Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Berdamai dengan diri sendiri.


__ADS_3

Pagi kembali menyingsing sinar nya pun menyinari pasangan muda dari celah celah gorden kamar.


pasangan pasutri itu masih pulas di bawah kehangatan selimut yang tebal itu.


karina yang lebih dulu terganggu akibat cahaya matahari langsung membuka mata nya, pemandangan yang pertama sekali dia lihat ialah pesona dari suaminya siapa lagi kalo bukan kenzi.


karina sedikit tersenyum kecil melihat kenzi yang tengah tidur menurutnya begitu menggemaskan, karina memang telah memutuskan untuk memperbaiki hubungan nya dengan kenzi walau rasanya sulit tapi dia ingin mencobanya, meningalkan ego nya untuk masa depan yang cerah.


karina memang sudah berdamai dengan dirinya sendiri ia juga merasa salah karna hanya diam saja di saat seseorang ingin merebut kenzi dari nya.


"mikirin apa,"ucap seseorang dengan suara serak khas orang baru tidur.


karina langsung gelagapan saat ketahuan sedang melamun dan memperhatikan kenzi yang tengah tertidur.


"ha? enggak,"gugup karina yang berhasil mengundang kekehan kenzi.


"aku mau masak mau sekolah,"ucap karina hendak berdiri dari tidurnya namun, kenzi langsung menarik tangan karina alkisah karina kembali terbaring tepatnya menindih kenzi.


kenzi dengan cepat langsung membalikkan badan sehingga kini karina yang berada di bawah kukungan nya, sedangkan karina yang berada di bawah nampak gugup setengah mati.


"ini minggu kar, ngapain sekolah,"ucap kenzi yang membuat karina hanya mampu tersenyum kikuk dan menggerutu menyesali kebodohan nya.


"tapi kan kita juga butuh makan, awas aku mau masak,"ucap karina berusaha mengelak dari tatapan hangat kenzi.


"kita pesan makan di luar aja udah beres kan,"ucap kenzi sedikit menarik dagu karina yang membuat karina semakin dag dig dug serr.


"iya udah, aku mau mandi,"ucap karina lagi ingin berusaha mengelak dari tatapan maut dari kenzi.


"boleh, tapi mandi bareng,"bisik kenzi seksual tepat di kuping karina dan dengan nakal nya dia sedikit meniup daun telinga karina yang membuat karina merinding di buatnya.


"gimana boleh?"tanya kenzi yang membuat kedua pipi karina memerah karena malu.


"ngak boleh,"tolak karina sambil memalingkan muka ke samping untuk menutupi pipi nya yang merah dari kenzi.

__ADS_1


"kenapa ngak boleh? kan kita udah halah,"ucap kenzi dengan lembut sambil mencoba menatap manik mata kecoklatan milik karina.


"iss, awas ken,"denggus karina yang sudah mulai jengkel.


Namun, kenzi masih tetap diam dan pada akhirnya kenzi malah menautkan bibirnya di bibir tipis milik karina.


karina yang mulanya menolak lambat laun mulai membalas ciuman kenzi.


Setelah merasa kehabisan nafas karina langsung memukul mukul dada kenzi bertanda dia mulai ke habisan nafas.


"manis,"ucap kenzi saat ciuman itu terlepas dan membuat karina semakin malu dan di saat kenzi jenggah karina langsung mendorong kenzi dan secepat kilat berlari ke kamar mandi.


"astaga ini ngak baik untuk kesehatan jantung,"


guman karina saat sudah sampai di kamar mandi.


Setelah selesai mandi karina kembali menggerutui kebodohanya bisa bisanya dia lupa membawa handuk.


Setelah mempertimbangkan dengan lama akhirnya karina memilih untuk meminta tolong kepada kenzi.


"ken,"teriak karina hanya mengeluarkan kepala nya dari kamar mandi.


kenzi yang tengan sibuk main handphone langsung menoleh ke arah karina.


"apa"


"ambilin handuk dong soal nya tadi lupa,"ucap karina cengenggesan ngak jelas sedangkan kenzi langsung tersenyum semrik.


"nih,"ucap kenzi menyodorkan handuk kepada karina.


namun di saat karina hendak mengambil nya kenzi dengan cepat langsung menarik nya kembali yang membuat karina kesal.


"ken, cepet dingin tau,"denggus karina sebal.

__ADS_1


"kalo aku masuk gimana,"ucap kenzi sambil menaik turun kan alis nya yang terlihat begitu menyebalkan di mata karina.


"jangan mesum napa ahk,"


"mesum sama istri sendiri masa ngak boleh sih,"


"cepet ngak,"ucap karina mencoba terlihat galak namun malah terlihat menggemaskan dimata kenzi.


"iss ken dingin,"rengek karina.


"dingin? sini peluk,"goda kenzi lagi.


"ken,"panggil karina memelas.


"iya udah ini,"ucap kenzi akhirnya memberikan handuk itu kepada karina.


Setelah karina keluar dari kamar mandi kini giliran kenzi yang merasa gugup.


dia berulang kali menelan salivanya dengan susah payah, mata nya menatap karina dari atas sampai bawah, leher putih yang mulus dua gunung kembar yang tidak lecil dan tidak juga besar rasanya pas di tangan kenzi.


"kenapa?"bingung karina melihat kenzi yang mentapanya dengan begitu lekat.


"hah? enggak,"gugup kenzi yang membuat karina semakin memicing kan mata menatap curiga kepada kenzi.


namun karina memilih bodo amat dan kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaiyan.


...****************...


hello


aku udah ngak mood lanjutin cerita ini lagi karna makin hari makin sepi tapi karna pada ada yang nunggu cerita ini tetap lanjut aku memutuskan untuk melanjutkan walaupun enggak semangat.


yuk bikin author semangat lagi dengan like komen dan vote ya juga favorit.

__ADS_1


__ADS_2