
Sinar pada pagi hari mengusik waktu tidur kedua pasutri yang baru sah tadi malam, di antara mereka berdua karina lah yang paling cepat bangun.
"eughh udah pagi ya!"ucap karina melengguh sambil meregangkan otot otot nya.
karina sangat terkejut saat melihat wajah kenzi yang ada di samping nya sedang tidur damai bagai tidak ada beban, dan
"bugghh"
karina langsung memendang kenzi yang sedang terlelap di samping nya hingga tersungkur ke lantai.
"aduh"ringgis kenzi
"lo apaan sih kar main tandang tendang aja encok ni pinggang gue mau tanggung jawap lo ha?"sewot kenzi
"lagian lo ngapain tidur samping gue gue kan kaget!"ucap karina membela diri
"halah bilang aja lo ada dendam tersendiri sama gue,"ucap kenzi mencibir
"enggak,"elak karina.
"heleh ngaku lo"tuduh kenzi.
"apasih ken, ribet amat au ah mending mandi,"cemberut karina berlalu dari sana.
"dih dia yang salah kok dia pulak yang gambek kan aneh,"bingung kenzi sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
***
setelah mereka berdua selesai mandi mereka langsung sarapan, sarapan yang telah di kirimkan oleh mertua nya.
mereka berdua makan dengan hikmah dan di temani oleh keheningan
"ken kita kapan balik?"tanya karina memecahkan keheningan yang menyapa.
"nanti sore,"singkat kenzi menikmati masakan yang di kirimkan oleh ibu nya itu.
"ih kok lama banget sih,"ucap karina mencebik.
"yaudah nanti siang kita pulang!"ucap kenzi singkat tanpa menoleh sedikitpun kepada karina.
"sekarang aja kenapa sih?"tanya kariba tak sabaran.
"yaudah nanti abis makan,"singkat kenzi lagi
"yess,"girang karina.
"emang lo ngapain di rumah?"tanya kenzi heran melihat keantusiasian karina.
"ya ngederakor lah!"jawap karina enteng.
"dasar cewek!"umpat kenzi pelan dan sial nya masih dapat di dengar oelh karina.
__ADS_1
"apa lo bilang dasar cewek heh lo pikir cuman cowok doang yang pengen hiburan dengan nongkrong gak jelas cewek juga butuh tau salah satu nya ya ngederakor!"cerocos karina tanpa henti seperti rel kereta api.
"hmmm,"dehem kenzi yang sangat terdengar menjengkelkan bagi karina.
"dasar cungkring!"umpat karina dan langsung pergi dari sana jangan lupa dengan kaki yang di hentak hentakkan di lantai.
"dasar cewek gitu aja ngambek, untung sayang,"ucap kenzi keceplosan untung karina sudah pergi kalo belum mau di taro kemana muka nya.
sesuai kesepakatan mereka tadi kini karina dan kenzi sedang beres beres untuk kembali ke rumah karina.
"udah belum kar?"tanya kenzi yang sudah bosan terlalu lama menunggu karina yang entah ngapain di dalam sana.
"belum bentar lagi,"teriak karina dari dalam
"lama banget sih lo,"kesal kenzi saat karina kekiar dari kamar hotel tersebut.
"gue tadi nyari anting gue dulu ilang tadi satu!"ucap karina
"udah ketemu?"tanya kenzi.
"udah,"jawap karina sambil memperlihatkan anting nya yang hilang tadi.
"yaudah yuk!"ajak kenzi dan tanpa aba aba langsung menggenggam erat tangan karina.
***
setelah sampai karina langsung turun tanpa menghiraukan kenzi ia begitu rindu pada kedua orang tua nya padahal baru semalam mereka bertemu.
"yuhu mami papi l'm comming,"teriak karina.
"dih si jomblo ngamuk,"ledek karina.
"bodo ahk,"acuh alvin yang merasa lelah menjelaskan kepada sang adik bahwa dia tak jomblo.
"cie ngambek!"ucap karina menoel noel dagu alvin.
"ih ih sana sana jagan sentuh aku,"dramastis alvin.
"lo mirip susan deh,"ucap karina menatap lekat kakak nya itu.
"susan siapa?"tanya alvin
"susanto yang rias aku kemarin!"ucap karina dan langsung pergi ke dapur mengambil beberapa snack.
"ih amit amit delapan belokan 7 tanjakan deh!"ucap alvin geli sendiri.
"ngapain lo?"tanya kenzi saat melihat mimik wajah alvin yang tak bisa di artikan.
"ih itu si karina masak sama smain gue sama si susanto sih ih ogah!"ucap alvin ogah ogahan.
"emang mirip kok!"ledek kenzi juga.
__ADS_1
"dasar gak istri nya gak suami nya sama aja!"sebal alvin.
"ngambek ni ceritanya?" tanya kenzi terkekeh pelan.
"enggak, btw gimana malam pertama nya enak ngak?"tanya alvin yang gantian menggoda kenzi
"apasih lo!"ucap kenzi memutar bola matanya malas.
"dih, tinggal jawap aja juga, gimana sukses ngak?"kepo alvin, duh bang alvin udah kaya si tasya aja kepo jangan jangan jodoh lagi.
"bukan nya sukses malah apes gue!"curhat kenzi.
"hahahh kasian,"ucap alvin tertawa di atas penderitaan orang lain.
"bayangin belum juga apa apa gue udah di tonjok sama di tendang,"curhat kenzi lagi.
"sabar ya adik ipar selamat menunggu,"ucap alvin berlalu dari sana.
setelah pergi nya alvin kenzi pun langsung beranjak ke lantai atas menuju kamar karina yang sudah menjadi kamar nya juga.
cklek
tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu kenzi langsung membuka pintu dan melihat pemandangan yang memanjakan mata dimana karina hanya memakai hotpen (celana pendek)dan juga baju kaus yang ke besaran menambah kan kesan sexy bagi kenzi.
"duh masih juga pagi udah mengoda iman aja,"batin kenzi menelan saliva nya dengan susah payah.
"kar,"pangil kenzi.
"eh sejak kapan di situ?"tanya karina heran dan sontak saja ia langsung menutupi paha mulus nya dengan selimut.
"sejak tadi kamu nya aja yang gak tau, lagian serius amat sih nonton nya,"ucap kenzi ikut merebahkan diri di kasur empuk milik karina.
"kamu ngapain sana,"usir karina.
"kamu lupa ya kita udah sah lakuin yang lebih juga gak dosa kok,"ucap kenzi menaik turunkan alis nya.
"jangan mulai ya ken, jangan mesum,"ucap karina mendekik tajam.
"canda kali,"ucap kenzi lalu memenjamkan mata nya.
"ken jangan tidur temenin gue!"ucap karina mengoncang goncangkan tubuh kenzi. dan
Haap
kenzi lalu menarik karina ke dalam pelukan nya.
"ih lepas,"ucap karina memberontak ingin lepas.
namun kenzi hanya diam tak menanggapi tetap pada posisi nya dan hingga akhir nya dia pun bersuara juga.
"shutt, diam jangan ganggu aku mau tidur, udah gini aja,"ucap kenzi semakin mempererat pelukan nya menghirup dalam dalam aroma tubuh karina yang begitu memabukkan.
__ADS_1
entah dorongan dari mana, kini karina pun ikut membalas pelukan hangat itu.
dan lambat laun karina pun mulai ikut terbuai ke alam mimpi, mereka tertidur dengan saling berpelukan dimana kepala karina yang bersandar di atas dada bidang milik kenzi.