Misteri Sepatu Kecil

Misteri Sepatu Kecil
28


__ADS_3

Sepulang kerja Vina mengantar Sarah pulang dulu untuk menjemput Fabio lalu mereka kembali ke apartemen Vina. Kali ini Feni tidak bisa ikut karena merasa tidak enak badan dan ingin beristirahat di tempat kosnya.


"Horeee, nginep di rumah Tante Vina. Nginep di rumah Opa Tante Vina ya, Ma?" tanya Fabio saat tahu dia akan diajak menginap.


"Bukan, sayang. Di apartemen Tante Vina," jawab Sarah sambil memasukkan beberapa baju Fabio ke dalam tas yang sudah disiapkannya.


"Bio maunya nginep di rumah Opa, ya?" tanya Vina dan Fabio mengangguk.


"Nanti deh Tante ajak Bio nginep di rumah Opa. Sekarang Bio nginep di apartemen Tante dulu, ya?"


"Tapi Bio kangen sama Opa dan Oma. Bio suka diajarin naik mobil sama Opa. Oma juga suka kasih Bio makanan yang enak-enak."


"Ya udah, lain kali Tante akan ajak Bio nginep di rumah Opa. Tante janji!"


Sepanjang jalan menuju apartemen Vina, Fabio terus berceloteh menceritakan hal-hal yang kadang membuat Vina dan Sarah tertawa.


"Sudah sampai. Ayo masuk," ajak Vina.


Fabio yang sudah familiar dengan tempat itu langsung mengambil remot tv dan mencari saluran yang menayangkan film kartun kesukaannya dan duduk manis sambil menonton tv.


Setelah menyimpan barang bawaannya, Sarah menghangatkan makanan yang telah dibawa bi Mimin dari rumah orangtua Vina dan menyajikannya di meja makan. Dia juga memasak telur dadar untuk Fabio. .


"Wah, enak nih udah tinggal makan." Vina muncul dari kamarnya setelah mandi dan mengganti bajunya dengan setelan rumah.


Sarah hanya tersenyum menanggapi omongan Vina sambil menyiapkan peralatan makan mereka.


"Bio, ayo makan dulu!" Vina mengajak Fabio yang sedang asyik menonton film kartun.


Fabio tak menggubris ajakan Vina, matanya masih terus menatap layar tv dengan serius.


"Ya ampun... Serius amat nontonnya, sayang. Ayo makan dulu. Nanti setelah makan, Bio boleh nonton lagi "


Fabio masih tak menggubris omongn Vina, bahkan melirik pun tidak


"Anak ini... Tante kelitikin nih!" Vina menggelitik Fabio sampai tertawa kegelian.


"Ampun, ampun, Tante. Iya deh, Bio mau makan!"


"Nah gitu dong. Itu baru namanya good boy." Vina membimbing tangan Fabio menuju meja makan.


Setelah selesai makan Sarah dan Vina berbincang ringan tentang pekerjaan mereka, sementara Fabio melanjutkan menonton tv sampai ketiduran di sofa depan televisi.

__ADS_1


"Sar, elo belum kepikiran untuk punya pasangan lagi?"


"Belum. Memang kenapa, Vin?"


"Nggak apa-apa. Terus kalau misalnya ada yang mau serius sama elo gimana?"


"Vin, kita harus menghargai niat baik seseorang, meskipun sebenarnya kita sendiri tidak mengharapkan niat baiknya itu. Masalah diterima atau tidak, itu urusan hati."


Vina mengangguk-angguk mendengar penjelasan Sarah.


"Kenapa, Vin? Kenapa kamu menanyakan ini? Apa kamu meragukan pak Rudi?" Tanya Sarah penasaran.


Pertanyaan Sarah itu membuat Vina tertawa. Sarah kebingungan dengan sikap Vina itu.


"Sar, bang Rudi itu bukan pacar gue kali..."


"Maksud kamu gimana, Vin? Aku jadi gak ngerti."


