Musuh Ku Jodoh Ku

Musuh Ku Jodoh Ku
Cucu


__ADS_3

"Kalian dari mana sih?"tanya lia pada kedua anak nya itu saat karina dan alvin datang menghampiri mereka.


"tadi kan ma bang alvin..,"ucap karina terpotong saat alvin langsung menutup tangan nya.


"kita dari belakang ma ngak ngapa ngapain sih cuman lepas kangen aja,"sela alvin tak mau karina membocorkan kan yang sebenarnya terjadi.


"duduk sini sayang,"ucap evi pada menantunya itu sambil menepuk nepuk sofa di sebelahnya.


"iya bund,"jawap karina sambil berjalan le arah mama mertuanya itu.


"kamu mau jus ngak?"tanya evi kepada karina dan langsung di anguki antusiasi oleh karina.


"gimana kar?"tanya evi yang membuat karina bingung.


"gimana apa nya bund?"


"misi,"


"misi apa?"binggung karina lagi.


"bikinin bunda cucu lah,"ucap evi yang membuat karina langsung tersedak sedangkan kenzi langsung menatap ke arah karina ingin tau respon karina.


sejenak karina dan kenzi melakukan kontak mata namun dengan cepat karina langsung memalingkan muka.


"masih usaha kok bund,"ucap karina tersenyum kikuk.

__ADS_1


sedangkan alvin yang mendengar hal tersebut tersenyum jail iya merasa bahwa akan ada kesempatan untuk meledek adiknya itu.


"masih usaha ya,"ucap alvin sambil tersenyum jail yang membuat karina langsung memutar bola mata malas.


"iri bilang bos,"ucap karina menatap jengkel kepada alvin.


"mana ada aku iri, apa lagi ingin menandingi kamu aku hanya kasian melihat kamu,"ucap alvin sambil bernyanyi lagu dari Riski febian tapi dengan lirik yang di ganti.


"gaje,"ucap karina yang membuat alvin sebal.


"udah, udah kalian ini terus aja berantem kalo ketemu bikin mama pusing aja,"ucap lia sambil memijit pelepis nya pelan.


"bang alvin tu ma,"ucap karina menyalahkan alvin.


"ih bukan,"ucap alvin juga tak mau kalah.


"kalian kenapa ken, kok layak ngehindar gitu sih?"tanya evi pada anak nya melihat kenzi dan karina tak ada mengobrol bahkan menegur satu sama lain.


karina yang mendengar itu langsung bingung untuk menjawap pertanyaan dari mertua nya itu.


"biasa ma, karina lagi dapet kalo di ajak bicara nanti takutnya aku di makan sama dia,"ucap kenzi berbohong.


"datang bulan maksud kamu?"tanya evi yang tak paham.


"iya ma,"ucap kenzi yang membuat semua orang yang ada di sana menertawakan nasip kenzi.

__ADS_1


sedang kan karina langsung mentap datar ke arah kenzi bisa bisanya dia berbohong padahal kenyataan nys bukan begitu.


"duh jadi nasip adek lo gimana dong,"ucap alvin tanpa filter.


"adik?"bingung karina


"bukan nya kenzi anak tunggal ya emang punya adik?"tanya karina lagi yang membuat alvin mengelengkan kepala melihat kepolosan adik nya itu.


"bukan adik yang itu kali,"ucap alvin sambil dengan gemas menjitak kepala karina.


"terus yang mana lagi?"


"udah lah lo masih bocil belum ngerti apa apa,"ucap alvin yang membuat karina mengerucutkan bibirnya sebal.


Jam telah menunjukkan pukul 18:00 karina dan mamanya serta mama mertuanya memutuskan untuk memasak makanan malam karna memang dirumah karina tidak ada pembantu.


dengan cekatan karina langsung mengeluarkan bahan bahan yang akan di olah membuat evi yang melihat nya berdecak kagum melihat karina yang ternyata pintar memasak.


"kamu ternyata pintar masak ya kar,"ucap evi yang membuat karina senang, Siapa coba yang tidak senang di puji oleh mertua.


"belum pinter pinter amat sih bund,"ucap karina merendah.


"kamu ngak ada niatan buat cari pembantu kar?"tanya evi lagi.


"enggak ada sih bund,"

__ADS_1


"udah lah jeng, biarin aja biar dia mandiri jangan selalu menggarapnya pembantu,"ucap lia memang dari awal melarang karina untuk memiliki pembantu walaupun karina berasal dari keluarga yang kaya dan juga anak bungsu lia tak ingin anaknya itu menjadi manja lia ingin anaknya mandiri tanpa bantuan orang lain.


...****************...


__ADS_2