Mikhayla, Strong Mother

Mikhayla, Strong Mother
MSM BAB 18. Penjelasan Mikhayla


__ADS_3

"Fergi. Jauhi putra saya!"


Mikhayla tampak syok, tetapi mencoba menahan diri agar bersabar.


"Kenapa Bu?" tanya Mikhayla tidak mengerti sebab tiba-tiba saja ibu itu datang dan meminta dirinya untuk menjauhi Fergi padahal selama ini Fergi lah yang sering mendatangi dirinya ke toko bukan justru sebaliknya.


"Aku tidak ingin kau memoroti keuangan anak saya." Wanita itu menatap tajam mata Mikhayla.


"Maaf saya tidak mengerti maksud ibu."


"Toko ini dibangun dengan modal dari anak saya 'kan?"


"Ini bangunan saya menyewa dari orang lain Bu."


"Iya maksud saya isinya! Saya tidak mau ya anak saya menikah dengan janda, sudah punya anak lagi. Apa kata orang-orang nanti kalau sampai Fergi menikah denganmu. Mau ditaruh dimana muka keluarga kami?"


"Sepertinya ibu salah paham. Saya dan Fergi tidak ada hubungan yang spesial kok. Kami hanya berteman saja."


"Heh berteman, mana ada teman yang mau mengeluarkan uang banyak untuk membantu temannya seperti ini. Kalau aku lihat, tokomu besar dan isinya banyak. Berapa uang yang harus dikeluarkan anak saya untuk membantumu?"


Mikhayla menggeleng. Kepalanya terasa sakit kembali.

__ADS_1


"Agnes tolong ambilkan surat perjanjianku dengan Fergi!" Mikhayla yakin wanita di hadapannya tidak akan berhenti bicara sebelum melihat bukti.


Agnes langsung berlari ke arah Mikhayla.


"Dimana Bu?"


"Di laci lemariku. Kalau ada map berwarna biru, itu benar. Surat itu ada di dalam map tersebut."


"Baik Bu." Agnes segera berlari ke dalam dan mencari map yang berwarna biru tersebut. Setelah dapat dia langsung menyodorkan pada Mikhayla.


Mikhayla menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan.


"Ini Bu, ibu bisa lihat sendiri isinya apa. Di situ juga lengkap dengan rinciannya. Berapa uang yang Fergi keluarkan beserta berapa persen hasil yang akan Fergi dapatkan dari hasil usaha ini."


Wanita di depannya meraih map tersebut. Namun, sebelumnya mengambil kaca mata di dalam tasnya.


"Kenapa toko ini besar atau isinya banyak? Tidak lain karena terus berkembang. Sebab lahan di belakang ruko ini masih luas dan kosong, kami juga menanam bunga di sana. Lumayan tidak semua bunga yang kita jual harus diambil dari pemasok."


Wanita itu terlihat mengangguk dan masih fokus membaca.


"Kami juga punya karyawan yang pandai membentuk tanaman bonsai. Kami membeli dari orang-orang dengan harga sedang dan menjualnya dengan harga yang tinggi," lanjut Mikhayla.

__ADS_1


Ibu dari Fergi hanya manggut-manggut saja, tetapi dia juga curiga bahwa Mikhayla hanya mengatakan omong kosong saja.


"Boleh aku melihat semuanya?"


"Baiklah, ayo Bu saya antar!" Mikhayla bangkit dari duduknya dan berjalan ke belakang ruko melalui halaman samping.


"Itu dia taman kami. Sebagian besar sudah dapat dipanen dan sebagian lagi masih baru saja ditanam. Jadi harus benar-benar gigih dan telaten.


Sebenarnya di hati wanita ini kagum pada Mikhayla. Kalau usaha Mikhayla terus berkembang maka bukan saja bisa mengembalikan uang Fergi, tetapi juga bisa balik modal secepatnya.


"Baiklah aku percaya dengan bisnis kalian, tapi tetap saja saya minta agar kamu tidak dekat-dekat dengan anak saya lagi sebab dia sudah punya calon istri."


"Tapi Bu, kami–"


"Iya paham, kalian hanya boleh bertemu jika sekedar membicarakan bisnis."


"Kalau saya sih bisa menjauhi Fergi, tapi mohon maaf karena saya tidak bisa mengendalikan orang lain. Kalau ibu mau kita tidak dekat-dekat lagi, berarti ibu yang harus bekerja keras mencegah anak ibu agar tidak menemui saya dan anak saya."


"Kau berani sekali ya melawanku!"


Mikhayla menarik nafas berat.

__ADS_1


"Apa maunya orang ini?" tanyanya dalam hati.


Bersambung.


__ADS_2