
Di fase kesedihan kenzi nampak karina yang bahagia, karina tidak terlalu peduli lagi dengan keadaan kenzi cukup dulu dia yang terlalu baik.
dan seperti biasa saat istirahat pastilah karina dan kedua sahabatnya tidak akan pernah absen untuk pergi ke kantin langganan mereka.
"sekarang lo yang pesan deh flo, dari kemaren kemaren gue mulu yang jadi babu lo berdua,"ucap tasya mencebik.
"lo aja napa,"ucap flora yang super duper mageran.
"gila lo, yang paling banyak mesan kan elo jadi sana pesan,"ucap tasya yang mmebuat flora hanya bisa pasrah.
Setelah flora pergi karina dan tasya malah sibuk dengan ponsel mereka, sehingga kedatangan seseorang membuat intensi mereka teralihkan.
"hy kita ketemu lagi,"ucap seseorang yang datang memebawa mapan pesanannya ke arah meja karina.
"bisa duduk ngak?"tanya nya lagi dan langsung di angguki antusiasi oleh tasya.
"bang riski tumben mau gabung,"ucap tasya yap yang datang adalag riski kakak senior mereka masih ada yang ingat.
"ya emang ngak bisa?"tanya nya.
"bisa lah,"jawaptasya semangat empat lima.
"wah, wah wah tasya matanya di jaga emang paling ngak bisa nengok yang bening ya lo langsung matanya nempel,"ucap flora yang baru datang sambil membawa pesanan mereka.
"sirik aja lo,"
"dih,"
"kar,"panggil riski yang sepertinya hendak mengeluarkan gombalan mautnya.
"apa,"
"aku boleh kasih pertanyaan ngak?"
boleh sok atuh,"ucap karina.
"kamu tau ngak bedanya kamu sama daun?"
"ya kalo daun tanaman kalo aku manusia,"jawap karina.
"salah, kalo daun jatuh ke tanah tapi kalo kamu jatuh ke hatiku,"ucap riski yang malah membuat tasya dan flora baper.
"buaya,"ucap karina melanjutkan makannya.
"eh denger denger minyak naik ya,"ucap riski lagi.
__ADS_1
"iya emak aja sampe antri buat belli nya,"ucap tasya menimpali.
"minyak minyak apa yang bikin mabuk?"tanya riski pada karina.
"minyak bensin,"jawap karina asal.
"salah,"
"jadi apa, emang ada minyak yang bikin mabuk?"tanya karina.
"ada, miyaksikan senyummu setiap hari,"ucap riski dan tak lupa dengan alis yang naik turun.
"eh, aku juga punya ni,"ucap flora tiba tiba.
"kuda apa yang bikin capek?"
"kuda bawa bawaan lah,"jawap tasya.
"salah, kudaki gudung dengan jongkok,"
"lah, malah garing nyet,"ucap tasya menoyor kepala flora.
"aku juga punya,"ucap tasya antusiasi.
"yaudah sok atuh,"ucap riski.
"tiang apa yang bikin senyum senyum sendiri?"
"emang tiang bisa senyum?"tanya karina polos.
"tiang apa tu?"tanya riski kepo karna memang gombalan nya itu katanya di tujukan untuk nya.
"tiang tiang mikirin kamu,"ucap tasya senyam senyum sendiri.
"lemari apa yang bisa di masukin ke dompet?"tanya karina tiba tiba yang malah ikut ikutan.
"ngak tau,"ucap mereka
"lima ribuan,"ucap karina santai.
krik krik krik
"garing nyet,"ucap flora tapi hanya di tanggapi acuh oleh karina.
"makan cabenya jangan banyak banyak kar,"ucap riski yang ngeri sendiri melihat karina. menuangkan cabe yang begitu banyak.
__ADS_1
"udah biasa,"acuh karina.
"nanti kamu sakit aku yang sedih lo,"ucap riski yang membuat tasya langsung teriak.
"aaa anakmu baper mak,"
"sumpah bukan temen gue,"ucap flora bergidik ngerri melihat kelakuan absur temannya itu
"eh btw kamu punya pacar ngak kar?"tanya riski tiba tiba.
"enggak kak dia ngak punya,"ucap tasya langsung gereget sendiri melihat karina yang hanya diam.
"wah, bisa kali ya,"ucap riski.
"bisa apa ni?"tanya flora kepo.
"bisa stres kali,"jawap karina santai seperti di pantai.
"oke lah, hari ini aku yang akan traktir makanan kalian,"ucap riski yang membuat flora jingkrak jingkrak kegirangan.
"sering sering ya bang teraktirnya,"ucap flora yang membuat tasya langsung menjitak kepala flora.
"makanan mulu di otak lo,"denggusnya.
"perut kenyang hati senang,"ucap flora sambil mengelus elus perutnya.
"lihat lemak noh, udah melar,"ucap tasya namun hanya di anggap angin berlalu oleh flora.
"kamu yang bayar ya kar,"ucap riski sambil mengeluarkan 1 lebar uang berwarna merah dari saku celananya.
"kembaliannya ambil aja,"ucap riski lagi.
"ngak usah kak, kita udah diteraktir aja udah senang,"jawap karina.
"yakin ngak mau kembaliannya?"tanya riski.
"iya nanti kembalian nya aku kasih lagi ke kakak,"
"gimama kalo kembalian nya jadi mahar buat lamar kamu?"ucap riski sambil menaik turunkan alisnya.
"edan, jangan mau kar, masak maharnya segitu,"ucap flora tengil.
"nanti bisa do tambah kali,"ucap riski tapi karina hanya diam dan memilih pergi dari sana untuk membayar pesanan mereka.
......................
__ADS_1
maaf ya kalo alurnya semakin gaje hiks