
"Sarah?" tanya Arini penasaran.
Rudi mengangguk.
"Ya. Kamu kenal?"
"Setahuku Sarah yang rumahnya di dekat rumahku ada 3, satu Sarah temanku, dua Sarah ibu-ibu yang anaknya banyak, sama Sarah yang janda beranak 1.
"Yah, mungkin Sarah yang terakhir kamu sebutkan."
Arini termenung mendengar pengakuan Rudi.
"Sarah yang itu? Itu kan seumuran ibuku. Yang anaknya jadi tentara?"
Giliran Rudi yang terkejut.
"Eh, bukan. Bukan. Sarah yang kumaksud anaknya masih kecil."
"Berarti Sarah temanku itu. Sarah Indriani?"
"Ya, betul. Jadi dia teman kamu? Subhanallah, sempit betul dunia ini, ya? Tau gitu dulu aku minta bantuan kamu buat deketin dia."
"Memangnya ada kesulitan mendekatinya?"
"Banget. Sampai bingung mencari caranya."
"Tapi akhirnya bisa?"
"Bisa. Itu pun dengan bantuan teman dekatnya di kantor. Tapi sekarang dia menghilang dan gak bisa dihubungi."
"Oh ya? Coba nanti aku cari tau tentang dia. Tapi aku rasa dia berada di panti sekarang." Arini berusaha menebak keberadaan Sarah.
"Panti? Panti apa?" tanya Rudi penasaran.
__ADS_1
"Panti asuhan tempat dia dulu dibesarkan. Memang sih waktu itu Sarah pernah bilang bahwa dia akan membawa anaknya berlibur seminggu, karena itu anaknya akan absen datang ke penitipan. Tapi dia gak bilang mau liburan kemana."
"Oh, jadi Fabio dititipkan di penitipan anak yang kamu kelola. Ya sudah, aku pamit dulu, ya? Sampai besok. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Setelah Arini pergi bersama ojek online yang dipesannya, Rudi pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke kantornya.
Esoknya seperti yang direncanakan, Rudi dan Arini menemui orangtua Rudi di rumahnya. Arini datang dengan ditemani ibunya. Rudi membuka pembicaraan dengan orangtuanya.
"Bu, seperti yang Rudi janjiin, Rudi mengajak Arini untuk ketemu Ayah dan Ibu. Alhamdulillah ibu Arini juga bisa datang ke sini. Rudi sama Arini udah sepakat untuk tidak meneruskan perjodohan kami."
Ucapan Rudi ini sangat membuat ibu dan ayahnya terkejut. Namun Arini segera melanjutkan omongan Rudi.
"Mas Rudi betul. Kami memang sudah sepakat untuk tidak meneruskannya."
"Kenapa, Nak? Apa kamu diancam sama Rudi?" tanya ibu Rudi pada Arini.
"Nggak, Bu. Jadi begini, Arini ini memang sudah punya calon sebelum kita memperkenalkannya pada nak Rudi. Sebetulnya ini salah saya karena tidak memberitahu Bu Ratna bahwa Arini sudah punya pilihannya sendiri karena saya pikir toh mereka belum menikah, ya siapa tau Arini akan berubah pikiran mengingat calonnya itu sedang bertugas di tempat yang jauh. Tapi ternyata dia tetap pada pendiriannya, begitu pun nak Rudi yang sepertinya sudah punya pilihan sendiri. Bukan begitu, Nak?" Ibu Arini menatap pada Rudi seolah memberi tanda untuk mengiyakan omongannya.
"Ya, sudah kalau begitu. Kami hanya bisa mendoakan agar apa yang sudah kalian putuskan adalah hal yang terbaik. Yang penting di sini tidak ada pihak yang disakiti ataupun tersakiti. Ini semua memang sudah keputusan bersama. Sehingga setelah ini hubungan silaturahmi kita masih tetap baik," ucap ayah Rudi dengan bijak.
"Betul. Arini juga jangan sungkan-sungkan main ke sini. Ibu sudah menganggapmu seperti anak sendiri," tambah ibu Rudi.
"Iya, Bu. inshaAllah saya akan sering main ke sini," jawab Arini tersenyum lega.
