
Sepeninggal ayah dan ibu Rudi, Fathia yang merasa sendiri dan tak ada teman segera mendekati Rudi.
"Bang!" sapanya pada Rudi.
"Kamu masih di sini? Gak ikut sama ayah dan ibu?" tanya Rudi yang terkejut melihat adiknya masih ada di sana.
"Nggak ah, mau di sini aja. Kan ada Abang. Oh iya, anak manis ini siapa namanya?" Fathia berusaha untuk menyapa Fabio, anak yang sedari tadi berada di gendongan Rudi.
"Fabio, Tante."
"Namanya Fabio. Biasa dipanggil apa, Nak?"
"Bio," jawab Fabio sambil menatap Rudi.
"Bio anak siapa?" tanya Rudi lagi.
"Anak mama Sarah sama papa Rudi."
"Pinternya anak papa ini," puji Rudi.
Fathia terkejut mendengar pengakuan Fabio.
"Seriusan, Bang? Abang udah punya anak?" tanya Fathia penasaran.
Rudi tersenyum menanggapi pertanyaan Fathia.
Fathia memang tahu bahwa abangnya memang pernah punya hubungan serius dengan seorang wanita, bahkan sudah hampir menikah, tapi dia tak pernah tahu bahwa abangnya sudah punya anak. Dan setahu Fathia nama wanita itu Sinta, bukan Sarah.
Sarah yang melihat Rudi sedang asyik bicara dengan Fathia merasa tidak enak karena takut Fabio mengganggu pembicaraan mereka. Dia segera mendekat ke arah Rudi dan Fathia untuk mengambil Fabio.
"Bio, ikut mama, yuk? Om Rudi sedang ada urusan dengan temannya," ajak Sarah setengah berbisik pada Fabio.
Rudi yang melihat Sarah ada di dekatnya segera memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkannya pada Fathia.
"Kenalkan, ini Sarah. Ibunya Bio. Sar, ini Fathia, adikku satu-satunya yang bawel."
Fathia menjulurkan tangannya untuk menyalami Sarah dan Sarah menyambutnya.
"Kak Sarah jangan percaya Abang, aku tuh gak bawel, cuma punya kata-kata berlebih aja." Kebawelan Fathia mulai terlihat dan membuat suasana menjadi lebih santai.
__ADS_1
"Sama aja itu. Bawel-bawel juga artinya!" balas Rudi.
"Ya nggaklah. Aku yakin Kak Sarah ini orang cerdas, jadi bisa membedakan bawel dan kelebihan kata-kata "
"Hmmm, jadi kamu mau bilang Abang ini gak cerdas? Adik durhaka, ya?" Rudi pura-pura akan memukul Fathia, dan Fathia berusaha menangkisnya dengan gerakan-gerakan silat konyolnya.
"Ampun, Baginda Raja. Ampunilah hambamu yang terlalu cerdas ini." Fathia berakting seperti di sinetron.
Sikap Fathia membuat Sarah merasa lebih nyaman dan tidak canggung lagi. Sesekali dia pun bercanda dengan Fathia.
Fathia memang seorang yang pandai bergaul dan membuat suasana jadi ramai. Dia juga dengan mudah bisa mendekati Fabio yang membuatnya gemas. Kedekatan Fabio dengan Fathia membuat Rudi menjadi lebih leluasa untuk berdekatan dengan Sarah.
"Kamu kemana aja sih? Koq nggak ngabarin aku kalau mau pergi?" tanya Rudi.
"Aku cuma mau ajak Bio berlibur."
"Kamu marah sama aku?" tanya Rudi lagi.
"Nggak."
"Terus kenapa gak kasih tau aku? Gak bisa dihubungi juga. Seperi menghilang dan tak mau kuhubungi. Apa kamu menghindariku?"
"Kamu kan bisa bilang sama aku. Aku pasti .mengerti dan gak akan ganggu kalian kalau kalian ingin betdua. Kamu tau, aku sangat mengkhawatirkan kalian!"
Sarah tak menjawab ucapan Rudi. Beberapa saat mereka terdiam.
