
kehangatan mereka akhirnya bunyar saat kedatangan kenzi dengan wajah merah nya menahan cemburu dan juga amarah.
"kar,"panggil nya dengan sedikit ketus.
"lo ngapain sih kesini, ganggu aja,"ucap tasya memutar bola mata malas.
"gue kesini bukan mau ketemu lo gue mau ketemu karina,"balas kenzi tak kalah sengit kepada tasya.
"ngapin sih lo ganggu ganngu karina lagi? belum puas lo hah?"sewot flora menatap jengkel kepada kenzi.
"ini tu urusan pribadi gue sama karina jadi tolong lah jangan ikut campur,"
"karina itu temen gue jadi urusan nya urusan gue juga,"ucap tasya tak kalah nyalang.
dengan tidak sabaran kenzi langsung menarik tangan karina dengan kasar sampai sampai karina langsung mengeluh sakit.
Riski yang melihat kenzi memperlakukan karina dengan kasar langsung tidak suka.
"santai dong bro, ngak usah gitu dong kasian dia kesakitan, kayak enggak punya hati banget,"
"lo siapa? hah, gak usah sok kenal dan sok ikut campur,"ucap kenzi ngegas.
"gue juga ngak kenal sama lo sih, tapi itu cowok bro jangan kasar kasar lah,"ucap riski santai.
dengan kesal akhirnya kenzi menarik tangan karina menuju taman belakang sekokah.
"lo apa apaan sih,"ucap karina menghempaskan tangan kenzi.
"lo jauhin cowok itu mulai sekarang,"ucap kenzi to the poin.
"yang mana?"
"yang tadi di kantin,"
"emang lo siapa ngatur ngatur gue hah?"
"gue suami lo,"ucap kenzi menekan kata suami.
"hah apa? suami gue ngak salah denger tu, lo ngak pantas di sebut sebagai suami tau ngak,"ucap karina nyalang sambil mendonggak menatap ke arah kenzi.
"tapi gue berhak atas lo,"ucap kenzi lagi.
__ADS_1
"kalo gue ngak mau, lo mau apa?"
"jangan ngajak ribut lah kar,"
"aku ngajak ribut kamu yang ngajak ribut tau ngak,"
"pokok nya lo jauhin cowok itu titik,"ucap kenzi dengar keras.
"lo itu egois tau ngak,"
"bukan gue yang engois tapi kamu,"ucap kenzi tak mau mengaku.
"gue engois enggak, enggak lo yang engois lo bisa deket dengan semua cewek lo bisa deket deket sama nia sedangkan gue ngak bisa gitu?, hah lo egois banget sih,"
"kar bukan gitu,"
"udah lah ken, aku capek, capek banget anggap aja kita ngak pernah kenal dan ketemu dan oh ya satu lagi gak usah temui gue lagi dan ngak usah ngurusin hidup gue,"ucap karina langsung berlalu dari sana.
di perjalanan karina masih saja bertemu dengan ulat bulu ya siapa lagi kalo bukan nia.
"hy gimana?"ucap nia tersenyum mengejek ke pada karina.
"ngak gimana gimana sih, baik baik aja,"ucap karina santai.
"oh ya, selamat ya kamu menang, walaupun menang karna ke licikan sih, tapi ngak papa semoga lenggen ya,"ucap karina dengan santai tak ingin terpengaruh godaan iblis agar mengacak acak wewegombel yang ada di hadapan nya.
"oh makasih lo ya atas ucapan selamat nya,"jawap nia dengan sok anggun.
"yaudah gue pamit, selamat menikmati bekas gue,"ucap karina berjalan santai meningalkan nia.
sedangkan nia langsung mencak mencak gak jelas ia sebal karna rencana yang dia susun secara rapi tidak berhalan sesuai ekspesita.
"ihh, kok dia ngak marah sih,"sebal nia sambil mengentak hentak kan kaki nya sebal.
sedangkan di tempat lain tepatnya di perpustakaan sekolah karina langsung menumpahkan tangisnya, ia tidak sekuat yang di kira dia rapuh namun tetao terlihat tegar di hadapan banyak orang.
akhirnya dia merasa sedikit lega setelah menumpahkan tangis nya, tangis yang sedari tadi sudah dia tahan tahan sekuat tenaga.
akhirnya tangis karina sedikit reda saat seseorang memberikan dia sebuah tisu karina mendonggak dan melihat orang asing yang belum pernah dia lihat.
"ini ambil jangan di lihatin aja,"ucap lelaki itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"makasih,"ucap karina sambil mengambil sapu tangan itu.
"kamu ngapain di sini?"tanya nya.
"ngak ngapa ngapain,"
"terus kenapa nangis?"tanya nya lagi yang membuat karina malu karna ketauwan nangis.
"ada masalah sedikit aja kok,"ucap karina sedikit kikuk.
"kamu bisa cerita kalo kamu mau di jamin aman kok,"
"makasih tapi ini masalah pribadi,"jawap karina.
"oh ya btw kita belum kenalan lo kenalin kevin,"ucap nya sambil mengulurkan tangan nya.
"karina,"balas nya.
"kamu sering ke sini juga ya?"tanya kevin pada karina.
"enggal sering juga sih,"
"btw kamu anak kelas mana kok ngak pernah lihat,"
"aku anak mipa 1 kk,"
"oo pantas ngak pernah lihat kelas kita jauhan,"
"emang kelas kk di mana?"tanya karina
"aku 12 mipa 2"
"kakak kelas dong,"
"iya lah.kamu wajip panggil aku kakak,"ucap kevin sedikit becanda.
"yaudah lah ya aku duluan, jangan nangis nangis lagi entar cantik nya ilang lo,"ucap kevin yang membuat hati karina sedikit membaik.
...****************...
hmm saingan nya kenzi banyak ni.
__ADS_1
yuk dukung author dengan vote like komen dan favorit ya biar author semakin semangat up dan bisa up tiap hari.