Mikhayla, Strong Mother

Mikhayla, Strong Mother
Bab 39. Merasa Dijebak (2)


__ADS_3

Fergi menghela nafas berat.


"Bagaimana mungkin aku mencintai gadis yang sama sekali tidak aku cintai?" tanya Fergi seperti bergumam sendiri. Namun, suaranya malah terdengar keras.


"Cinta tidak cinta kamu harus bertanggung jawab. Mau jadi pria yang pengecut?" Ayah Fergi dan ayahnya Lucia berjalan ke arah Fergi yang sekarang berdiri dengan termangu.


"Dad?"


"Memang apa yang sudah saya lakukan pada Lucia?" tanya Fergi masih dalam kondisi mabuknya.


"Kau telah meniduri dia maka kau harus menikahi dia!" tekan sang ayah.


Tiba-tiba kepala Fergi berdenyut kencang saat mengingat apa yang sudah dilakukannya tadi. Namun, tidak menemukan jawaban sedangkan Lucia hanya menunduk tanpa ingin menjelaskan. Kalau Fergi diminta untuk menikahi dirinya berarti dia tidak perlu menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya tadi agar rencana para orang tua itu tidak harus digagalkan.


Buk.


Tubuh Fergi ambruk ke lantai dan semua orang panik lalu membawa Fergi ke rumah sakit.


Lucia apa yang kamu rasakan sekarang Nak?" tanya ibu dari Fergi.


"Lucia tidak apa-apa Tante Lol," jawab Lucia kaku. Dia merasa salah tingkah, di satu sisi dia ingin jujur. Namun, di sisi lain dia ingin memiliki Fergi seutuhnya dalam ikatan pernikahan.


"Jika kamu merasa tubuhmu sakit akibat ulah Fergi katakanlah pada Tante biar sekalian kita cek kesehatan kamu di rumah sakit ini."


"Tidak perlu, Lucia baik-baik saja."


"Baiklah."


Sementara Hilda dan Loli serta Lucia menjaga Fergi di rumah sakit, kedua pria, ayah dari Fergi dan Lucia sedang mencari hotel dan mengurus semua yang diperlukan dalam acara pernikahan putra-putri mereka.


Ya keduanya sepakat akan menikahkan Lucia dan Fergi setelah putranya sadar dari pingsannya.


Kedua pria ini takut dengan godaan yang akan membuat putra-putrinya tidak bisa bersatu lagi. Saat ini Aditya, ayah dari Fergi menarik kesimpulan bahwa putranya selama ini hanya pura-pura tidak mau pada Lucia, tetapi sekarang terbukti bahwa pria itu sebenarnya juga menyukai gadis yang dijodohkan dengannya.


***


"Daddy dari mana saja seharian?" tanya Loli ketika melihat sang suami baru kembali ke rumah sakit padahal hari sudah menjelang malam.

__ADS_1


"Fergi sudah sadar Mommy?"


"Sudah dan pertanyaan Mommy belum dijawab, ke mana saja seharian?" tanya Loli menatap curiga pada sang suami. Takut-takut suaminya itu malah kepincut pesona wanita lain di negara itu.


"Saya tidak kemana-mana hanya menyiapkan semua keperluan pernikahan putra kita dengan Lucia kalau tidak percaya tanyakan saja pada Pak Agam!" tunjuk Aditya pada besannya itu yang masih berdiri di ambang pintu.


"Iya Bu Loli. Kita sudah menyiapkan segalanya," timpal pria itu.


"Hanya tinggal pakaian pengantinnya saja biar nanti setelah Fergi sudah benar-benar sehat dan sudah keluar dari rumah sakit kita langsung akan membawa mereka fitting baju pakaian ke salah satu butik yang sudah kami pesan."


"Oke boleh juga. Menikah di sini menurutku bagus. Menurutmu bagaimana Jeng?" tanya Loli pada Hilda.


"Kalau saya sih setuju saja putri saya akan menikah di manapun yang penting dia bisa menemukan kebahagiaannya dan pernikahannya itu sah, itu saja sih simpel kalau menurut saya."


"Jeng Hilda nih memang benar-benar tidak banyak menuntut padahal sebagai pihak perempuan boleh loh protes kalau tidak suka. Kalau menurutmu sendiri bahagia Lucia?"


"Saya juga terserah papi dan juga Tante Loli serta paman Aditya," sahut Lucia dengan wajah yang menunduk.


"Siapa yang mau menikah dengan Lucia?" tanya Fergi.


"Ya kamulah memang siapa lagi? Tidak mungkin kan Daddy yang menikah dengannya?"


