Misteri Sepatu Kecil

Misteri Sepatu Kecil
49


__ADS_3

Kekhawatiran Rudi sangat beralasan, dia melihat reaksi Rizal saat menerima undangan darinya. Rizal sangat sedih dan kecewa. Rudi takut Rizal akan berbuat nekat yang akan berimbas pada rencana pernikahannya dengan Sarah.


Semua hal buruk bisa saja terjadi, apalagi sebelumnya ada indikasi Rizal ingin mengambil alih pengasuhan Fabio dari Sarah. Namun Rudi tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya untuk menghindari hal itu. Tawaran untuk menempati rumahnya telah ditolak Sarah. Padahal menurutnya itulah jalan terbaik saat ini untuk menghindar dari Rizal.


Meskipun begitu Rudi tak melepaskan Sarah tanpa mengawasan. Dia menyuruh orang untuk mengawasi Sarah dari kejauhan dan orang itu harus melapor padanya jika dia melihat Rizal berada di sekitar Sarah.


Sarah tak mengetahui bahwa gerak geriknya sedang diawasi. Namun selama ini tak ada hal aneh yang terjadi padanya, Rizal juga tak menampakkan batang hidungnya lagi.


"Tidak ada yang terjadi hari ini, Pak!" lapor orang suruhan itu pada Rudi melalui telepon.


"Ya sudah. Tetap lakukan pengawasan, terutama saat akhir pekan dan hari libur!" perintah Rudi.


"Siap, Pak!" jawab orang itu.


Hari pernikahan mereka tinggal dua minggu lagi, WO melaporkan bahwa persiapan sudah selesai hampir 70 persen, sisanya akan segera siap dalam satu minggu. Rudi semakin memperketat pengawasan terhadap Sarah dan Fabio. Dia tak mau terjadi apa-apa pada mereka yang akan berakibat mundurnya acara pernikahan.


Rudi tersentak saat mendapat laporan dari orang suruhannya yang mengatakan bahwa dia melihat Rizal menuju ke rumah Sarah.


Rizal memang datang ke rumah Sarah, tapi dia datang dengan tujuan yang baik.


"Sar, tujuanku datang ke sini adalah untuk memberikan sebuah rumah pada kamu dan Fabio. Anggap saja ini sebagai pemberian yang seharusnya kuberikan saat kita masih terikat pernikahan dulu," ujar Rizal.


"Aku tak butuh pemberian apapun darimu. Lagipula pernikahan kita sudah berakhir!" kata Sarah ketus.


"Tolong, Sar. Terimalah pemberianku! Selama ini aku selalu merasa tidak tenang dan merasa dikejar-kejar oleh rasa bersalahku pada kalian. Semoga pemberianku yang nilainya tak seberapa ini bisa mengurangi perasaan yang selalu membuatku tak bisa tidur itu!"


"Pokoknya aku tidak mau!" ujar Sarah tegas.

__ADS_1


"Sar, tolong. Aku sudah membawa notaris juga untuk mensahkan pengalihan kepemilikan ini. Kamu jangan kuatir, aku tak akan berbuat macam-macam padamu. Aku hanya ingin kamu menerima pemberianku," ujar Rizal lembut.


***


Dengan terburu-buru Rudi menuju rumah Sarah. Seperti yang dilaporkan orang suruhannya, Rizal memang berada di sana. Dia sedang menyodorkan sebuah amplop cokelat. Rizal pun tak datang sendiri, dia membawa serta seorang pria dengan pakaian resmi. Rudi segera mendekati mereka.


"Assalamualaikum!" ucap Rudi.


"Wa'alaikumsalam," hampir bersamaan Sarah, Rizal dan orang yang datang bersama Rizal menjawab salam Rudi.


Rudi mendekati Sarah dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Ternyata Rizal ingin memberikan sebuah rumah pada Sarah dan Fabio. Orang yang datang bersama Rizal itu adalah seorang notaris yang akan mensahkan pengalihan kepemilikan rumah yang akan Rizal berikan.


"Lalu apa masalahnya, Sayang?" tanya Rudi pada Sarah di dalam rumah Sarah.


"Aku ragu. Aku takut dia punya niat tertentu di balik pemberiannya ini!" ujar Sarah.


Sarah mulai terbuka hatinya dan mau menerima pemberian itu. Atas permintaan sang notaris dan untuk mempermudah proses peralihan kepemilikan, mereka berangkat menuju kantor sang notaris.