"Kamu jangan kaget, ya kalau gue ceritain. Bang Rudi itu sebenernya suka sama elo, Sar. Dia minta bantuan gue untuk dapetin info tentang elo!"


Sarah terkejut mendengar penjelasan Vina itu. Dia tak mengucapkan sepatah katapun.


Sarah masih terdiam.


"Sar, lo mau kan mempertimbangkan bang Rudi untuk jadi pendamping lu. Gue jamin dia orangnya baik, bertanggung jawab dan serius mau menjalani hidup hanya bersama lu."


"Tapi Vin..."


"Setidaknya beri kesempatan untuk kalian saling mengenal dulu." Vina memotong ucapan Sarah yang tampak ragu


"Tapi aku belum siap..."


"Sar, kenali aja dulu. Gue rasa bang Rudi juga gak akan maksa lo kalau lo gak suka sama dia. Please, kenali dia dulu, ya? Beri kesempatan hati elo untuk menilai dan memutuskannya nanti."


"Vin, kamu yang lebih pantas menjadi pendamping pak Rudi. Aku merasa tak layak berada di sampingnya, Vin."


"Udah ah, jangan kebanyakan mikir. Dijalani aja dulu, ya? Gue sebagai sahabat elo pengen banget lihat elo sama Bio bahagia."


Sarah terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi meski dia ingin sekali menolak permintaan Vina.


Dia merasa bahwa dirinya tak pantas menjadi pendamping Rudi yang merupakan seorang CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Dia tak bisa membayangkan jika suatu hari dia dihadapkan dengan pendapat negatif dan pandangan sinis orang yang melihat hubungan mereka. Belum lagi keberadaan Fabio yang suatu hari pasti akan menjadi masalah dalam hubungan mereka.

__ADS_1


Begitu banyak pikiran berkecamuk di kepalanya yang membuatnya merasa ragu untuk memenuhi permintaan Vina.


Besoknya paginya Vina memberitahunya bahwa tak lama lagi Rudi akan menjemputnya. Tentu saja Sarah sangat terkejut dan berusaha mencari cara untuk menolaknya.


"Apa itu harus, Vin?" tanya Sarah.


"Sar, elo sendiri yang bilang niat baik seseorang itu harus dihargai. Jadi apa salahnya kalau lo menemui bang Rudi dan memulai sesuatu yang baru. Elo gak usah khawatirin Bio. Gue akan ajak dia ke rumah orangtua gue."


"Apa harus secepat ini?"


"Untuk apa menunda-nunda? Udah deh jangan banyak alasan. Lu temuin dia dulu, oke?"


Sarah merasa tak berdaya pada saat itu dan dia pasrah dengan apa yang telah direncanakan Vina. Dengan berat hati dia menyiapkan dirinya, sementara Vina sudah siap untuk pergi ke rumah orangtuanya bersama Fabio.


"Bio ikut tante, ya? Kita ke rumah opa. Kan katanya Bio mau main sama opa."


"Horeee... Mama juga ikut, kan?"


"Nggak, Sayang. Kita berdua aja. Mama ada urusan dulu. Nanti kalau urusannya udah selesai, mama nyusul kita ke rumah opa."


"Oke, Tante."


"Pinter deh ponakan tante ini. Opa sama Oma pasti seneng lihat kita datang."


Dengan ceria Fabio berpamitan pada Sarah.


"Ma, Bio pergi ke rumah opa dulu, ya? Mama nanti nyusul, ya kalau urusannya udah selesai?"


Sarah mengangguk lalu mencium wajah Fabio.


"Jadi anak sholeh, ya? Nurut sama tante Vina, opa dan Oma."


"Sar, bang Rudi sedang di perjalanan. Gue pergi duluan, ya? Kalau udah selesai lo nyusul kita, gue udah bilang bang Rudi biar nganterin elo ke sana."


Sarah mengangguk pasrah.


***


Jangan lupa komen, like dan kalau berkenan berikan rate dan vote juga.


Terimakasih ❤️ ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2