
Karina si bumil selalu saja membuat ulah seperti saat ini dia dengan segaja mendatangi kantor suaminya hanya untuk mengajak kenzi untuk pergi membeli sate bersama nya.
"Selamat pagi menjelang siang ibuk, mau ketemu siapa?"tanya resepsionis itu yang tidak mengenali karina karna masih baru bekerja.
"mau ketemu kenzi ada?"
"apakah ibuk sudah membuat jadwal sebelum nya?"tanya nya lagi dengan sopan.
"belum"
"mohon maaf ibu kalo belum membuat janji ibuk bisa tungu sebentar"
"telpon saja asiatennya katakan karina ada di bawah"
"baik mohon di tunggu ibuk"
karina yang tidak sabaran langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan resepsionis itu, sejak kehamilan nya karina memang malah memiliki sifat yang bar bar.
"Sayang"teriak nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, kenzi yang tadinya ingin marah, langsung tersenyum melihat siapa yang datang.
"kenapa kesini sayang, sama siapa kesini nya"tanya kenzi.
__ADS_1
"aku kangen tauk, kesini sendirian"karina mendudukan diri di pangkuan kenzi sejak kehamilan nya ini membuat dia menjadi sedikit lebih manja dari sebelum nya.
"kamu duduk disana dulu ya sayang, aku mau kerja"kenzi mencoba memberi pengertian.
"hm, aku pengen sate"rengeknya bak anak bayi yang tak dibelikan mainan.
"yaudah aku telepon adi aja ya buat beli'in kamu sate"kenzi mencoba bernegoisasi.
"no aku mau kita yang beli dan menjual nya harus berkumis juga harus berperut buncit kayak orang hamil"pinta karina yang menurut kenzi ngaur.
"sayang, kita nanti cari dimana penjual sate kayak gitu?"tanya kenzi mencoba sabar.
"pokoknya harus begitu ngak boleh ngak titik"karina kembali pada sisi keras kepala nya yang membuat kenzi hanya mampu menghela nafas kasar.
kenzi sebenarnya ingin marah namun mengingat itu semua permintaan calon anak nya dia tetap sabar dan dia juga tidak ingin anaknya lahir ngences jika semua permintaan bumil ini tidak di turuti.
"sayang kita harus nyari dimana lagi"kenzi sudah mulai lelah pasal nya sudah hampir 2 jam mereka berkeliling untuk mencari penjual sate yang sesuai kriteria karina.
"hmm, gimana dong"karina sudah mulai murung.
"ngak papa, kita cari lagi ya"kenzi mencoba menghibur.
__ADS_1
"tapi kamu udah capek"karina sudah berkaca kaca lebai? tentu tidak modd seorang ibu hamil memang mudah beruhah ubah.
"ngak aku ngak cepe kok kita cari lagi ya"kenzi tetap mencoba tersenyum walaupun dia sebenarnya lelah tapi dia tidak ingin membuat karina sedih.
Akhirnya penjual sate terakhir yang mereka jumpai sesuai dengan kriteria karina berkumis sepeti lele dan berperut buncit sepeti ibu mahil.
karina begitu antusisasi melihat nya dan kenzi pun akhirnya bisa bernafas lega.
"bang, setenya 3 porsi ya"karina dengan antusiasi memesan dengan wajah puasnya karba penjual nya sesuai dengan yang di inginkan.
"oh oke siap neng"penjual itu mengacungkan jempol.
setelah pesanan datang kenzi sedikit heran melihat banyaknya makanan yang datang.
"lo, kok banyak banget sih yang"heran kenzi.
"ini engak banyak sayang"karina berucap dengan senyum manis nya
"ini, siapa yang ngehabisin?"
"aku dong"karina berucap sambil mulai memakan pesanan nya. sejak kehamilan porsi makan karina memang lebih besar dari biasanya mengingat dia yang sudah tidak sendirian lagi.
__ADS_1
...----------------...
maaf atas kegajean cerita ini