
Melisa gadis cantik yang memiliki kepribadian yang sederhana yang harus terjebak di kehidupan Leonardo alfaro sang mafia berdarah dingin, Melisa atau kerap di panggil lisa harus menanggung semuanya karna kedua orangtuanya yang terjerat hutang.
"Cepat bayar hutang mu"ucapan keras di dalam sana membuat Melisa yang baru sehabis pulang kuliah langsung buru buru masuk ke dalam memastikan apa yang sedang terjadi.
"Ibuk, bapak"lirinya membekap mulut melihat kedua orangtuanya yang sedang bersimpuh di kaki seorang laki laki dan di keliling oleh orang orang yang berbadan tegap.
"Wah, wah wah ternyata kamu memiliki putri ya, bagaimana kalo dia menjadi pelunas utang mu gimana? sepertinya menarik"ucap lelaki berpakaiyan rapi itu yang diyakini adalah bos dari mereka semua.
"Jangan, dia tidak tau apa apa,"cegah Bambang ayah dari Melisa.
"Tidak ada yang bisa menghalangi keinginan ku minggir"desaknya sambil sedikit menendang Bambang yang memeluk erat kakinya.
"Ibu bapak mereka siapa?"tanya Melisa yang sudah mulai ketakutan melihat seseorang mulai mendekatinya.
"Pergilah nak, pergi,"Teriak Bambang.
"Enggak, kalo aku pergi ibu sama bapak gimana?"
__ADS_1
"Bapak bilang pergi"teriak nya.
Namun, sayang belum sempat Melisa melarikan diri beberapa bertubuh besar sudah menghalanginya dan memengangi kedua tangan nya.
"Lepaskan aku bajingan"teriak nya meronta ronta. Namun tubuhnya yang kecil tidak dapat mengimbangi tenaga mereka yang berbadan besar.
"Kalian siapa?"teriak nya lagi.
"Tenang lah nona, kamu tau kedua orangtuamu ini mempunyai utang yang sangat besar kepadaku dan mereka tidak mampu membayarnya, jadi kamu akan menjadi jaminannya,"ucap Leonardo yang merupakan bos dari mereka.
"Dengar nona, kamu yang jadi jaminan atau kamu menyaksikan kedua orangtuanya mati di depan matamu pilih"ucao Leo memcengram keras dagu Melisa yang membuat nya semakin bergetar karna ketakutan.
"Bawa dia,"tegasnya dengan dingin.
"Kiyaa, aku tidak mau bajingan, ibu bapak tolong,"ronta nya.
"Aku mau pulang, lepaskan aku hiks, lepaskan"isak Melisa di dalam mobil yang membuat Leo marah, karna tak suka keributan.
__ADS_1
"Bisa kah kau diam"ucapnya dengan nada suara yang tinggi membuat Melisa hanya mampu membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara isakan karna takut melihat tatapan tajam Leo kepadanya.
Sesampainya di sebuah rumah mewah ralat kebih tepatnya disebut sebuah mension. Melisa kembali di tarik paksa oleh bodyguard untuk masuk ke dalam.
Semua pelayan yang ada di mansion itu langsung menunduk hormat saat tuannya kembali ke rumah, mereka sedikit heran melihat tuannya yang membawa seorang wanita cantik yaitu Melisa namun, mereka memilih untuk diam.
"Dia akan tingal disini, perlakukan dia dengan baik"dingin nya sambil menunjuk Melisa dan berlalu dari sana.
"Mari nona, saya antar ke kamar anda,"Ucap kepala pelayan itu dengan sopan kepada Melisa.
Melisa dengan tatapan kosongnya terpaksa mengikuti kepala pelayan itu.
"Kamar anda disini nona, dan kamar di depan anda itu adalah kamar tuan, selamat menikmati kamar baru anda,"ucapnya sambil menunduk hormat, namun Melisa hanya diam saja, dia lalu masuk ke dalam dengan tatapan kosongnya, bayangan bayangan kedua orangtuanya terbayang bayang di benak nya, belum lagi masa depan nya, kepalanya rasanya berdenyut memikirkan semuanya akhirnya dia memilih untuk istirahat sejenak menetralkam pikirannya yang sedang kalang kabut.
mampir mampir cover nya yang ini ya biar ngak salah kamar
__ADS_1