Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Semakin melonjak


__ADS_3

kini waktu terasa begitu cepat kini karina dan kenzi kembali kw rutinitas biasanya yaiti bagub pagi pagi untuk berangkat ke sekolah.


tidak seperti kemarin kemarin dimana mereka bangun kesiangan hari ini nampak karina yang sudah berkutat dengan kompor dan kawan kawan nya di dapur membuat sarapan sederhana untuk nya dan suami nya.


"ken, bangun,"ucap karina mengguncangkan badan kenzi yang masih betah berlama lama di bawah selimut tabal nya.


"hmmm, bentar lagi,"lengguh nya.


"ck, bangun jangan malas ih!"kesal karina berdecak.


"cium dulu,"ucap kenzi tetap dengan mata yang terpenjam.


"jangan gila ya ken,"kesal karina.


"cium dulu,"pinta kenzi lagi.


"hisss,"dengus karina namun tak urung ia tetap melakukan hal yang di pinta kenzi.


"cup"


"cup"


"cup"


tidak hanya satu kecupan namun 3 kecupan langsung di berikan karina untuk kenzi di bagian pipi dan dagu kenzi.


sedangkan kenzi langsung senyam senyum ngak jelas.


"udah cepat bangun nanti telat."ucap karina dengan bibir yang mencebik.


"siap buk bos,"ucap kenzi semangat empat lima karna sudah di beri vitamin oleh karina, sambil menghormat kepada karina.


"abis mandi turun kebawah sarapan,"ucap karina pada kenzi.


"iya, siapin baju aku ya,"pinta kenzi sambil berjalan menuju kamar mandi.


"ih ogah,"ucap karina namun tak urung ia tetap menyipkan baju kenzi mulai dari baju spatu bahkan kaus kakinya.


setelah selesai sarapan kenzi dan karina langsung bergegas ke bagasi untuk mengeluarkan mobil dan berangkat ke sekolah, selama di perjalanana kenzi tal henti hentinya tersenyum yang membuat karina heran dan takut, takut bahwa kenzi sedang kesambet setan.

__ADS_1


"ken, kamu kenapa sih senyam senyum terus ke sambet setan lo?"tanya karina akhirnya mengeluarkan unek unek nya yang sedari tadi mulutnya sudah gatal ingin menanyakan hal tersebut.


"ngak papa kok"ucap kenzi sambil tangan kirinya menggenggap tangan karina.


di perlakukan seperti itu mendadak karina langsung gugup terasa desiran aneh di hatinya jantung nya terasa berdegup dengan begitu kencang.


asik berperang dengan dirinya sendiri karina sampai tidak tau bahwa mereka telah sampai di sma garuda.


"kar turun udah sampe,"ujar kenzi membunyarkan lamunan karina.


"eh, udah sampe ya,"ucap karina gelagapan sendiri.


"iya yuk,"ajak kenzi.


akhirnya mereka berjalan beriringan ke kelas dan jangan lupakan tangan mereka yang saling bertautan.


"a... cie ehem,"goda tasya melihat pasangan pasutri itu memasuki kelas.


"apasih sya,"ucap karina tersipu malu,"


"idih, si karina malu malu meong tu,"goda flora juga.


"is apasih,"dengus karina dengan bibir yang mencebik.


"hayoo.. bisik apa,"ucap tasya dengan muka julid nya.


"ngak ada,"ucap karina sambil tersenyum dan langsung berjalan ke meja nya.


"ihh bohong buktinya kamu senyum kok,"tuduh tasya.


"ih bisik apa sih kar bilang bilang dong,"ucap flora menimpali.


"ngak ada ih,"cemberut karina."


"masaa,"kepo tasya lagi.


"udah jangan pojokin karina gitu kita ngak ngomong apa apa kok,"akhirnya kenzi buka suara untuk membela karina yang dimana semakin membuat hati karina berbunga bunga.


"ya udah lah, kalo udah pawang nya yang ngomong, ngak berani lagi aku,"ucap tasya yengir.

__ADS_1


"hy ken,"sapa seseorang yang membuat mereka langsung menoleh ke sumber suara.


"hy,"balas kenzi singkat.


"aduh ngapain sih ni ulat bulu dateng, ngerusak suasana aja"gerutu tasya menatap sebal pada nia yap yang memanggil mereka ia lah nia.


"ken, kamu udah makan belum, ini aku bawain sarapan kamu makan ya,"ujar nya sambil memperlihatkan senyum manis nya yang terlihat begitu menjijikkan di mata tasya.


"sorry gue udah sarapan,"tolak kenzi.


"ini enak lho aku yang buat sendiri,"ucap meyakinkan.


melihat sikap nia ke kenzi wajah sumariang karina langsung berganti menjadi muka masam hatinya yang tadi berbunga bunga berubah menjadi galau, tak bisa di pungkiri bahwa dia cemburu melihat kedekatan nia pada karina.


"heh markutet lo kok di diamin kok makin ngelunjak kalo berani sini baku hantam sama gue,"ucap tasya menatap nia dengan penuh persaingan.


"lo kenapa sih sewot suka suka gue dong,"balas nia dengan keras dan tak kalah pedas.


"santai dong, lo pikir lo doang yang bisa ngomong keras gue tipas juga lo,"ungkap tasya semakin memanas.


"apa lo, lopikir gue takut,"ungkap nia lagi.


"sini lo kalo berani maju,"ungkap tasya dengan nafas yang naik turun karna menahan amarah.


"tangan kosong kalo berani,"lanjut tasya lagi karna melihat nia yang memegang penggaris.


"oke,"ungkap nia mulai melangkah namun belum juga sampai tepat di depan tasya, kadatangan guru mengurungkan niat menreka semua yang menyaksikan perdebatan antara nia dan kenzi langsung berlarian ke kursi masing masing.


"ada apa ini ribut ribut?"tanya buk ayu guru biologi sekaligus guru kiler yang di segani oleh semua murit.


"ngak papa buk,"ucap semua nya serempak namun tidak dengan tasya dan nia yang saling melemparkan tatapan tajam.


"dasar ulat bulu, kalo buk ayu tadi ngak datang udah habis dia sama gue dasar,"ucap tasya dalam hati menatap tajam ke arah tasya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hello every one kembali lagi bersama author kentang


seperti biasa jangan lupa jempol goyang nya

__ADS_1


dan jangan lupa vote dan favorit biar akunya semangat dan bisa up tiap hari.


dan author mengucapkan selamat tahun baru semua eh tapi belum ya ahk gak papa pokoknya selamat tahun baru lah ya semoga impian kita semua terkabul amin


__ADS_2