
Setelah jam istirahat habis karina dan kedua sahabatnya bergegas ke kelas.
sesampainya di kelas karina sedikit kaget melihat ada sebuah bunga mawar di mejanya dan tak lupa ada beberapa cokelat juga.
"siapa nih, yang tato beginian?"tanya karina pada kedua sahabatnya
"lah kok tanya saya, saya kan ikan,"balas flora nyengir ngak jelas.
"tau ni si karina, kita kan sama sama dari kantin,"timpal tasya juga.
"kali aja kalian punya mata batin,"ucap karina sambil mengambil coklat yang ada di meja.
"nih flo buat lo aja,"ucap karina menyodorkan coklat kepada flora.
"enggak ah, takut gue nanti ada racun nya,"ucap flora enggan menerima.
"gila lo, lo pikir ini dunia putri salju apa peka racun racun segala,"ucap tasya mencebik.
"jangan salah ya, di dunia modern ini masih ada lo orang orang iri, bisa jadi dia iri terus mau racunin kita, bisa jadi kan,"jelas flora panjang lebar se lebar cinta author ke readers semua.
"btw itu ada surat nya kar, coba baca siapa tau dia ada nulis mengirim nya,"ucap tasya dan di anguki oleh karina.
"baca kar yang kuat,"ucap flora kepo
Dear you
__ADS_1
aku hanya ingin kamu tau
bahwa aku mencintaimu
with love
"kira kira dari siapa ya?"tanya karina setelah dia membaca surat itu.
"penggemar rahasia lo kali,"ucap tasya.
"barti ini aman buat dimakan, sama aku aja ya kar,"ucap flora yang dengan langsung mengambilnya dari tangan karina.
"di otak lo makan mulu, heran diet biar kurusan dikit,"ucap tasya namun flora hanya acuh saja.
"engak ada ya di kamus seorang flora diet,"ucap flora melanjutkan makanya.
"eh, kita udah lama enggak pergi jalan jalan nanti jalan jalan lah ya, biar refelesing dikit,"ucap tasya dan di anguki oleh flora.
"kita kemana coba,"
"kita ke mall aja deh sekalian nonton,"usul flora.
"boleh juga tu,"ucap tasya setuju.
...****************...
__ADS_1
sesuai rencana mereka tadi, kini karina dan kedua sahabatnya sudah berada di mall yang cukup terkenal di kota ini.
mereka nampak berjalan beriringan menuju bioskop dan sebelum pergi tak lupa mereka untuk membeli cemilan dan tiket terlebih dahulu.
"etdah, rame banget yang mau nonton mau belli tiket aja udah kayak mau nagantri beli minyak goreng,"celoteh flora tak sabaran.
"sabar flo, orang sabar pantatnya lebar,"ucap tasya pada flora.
akhirnya setelah menunggu ribuan tahun eh canda akhirnya mereka bisa langsung menonton bioskop.
namun sepertinya hati karina tidak berada di sana hatinya masih bertanya tanya kemana kenzi pergi, dia sudah berusaha menepis pikirannya namun, tak bisa di bohongi karina sedikit khawatir tehadap kenzi.
sampai akhirnya karina pamit ke kamar mandi, setibanya di kamar mandi karina langsung menelpom dean teman kenzi, namun balasan yang dia dapatkan tidak memuaskan, rasa khawatir menyelimuti dirinya.
...****************...
maaf gaje.
cuman mau bilang kalo mau komen jangan yang pedes pedes ya soanya aku baperan.
dan aku mau nanya
disini masih ada yang mendukung karina sama kenzi ngak.
atau karina sama riski aja si tukang gombal cap biawak
__ADS_1
jawap di komentar ya biar aku tau gitu