Akhirnya semua tersenyum bahagia, meski ibunya sedikit kecewa dengan keputusan itu. Rudi bisa bernapas lega dan bisa kembali fokus memikirkan cara untuk menemukan Sarah dan Fabio.
"Oh iya, saya juga mengundang keluarga di sini untuk datang di acara lamaran Arini nanti. Bukan acara besar, tapi kami akan bahagia sekali kalau keluarga di sini bisa datang." Ibu Arini memberitahukan hal itu sesaat sebelum mereka berpamitan untuk pulang.
"Alhamdulillah, inshaAllah kami akan datang," ucap ayah Rudi.
Tak lama sebuah mobil datang dan pengemudinya keluar dan menyalami ibu Arini serta orangtua Rudi. Ternyata dia adalah Fajar, calon suami Arini. Rudi menyalami dan memeluk Fajar dengan erat. Mereka memang sudah bertemu sebelumnya di rumah Arini. Setelah sedikit beramah tamah mereka lalu berpamitan pulang.
__ADS_1
Rudi kembali mengingat saat dia datang ke rumah Arini untuk menanyakan kabar tentang keberadaan Sarah dan Fabio. Dan Arini memberitahu Rudi bahwa Sarah memang sedang berada di panti asuhan bunda Aisyah dan meminta Rudi untuk membiarkan Sarah tetap berada di sana. Arini juga mengatakan bahwa Sarah sudah berjanji akan datang di acara lamarannya, sehingga sudah dipastikan Rudi akan bertemu dengannya di sana.
Namun begitu Rudi tetap menyusul Sarah ke panti asuhan itu, meski tidak menemuinya langsung Rudi sudah merasa senang bisa melihat Sarah dan Fabio dari kejauhan. Rudi ingin sekali bertanya padanya kenapa dia menghindarinya sampai-sampai tak mau menjawab telepon darinya, namun diurungkannya. Rudi sangat tahu sifat Sarah yang selalu tak percaya diri untuk membangun sebuah hubungan yang serius dengan laki-laki.
***
Acara lamaran Arini tiba, Rudi tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bertemu dengan Sarah dan Fabio. Dia sudah datang lebih awal ke rumah Arini untuk membantu dan berharap bisa segera bertemu dengan pujaan hatinya.
Apa yang diharapkan Rudi terwujud, tak lama setelah kedatangannya Sarah pun datang bersama Fabio.
"Papa....!" Fabio berlari menuju ke arah Rudi.
Rudi menyambut Fabio dengan pelukan erat.
"Hai..., kemana aja anak Papa yang ganteng ini? Papa kangen banget sama Bio."
"Bio kan abis diajak ke panti sama mama. Di sana banyak teman-teman Bio. Bio suka main sama mereka."
"Oh ya? Kenapa Bio nggak ajak papa? Papa juga mau main sama mereka," Rudi pura-pura ngambek pada Fabio.
"Kata mama... papa lagi banyak kerjaan, jadi Bio gak boleh ganggu."
"Oh gitu, ya?" Rudi melirik pada Sarah seolah meminta penjelasan, tapi Sarah berpura-pura tak melihatnya.
"Oh iya, Pa. Kata mama mereka itu gak punya mama papa, makanya mereka tinggal di panti. Kasian, ya mereka?"
"Iya, tapi kalau Bio kan punya mama papa, ya? Jadi Bio gak akan tinggal di panti asuhan."
"Papa janji, ya sama Bio. Jangan kerja lama-lama lagi. Kalau papa kerja lama-lama Bio bakalan marah sama papa."
Rudi tersenyum dan menciumi Fabio.
"Iya deh, Papa gak akan kerja lama-lama lagi. Papa gak mau ditinggal pergi sama Bio lagi. Kangen..."
__ADS_1
Sarah berusaha untuk menjauhi Rudi, tapi Rudi terus mengikutinya sambil menggendong Fabio. Hal itu tentu saja membuat orangtuanya juga Fathia bertanya-tanya tentang sosok yang bersama Rudi saat itu. Sayangnya Rudi belum sempat memperkenalkan Sarah pada orangtuanya karena mereka harus segera pergi ke acara lainnya. Hanya Fathia yang masih ada di sana.