"Sar, jangan lakuin itu lagi, ya? Yang kamu lakuin itu sangat menyiksaku," ucap Rudi lembut sambil menatap Sarah yang hanya bisa tertunduk diam
"Aku tak mau menjadi bebanmu. Aku kira dengan menjauhimu, kamu akan bisa dengan mudah melupakan aku dan Fabio. Selain itu aku merasa Fabio sudah terlalu dekat denganmu. Itu tak baik untukmu dan juga untuknya. Makanya aku dan Fabio berusaha untuk menjauh darimu," jelas Sarah.
"Sar, aku tidak pernah berniat untuk main-main dengan hubungan kita. Aku serius!"
"Tapi ini bukan hal yang mudah. Akan ada banyak masalah yang menghadang kita, karena statusku, keberadaan Fabio dan juga asal usulku!"
"Lalu kamu merasa takut dengan semua itu? Kalau aku, aku tidak takut. Kita akan menghadapinya bersama, kita saling menguatkan. Oke? Tidak ada yang akan sulit."
"Sudahlah, jangan membebani diri. Lebih baik carilah wanita yang lebih layak. Banyak wanita yang bisa dipilih, kalau perlu aku akan bantu carikan."
"Sar, kamulah yang layak untukku. Dan aku meyakini itu." Rudi menatap lembut Sarah.
__ADS_1
Di tempat lain Fathia memperhatikan Rudi dan Sarah yang sedang bicara.
"Mereka kelihatannya sedang bicara serius," gumamnya.
Fathia berusaha mengalihkan perhatian Fabio dari Rudi dan Sarah dan mengajaknya terus bermain.
"Bio, lihat deh ikan yang di sana. Bagus, ya?" Fathia mengajak Fabio melihat akuarium yang ada di rumah Arini.
"Bio udah tau, Tante. Bio udah sering lihat ikan-ikan itu."
Tak habis akal, Fathia mengambil salah satu ponselnya dari dalam tasnya. Ponsel yang berisi banyak game di dalamnya.
"Kalau gitu kita main ikan di sini aja." Fathia mengklik aplikasi game ikan yang menarik bagi anak seumuran Fabio. Fabio sangat menyukai game itu dan asyik bermain terus.
Sarah dan Rudi mendekati Fabio dan Fathia yang sedang asyik bermain game. Saking asyiknya mereka tak menyadari bahwa Sarah dan Rudi sudah ada di dekat mereka.
"Gini nih kalau anak kecil ketemu anak kecil. Jadi klop. Udah lupa daratan aja," goda Rudi pada Fathia.
"Papa..." teriak Fabio.
"Anak papa diajarin main apa sama tante bawel?"
"Tante Fathia, Pa. Bukan tante bawel!" Fabio meralat ucapan Rudi.
"Nah, tuh pinter Bio. Jangan terpengaruh omongan yang gak bener, ya sayang?"
Mereka semua tertawa lalu berjalan bersama untuk menemui Arini dan Fajar yang sedang sibuk menyalami tamu. Setelah mengucapkan selamat, mereka berpamitan pulang.
"Bang, aku ikut ke rumah abang, ya? Pengen tau rumah bujangan lapuk itu kayak apa!" kata Fathia saat mereka keluar dari rumah Arini.
"Enak aja bujang lapuk! High quality single man! Oh iya, Sar. Kalian kan belum pernah ke rumahku, ayo ikut, biar tau rumahku gimana," ajak Rudi.
"Lain kali aja. Fabio udah ngantuk tuh kayaknya."
"Nggak apa-apa, Kak. Entar Bio tidur aja di rumah Bang Rudi. Ayolah, Kak. Kita aduk-aduk rumah Bang Rudi" Fathia berusaha membujuk Sarah agar mau ikut.
"Aduk-aduk, emangnya rumah Abang toples cendol diaduk-aduk. Ayo, Sar. Mumpung ada Fathia, jadi ada pembantu yang bisa kita suruh-suruh," Rudi membalas ledekan Fathia yang membuat Fathia tergelak mendengarnya.
Karena dipaksa terus menerus, akhirnya Sarah menuruti kemauan kakak beradik itu.
__ADS_1