
beberapa hari telah berlalu kini tiba waktu mereka melakukan kemping ke puncak semua siswa siswi di wajibkan menaiki bus yang khusus untuk mengantar mereka ke puncak.
setelah memastikan semua barang barang nya sudah lengkap dan tidak ada kelupaan karina beserta sahabatnya langsung bergegas masuk karna mereka sudah mau berangkat.
baru juga menaiki bus pemandangan yang tak mengenakan langsung terpanggang jelas di mata karina.
karina langsung membuang muka saat melihat nia yang duduk tepat di samping kenzi di mana kursi itu sebenarnya adalah tempat nya, tasya yang melihat perubahan wajah karina langsung melihat ke sumber kekesalan karina, setelah melihat nya tasya pun malah ikut ikutan kesal melihat nia yang tidak ada kapok kapok nya.
"ck ngapain sih ni wewegombel deket deket sama si kenzi, kenzi juga ngapain sih mau di deketin sama itu ulat bulu nanti gatel baru tau rasa,"kesal tasya dalam hati dan langsung menghampiri mereka dan tidak lupa dengan berkaca pinggang.
"heh, markutet lo ngapain sih duduk di sini ini kan kursinya karina pindah ngak,"ucap tasya dengan emosi.
"ck aku mau disini aja, karina duduk di kursi aku aja,"ucap nia santai yang membuat tasya yang melihatnya ingin rasanya melemparkan nia ke sungai amajon.
"pindah ngak,"ucap tasya sekali lagi berusaha menahan emosi.
"enggak,"ucap nia bersikeras.
"lo ngerti bahasa idonesia ngak sih? atau lo cuman tau bahasa ingris oke sekarang move or not?"ucap tasya berbahasa inggris.
"engak, pokok nya enggak,"jawap nia tetap bersikukuh pada keinginan nya.
"terus gue harus ngomong pake bahasa apa biar lo ngerti hah,"kesal tasya.
"dia ngertinya bahasa hewan sya, terus bahasa setan soalnya kan dia kembaran nya si mbak kunti,"ucap flora yang mengundang gelak tawa mereka yang ada di sana.
nia yang merasa malu karna menjadi bahan tontonan memilih untuk pergi dan tidak lupa wajah kesal bercampur malunya.
"dada b*ch,"ucap tasya sambil melampaikan tangan, ia merasa puas karna lagi dan lagi dia bisa menang melawan nia.
__ADS_1
Setelah kepergian nia karina pun lalu duduk di kursi nya yang sempat di ambil oleh nia.
"kenapa?"tanya kenzi yang melihat raut wajah karina yang tak bersahabat.
"ngak papa,"ucap karina sambil memalingkan muka.
"iya maaf,"ucap kenzi yang sadar bahwa dia salah mengijinkan nia duduk di kusi yang seharusnya adalah milik karina.
"di maafin ngak ni?"
"iya di maafin,"ucap karina dengan muka yang sudah tidak di tekuk lagi.
"em, ken tukeran dong aku yang di dekat jendela,"ucap karina dan tanpa menunggu lama akhirnya mereka bertukar tempat duduk.
Akhirnya bus merka pun perlahan melaju membelah jalanan kota menuju ke puncak yang perjalanan nya memakan waktu hampir 2 jam.
"mm,"singkat karina sambil menganggukkan kepala dan dengan mata yang terpenjam.
"yaudah tidur sini,"ucap kenzi yang sambil menaruh kepada karina di pundak nya, dan karina yang sudah merasa nyaman langsung menutup matanya menuju alam mimpi.
kenzi yang lama lama ikut mengantuk juga langsung ikut tertidur di sebelah karina.
...****************...
tak terasa perjalanan selama 2 jam kini telah usai mereka sudah sampai di tempat tujuan namun, nampaknya kenzi maupun karina masih tidak memberikan tanda tanda untuk bangun.
mereka masih berlayar di bawah sadar mereka dan tidak lupa dengan posisi mereka yang saling memeluk walaupun dengan posisi tidur dengan duduk dan kepala karina yang tadinya bersandar di pundak kenzi malah bergeser ke dada bidang kenzi dan kenzi yang memeluk kepala,karina dan dagunya yang berada di atas kepala karina (pokonya mah di bayangin aja ya susah jelasin nya wkww)
"jiwa jomblo meronta ronta,"ucap flora sambil menggelengkan kepala melihat ke uwuwan dari sahabatnya itu.
__ADS_1
niat hati mereka ingin membangun kan malah melihat pemandangan yang membuat jomblo iri.
"bagunin ngak ya?"tanya tasya pada flora dan di balas dengan bahu yang di angkat bertanda dia pun bingung.
"bangunin aja lah, lagian masa mereka berdua yang tinggal di sini,"ucap flora lagi.
"yaudah lo bangunin kenzi ya,"ucap tasya pada flora dan di balas angukan.
"kar bangun,"ucap tasya menggoyangkan badan karina.
"heh, markutet bangun ngak lo gue siram pake air parit baru tau rasa ya lo,"ucap flora pada kenzi dengan menarik kuping kenzi yang membuat kenzi yang tengah asik berminpi langsung terbangun secara tak manusiawi.
"aduh sakit,"ucap kenzi menggaduh kesakitan gimana ngak sakit flora menarik kupingnya dengan begitu kuat.
"gitu aja di bilang sakit, cengeng,"ejek flora melihat kenzi yang mengelus elus telinganya yang memerah karna jeweran flora.
"lagian lo ngebangunin ngak manusiawi banget,"gerutu kenzi namun flora hanya bodo amat dan langsung turun dari bus dan di ikuti oleh mereka.
flora yang turun lebih awal langsung berteriak yang membuat mereka yang ada di dibelakangnya hanya mampu menutup kuping karna suara flora yang cempereng dan melengking.
"Aaaa bangus banget,"teriak flora tanpa rasa malu.
"dia yang teriak kok gue yang malu ya,"ucap tasya pada karina dan hanya di balas kekehan pelan oleh karina.
keindahan alam yang terpangpang di hadapan mereka begitu memanjakan mata, semua masih terlihat alami dan udara yang begitu segar, rasanya semua beban pikiran hanyut seketika saat melihat pemandangan indah yang begitu memanjakan mata.
Rasa capek, pegal naik bus selama 2 jam kini terbayar dengan pemandangan yang bagitu indah
__ADS_1