"Sudahlah Fer kamu tidak perlu mengelak lagi, tadi pagi apa yang kamu lakukan sudah cukup membuktikan kalau kamu sebenarnya menyukai Lucia," bantah Aditya.


"Saya mabuk Dad, jadi saya tidak terkendali," jelas Fergi.


"Justru kebanyakan orang mabuk itu jujur Fer, kenapa dirimu harus mangkir dari perasaanmu sendiri? Kau malu karena Lucia adalah gadis yang manja? Tenanglah seiring berjalannya waktu dia akan dewasa dengan sendirinya."


"Tapi Dad ... Lucia katakan bahwa sebenarnya kita tidak melakukan hal yang aneh-aneh!" perintah Fergi, tetapi Lucia menunduk dan tak berkutik sedikitpun.


"Lucia katakan! Aku belum menidurimu, bukan?"


Gadis itu hanya meneteskan air mata. Entahlah air mata itu adalah air mata sedih, takut pada Fergi ataukah air mata haru karena sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Fergi, lelaki pujaannya sedari kecil.


"Sudahlah Fer jangan ingatkan lagi dengan hal tidak senonoh yang kau lakukan padanya. Dia jadi menangis, kan?" Loli mendekap tubuh Lucia lalu menghapus air mata Gadis itu dengan tisu.


"Tenanglah Nak, Fergi akan bertanggungjawab."

__ADS_1


"Ini tidak benar, saya akan mencari bukti bahwa yang kalian lakukan tidak benar." Fergi bangkit dari ranjang rumah sakit dan berjalan menuju pintu kamar rawat.


"Fer jangan pergi dulu administrasi rumah sakit mu belum diurus!" seru Loli, tapi Fergi terus saja melangkah seolah-olah tidak mendengar teriakan dari ibunya.


Loli, Hilda, Lucia dan juga Agam berlari mengejar Fergi sedangkan Aditya lebih tenang, dia berjalan pelan keluar dari ruang rawat dan menuju bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran.


Fergi menyetop taksi lalu kembali ke hotel. Keempat orang yang mengikutinya pun mengejar dengan mobil lain.


Sampai di hotel, setelah meminta rekaman cctv kamar tempatnya menginap ternyata tidak ada, sebab hotel memang tidak menghidupkan CCTV di kamar para pelanggan apabila tidak diminta sebab hal itu merupakan privasi.


"Arggh!" Fergi mengerang kesal sambil menjambak rambutnya.


"Sudahlah Fer apa salahnya kamu menikahi Lucia? Kau tidak mungkin menunggu Mikhayla yang tidak mencintaimu, bukan? Kau tahu kenapa dia tidak bisa mencintaimu? Karena saat ini dia masih mencintai ayah dari anaknya bahkan mungkin saja sampai mati."


"Mom? Mommy tahu dari mana?"


"Tidak penting wanita dari mana. Kau tidak perlu mengelak lagi kau juga tahu kan dengan semua itu?"


"Tapi Fergi mencintai Mikhayla dan Fergi sudah berjanji pada Cantika untuk menjadi ayahnya."


"Yang menginginkan itu semua adalah Cantika bukan Mikhayla, kau tahu kan apa konsekuensinya nanti jika dia menikah denganmu? Dia akan melakukan semuanya karena terpaksa, terpaksa karena putrinya bukan tulus untukmu."


Perkataan sang ibu membuat Fergi terdiam dan berpikir sejenak. Dia langsung mengingat saat dirinya menulis chat pada Mikhayla dan memperlihatkan cincin yang sudah dibelinya ternyata wanita sama sekali tidak bahagia dengan itu semua.


Fergi juga mengingat saat video call dengan Cantika, di samping anak kecil itu malah ada Bima padahal ruangan yang terlihat di dalam layar ponselnya adalah kamar di ruko Mikhayla.


"Ingat Fer dicintai lebih baik daripada mencintai. Jika kau mencintai seseorang kau yang harus berjuang, tapi jika kau dicintai engkau engkaulah yang diperjuangkan," bisik Loli di telinga putranya dan kata-kata untuk seorang penyihir Fergi.


"Dan berjuang itu rasanya sakit jika orang yang kita perjuangkan tidak bisa menerima perasaan kita," lanjut Loli.


"Mom?" Fergi terlihat ragu.


Loli mengangguk sambil tersenyum.


"Baiklah saya akan menikahi Lucia."


Sontak saja semua orang langsung terkejut mendengar keputusan Fergi saat ini, tapi jujur saja mereka semua bahagia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2