Proses penandatanganan dimulai dengan disaksikan oleh Rudi dan orang suruhan Rudi yang tadinya ditugasi untuk mengawasi Sarah.


Semua proses sudah selesai. Sarah sudah resmi menjadi pemilik baru dari rumah yang diberikan Rizal. Sarah dan Rizal diminta bersalaman oleh sang notaris, lalu difoto untuk dijadikan bukti. Rudi pun meminta orangnya untuk memotret hal yang sama.


"Terimakasih sudah mau menerima pemberian dariku. Semoga bermanfaat untuk kamu dan anak kita," kata Rizal.


"Terimakasih," jawab Sarah lirih.


"Semoga pernikahan kalian bahagia. Tolong jaga Sarah dan Fabio, ya? Aku berjanji aku tak akan mengganggu kehidupan kalian!" kata Rizal pada Rudi.

__ADS_1


"Nanti bisa datang di acara pernikahan kami, kan?" tanya Rudi pada Rizal.


"Mohon maaf. Kemungkinan aku tidak bisa hadir, aku berencana untuk meninggalkan kota ini dalam beberapa hari. Tapi lihat nanti saja, semoga aku bisa datang!" jawab Rizal.


"Kami sangat mengharapkan kedatanganmu," ujar Rudi. Rizal mengangguk lesu lalu berpamitan pada semua orang yang ada di situ.


Rudi dan Sarah pun berpamitan pada sang notaris yang telah membantu mereka. Rudi lalu mengantar Sarah kembali ke rumahnya dan menjemput Fabio yang sebelum berangkat ke kantor notaris dititipkan di rumah Arini.


Meraka tidak menyadari bahwa kebersamaannya diperhatikan oleh seseorang dari kejauhan. Orang itu terlihat geram dan tak suka akan kebersamaan Rudi dengan Sarah.


"Rupanya dia sudah mendapatkan penggantiku! Siapa wanita itu?" gumam seorang wanita yang berada di dalam sebuah mobil.


"Aku harus menyelidikinya!" gumamnya lagi. Dia mulai menjalankan mobilnya mengikuti mobil yang dikendarai Rudi bersama Sarah.


"Sampai kapanpun kamu tak boleh melupakanku. Aku tidak rela kamu menjadi milik perempuan lain!" ujar wanita itu sambil terus mengawasi dan membuntuti mobil Rudi.


"Siapa anak kecil itu? Apa mereka sudah menikah dan punya anak sebesar itu? Rasanya tidak mungkin. Aku selalu mengawasinya, mana mungkin hal ini bisa luput dariku!" ujar wanita itu saat melihat Rudi dan Sarah menjemput Fabio di rumah Arini.


"Mau kemana lagi mereka?" gumam wanita itu saat melihat Rudi, Sarah dan Fabio pergi.


Karena penasaran wanita itu terus mengikuti mobil Rudi yang sedang menuju ke rumah Sarah.


"Rumah siapa lagi ini? Apa mereka tinggal di rumah jelek ini?" wanita itu semakin penasaran. Dia terus mengawasi Rudi dan Sarah.


"Oh, rupanya mereka belum menikah dan anak itu anak dari perempuan penggoda itu! Lihat saja apa yang akan kulakukan pada kalian! Yang jelas kamu akan kembali mengingatku, Rudi! Kamu akan mengingatku. Sinta, kekasih seumur hidupmu!" kata wanita yang ternyata adalah Sinta, mantan kekasih Rudi.


"Tak ada perempuan yang boleh bersamamu selain aku! Kamu tak akan pernah bisa melupakan dan berpaling dariku! Kamu adalah milikku selamanya!" ujar Sinta sambil tertawa licik. Dia memperhatikan Sarah dengan sungguh-sungguh seolah ingin mengenali wajah Sarah.

__ADS_1


"Rudi, Rudi... Setelah aku meninggalkanmu, sepertinya seleramu pada perempuan menjadi sangat buruk. Kamu memilih perempuan jelek dan bekas istri orang. Sepertinya kamu kesulitan mencari perempuan secantik aku, sampai kamu memilih perempuan rongsokan itu! Tapi tenang saja, Rud. Aku akan kembali padamu. Aku akan menjadi milikmu selamanya!" ujar Sinta dengan penuh percaya diri.


__ADS_2