitimu, Maaf" ucap Arsya tulus mendekati Maliqa tanpa mengalihkan pandangannya menatap gadis kecilnya.
Maliqa menyambut kedatangan Arsya dengan senyum manis dan mata berkaca - kaca, permintaan maaf dan rasa cinta yang tulus dia hadirkan dalam bentuk persembahan lagu yang manis, wanita mana yang takkan meleleh dibuatnya.
"Bisakah kita kembali seperti dulu?" ucap Araya lirihsaat tepat berada dihadapan Maliqa.
Maliqa hanya mengangguk pelan beberapa kali, Arsya sangat ingin sekali menarik Maliqa dalam pelukannya, tapi seketika dia tersadar saat semua orang bertepuk tangan harusaat Arsya mendapatkan permintaan maaf yang dia harapkan.
Arsya hanya bisa meraih kedua tangan Maliqa dan menggenggamnya erat.
"Aku tidak menyangka, bisa jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama" ujar Arsya yang mendapat tepukan lebih kencang dari sebelumnya.
Praaaannnngggg
Suara gelas yang dibanting ke lantai memekakan telinga semua orang, seketika perhatian beralih pada sosok wanita yang menjatuhkan gelas dengan wine didalamnya.
"Ternyata kalian mempermainkan aku" gumam Luna dalam hati.
__ADS_1